Callista terkejut bukan main, kala dirinya mendapati kembali jika dirinya telah kembali ke lima tahun lalu..
Dimana dia kembali pada awal pernikahan dengan Darius suami yang di di cintai secara ugal-ugalan.
Namun kini cinta itu telah berubah menjadi kebencian, segala perbuatan Darius di kehidupan lalu selalu di ingat nya.
Kini hanya akan hidup untuk membalas kan dendam nya di masa lalu.
Akan kah Callista mampu membalas dendam nya, yuk kita simak aja cerita nya sama-sama.
Warning, mungkin akan terdapat beberapa typo dan flashback di cerita Mak ini, jadi jangan heran ya😅.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Makmisshalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tersadar
"Aku tak bisa melihat nya seperti ini.. Aku ingin dia segera bangun.. " Ucap Teresa dengan nada sedih.
(Mak kenalin beberapa pemeran di novel Mak yang ini ya.
Callista Atmaja, pemeran pertama.
Julian Dory, pemeran utama pria.
Markus Dory, Daddy nya Julian.
Teresa Dory, Mommy nya Julian
Caroline Atmaja, sang sepupu yang mengharapkan kematian Callista.
Rose Atmaja, Ibu Caroline sekaligus Bibi nya Callista.
Dirga Atmaja, Ayah Caroline sekaligus Paman angkat nya Callista.
Dan satu lagi, Darus suami Callista sekaligus kekasih Caroline.
Skip dulu ya nanti bakalan ada beberapa pemeran lain nya yang menyusul)
Brak..
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka paksa akibat tendangan.
Terlihat sesosok Kakek namun masih terlihat muda serta gagah.
Dengan pandangan tegas Kakek tersebut masuk ke dalam kamar.
Sorot matanya tajam dan dingin namun juga memancarkan cinta untuk orang yang di sayangi nya.
"Ayah.. " Teresa segera memeluk pria tersebut.
"Bisa kamu jelaskan kenapa cucu nakal ku seperti ini?" Tanya kakek tersebut.
Nada suaranya terkesan dingin namun juga mengandung kehangatan serta kekhawatiran.
Dia adalah Tuan Arthur Dory Tuan besar di keluarga Dory.
"Aku tidak tau Ayah, karna dia tak sakit apapun!! Dokter juga hanya berkata jika dia saat ini sedang tidur" Teresa menjawab pertanyaan sang ayah.
Jawaban nya tentu sama dengan jawaban Dokter.
'Kenapa aku merasa ada yang janggal.. Kenapa anak ini seperti sedang tersesat di suatu tempat' Dalam hati Kakek Arthur mencurigai sesuatu.
Namun dia tak mau mengungkapkan pada anak serta menantu nya.
Dia tau hal ini sangat mustahil, anak menantu nya pasti sulit mempercayai hal seperti itu.
Karna hal seperti ini akan sulit di percayai oleh generasi muda.
"Jika seperti itu jangan terlalu khawatir, nanti dia juga bangun sendiri" Ujar Kakek Arthur santai.
Dia tau nantinya Julian akan terbangun dengan sendiri nya jika apa yang dia inginkan sudah tercapai.
"Kalian sedang apa di kamar ku??" Tanya Julian dingin walaupun suaranya masih terkesan lemah.
"Sayang, kamu sudah bangun??" Teresa segera menghampiri Julian.
lalu menyodorkan segelas air putih untuk di minum oleh Julian.
"Ada apa Mommy?? Kenapa Mommy terlihat sedih??" Julian bertanya dengan nada lembut.
Jika berbicara dengan sang mommy Julian akan bersikap sangat lembut.
lain hal nya lagi jika dia berbicara dengan sang Daddy.
Maka sikap nya akan berubah dingin, bukan karna benci karna mereka sekeluarga sangat saling menyayangi serta melindungi.
"Tidak ada apa-apa sayang.. Mommy hanya mengkhawatirkan mu, karna kamu sudah beberapa hari tertidur tanpa mau bangun" Perlahan Teresa menceritakan tentang Julian yang tertidur.
Julia tentu terkejut dengan penuturan sang Mommy.
Karna setau nya dia hanya tidur dari tadi malam.
Tak tau nya ternyata dia sudah tertidur selama beberapa hari.
"Jangan khawatir Mommy, aku baik-baik saja.. " Julian segera menenangkan sang mommy dengan mengusap punggung nya pelan.
"Kalian pergilah dulu, aku harus berbicara dengan Julian" Kakek Arthur meminta anak menantunya untuk meninggalkan mereka berdua.
Para dokter dan para pengawal juga di pinta untuk meninggalkan mereka.
"Kenapa Kek??" Julian kembali ke setelan awal.
Kembali dingin tak tersentuh berbicara dengan nada dingin seperti bukan dengan anggota keluarga.
Namun Kakek Arthur sudah memahami sikap sang cucu.
Karna dirinya pun begitu, bahkan hal tersebut berlaku untuk Markus.
Mereka hanya akan bersikap lembut pada wanita yang berharga serta berarti untuk mereka.
"Jujurlah, apa yang kamu mimpikan selama tidur panjang mu??" Tanya Kakek Arthur tanpa berbasa-basi.
Begitulah Kakek Arthur, dia hanya akan bercanda hanya ketika bersama sang menantu nya Teresa dan mendiang istri nya saja.
"Apa Kakek akan mempercayai cerita ku??" Bukan nya menjawab Julian malah balik bertanya.
Sementara Kakek Arthur hanya menatap Julian dingin.
Namun di balik sikap dingin nya itu Julian faham jika sang Kakek akan selalu percaya padanya.
"Ceritakan lah.. " Ini bukan waktu nya untuk berdebat.
Karna cerita Julian akan lebih menarik dari pada perdebatan panjang.
"Begini... " Maka mengalir lah cerita Julian tentang mimpi yang di alami nya.
Kakek Arthur pun mendengarkan cerita Julian dengan seksama.
Setiap kata, setiap kejadian dalam mimpi Julian dia selami agar dia mengerti akan arti mimpi tersebut.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang??" Setelah mendengar semua cerita dalam mimpi Julian.
Kakek Arthur susah mengambil satu kesimpulan akan nasib cucu nya nanti.
"Aku akan menikahi nya.. Aku akan memperjuangkan nya.. Dan aku akan membalas semua rasa sakit nya.. " Kilatan kemarahan terlihat jelas di sorot mata Julian.
"Jangan gegabah.. Kakek tak ingin kamu terkena timpal balik, kamu fokuskan saja untuk melindungi nya!! Sisa nya biar menjadi urusan Kakek" Keduanya sepakat, dimana Kakek Arthur yang akan turun tangan untuk melakukan pembalasan.
………………………………………
Prank
Prank
"Berengsek, sebenarnya apa yang terjadi kenapa jalang udik itu tak mengirim uang padaku?" Ucap Rose marah sebab Callista tak memberikan nya uang.
Prank
Prank
Apapun benda di hadapannya, pasti akan di jadikan bahan pelampiasan kemarahan nya.
"Mah udah deh, jangan terus seperti ini.. " Ucap Caroline malas.
Dia tak suka melihat sang mamah bersikap demikian.
Terlebih Caroline sangat tak suka jika Callista seperti ini.
'Ada yang mencurigakan!!" Caroline bukan wanita bodoh.
Setiap perlakuan, pergerakan serta ucapan Callista selalu di waspadai nya.
Caroline tau selama ini Callista bodoh, tapi Caroline tak mau kecolongan.
Dengan cepat Caroline segera pergi ke perusahaan Atmaja seorang diri.
Dia pergi kesana tanpa ada hambatan, orang-orang di perusahan Atmaja juga sangat menghormati nya.
Hingga dia bisa dengan mudah masuk ke ruangan khusus untuk Darius.
Bahkan dia naik menuju ke lantai atas menggunakan lift khusus agar tak berdesakan dengan karyawan lain.
Setelah beberapa saat Caroline sampai di ruang khusus milik Darius.
Dia juga dapat masuk tanpa hambatan lagi.
Sekertaris Darius sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
Dia juga mengetahui hubungan terlarang antara suami dan sepupu pemilik perusahaan tersebut.
Namun apalah daya!! Uang mengalahkan segalanya.
Maka dari itu dia memilih diam, bungkam, tanpa suara.
"Sayang kenapa kamu cemberut seperti itu??" Darius bertanya dengan nada lembut.
Tak lupa Darius juga menarik Caroline agar duduk di pangkuan nya.
Kebiasaan mereka memang seperti itu, di belakang Callista mereka selalu memamerkan kasih sayang.
Tak segan-segan mereka pun kerap bermesraan meski di hadapan beberapa anak buah Darius.
"Sayang kamu tau tidak jika wanita udik itu tak memberikan aku uang??" Setiap ada tindakan yang tak di sukai dari Callista maka Caroline akan mengadukan nya pada Darius.
"Apa?? Dia tak memberikan mu uang??" Darius bertanya dengan nada tinggi.
"Huum.. " Jawab malas Caroline.
"Kenapa??..