Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 3 - Lagi?
Selepas pertemuan Zayn dan Riana kembali ke kantor, Zayn selalu berjalan cepat dan Riana harus bisa mengimbangi langkahnya, walaupun dengan sepatu heels yang dia kenakan.
‘Ri, elu lembur lagi hari ini,’ isi pesan Rara teman satu Divisinya dulu.
‘Males ah, gue mau pulang cepet hari ini, bodo amat tuh si Bos. Tungguin gue ya, kita pulang bareng,’ balas Riana.
‘Oke, kuy lah kita makan diluar ada Kafe baru buka yang lagi promo katanya makanannya juga enak-enak.’
‘Siap, gue juga udah lama gak makan enak. Bodo amat lah, malam ini gue gak akan lembur,’ balas Riana.
Sore hari saat jam pulang kantor, tiba-tiba telpon kabelnya berdering lagi, Riana memilih mengabaikannya dan tetap pergi seperti janjinya dengan Rara.
“Eh lu beneran pulang Ri, Bos Zayn ngijinin elu pulang?” Rara memastikan.
“Mana mungkin dia ngijinin, gue kabur lah,” sahut Riana sambil nyengir.
“Wah kacau, siap-siap elu kena semprot besok,” kekehnya.
“Bodo amatlah, lagian dia juga gak akan mungkin sampai mecat gue. Kalau dia mecat gue, siapa yang akan ngerjain semua kerjaan itu di kantor, semuanya gak ada yang mau, lagian nih ya, mana ada orang kerja lembur tiap malam,” keluh Riana.
Riana dan Rara singgah di Kafe sebelum pulang, saat tengah asyik makan sambil berceloteh, telpon Riana tak henti-hentinya berdering, awalnya dia mengabaikannya karena sudah tahu siapa yang terus menerus memberondong ponselnya tanpa henti, siapa lagi kalau bukan Bos gila kerjanya, yaitu Zayn.
‘Riana, kamu dimana! Kenapa telpon saya gak di angkat-angkat!’ isi pesan yang dikirim Zayn.
“Si Bos ya?” tebak Rara.
“Hooh, nyebelin banget. Dahlah biarin aja, males gue,” Riana memilih mengabaikannya dan lanjut makan dengan tenang.
Namun ponselnya kembali menyala, pesan Wa muncul dari layar atas hpnya.
‘Riana angkat telponnya, kalau gak saya pecat kamu! Dan kamu gak akan pernah bisa kerja lagi di perusahaan mana pun!’ ancamnya.
Telponnya kembali berdering, kali ini dengan terpaksa Riana pun mengangkatnya, “ada apa Pak?” tanyanya dengan suara tenang namun menekan.
“Kamu dimana sekarang?” tanyanya.
“Saya lagi makan Pak. Maaf hari ini saya gak ikut lembur, kalau Bapak butuh sesuatu saya akan kerjakan besok,” ucap Riana.
“Gak bisa ini mendesak. Sekarang kamu ada dimana biar saya jemput kamu disana,” ujarnya.
Riana berdecak pelan, “Saya ada di Kafe Bintang gak jauh dari kantor,” dengan terpaksa Riana pun mengatakannya.
“Oke, saya kesana sekarang!”
Sambungan telpon pun terputus.
“Kenapa Ri?”
“Sorry Ra, kayanya gue harus pergi Si Bos maksa gue, katanya ada hal penting yang harus gue urus malam ini juga,” keluh Riana.
“Sekarang, tapi ini udah malem Ri.”
“Ya mau gimana lagi, dia ngancem gue, katanya mau mecat gue kalau gue gak dateng, dan yang paling parah adalah dia gak bakal biarin gue kerja dimana pun kalau gue sampai di pecat, gila kan?” kesalnya.
“Wah parah sih itu, tapi lu ko bisa sabar banget ngadepin orang kaya dia. Kalau gue udah setres itu.”
“Di sabar-sabarin aja Ra, karena gue butuh cuannya. Gue pergi dulu ya, baye,” Riana pun berlalu. Sesampainya diluar Kafe, Zayn ternyata sudah menunggu dengan mobilnya, Riana pun masuk tanpa di perintah lagi.
“Ada hal mendesak apa Pak?”
