NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Anggap Bodoh

Istri Yang Kau Anggap Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

Raden Kirana Wijaya percaya bahwa pernikahannya adalah pilihan yang tepat.

Bukan karena cinta yang membara, melainkan karena kecocokan yang sempurna.
~

Status, latar belakang, dan masa depan yang terjamin.

Ia menikah dengan Adhikara Pradipta Mahendra, seorang pria yang tampak sempurna di mata semua orang.

Hingga suatu hari, masa lalu itu kembali.

Wanita yang pernah ia cintai...
wanita yang dulu ia lepaskan demi nama besar keluarganya...
kini kembali hadir, dan perlahan mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik seorang istri.

Rana tahu.

Rana melihat.

Ia menyadari.

Bahkan lebih awal dari yang dibayangkan siapapun.

Lantas, apa yang akan Rana lakukan? Apakah ia lebih memilih bercerai dan rela kehilangan suami atau justru bertahan demi dua buah hatinya?

Ikuti terus tentang Rana disini, jangan lupa juga follow akun tiktok di Yehppee_26

Selamat membaca

°°°°°

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pucuk 29

Rana menaruh semangkuk sup ayam di atas meja, uap tipis masih terlihat mengepul dari sup tersebut. Dipta duduk di dekat putranya yang tengah menikmati masakan ibunya dengan lahap.

Hanya terdengar suara sendok dan garpu yang sesekali berdenting pelan. Rana menatap suaminya, lalu kembali dengan menu sarapannya sembari menyuapi putri kecilnya.

"Mas," panggil Rana pelan.

Dipta menghentikan gerakan tangannya dan memilih menatap istrinya. "Ada apa?"

"Kemarin, aku ketemu Mbak Laras di cafe Saturday. Kayanya...dia lagi cari kerja." Ujar Rana basa-basi.

Dipta diam sejenak, sedangkan Rana dengan santai menyendok nasi dan memasukkannya kedalam mulut. Menikmati rasa sup ayam yang sudah ia masak tadi.

"Oh," jawab Dipta melanjutkan makannya.

Rana meraih gelas, lalu meminum air di dalamnya. Rana kembali fokus menatap sang suami.

"Aku dengar, sekretaris kamu resign."

Dipta mengangguk, "ya. Katanya mau bawa ibunya berobat. Padahal Mas suka dengan kinerjanya, cepat dan tertata rapi."

"Oh, gitu. Terus, udah ada penggantinya?" Rana meraih sendok dan menyuapi Masayu.

"Udah, namanya Alfian. Aku harap, dia bekerja dengan baik seperti Hamdan." Harap Dipta seraya menatap istrinya.

Rana tersenyum, "ya. Mudah-mudahan."

Ruang makan itu kembali sunyi.

Setelah selesai makan, seperti biasa Alaric di antar oleh Mbak Sari. Lalu Dipta berangkat kekantor dengan supir pribadinya.

Sepeninggalan Alaric dan suaminya, Rana gegas menutup pintu. Berjalan tenang menuju kamar sembari menggendong Masayu.

"Bunda..." panggil putrinya.

"Kenapa sayang?" Rana mengelap keringat kecil pada kening bocah itu.

"Ayu mau boneka balu...." ucapnya lucu.

Bibir anak itu mengerucut, seolah tengah memelihatkan betapa menggemaskannya ia kepada sang bunda.

"Nanti ya, kita beli boneka baru." Jawab Rana tersenyum.

"Asyik..." serunya.

Rana menurunkan putrinya. "Ayu main dulu di sini, bunda mandi dulu."

"Iya..."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sisi lain, Alaric baru saja tiba di sekolahnya. Mbak Sari seperti biasa menunggu tuan mudanya di tempat penungguan wali murid bersama wali murid lainnya.

Bocah berumur lima tahun itu memasuki kelasnya, saat langkah kecilnya sampai di ambang pintu, ia melihat semua teman laki-lakinya tengah bergerombol di meja depan. Alaric melihat sosok baru di kedua matanya, mungkin anak baru yang di ceritakan Miss Bunga Minggu kemarin.

Alaric perlahan mendekat, anak itu terlihat tertawa kecil melihat semua orang mengerubunginya, mengatakan wah pada sebuah mainan pesawat yang keren di mata anak-anak lima tahun.

"Ini kelen...aku udah minta sama papa aku tapi belum di beliin juga," sungut salah satu teman Alaric seraya memperhatikan mainan pesawat itu.

Alaric menaruh tasnya di meja, melirik sejenak pada anak baru itu.

"Al, lihat! Anak balu itu punya mainan yang sama kaya kamu!" seru salah satu dari mereka.

