NovelToon NovelToon
KEY

KEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: DAN DM

AKU ADALAH KEY.
AKU HIDUP BERSAMA TUKANG KAYU DARI PENJAG KUIL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DAN DM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BANGUN

Suasana setelah "badai" itu masih terasa aneh. Udara terasa segar, bersih, dan dingin, berbeda dengan udara pengap yang biasa mereka hirup selama bertahun-tahun.

Kakek Genpo masih belum pulih sepenuhnya. Kakinya gemetar hebat, lututnya lemas seolah tak bertulang. Tangannya mencengkeram kuat ujung baju Deon, tak berani melepaskan sedikitpun. Seolah-olah kalau dilepas, cucunya ini akan hilang ditelan keajaiban atau dibawa arwah penasaran.

"Deon... Deon pelan-pelan... Hati-hati Nak... Jangan sentuh apa-apa..." bisik Genpo parau, matanya melotot melihat sekeliling dengan takjub bercampur takut. "Ini sungguh luar biasa... Dindingnya mulus lagi... Catnya berkilau..."

"Tenang Kek, kita cuma lihat-lihat," jawab Deon tenang. Ia berjalan pelan namun mantap. Matanya berbinar-binar, menyerap setiap detail yang ada di hadapannya.

Mereka melangkah melewati gerbang utama yang kini berdiri gagah. Pintu kayu besar itu terbuka dengan sendirinya saat mereka mendekat, mengeluarkan bunyi KREEKK... yang lembut, bukan bunyi kayu kering yang berdecit parau seperti dulu.

 

Saat melangkah masuk ke dalam aula utama, napas mereka seakan tercekat.

Dahulu, tempat ini gelap, kotor, penuh sarang laba-laba, dan remang-remang. Sekarang?

Seluruh ruangan itu diterangi oleh cahaya hijau keemasan yang memancar dari ornamen-ornamen di dinding dan langit-langit. Tidak ada lampu, tidak ada api, tapi terang benderang seperti siang hari.

Dinding-dindingnya dipenuhi ukiran yang sangat detail. Bukan sekadar gambar hiasan, tapi deretan simbol, huruf-huruf kuno, dan diagram yang tersusun rapi seperti sebuah ensiklopedia raksasa yang ditulis di atas batu.

"Kek, lihat itu..." Deon menunjuk ke atas.

Di langit-langit, terdapat lukisan besar tentang pergerakan bintang, peta langit, dan simbol-simbol elemen yang saling terhubung. Cahaya mengalir di dalam garis-garis itu seperti darah yang mengalir di dalam pembuluh nadi.

"Ini... ini bukan sekadar kuil pemujaan, Kek," gumam Deon, otak jeniusnya bekerja cepat menganalisis. "Ini adalah perpustakaan batu. Ini arsip sejarah."

Genpo hanya mengangguk-angguk bodoh, mulutnya komat-kamit membaca doa tak henti. "Iya... iya... pintar... pintar... tapi ayo kita lihat sebentar saja ya terus pulang... takut Kakek jantungnya copot..."

 

Deon tidak peduli dengan omelan ketakutan kakeknya. Matanya tertuju lurus ke depan. Ke titik tengah aula.

Di sana, tepat di bawah pusat langit-langit yang paling tinggi, berdiri sebuah bangunan kecil. Bukan patung dewa, bukan singgasana raja.

Melainkan sebuah Pilar Persegi yang tingginya hanya setinggi pinggang orang dewasa. Bentuknya kotak sempurna, terbuat dari bahan yang tampak seperti kristal putih bening bercampur emas. Permukaannya halus licin seperti cairan yang membeku.

Dari pilar kecil inilah sumber cahaya utama memancar.

Tanpa ragu, Deon menarik Kakek Genpo yang masih menempel erat seperti tempurung kelapa, berjalan melewati lantai batu yang bersih dan mengkilap hingga sampai ke hadapan pilar misterius itu.

"Kek... ini dia," suara Deon berbisik penuh hormat.

Mereka berhenti tepat di depannya. Di sekeliling pilar itu, terdapat ukiran empat simbol besar yang sangat familiar bagi mereka:

1. Api

2. Air

3. Tanah

4. Awan

"Klan-Klan Besar..." Genpo akhirnya bisa bicara, suaranya pelan. "Mereka ada di sini juga..."

Deon mengelilingi pilar itu sekali putaran. Matanya mencari-cari.

"Di mana tuasnya? Di mana tombolnya? Kenapa permukaannya mulus semua?" Deon menyentuh sisi pilar itu. Dingin, padat, dan solid.

Tiba-tiba, jari telunjuk Deon menyentuh satu titik di bagian atas permukaan pilar. Ada lekukan kecil berbentuk... tangan terbuka.

"Ini..."

Tanpa pikir panjang, Deon menempelkan telapak tangannya ke lekukan itu.

BRUMMMM...

Suara gemuruh rendah terdengar dari dalam perut bumi. Pilar itu bersinar terang, dan permukaannya yang tadinya padat, perlahan berubah menjadi transparan seperti air.

Dan di dalam inti pilar itu...

Terlihat sebuah benda melayang. Sebuah lempengan batu tipis yang berputar pelan, dan di atasnya tertulis sebuah judul besar dengan huruf-huruf yang bersinar:

"CATATAN AKHIR ZAMAN Q"

 

Genpo yang melihat itu langsung menjatuhkan diri duduk di lantai, masih memegangi baju Deon.

"Zaman Q... Lagi..." gumam Genpo. "Jadi semua cerita leluhur itu nyata..."

Deon menatap tulisan itu dengan napas tertahan.

"Kek... kita baru saja membuka pintu yang sudah tertutup ribuan tahun. Sekarang... kita tahu siapa kita sebenarnya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!