Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BaB 3
Sejak dulu dia selalu ingin berpisah dari Bella tapi karena orangtuanya yang selalu memaksanya dan juga perjanjian pranikah yang mengikatnya dia mengundurkan niatnya, dia tetap menjadi suami Bella walau tak pernah mau bersikap seperti suami yang layak .
Dia bahkan tidak pernah menyentuh istrinya itu ditambah dia selalu memperlakukannya dengan dingin bahkan ketika mereka bersama keluarga mereka, entah bagaimana istrinya itu mengatakan pada keluarganya tentang kelakuannya selama ini.
"Tapi sayang, apa kamu akan melakukan hubungan badan dengan istri kamu??". Rajuknya seolah tidak terima.
Dia hanya khawatir jika hubungan badan itu malah menghasilkan anak dan membuat mereka tidak jadi berpisah malah bertambah dekat dengan kehadiran anak, dia saja selalu meminum pil setiap kali mereka melakukannya.
"Tenang saja, aku akan pakai pengaman, atau kamu mau bagaimana??". Tanyanya dengan pelan.
Merry terdiam sejenak, dia harus memikirkan langkah antisipasi dari permasalahan ini, dia khawatir jika dia tidak bertemu dengan Niko selama itu , akan ada cinta yang tumbuh diantara mereka.
"Aku ingin kita nikah siri hari ini, itu untuk mengikat mu, jangan sampai kamu malah jatuh cinta dan melupakan aku, kalau aku jadi istrimu juga aku kan punya hak". Ucapnya dengan manja.
Niko tertegun sejenak, dia bukan tidak mau melakukannya hanya saja jika sampai ketahuan sebelum perjanjian itu terlaksana maka dia akan kehilangan semuanya karena perjanjian pranikah itu tidak memperbolehkan dirinya melakukan poligami apalagi secara diam-diam.
"Aku tidak bisa babe, kamu sendiri pernah membaca fotokopi perjanjian pranikah itu kan, kamu masih ingat kan jika aku tidak boleh poligami apalagi jika sampai ketahuan". Ucapnya dengan meringis.
Dia bisa melihat dengan jelas jika kekasihnya langsung mengubah wajahnya menjadi masam dan kesal.
"Jadi gimana dong, aku tidak mau kamu jatuh cinta padanya, nanti aku gimana?". Kesalnya mendorong pelan tangan Niko yang tengah memeluknya.
Dia kesal setengah mati karena Niko tidak mau mengabulkan keinginannya untuk menikah padahal hanya itu satu-satunya jalan untuk mereka .
"Tidak akan sayang, kami bahkan sudah menikah selama ini tapi aku tak pernah melihatnya sebagai istri, hanya kamu yang aku cintai, kamu percaya sama aku kan?". Bujuknya lagi.
"Ya sudahlah, mau gimana lagi". Ucapnya membelakangi Niko dengan kesal.
Niko menghela nafasnya, satu-satunya yang bisa membujuk kekasihnya ini adalah dengan berbelanja, setelah itu dia akan memberikan bulanannya dan jatahnya yang lainnya sebelum dia pulang kerumahnya untuk memulai perjanjian keesokan harinya bersama istrinya sendiri.
"Kita pergi jalan dan belanja saja hari ini , kan ini terakhir kita sama-sama sebelum perjanjian itu dimulai, yuk". Ajak Niko dengan pelan.
Wajah masam Merry langsung berbinar mendengar kata belanja yang meluncur dari bibir Niko, dia akan berbelanja sepuasnya hari ini karena besok dia tidak akan bisa bertemu dan jalan dengan Niko.
"Aku siap-siap dulu". Girangnya kemudian langsung menuju kamarnya
"Dasar wanita". Gumamnya pelan sambil menggelengkan kepalanya
Dia heran melihat tingkah laku kekasihnya itu, walau dia bukan orang yang mencintai Bella tapi dia orang yang sangat konsisten dengan sebuah perjanjian terutama untung dan ruginya, dan itu akan dia dapatkan nanti setelah pernikahan ini berakhir.
"Tidak apa, setidaknya perusahaan aman dan semakin besar, jika perceraian itu terjadi". Ucapnya dengan senyuman tipis.
