NovelToon NovelToon
Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Duda / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Putus cinta membuat seorang gadis bernama Emeery menerima perjodohannya dengan seorang duda beranak dua. Namun, sikapnya yang tengil membuat sang duda pusing tujuh keliling, akankah Emeery mampu menaklukkan dinding es suaminya, yang bahkan belum move on dari sang mantan?

Kalau ada, sembilan duda ~
Mau duitnya saja, semuanya ~
Ini dada, isinya duit semua ~

Penasaran dengan kisah mereka? Ikuti ceritanya di sini🤗

Jangan lupa follow
Ig @nitamelia05
fb @Nita Amelia
TT @twins✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Ketemu Sahabat Sabl3ng

Emeery sudah berusaha bangun lebih siang untuk menghindari sang ayah. Namun, pagi ini kamarnya malah digrebek oleh kedua orang tuanya, semalam dia sudah selamat dan dibiarkan beristirahat begitu saja. Jadi, pagi ini dia tidak yakin Tuhan masih berpihak padanya.

"Kemarin kamu sudah membuat kesalahan, berbohong pada Mommy dan Daddy, minta uang untuk sesuatu yang tidak jelas, dan sekarang kamu masih malas-malasan begitu? Kamu mau berhenti kuliah atau bagaimana?" seru Bryan, bicara dengan nada tegas, sehingga membuat Emeery langsung membuka matanya lebar-lebar di balik bantal.

Namun, gadis itu tak beranjak. Dia mempertahankan posisinya seolah tidak mendengar apapun, sehingga Bryan makin naik darah. Pria itu sudah menarik napas, tapi sang istri berusaha menenangkan.

"Emeery," panggil Brigitta dengan lembut, berharap sang anak bisa diajak bicara dengan serius. Dia mengelus-elus kepala Emeery, tapi tak kunjung bangun. Hingga ....

"EMEERY!" teriak Bryan, karena sudah tak tahan dengan tingkah laku sang anak. Brigitta berjengit kaget, sementara Emeery langsung terduduk dengan muka bantalnya.

"Yeee, Cheona," jawab Emeery masih bisa bercanda, lalu nyengir kuda untuk mencairkan suasana. Akan tetapi sang ayah tidak menggubris.

"Serius! Sebenarnya kamu ini maunya apa? Kuliah malas-malasan, bakat tidak ada. Lama-kelamaan kamu Daddy nikahin aja deh," celetuk Bryan karena saking sudah jengah menghadapi tingkah sang anak. Sontak Emeery dan Brigitta pun saling pandang.

"Dad, jangan bicara sembarangan begitu dong, anak kita masih kecil, tanggung juga kuliahnya kan setahun lagi," bisik Brigitta sambil menggoyangkan lengan suaminya, supaya sadar.

"Biar saja, biar dia mengerti bagaimana arti kehidupan yang sesungguhnya! Jangan maunya ini itu dituruti, tapi kita sebagai orang tua terus dibohongi," cerocos Bryan, berharap otak Emeery terbuka lebar dan memahami keluh kesahnya. Akan tetapi bocah satu ini malah salah kaprah.

"Ya udah kalo maunya Daddy begitu, nikahin aja! Biar aku nggak usah minta uang sama Daddy lagi, aku mau ngabisin uang suami aku aja. Cariin aku suami yang kaya," seru Emeery malah menantang, hingga ayah dan ibunya menganga.

"Emeery, Daddy tidak bercanda!!!" tegur Bryan sambil mendengus kasar dan tangan yang mengepal kuat. Sebenarnya anak ini turunan dari mana, kenapa susah sekali diatur!

*

*

*

Seperti rutinitas biasanya, sebelum pergi ke perusahaan Gerry terlebih dahulu mengantar kedua anaknya ke sekolah. Yang satu sekolah dasar, sedangkan yang satu masih TK.

"Sayang, jangan lupa dimakan ya bekalnya, dan ingat jangan jajan sembarangan, ikuti apa kata Miss, okey?" ucap Gerry sebelum melepas anaknya di gerbang sekolah. Si sulung langsung menyalimi tangan Gerry dan melesat pergi, kebiasaan meninggalkan adiknya.

"Ethan, adiknya jangan ditinggal dong!" Gerry setengah berteriak.

"Nggak mau, aku malu kalo sama dia, dia suka berakk!" balas Ethan tak kalah kencang, hingga membuat sekeliling mereka melirik. Gerry menghela napas, sementara Sandrina—yang kerap disapa Sansan itu sudah mencebikkan bibir.

"Tuhkan, Kakak tuh cahat, aku nda mau cama Kakak, Daddy," dengus Sansan sambil melipat kedua tangan di depan dada.

"Ya udah-udah, biar Daddy yang antar sampai kelas ya," bujuk Gerry supaya princess kecilnya ini tidak merajuk. Sansan langsung mengangguk meski bibirnya masih maju.

Di depan kelas mereka sudah disambut oleh Miss Andien yang bertanggung jawab pada kelas Sansan. Wanita cantik itu nampak tersenyum ramah tiap kali murid-muridnya datang, begitu juga yang dia lakukan saat melihat Sansan dan Gerry.

"Good morning, Sansan dan Daddy Sansan," sapa Miss Andien sambil menatap Sansan dan Gerry secara bergantian.

"Molning, Miss," balas Sansan, wajahnya sudah ceria lagi. Gerry ikut tersenyum sambil mengangguk sekilas sebagai sapaan kepada Miss Andien.

"Ayo kita masuk!" ajak Miss Andien masih dengan senyum yang sama.

"Karena udah ada Miss, Daddy tinggal ya," ucap Gerry seraya berjongkok di depan sang anak.

"Iya, Dad," jawab Sansan sambil mengangguk. Gerry mengusak puncak kepala Sansan sekilas kemudian berlalu pergi. Sementara Sansan sudah digandeng oleh Miss Andien.

"Daddy-nya Sansan masih jomblo ya?" tanya Miss Andien di sela-sela langkah, hingga membuat Sansan mendongak. "Apa Sansan nggak mau punya Ibu baru?" lanjutnya yang makin membuat kening bocah itu berkerut.

"Mau," jawab Sansan setelah sampai di bangkunya. "Tapi bukan Miss Andien."

Jleb!

Seakan tombak menancap cepat di dada wanita itu.

*

*

*

Makan siang ini Gerry menyambangi kantor dua sahabatnya, Ghara dan Edo, karena mereka memang satu perusahaan. Tak butuh janjian, dia sudah dipersilahkan naik ke lantai 69 dan menyelonong masuk begitu saja.

"Wih, calon manten. Gimana jadi nggak jait bajunya? Gue udah siap nih jadi pager beton untuk yang kesekian kali," seru Edo untuk menggoda sahabatnya.

Bukannya menjawab Gerry berjalan lunglai ke arah sofa dan menjatuhkan tubuhnya dengan keras, sehingga menciptakan tanya bagi dua pria di depannya, Ghara dan Edo saling pandang.

"Ngapa lu? Kusut bener gue liat-liat, bukannya lu abis ngelamar si Mon-Mon anak Mony—"

"Nyong!" Edo melanjutkan ucapan Ghara yang suka asal menyebut nama orang.

"Hah, nggak tahu lah gue bingung sama dia," balas Gerry setelah menghela napas berkali-kali. Rasanya setelah malam itu hubungan mereka jadi terasa renggang.

"Yeh gimana sih, katanya lu udah mantep sama Mona. Ya udah jangan lama-lama, lagian dia juga udah lulus kan?" sambar Edo, tak tahu permasalahannya tapi sudah menyerocos panjang lebar.

"Ck, bukan itu, Do, masalahnya!" ketus Gerry merasa pusing tujuh keliling.