Alaric mendekat. "Oh, ya?"

Saat Alaric hendak menyentuh mainan itu, tiba-tiba saja si pemilik mainan itu menghempaskan tangan Alaric sehingga bocah itu meringis sakit.

"Raka! Jangan begitu sama teman!" bela salah satu dari mereka.

"Aku gak mau mainan aku di sentuh dia! Ini pembelian Om tampan buat Raka..." ucap anak itu angkuh.

Alaric diam, ia memilih mundur dan duduk kembali pada kursinya. Lalu berangsur anak-anak yang bergerombol tadi meninggalkan Raka yang duduk melipatkan tangan dengan wajah tak suka pada Alaric.

Kembali pada Rana. Wanita itu mendapat laporan dari Alfian bahwa dirinya sudah mulai bekerja di perusahaan My Rich sebagai pengganti Hamdan.

"Ayok sayang, kita beli boneka baru!" ajak Rana seraya meraih jemari putrinya.

Anak itu sangat cantik, mirip sekali dengan ayahnya yang memiliki struktur wajah bak aktor papan atas. Mungkin bisa di bilang jika Masayu adalah duplikat Dipta dari sisi wanita. Anak itu mengenakan set pakaian lucu bergambar Sailor Moon, tokoh kartun legendaris dari Jepang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Notifikasi pesan masuk kedalam ponsel milik Rana. Perempuan itu menaruh cup eskrim dibatas meja kaca lalu meraih ponselnya. Layarnya menyala, ada sebuah pesan voice not dari Hamdan.

Rana gegas menekan tombol itu dan mendengarkan perkataan Hamdan lewat voice not.

"Bu Rana, ada hal penting. Pak Dipta mendatangi cafe blue bird dan bertemu dengan Laras. Pak Dipta menerima seperti amplop surat lamaran"

Rana tertegun sejenak, lalu tersenyum kecil.

Terjebak juga. Batinnya.

"Bunda, kenapa?" tanya Masayu melihat ibunya yang tersenyum sendiri.

Rana mengalihkan pandangannya dan menatap putrinya. "Ayu, setelah ini. Bagaimana kalau kita ketemu ayah di kantor?"

Masayu mengangguk bersemangat, senang dengan ajakan ibunya yang cukup jarang itu. Lalu Rana meraih ponsel satunya lagi dan mengirimkan pesan kepada Mbak Sari kalau dirinya akan pulang telat dan meminta Mbak Sari menemani putranya.

Setelah eskrim habis, Rana meraih tasnya dan menuntun putrinya melangkah keluar dari kedai eskrim menuju parkiran mobil. Rana membukakan pintu untuk putrinya dan tanpa menunggu lama Rana menyalakan mesin dan mengarahkan mobil menuju tempat suaminya sedang duduk berhadapan dengan seorang HRD.

"Namanya Laras Ayu Anindiya. Kamu bisa mempekerjakan dia di bagian keuangan." Ucap Dipta seraya menatap kepala HRD di hadapannya.

"Baik, Pak." Jawabnya menuruti.

Setelah itu, Dipta keluar dari ruangan HRD dan meninggalkan Laras bersama Pak Rinto. Pria berusia 45 tahun itu langsung berdiri dan mengajak Laras menuju divisi keuangan yang mana ruangan itu tak jauh dari ruangan CEO.

Laras mengenakan pakaian kantor, terlihat cukup menarik untuk seorang ibu anak satu ini. Rambutnya ia rapikan dengan jedai yang senada dengan bajunya. Tas selempangnya ia apit di antara lengan dan badan bagian sisi kanannya.

"Baik semuanya. Mohon perhatiannya!" seru Pak Rinto.

Lima orang di ruangan itu menoleh ke arah HRD dan Laras yang berdiri di depan.

"Siapa itu?"

"Apa anggota baru kita?"

"Barusan pas istirahat aku lihat dia datang bareng Pak Dipta."

"Sudah! Semuanya, perkenalkan ini Bu Laras. Dia adalah anggota baru di divisi ini. Saya harap kalian bisa akur dan mengajarinya dengan baik."

Seorang perempuan dengan pakaian kantor itu terlihat melirik kepada Laras yang tengah memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan, nama saya Laras Ayu Anindya. Kalian bisa memanggil nama depan saja. Mohon bantuannya." Ucapnya.

"Baik Bu Laras, silahkan anda duduk di meja yang sudah di siapkan!" titah HRD sebelum pada akhirnya pergi dari divisi keuangan.

Sedangkan Rana, wanita itu turun dari mobilnya. Seorang satpam menghampiri Rana dengan sopan, satpam itu sudah tahu siapa yang datang.