Dia sudah membayangkan hari-hari dia bebas dari belenggu pernikahan yang sangat tidak dia harapkan ini.
Dia benar-benar menghabiskan seharian penuh bersama kekasihnya bahkan mereka melakukan hubungan badan yang tidak seharusnya dilakukannya selama ini, dia sengaja memuaskan segalanya agar selama 49 hari dia tidak merindukan kekasihnya.
"Aku pulang dulu". Ucapnya pada subuh hari ketika dia akan pulang kerumahnya .
Merry tidak menjawab hanya bergumam tidak jelas karena dia lelah dan mengantuk .
Sesampainya dirumah, dia bisa melihat jika istrinya duduk diruang tamu menunggunya dengan tatapan datar.
"Pergilah mandi dan ganti baju setelah itu tidurlah karena kamu tampak berantakan ". Ucapnya dengan pelan.
"Aku tidak peduli dengan itu, sekarang jelaskan isi perjanjiannya dan berikan kertas itu untuk aku baca supaya bisa aku tanda tangani". Ucapnya tidak peduli perasaan istrinya sama sekali.
Walau dia mengantuk tapi dia mau menyelesaikan semuanya sekaligus.
"Baiklah, silahkan baca sendiri dan jika setuju, silahkan tandatangani ini". Bella mendorong kasar berkas itu kehadapan suaminya.
Niko mengangkat sebelah alisnya melihat tingkah istrinya yang tidak biasa tapi dia tidak peduli, dan langsung mengambil berkas itu dan membacanya.
Dia meneliti dengan seksama dan mengangguk pelan, perjanjian itu tidak ada yang merugikannya hanya waktunya bertemu dengan kekasihnya yang tidak bisa dia lakukan begitu juga akses komunikasi dengannya terputus total selama 49 hari tapi tak apa demi kebebasannya.
"Kamu yakin akan berhubungan badan dengan ku?". Tanya Niko dengan pelan berusaha mencari jawaban dari pertanyaan yang mengganjal untuknya.
"Disana tidak ada point untuk mewajibkan kita melakukan hal itu, cukup bersikap sebagai suami istri yang semestinya selama 49 hari". Jawabnya pelan tapi penuh penekanan.
"Tapi aku manusia dan lelaki normal, aku membutuhkan kebutuhan biologis dan selama 49 hari aku tidak bertemu dengan kekasihku tentu saja kamu harus memberikannya". Jawabnya dengan enteng.
Bella menahan nafasnya, perkataan suaminya seperti peluru panah yang menancap di jantungnya, itu artinya mereka sudah sering melakukan hal menjijikan seperti itu sedangkan dirinya bahkan tidak sekalipun disentuh.
"Tandatangani saja, aku bukan orang yang mudah memberikan kesucian ku pada lelaki yang tak bisa menghargai komitmen apalagi kesetiaan, perempuan seperti itu bagiku hanya perempuan murahan yang bisa dipakai kapan saja sedangkan aku adalah barang mahal yang bisa dimiliki oleh orang yang memang pantas mendapatkan nya, lagian bukankah sudah pasti kita akan berpisah selama 49 hari kan??". Jawabnya dengan sarkas dan penuh hinaan.
Dia seolah mempertegas jika kekasih suaminya itu adalah perempuan murahan karena berhubungan badan dengan lelaki yang bukan suaminya.
"Siapa yang tahu bukan kamu masih perawan atau tidak, lagian suka tidak suka aku adalah suamimu yang harus kamu layani kebutuhan biologisnya". Jawabnya dengan sarkas berusaha menutup amarahnya karena dia merasa tersindir dengan ucapan istrinya barusan.
"Silahkan saja lakukan dengan orang lain, bukankah selama ini juga seperti itu, aku hanya istri pajangan bagimu dirumah, aku hanya meminta suasana yang pantas disebut rumah tangga bukan rumah serasa kuburan seperti yang kamu bangun selama ini". Jawabnya dengan datar dan penuh penekanan.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, aku akan menandatangani nya sekarang dan kamu tidak akan pernah berhasil membuatku jatuh cinta padamu, setahun lebih saja aku tidak bisa mencintaimu apalagi hanya dalam 49 hari". Ucapnya dengan penuh keyakinan
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko