sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kansszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3
"Ken, nongkrong yuk" ajak Sora dari telepon
"sorry, gua lagi ada proyek, kapan kapan aja" ucap ku datar.
"owh yaudah, gua matiin telepon nya ya, bye"
"...."
Sejak sebulan lalu diriku bekerja di pusat keamanan cyber cube dan kini dia sedang membuat sensor suara untuk proyek ini. tujuannya satu, agar naik pangkat. Namun, itu tak semudah yang ia bayangkan saat mengetahuinya budget yang harus dikeluarkan kian lebih banyak daripada yang dimodalkan dari perusahaan keamanan tersebut, mau tak mau, dia harus mencari pekerjaan lain lagi agar dia dapat mengembangkan proyek nya.
Kotor tapi instan, itulah pilihannya. Siapa peduli jika pekerjaan barunya harus merenggut nyawa orang lain. Yap, diriku akan menjadi pembunuh bayaran.
Saat dia iseng mencari referensi gambaran proyek, dia tak sengaja menemukan situs pasar gelap dimana dia dapat menawarkan jasa untuk eksekusi instan dengan waktu hanya dua puluh menit saja. Tentu hal inilah yang membuat ku dapat meneruskan proyeknya, apalagi dia adalah ninja yang terampil. dengan menggunakan identitas rahasia, ia tak kawatir lagi klan scarlet dapat mengetahui dirinya.
"Tring!"
Bunyi notifikasi tanda pekerjaannya telah dimulai. aku menatap layar ponsel, ini mudah. Seorang politikus partai Grenda dengan umur 47 tahun.
aku mengenakan jubah ninjanya dan katana klan shadow sudah ada di tangannya. Si pembunuh dingin siap beraksi.
tap...
tadi atap lompat ke atap lainnya tanpa diketahui siapa pun, melewati dinding gang sempit, rasanya seperti sangat mudah berjalan diantara tembok, berjalan di atas kabel, dan duk!! aku berhasil ke atap target, gedung partai.
Tak perlu merangkak lewat ventilasi, dia cukup bergerak secepat mungkin, dan membayangkan dirinya sudah berada di dalam, dia menembus tembok!
blink shadow sudah ia kuasai sejak kecil, jadi mudah saja menyelinap sana sini.
Tak perlu waktu lama akhirnya dia muncul tepat langsung di samping sang politikus tanpa diketahui. Hanya ada dia di ruangan ini, jadi
Sring... Buk!!!
Kepalanya terputus dan jatuh kelantai. Dia mengambil ponsel, dua belas menit. Lalu ia memotret dan mengirimkannya pada si customer nya itu. Begitu seterusnya hingga suatu hari...
Tring... Tring.... Tring...
Bunyi ponsel menandakan ada yang menelepon. Dugaan ku mungkin benar, yaitu Sora yang menelepon, dan itu benar. Namun hal yang dikatakan Sora tidak seperti biasanya...
...****************...
"Nak, aku bangga dengan prestasi yang telah kau dapatkan" ucap ayah Sora dengan bangga
"hehee ini bukan apa apa ayah" jawab Sora sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
ayah Sora biasa tidak dapat bertemu anaknya diakibatkan pekerjaan nya yang padat dan juga banyak. Ini adalah hari cuti sang ayah dan betapa senang Syah Sora saat mengetahui bahwa putra satu satu nya diterima di bidang teknologi terbesar di kota eruditio
Saat hendak makan malam, ayah Sora ditelpon jika harus berangkat bekerja secara mendadak, dan sudah satu hari namun tak ada kabar dari sang ayah jika pekerjaan nya sudah selesai. Sora seing menelpon ayahnya dan nihil, tak ada balasan dari sang ayah sampai tiba tiba ponsel Sora berbunyi. Sora senang saat mendapati nomor ayahnya yang menelpon, namun itu semua berubah, keceriaan Sora hilang saat mendapati suara dari telpon bukanlah ayahnya melainkan rekan kerja ayahnya.
"nak, aku menemukan ponsel nya di mobil ayahmu, namun tak ada siapa pun di mobil."
"maksudnya pak? Mobil? mobil ayah di kantor kan?" suara Sora cemas
"sayangnya... Tidak. Aku menemukan mobil ayahmu di jalanan sepi, tenang nak aku sudah lapor polisi" telpon berakhir dengan Isak tangisan si Sora.
...****************...
"ayahmu menghilang!?" tanya diriku tak percaya. Jika iya, dia tak akan dapat memanfaatkan ayahnya sebagai informen. Memang terdengar kejam, namun aku tak peduli. Saat telpon berlangsung, tiba tiba naluri ninja nya muncul. apa yang ia rasakan sama dengan apa yang ia rasakan saat kecil dimana sang kakak sedang tidak baik baik saja.
"kenzy, lu masih di sana?"
"e.. Sora, ada hal penting yang harus aku urus"
"hal ap..." belum sempat Sora menyelesaikan kalimatnya, aku sudah mematikan teleponnya. dia memakai jubah ninjanya dan juga membawa katana. aku memilih kembali ke desa klan shadow dengan kekuatan penuhnya.
Cepat sudah setengah perjalanan ditempuh dengan waktu yang cukup singkat namun arah nalurinya berubah arah, ke kiri?! Astaga itu tempat desa klan scarlet! Haruskah diriku langsung menuju ke sana? Ya, dia sudah tak tahan lagi. Lupakan rencana awal dan masih ke rencana akhir, langsung menyerang markas klan scarlet.
Tap...
aku mendarat di atas atap klan scarlet. Dengan bangunan khas rumah jepang, banyak menara tinggi dimana mana. Letaknya yang jauh dengan kota manapun, membuat klan scarlet menjadi desa satu satunya di dalam hutan bambu. Sunyi...
aku berjalan waspada.
whut.... Sring!!! aku cepat menarik katananya dan menangkis serangan dari belakangnya. Suara gesekan dari dua katanya nyaring terdengar hingga ujung desa. aku langsung menghabisi pasukan scarlet itu. Dan itulah yang ku incar selama ini? Sang penghianat kini berdiri di atas menara memegang pusaka terlarang milik klan shadow. Dari mukanya, aku tak tahu pasti siapa kah dia karena sang penghianat mengenakan topeng khas jepang.
Dengan satu ayunan pedangnya ke depan, sontak seluruh keroco klan scarlet menyerbu. tanpa basa basi lagi, aku langsung mengerahkan shadow kill miliknya, adalah jurus membelah diri menjadi tiga bayangan. Seluruh klan scarlet menjadi kewalahan dengan gerakan kilat sang bayangan. Dengan mudah diriku mengalahkan para keroco. Tak sampai disitu, sang bayangan tetap menerjang ke depan tepat ke arah sang penghianat. Namun kekuatan pedang itu bukan tandingan untuk tiga bayangan. Sang penghianat itu lompat dan memutarkan tubuhnya seperti gangsing. tiga bayangan lenyap sekaligus. Si penghianat mendarat di depan ku dan menerjangnya
Sring... sring... Sring...
Tebasan demi tebasan ku tangkis sebaik mungkin, namun apa daya, kekuatan yang dikeluarkan oleh pedang terlarang sangatlah kuat, diriku terpojok. aku salto belakang dan mendarat turun dari atap rumah. Si penghianat menyusul, menebas saat melompat ke arahku. Aku menangkis dan terhempas satu meter ke belakang. aku melepas jubahnya dan memperlihatkan armor ninja peninggalan sang ayah dan melompat melepas beberapa kunai dari armornya. tak ada yang mengenai. Sang penghianat mengeluarkan jurus terlarang milik klan shadow yang diwarisi dari pedang terlarang tersebut. sang penghianat melayang dan membelah diri menjadi semacam kuyang jepang dengan keadaan tubuh aslinya tidak dapat di serang
Sesuai batas kekuatan pelepasan, jurus tadi langsung melesakkan diri dan hilang begitu saja. aku tak dapat menemukan dimana mereka akan pergi lagi untuk sesaat