NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Dan begitu saja, desas-desus itu menyebar lebih cepat daripada api yang menjalar di musim kemarau.

"Tuan Muda Li terobsesi mencari pemilik Permata Matahari!"

Kalimat itu menjadi gosip paling panas di seluruh Ibu Kota. Orang-orang mulai berkomentar dengan berbagai versi yang semakin kreatif:

- "Wah, jangan-jangan bukan cuma mau kenalan. Mungkin Tuan Li ingin bersaudara atau jadi teman baik?"

- "Atau jangan-jangan... dia naksir orang itu? Soalnya kan orangnya misterius, pakaiannya bagus, gerakannya lincah..."

- "Jangan asal bicara! Tuan Li itu dingin dan sombong. Pasti dia cuma mau menantang orang itu atau merekrut jadi bawahannya. Tapi yang pasti... dia benar-benar berlebihan!"

Bahkan para Tuan Muda dari keluarga lain seperti Chu Long dan Chen Zhi pun tertawa mendengar kabar itu.

"Li Huangfu biasanya angkuh dan dingin, ternyata ada juga hal yang bisa bikin dia gila ya," celetuk Chen Zhi sambil menyesap teh hangat.

"Obsesi dia dengan 'Tuan Misterius' itu sekarang jadi bahan tertawaan seluruh kota. Siapa sangka sebuah bola kristal bisa mengubah reputasi dia jadi 'pencinta hal misterius'," sahut Chu Long terkekeh, matanya penuh tawa.

Di rumahnya yang tenang dan jauh dari keramaian, Shen Yu tentu saja tidak tahu apa-apa tentang gosip yang sedang meriah di kota.

Ia baru saja selesai mencuci piring dan mengelap meja makan sampai bersih kilap. Sekarang ia berjalan santai ke ruang belajarnya, siap untuk menghabiskan sisa hari dengan membaca buku atau sekadar bersantai menikmati suasana.

"Hidup tenang itu memang nikmat," gumamnya sambil meregangkan badan hingga tulang-tulangnya berbunyi pelan.

Jika saja ia tahu bahwa sekarang ada orang kaya paling berpengaruh di kota yang sedang "menggilanya" mencari keberadaannya, mungkin Shen Yu akan tertawa sampai sakit perut.

Setelah perut kenyang dan hati senang, Shen Yu berjalan santai menuju kamar tidur utamanya di lantai dua. Ia duduk bersila di atas kasur empuknya, wajahnya masih menyunggingkan senyum puas yang tidak pernah hilang.

"Nah, sekarang saatnya cek rekening bank pribadi," gumamnya dengan wajah ceria.

Dengan gerakan mudah, Shen Yu mengangkat tangannya di udara.

Wush!

Sekejap saja, tumpukan emas batangan yang tersisa muncul dan tersusun rapi di atas meja di hadapannya. Kilauan emas yang memukau itu memantul ke dinding, membuat ruangan terasa semakin mewah dan hangat.

Shen Yu mulai menghitung dengan jari telunjuknya, sesekali bersenandung pelan sambil menggerakkan jari-jarinya.

"Dari hasil lelang tadi dapat 17.000tael emas kan?" ucapnya pelan mengingat-ingat. "Terus tadi siang beli rumah habis 1.200 tael emas."

Ia mengurangi angka itu dengan cepat di kepalanya.

"17.000 dikurang 1.200... hasilnya 15.800 tael emas!"

Mata Shen Yu berbinar tak percaya.

"Gila... setelah membeli rumah sebesar itu, emasnya masih sisa banyak!" serunya takjub."Itu artinya aku masih punya modal besar buat membeli apa saja yang aku mau besok-besok."

Ia menyentuh permukaan dingin emas-emas itu dengan rasa sayang dan hati-hati.

" itu cukup buat hidup mewah selama puluhan tahun, atau bisa juga buat beli tanah lagi, atau bahkan membuka usaha sendiri kalau aku bosan."

Shen Yu tersenyum lebar hingga matanya menyipit.

"Rencana awal hanya mencari tempat tinggal aman dan tenang. Ternyata sekarang aku jadi tuan tanah kaya raya yang tidak perlu kerja lagi seumur hidup!"

Dengan lambaian tangan lagi, semua emas itu kembali masuk ke dalam dimensi penyimpanannya dengan aman tanpa jejak.

"Sudah, simpan baik-baik. Jangan boros-boros," bisiknya pada dirinya sendiri sambil tertawa kecil.

