NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

 "Aku akan tetap pada pilihanku." Andra menjawab dengan tegas dan ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, walaupun sedari awal ada konsekuensi yang harus dia terima.

 "Tidak takut dia dengan ancaman ku." batin Nina yang tak pernah main-main dengan perkataannya.

 "Berani juga kamu." ucap Nina yang salut dengan keberanian dia.

 "Aku berani karena kamu." mendengar jawaban itu ,Nina tersenyum sinis.

 "Jangan terlalu berharap padaku.Aku pun sudah mengingatkanmu." jawab Nina yang segera pergi meninggalkan Andra di tempat itu.

 Andra tampak terdiam seolah ia sudah berusaha untuk menyakinkan,tapi Nina masih bertahan dengan sifat kerasnya.

 Nina melanjutkan perjalanan menuju tempat kostnya,dari belakang ada Andra yang selalu mengikutinya dari belakang.

 "Benar-benar keras kepala." gumam Nina yang tak habis pikir Andra sebegitu nekatnya untuk mendekati dirinya.

 Akhirnya Nina sampai di tempat kosnya, ia bergegas masuk kedalam.Saat hendak masuk kedalam kamarnya ia tak sengaja bertemu Lina yang baru saja pulang dari tempat kerjanya.

 "Tumben jam segini kamu baru pulang." ucap Nina kepada Lina yang baru saja pulang dari tempat kerjanya.

 "Biasa, pekerjaan sedikit banyak.Tadi ada beberapa orang yang juga masih ada disana."jawab Lina yang langsung masuk ke dalam kamarnya.

 Disusul Nina yang juga masuk ke dalam kamarnya.

 Malam hari

 Nina terlihat sibuk mengecek beberapa laporan dari Milano mengenai berkas diperusahaan.

 "Sebaiknya besok aku harus menemui Milano membahas masalah ini." gumam Nina yang baru saja membaca laporan yang Milano kirimkan .

 Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari arah pintu kamarnya,didepan pintu ada Lina yang berdiri.

 "Lina."

 "Kamu sibuk ya?" tanya Lina pada Nina.

 "Tidak sibuk,memang ada apa?" tanya balik Nina pada Lina, akhirnya Lina menceritakan apa niatnya Lina datang pada Nina.

 Mendengar penjelasan itu,Nina mulai kesal,"Kenapa harus pria itu lagi." batin Nina yang harus mendengar nama Andra lagi.

"Gimana,bisa tidak. Rugi lho kamu tidak ikut, filmnya lagi hits lho.Bisa ya." Lina berharap Nina bersedia ikut dengannya.

 "Baiklah." jawab Nina yang terpaksa harus ikut, apalagi Lina tak ingin sendirian.

 "Ya sudah setengah jam kita berangkat,sekalian kita tunggu Yogi sama Andra." Lina langsung kembali ke kamarnya, sedangkan Nina mulai terlihat kesal.

 "Apa yang sedang mereka rencanakan,pasti antara mereka sedang merencanakan sesuatu." batin Nina yang terpaksa mengiyakan.

 Akhirnya mereka berdua sudah siap,dari depan sudah ada Andra dan Yogi yang sedari tadi sudah siap.

 "Hey,ayo kita berangkat sekarang!" teriak Yogi yang langsung menyapa mereka.

 "Sebentar kami ambil sepeda motor dulu." jawab Lina yang ingin mengambil sepeda motor Miliknya.

 "Lebih baik aku antar pakai sepeda motorku,nanti Nina sama Andra saja." ucap Yogi yang sudah siap berangkat.

 "Ya sudah." jawab Lina yang langsung melirik kearah Nina.

 Akhirnya Yogi bersama Lina,dan Nina lagi-lagi bersama Andra lagi.Tampak ekspresi kesal dari wajah Nina, kenapa pria itu lagi.

 "Sudah siap?" tanya Andra pada Nina.

 "Sudah."jawab singkat Nina yang membuang muka disamping.

 Andra hanya terdiam dan sesekali melirik kearah Nina lewat spion sepeda motor.Andra diam-diam sedikit tersenyum melihat ekspresi Nina yang lebih diam dan terlihat begitu kesal pada dirinya.

 "Ada ada yang membuat kamu marah?" tanya Andra yang iseng-iseng bertanya.

 "Masih berani kamu tanya hal itu." jawab Nina yang terlihat begitu kesal.

 "Aku hanya ingin tahu saja." jawab Andra yang tahu betul siapa orang yang membuat kesal Nina.

 Nina Benar-benar muak dengan sikap Andra yang seolah-olah tak tahu, walaupun dia tahu betul dia sengaja melakukan itu.

 Akhirnya mereka sampai juga di bioskop, tempat tujuan mereka.Mereka berempat menuju lokasi yang akan mereka kunjungi.

 "Akhirnya tidak sia-sia." ucap Yogi yang merasa lega.

 "Justru kami yang berterimakasih, sampai-sampai kamu memberikan tiket itu pada kami." jawab Lina yang begitu antusias.

 "Aku tidak masalah,dari pada dibuang lebih baik aku berikan pada kalian .Tadinya Doni sama temannya yang ngajak,tapi keduanya tak bisa pergi masalah pekerjaan.Aku ajak kalian berdua saja,mumpung ada teman lain." jawab Yogi yang menceritakan yang sedari awal membeli tiket ke bioskop tapi Doni dan temannya terhalang dengan pekerjaan sampai mereka cancel.

 Lina membalas dengan menganggukkan kepala sebagai tanda terimakasih pada mereka.

 Nina yang dibelakang Lina hanya terdiam mendengar penjelasan dari Yogi,"Alasan saja." batin Nina yang masih membuang muka kesalnya.

 Akhirnya mereka masuk kedalam,yang dimana posisi duduk mereka saling berdekatan.Andra duduk disamping Nina,sedangkan disebelah Nina ada Lina.

 Nina hanya terdiam melihat tontonan yang mereka lihat.tiba-tiba saja Nina merasakan sesuatu di tangannya seperti ada sentuhan hangat di tangannya.

 Tangan itu adalah tangan Andra yang menyentuh tangan Nina, spontan Nina menginjak kaki Andra.Tapi tanpa Nina sadari,tangannya secara berani menggenggam tangan Nina yang langsung ia balas dengan tatapan tajam kearah Andra.

 "Lepas." suara lirih Nina yang semakin kesal dengan keberanian Andra menyentuh tangannya.

 "Tidak,aku ingin seperti ini sebentar." jawab lirih Andra yang berbisik tepat ditelinga Nina.

 Nina makin terlihat kesal, dengan Andra.Terpaksa Nina harus menuruti permintaan Andra,Nina tak ingin jika orang lain tahu dengan penyamarannya dia selama ini.

 Andra diam-diam merasa bahagia,bisa lebih dekat dengan Nina.Berbeda dengan Nina yang benar-benar menahan emosi melihat tingkah Andra seperti itu padanya.

 Beberapa jam kemudian

 Akhirnya mereka keluar dari ruangan itu dan berlanjut ke tempat lain.Mereka berempat pergi kesebuah tempat makan di pinggir jalan.

 Nina masih saja terdiam tak begitu menghiraukan kehadiran Andra,bahkan Nina sudah merasa kesal dengan kejadian disaat di bioskop.

 "Kapan-kapan kita keluar seperti ini ,pasti makin seru." ucap Lina yang terlihat begitu bahagia,tapi tidak dengan Nina yang malahan merasa sial.

 "Oke , kapan-kapan kita kumpul bareng." jawab Yogi yang diam-diam melirik kearah Andra seakan ada kode rahasia antara keduanya.

 Andra hanya menganggukkan kepala setuju saja dengan rencana mereka,berbeda dengan Nina yang lebih memilih terdiam menundukkan kepala dengan posisi tangan bermain ponsel miliknya.

 "Jangan harap aku akan mau,aku akan menghindari dari kalian." batin Nina yang masih kesal dengan rencana mereka.

 "Nina."

 Nina langsung menoleh kearah Lina,"Ada apa?" tanya Nina pada Lina.

  "Kenapa dari tadi diam saja?" tanya Lina pada Nina.

 "Tidak ada apa-apa hanya membalas pesan dari teman." ucap Nina yang sengaja membuat alasan agar tak terlalu ditanya lebih panjang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!