NovelToon NovelToon
Gravitasi Terbalik

Gravitasi Terbalik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:68
Nilai: 5
Nama Author: Aarav Rafandra01

Saat si badboy jatuh cinta pada kebaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aarav Rafandra01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semangat baru

Faisal kembali menemukan semangatnya. Kembali memperjuangkan cintanya, tapi kali ini dia memberikan perhatian tidak hanya lewat ponsel, tetapi saat berpapasan juga. Faisal mulai menyadari, Aruna bukan hanya pemalu tetapi juga memiliki pandangan dunia yang indah, namun rapuh. Faisal merasa terdorong untuk pertama kalinya, ia bertekad untuk selalu melindunginya.

Pertemuan ditengah kekacauan.

Hawa panas setelah bermain sepak bola selalu membawa aura panas, sensitif. Disana, didepan kelas. Faisal sedang terbaring, kedua matanya terpejam dengan nafas tak teratur, menunjukan bahwa ia kelelahan.

Tiba tiba, sebuah suara lembut memecah keheningan. Faisal membuka mata, di hadapannya, berdiri seorang gadis yang selama ini ia inginkan, tampak seperti kebingungan, matanya yang jernih menatap ke ujung lorong kelas.

" Permisi kak," ucap Aruna, suaranya sangat halus, Faisal hanya diam.

Faisal menatap Aruna dari ujung kaki hingga ujung kepala, sebuah kebiasaan menilai yang sudah mendarah daging. Tidak ada rasa takut Dimata gadis itu, hanya sedikit keraguan, dia tak gentar melihat Faisal yang terkenal usil dan suka berkelahi.

Aruna mengerutkan kening, dan melangkah menuju kantin.

Faisal sebenarnya ingin menyapa, atau basa basi lebih jauh, tapi lidah seakan kelu, tertutup rapat seperti dibungkam.

Faisal hanya bisa menatap punggung Aruna sampai tak terlihat.

Aruna, nama itu terukir indah entah bagaimana, sehalus suara Aruna itu sendiri.

" Lagi liatin siapa lu, bro? " Ucap Yadi yang baru keluar kelas.

Faisal menggelengkan kepala, sambil berusaha berdiri.

" Setan nyamar jadi cewe cantik" Gumamnya, sebuah sarkasme yang entah sama sekali tidak lucu.

Aruna, gadis baik baik yang tak sengaja ia kenal, telah melintas di dunianya yang kelam, meninggalkan jejak keharuman yang membuat Faisal menyadari betapa salahnya berada di gaya hidup yang selama ini ia jalani. Dan hal yang paling aneh adalah Faisal selalu ingin melihatnya setiap hari.

Pertemuan singkat di koridor sekolah membuat Faisal tak bisa fokus mengikuti pelajaran, pikirannya dipenuhi siluet Aruna yang cantik dengan senyuman yang indah.

Faisal, si anak nakal yang biasa menghabiskan waktu dikantin, atau di markas belakang sekolah, kini ia tahu dimana kelas Aruna, dan Faisal tahu dimana tempat biasa yang sering di datanginya (perpustakaan sekolah).

Berdiam diri di koridor sekolah saat jam istirahat adalah hal yang asing bagi Faisal. Koridor itu dipenuhi siswa siswi yang berlalu lalang, obrolan tak penting soal pelajaran, bagi Faisal, rasanya sangat menganggu pemandangan. Ya, bisa dibilang Faisal cenderung lebih suka tempat yang sepi, sunyi jauh dari keramaian, kecuali saat dengan teman teman setongkrongannya, tapi semua itu ia lakukan agar ia tahu kemana saja pujaan hatinya pergi.

" Sal ayo ke belakang, temen temen pada nungguin lu tuh." Ajak Yadi sambil menarik tangan Faisal.

" Duluan aja, gua lagi pengen sendiri." tolaknya.

" Yaudah, gua cabut duluan."

Yadi bergegas meninggalkan Faisal seorang diri.

Sepulang sekolah, Faisal duduk dibangku panjang depan pos satpam. Pura pura menyimak Yadi yang sedang mengeluh tentang tugas matematika. Namun matanya tertuju pada sebuah lapangan/ tempat upacara. Disana, Aruna sedang berlatih paskibra. Gerakannya pelan, tenang dan tegas, membuat siapapun yang melihat merasa kagum.

" Lu dengerin gua ga sih, Sal. T** lah malah liatin cewe cewe lagi pada ekskul." Yadi menggerutu kesal.