Sekarang, beban hidup benar-benar hilang dari pundaknya. Shen Yu merebahkan tubuhnya ke atas bantal empuknya dengan wajah bahagia yang terpampang jelas.

"Mulai besok... hidup cuma makan, tidur, dan bersantai. Hidup itu enak sekali!"

Tiba-tiba gerakan tangan Shen Yu terhenti di udara. Matanya yang tadi penuh kegembiraan kini menyipit, tersenyum penuh arti.

'Hmm... tunggu dulu,' pikirnya. 'Aku kan baru jual satu biji bola kristal aja langsung dapat ratusan tael emas. Padahal di dalam sana... stoknya masih banyak!'

Shen Yu menggaruk dagunya berpikir dengan serius.

"Kalau aku jual lagi yang sama persis dengan Permata Matahari, nanti malah jadi barang pasaran dan harganya jatuh. Itu tidak bagus."

Ia menggeleng pelan. "Tidak. Harus cari yang beda. Yang unik, yang langka, dan yang tetap bisa bikin orang-orang terpukau tapi tidak menyalin model yang lama."

"Oke, sekarang misi: Cari barang baru buat stok dagangan masa depan!" bisiknya penuh semangat.

Tanpa buang waktu, Shen Yu langsung memusatkan pikirannya dan... BLINK!

Ia muncul kembali di dalam tempat paling ajaib di dunia ini: Supermarket Besar!

Suasana di sini selalu terang, sejuk, dan tenang. Rak-rak tinggi menjulang ke langit-langit berisi segala macam barang menanti untuk diambil.

Shen Yu tidak menuju ke bagian makanan atau pakaian. Kakinya langsung berjalan cepat menuju sudut paling belakang, area mainan dan hiasan dekorasi yang selalu menjadi tujuan favoritnya.

"Di sini pasti ada yang bagus..." gumamnya sambil memindai pandang ke kiri dan kanan dengan penuh antusias.

Matanya berbinar melihat deretan bola kristal, patung kaca seni, hingga ornamen unik lainnya yang tersusun rapi di atas rak.

"Ayo kita cari... yang bentuknya beda, yang efek cahayanya beda, dan yang pastinya... harganya tetap bisa dijual mahal!"

Shen Yu mulai mengitari rak-rak itu dengan antusiasme seorang pemburu harta karun.

Petualangan bisnisnya baru saja dimulai!

Setelah berkeliling cukup lama dan membolak-balik berbagai jenis barang, akhirnya tangan Shen Yu berhenti di sebuah rak pajangan yang terletak paling dalam. Matanya berbinar melihat dua benda yang menarik perhatiannya secara langsung.

"Ini dia! Pas sekali!" serunya pelan namun penuh kegembiraan.

Ia mengambil dua buah bola kristal besar yang ukurannya mirip dengan Permata Matahari, tapi dengan isi yang jauh lebih unik dan berbeda total:

Bola Pertama: "Bintang Emas"

Bola ini bening jernih seperti air murni, namun di dalamnya terdapat ribuan butiran kecil berwarna emas yang melayang-layang seperti pasir halus. Saat Shen Yu menggoyangkannya pelan...

Wush...

Butiran-butiran emas itu bergerak dengan indah, seolah-olah ia sedang memegang badai pasir emas di dalam telapak tangan. Saat diam, butiran itu akan menyusun diri menjadi pola cantik seperti bintang yang bersinar.

"Wow... ini pasti bakal bikin orang-orang ngiler. Kelihatannya seperti emas cair yang dikurung di dalam kristal. Mewah abis!" puji Shen Yu dengan mata penuh kagum.

Bola Kedua: "Galaksi Hitam"

Yang satu ini jauh lebih misterius. Dasarnya berwarna biru tua kehitaman seperti malam tanpa bulan, dan di dalamnya terdapat awan-awan berwarna ungu, putih, dan emas yang membentuk pola seperti rasi bintang atau tata surya yang sedang berputar.

Saat dilihat dari dekat, rasanya seolah-olah ia sedang memegang seluruh jagat raya di dalam genggaman.

"Gila... ini namanya bukan kristal lagi, ini 'Dunia Kecil'!" gumam Shen Yu takjub. "Kalau Permata Matahari itu cerah dan hangat, yang ini gelap, dalam, dan misterius. Kontras sekali!"

Shen Yu memegang kedua bola itu satu di tangan kanan, satu di tangan kiri.

"Bagus. Jadi stok dagangan berikutnya sudah siap. Satu bernuansa kekayaan dan kemewahan, satu bernuansa seni dan keabadian."