"Selamat siang, Nyonya." Sapanya. "Selamat siang nona muda," tambahnya sembari melirik Masayu yang berjalan di tuntun oleh Rana.

"Celamat ciang..." seru Masayu nyengir, memperlihatkan gigi ompongnya.

"Pak, tolong parkiran mobil saya ya." Pinta Rana seraya menyerahkan kunci mobilnya.

"Siap, nyonya." Ujarnya.

Setelah permasalahan mobil selesai, ia gegas menuju lobi kantor. Kedua bola mata Masayu terlihat berbinar, Rana tahu jika putrinya ini senang jika mendatangi ayahnya.

"Pak Dipta ada di ruangannya?" tanya Rana pada resepsionis.

"Iya, Bu. Ada." jawabnya.

"Baiklah, terima kasih." Ucap Rana lalu berlalu meninggalkan resepsionis.

Ponselnya bergetar, pesan singkat dari Alfian.

{ Mangsa sudah masuk jebakan}

Pesan itu membuat sudut bibirnya bergerak, ia menyapu pandang sekitarnya.

"Ayo, sayang!" ucap Rana dengan nada ringan, meneruskan langkahnya yang sempat terhenti karena pesan singkat itu.

...****************...

Hai... Yehppee gak bakalan bosen buat ngucapin makasih karena udah mau membaca karya pertama Yehppee disini.

Btw, sebelumnya pasti akhir-akhir ini kalian dapat berita soal kecelakaan PT KAI yang menewaskan beberapa korban. Dan di antaranya adalah salah satu teman Yehppee meskipun tidak pernah bertemu, tapi dia seorang EXO-L ( penggemar/ fans K-POP dengan grup EXO) Yehppee dapat kabarnya barusan kalau dia meninggal dunia, padahal beberapa hari ini dia lagi persiapan untuk konser nanti di Jakarta. Untuk itu Yehppee minta doanya untuk Arinjani Novita Sari semoga si tempatkan di sisi Allah SWT dan di berikan kesabaran untuk keluarga yang di tinggalkan, aamiin. Makasih🙏

1
Ma Em
Ayo Rana cari bukti sebanyak banyak kalau Laras dekat dgn Dipta bkn karena msh cinta tapi Laras ada niat jahat pada perusahaan Dipta dan setelah semua terkumpul bukti kelicikan dan kejahatan Laras bongkar semua kejahatan Laras lalu Rana gugat cerai Dipta .
Ma Em
Ayo Rana kumpulkan bukti sebanyak banyaknya bahwa Dipta ada main hati dgn Laras setelah itu baru buat Dipta menyesal .
Gemuruh riuh
Go Rana!!! bikin calon pelakor itu tahu diri!!!!
Gemuruh riuh
turut berdukacita thor
Gemuruh riuh
waw, apakah Rana bakal menjebak Dipta dan Laras?
Ma Em
Turut berduka juga Thor , semoga almarhumah Husnul hotimah diampuni dosanya ditempatkan di surganya Allah 🤲🤲🤲.
Yehppee: makasih kak🫶
total 3 replies
Ma Em
Bagus Rana si Laras suruh masuk saja ke perusahaan Dipta agar mudah dipantau nya dan setelah Dipta ketahuan ada Main dgn Laras lalu jatuhkan saja agar nama Dipta dan Laras tercemar dan hancur .
Gemuruh riuh
wkwkwkkwk Hamdan jangan ke geeran entar patah hati sendiri
Gemuruh riuh
sa ae lu Hamdan🤣
Gemuruh riuh
hati-hati Ran, suamimu terpikat lagi sama cinta lamanya
Gemuruh riuh
wkwkw sarkas nih Rana
Gemuruh riuh
poor Rana
Gemuruh riuh
jodoh, mati, rezeki udah ada yang atur
Gemuruh riuh
li xian😍
Gemuruh riuh
waduh, Rana!!! hati-hati, sepertinya ada udang di balik bakwan
Gemuruh riuh
wkwkwk viralin guys🤣
Gemuruh riuh
cocok bener Kim ji won jadi Rana, pokonya bikin Rana Badas thor
Gemuruh riuh
makin seru, jangan di bikin menye-menye Rana nya thor😍
Ma Em
Rana lambat banget gerak nya dan membiarkan Dipta jln bareng sama selingkuhan nya .
Ma Em
Thor jgn lama2 Dipta membohongi Rana , semoga Rana tau semua kebohongan yg Dipta lakukan pada Rana termasuk Dipta tdk mencintai Rana agar Rana sadar dan tdk jadi istri yg bodoh ditipu dan dibohongi .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!