Faisal berdehem.

" Denger gua, anak anak mau tanding futsal antar sekolah kan nanti sore? "

"Bukan itu, ini tentang tugas matematika tadi! Lu kenapa sih akhir akhir ini sering ngelamun ga jelas?" Yadi menyikut lengannya.

" So tau lu, gua cuma lagi ngerasa bosen aja." Balas Faisal dingin.

Bosan adalah sebuah kebohongan besar. Sebenarnya dia ingin merasakan hidup dengan cara yang belum pernah ia rasakan. Seperti merasa dicintai karena terus menerus bisa membanggakan orang disekitarnya, termasuk Aruna. Ia seperti menemukan sebuah planet kecil yang indah ditengah galaksi gelapnya.

Keesokan harinya, Faisal menemukan Aruna di lorong kelas 10 yang berada dilantai 2. Saat jam istirahat kedua, Faisal sengaja berjalan agak pelan, melewati lorong kelas 10. Faisal berjalan santai, dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celana, menampilkan sosok angkuh seperti biasa.

Dari balik jendela, ia melihat Aruna sedang mengajarkan sesuatu kepada teman sebangkunya. Aruna menjelaskan dengan sabar, tangannya tertuju ke deretan buku tebal berisi rumus. Di wajahnya tak ada ekspresi kesal atau terburu buru, Ia sabar dan tenang.

Faisal berhenti. Biasanya, jika ia melihat pemandangan seperti ini, ia akan mencibir. " Anak kutu buku sok pintar ". Tapi kali ini berbeda, ia memandang Aruna dengan perasaan semakin kagum. Faisal teringat dirinya ketika masih kelas 10. Saat itu, ia sudah akrab dengan ruang BK, bukan dengan rumus matematika atau pelajaran lainnya.

Tiba tiba, pandangan Aruna terangkat, seolah merasakan pandangan Faisal yang intens. Ini adalah resiko terbesar dari memperhatikan diam diam, tertangkap basah. Aruna melihat kearahnya, ada jeda singkat. Aruna melihat Faisal si tukang rusuh dari angkatan kelas 12 sedang berdiri di jendela kelasnya.

Faisal tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Pura pura mencari seseorang? Atau, berbalik pergi?. Namun, sebelum Faisal membuat keputusan, Aruna tersenyum ke arahnya. Bukan senyum sapaan akrab, melainkan senyum sopan yang formal. Seperti yang ia berikan ketika berpapasan dengan Kaka kelasnya yang lain, senyum yang mengakui keberadaannya tanpa rasa takut atau penghakiman. Kemudian, Aruna mengangguk kecil, satu anggukan, sebelum kembali fokus pada temannya.

Faisal terpaku, gadis itu tidak takut padanya. Dia hanya.... Ramah. Saat itulah sebuah tekad muncul dalam benaknya. Jika ia tak bisa mendekati Aruna karena reputasinya yang buruk, setidaknya ia akan memastikan Aruna tetap aman di dunianya yang bersih.

Faisal akan menjadi penggemar sekaligus pelindung rahasia Aruna.

Tekad untuk melindungi Aruna terasa aneh, sedikit memberatkan karena perbedaan dunia mereka. Seumur hidup selama disekolah, Faisal hanya peduli pada dirinya sendiri dan geng kecilnya. Tapi kini, ada wajah yang ingin dia jaga dari kekacauan disekolah.

Misi pertama nya adalah mencari tahu siapa saja yang mungkin suka mengganggu Aruna. Sebagai anak nakal yang mempunyai mata dan telinga dimana mana, informasi seperti itu mengalir sangat cepat.

Ia mendengar bisik bisik dari beberapa siswa kelas 10, dan juga dari beberapa sekelompok anak nakal dikelas 11 bahwa yang suka mengganggu Aruna adalah teman seangkatannya yang terkenal pintar dan banyak disukai guru, siswa itu bernama Angkasa.

Angkasa adalah ketua OSIS disekolah, seangkatan dengan Faisal, namun mereka tidak akrab. Dia adalah ketua dari sekumpulan anak pintar penegak aturan, yang tak suka dengan tingkah laku Faisal yang sering melanggar aturan. Angkasa terkenal karena kepintarannya sehingga disukai banyak siswi. Angkasa dan Faisal mempunyai sejarah lama, terkait perebutan siswi paling cantik diangkatannya yang kini sudah pindah keluar kota.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!