Ia tersenyum licik.

"Jadi kalau nanti Li Huangfu atau orang-orang kaya itu bosan dengan yang merah, aku bisa keluarkan yang 'Bintang Emas' atau 'Galaksi' ini. Pasti mereka akan membeli lagi dengan harga gila-gilaan!"

Shen Yu pun menyimpan kedua bola ajaib itu dengan aman ke dalam dimensinya, siap untuk dilelang kapan saja ia butuh uang tambahan.

"Bisnis lancar, stok melimpah. Sekarang... tidur nyenyak saja!"

Shen Yu kembali muncul di kamarnya yang tenang dan damai. Di tangannya kini tergenggam sebuah kotak kayu persegi yang ia siapkan khusus. Saat ia membukanya, terlihat jelas dua buah benda berharga baru miliknya.

Ukuran kedua bola kristal ini sedikit lebih kecil dibandingkan Permata Matahari yang tadi ia jual. Kalau yang tadi sebesar kepalan tangan orang dewasa, yang ini ukurannya pas seperti bola golf—kecil, padat, dan sangat mudah digenggam.

Tapi justru ukurannya yang kecil dan mungil ini membuatnya terlihat semakin berharga dan eksklusif, seolah-olah itu adalah permata mahkota yang langka dan sulit ditemukan.

Shen Yu memutar-mutar bola pertama di jarinya dengan hati-hati.

"Bintang Emas..."

Saat ia menggerakkannya sedikit, butiran-butiran emas di dalamnya bergerak-gerak indah seperti air pasang surut di laut.

"Yang ini cocok buat orang-orang yang suka kesan mewah dan berkilau. Cocok sekali untuk pajangan meja kerja atau hiasan ruang tamu orang kaya."

Kemudian ia mengambil yang satunya lagi dengan lembut.

"Galaksi Hitam.."

Warnanya dalam dan gelap, namun di dalamnya tersimpan keindahan alam semesta yang menakjubkan.

"Yang ini untuk orang-orang yang suka hal misterius atau puitis. Li Huangfu pasti akan suka dengan ini soalnya gaya dia kan orangnya dingin dan gelap," bisik Shen Yu sambil tertawa kecil.

Ia menutup kembali kotak itu dengan rapat agar tidak terkena debu.

"Bagus. Stok dagangan berikutnya sudah siap. Kalau nanti aku butuh uang lagi atau bosan, aku tinggal keluarkan ini. Pasti harganya juga bakal selangit lagi."

Shen Yu meletakkan kotak itu dengan aman di atas meja riasnya, lalu merebahkan tubuhnya ke atas kasur empuk yang sudah menantinya.

Mata Shen Yu perlahan menutup, rasa lelah setelah seharian beraktivitas mulai menyergap dengan lembut.

Matahari pagi menyinari halaman rumah Shen Yu dengan hangat dan hangatnya. Ia terbangun dengan napas panjang dan wajah yang sangat segar—tidak ada rasa lelah, tidak ada mimpi buruk, hanya perasaan rileks dan bahagia yang luar biasa.

"Hmm... tidur di rumah sendiri memang paling enak," gumamnya sambil meregangkan tubuh hingga tulang-tulangnya berbunyi krek-krek.

Shen Yu segera mandi dan membersihkan diri. Air dingin segar dari sumur membuat pikirannya menjadi jernih dan tenang.

Hari ini ia punya janji atau lebih tepatnya misi sosial.

"Aku harus berkunjung ke Kapten Wang," bisiknya sambil merapikan pakaian dengan teliti. Shen Yu memilih memakai Hanfu berwarna biru muda yang sopan dan tidak terlalu mencolok—cocok untuk bertemu teman lama.

Ia lalu pergi ke dapur dan mengambil sebuah botol keramik besar berisi Arak Buah berkualitas tinggi yang ia beli kemarin. Konon, minuman ini sangat terkenal enak dan harganya lumayan mahal, cocok sekali sebagai oleh-oleh untuk seorang perwira seperti Kapten Wang.

Dengan hati-hati, ia memasukkan botol itu ke dalam tas kain anyaman besar agar mudah dibawa dan tidak pecah.

Shen Yu mengunci pintu gerbang rumahnya sendiri dengan rapat.

"Oke, berangkat! Semoga dia senang melihat ku sekarang yang sudah berubah jadi tuan muda kaya raya," pikirnya sambil tertawa kecil dengan senyum hangat.

Shen Yu berjalan dengan langkah ringan dan riang menuju dermaga!

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!