“Mr Nicholas ada di Indonesia, dia ngajak saya ketemu malam ini juga karena besok dia harus kembali ke Australi, kamu dari tadi saya telpon gak di angkat-angkat,” gerutunya.
“Maaf Pak, hp nya gak sengaja saya silent, jadi saya gak tahu kalau Bapak nelpon” dusta Riana.
“Lain kali jangan begitu lagi, kita sedang menjalankan proyek penting Riana jadi kamu gak boleh melakukan kesalahan sedikit pun,” cecar nya.
“Baik Pak,” Riana mengangguk pelan.
Pertemuan selesai sekitar pukul sepuluh malam. Mr Nicholas adalah salah satu pengusaha sukses di Australia namanya banyak di kenal di dunia bisnis. Bulan lalu Zayn menawarkan kerjasama mengenai pengembangan produk barunya, dia ingin mencoba memasukkannya ke pasar Internasional lewat Tuan Nicholas.
Kali ini giliran Riana yang menyetir karena Zayn kelelahan, dia nampak tertidur di kursi belakang.
Riana menghela nafas berat, Duk... Aww... Ringisnya, kepalanya tak sengaja membentur setir mobil karena mengantuk saat menunggu lampu merah berganti hijau, jujur dia juga sangat lelah saat ini, tapi mau bagaimana lagi ini sudah menjadi tugasnya.
“Akhhh... Akhirnya, aku bisa kembali,” ucap Zayn dari belakang. Riana melirik tipis-tipis Bosnya itu dari belakang.
‘Lagi?’ Rasa kantuk Riana menguap seketika, saat melihat Zayn berubah mode menjadi Pria bernama Dewa lagi, dia tampak tengah melonggarkan dasinya dan membuka separuh kancing kemejanya.
“Halo Mis, kita ketemu lagi, hem dimana kita sekarang?” tanyanya, rasa lelah yang sebelumnya tak nampak sama sekali di wajahnya.
“D-di jalan Pak,” sahut Riana dengan bibir bergetar, ‘apa dia kerasukan lagi? Gue pikir dia hanya akan kerasukan di kantor, tapi ternyata di mobil juga bisa,’ batin Riana, dia melirik takut-takut kearah Zayn.
“Wah, berhenti-berhenti!” teriaknya tiba-tiba.
“Ada apa Pak?”
“Itu aku mau itu!” tunjuknya pada sebuah toko yang memajang manekin dengan kemeja pendek motif bunga-bunga.
Hah? “Pak tunggu Pak,” teriak Riana yang tak dihiraukan sama sekali oleh Zayn, dia langsung keluar dari mobil kemudian masuk begitu saja kedalam toko tersebut.
“Ck, sial.”
Dengan terpaksa Riana pun menepikan mobilnya dan ikut masuk kedalam toko, “Itu, itu, itu, semuanya. Saya mau membeli setiap model baju yang ada di toko ini,” ungkapnya.
Riana terpaku di tempat.
“Mis, kamu mau beli baju, ayo pilih kamu mau yang mana biar aku yang bayar,” ungkapnya sambil mengipas-ngipaskan kartu kredit tanpa batasnya.
“Nggak Pak makasih, saya masih sayang nyawa saya,” tolak Riana, dia tahu ini bukan Zayn jadi dia tak akan mengambil resiko di potong gaji untuk membayar pakaian yang dia ambil dengan harga selangit itu. Riana yakin saat sadar nanti dia pasti akan berteriak frustasi karena menghabiskan banyak uang untuk belanja pakaian yang diluar seleranya.
Selera Zayn dan Pria bernama Dewa itu jelas jauh berbeda, semua pakaian Zayn bernuansa hitam atau abu-abu, sedang Dewa menyukai warna-warna cerah apa lagi jika ada yang bermotif bunga atau manik-maniknya.
‘Gue masih heran kenapa sifatnya bisa tiba-tiba berubah seperti ini, apa dia punya kepribadian ganda, atau justru kerasukan setan?’ batin Riana.
Dia memerhatikan sikap Zayn yang tadinya dingin dan tegas tiba-tiba berubah menjadi banyak bicara dan tertawa, jelas itu bukan Zayn yang sebenarnya.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