"Ah gue tahu, lu minta DP duluan kan, terus si Mon-Mon nolak, makanya lu uring-uringan. Makanya halalin dulu, Beg0!" sambar Ghara makin jauh saja pembahasannya. Sontak Gerry langsung mengambil bantal dan melemparkannya tepat ke wajah Ghara.

"Setan! Malah ke mana-mana," umpat Gerry yang membuat kedua sahabat sablengnya itu terbahak-bahak.

“Dih PMS lu ya?” cibir Ghara yang membuat Gerry makin mencebik.

"Ya terus kenapa, Gerry Sayang? Cerita yang bener dong sama kita," balas Edo dengan lemah lembut sembari merangkul Gerry.

Gerry menarik napas lagi, menyiapkan hati untuk menceritakan penolakan Mona yang tak mau menjadi istrinya, dan malah menyuruh dia mencari wanita lain.

"Mona mau S2, dia belum mau jadi istri gue dan malah nyuruh gue cari penggantinya. Enak bener ya, abis bikin gue kecintaan, dia mau ninggalin gue gitu aja," papar Gerry dengan tatapan yang kosong.

"Kan, kata gue juga apa? Si Mon-Mon anak Mony itu ambisius! Cocoknya jadi wanita karir sampe tua. Udah kata gue mah ikutin aja, cari cewek lain, yang lebih cantik, lebih seksi, lebih gede dari pada dia yang sekepel nasi K*FC!" cerocos Ghara, langsung mendukung sang sahabat untuk move on. Apalagi dengan status Gerry sebagai 'DUDA MAPAN (Mateng dan Tampan)' sudah tentu banyak yang mau dengan pria itu.

"Nggak segampang itu, Ghara!" balas Gerry frustasi.

"Gampang kalo lu-nya mau," jawab Ghara cepat. Padahal dia sendiri mati-matian untuk bisa mendapatkan istrinya, karena tak mau wanita lain.

"Ger, kata gue mah dari pada lu bingung. Lu tanya anak-anak lu dulu deh. Barang kali ini ada hubungannya, siapa tahu lu belum minta restu sama mereka," sela Edo dengan pemikiran yang lebih waras. Sehingga Gerry langsung tercenung. Benar juga, selama ini selama dia berpacaran dengan Mona dia tidak pernah tahu bagaimana pendapat kedua anaknya, yang penting dia suka.

1
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋
Dew666
🪻🪻🪻
Rita
kurang atuh 😁😁😁😁
Rita
jiahhh baru pipi tuh Ger😁😂😂😂
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋
Ayna Adam
lanjut lagi kak updatenya 😊
A R
😍
Ny Rudi Harianto
good Gerry.....cba lah dengan ank kecil yg sekarang jadi istri mu....buka hati buat menerima semua nya....
Radya Arynda
semangaaat hayooo buat pak duda bucin setengah modar👏👏👏👏
Dien Elvina
ya kurang lah bang ..masak cuma pipi cuma satu kecupan lg...harus nya bibir juga biar keliatan mesra 🤣🤣
Maharani Rani
😄😄😄lanjutt thorr lebih sering up dong biar seruuu
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kurannnnggggg lah mana berasa cuma satu ketcupan. minimal yaaa seluruh wajah, harus kena ketchup biar adil 🤣🤣 hidupmu aman merr! ada yang kasih uang jajan + kasih tatih tayang full 🤣🤣
yeni NurFitriah
Kurang...Thor,kurang banyak bab nya😁kurang panjang juga..
Susan Susanti
nunggu gerry bucin ma emeery ke gimana 🤭
Rita
normal Emeery bojomu cm lg nahan aja🔥🔥🔥🔥gas lanjut
Rita
ampunnnn 🫣😂😂😂😂😂
Rita
😂😂😂😂😂loading saya
Rita
hajar biar diinget
Ny Rudi Harianto
maju terus .....bujuk terus si om biar lunak lama²....
Ny Rudi Harianto
d anggap dokter apa ya si Gerry......sakit kok Gerry yg d suruh ngobatin sih....dasar ulet bulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!