Di semesta tanpa akhir, tempat miliaran ras tak berujung hidup berdampingan, berdiri banyak kekuatan tertinggi yang menguasai aliran reinkarnasi, berbicara langsung dengan Dao Agung, dan menekan seluruh era tanpa batas. Di antara semua kekuatan itu, hanya beberapa yang benar-benar mengguncang seluruh multisemesta.
Rumah Ilahi Ungu, sebuah kekuatan misterius dengan aura tak terbandingkan, hanya dengan sedikit gerakan saja mampu membuat tak terhitung banyaknya semesta bergetar ketakutan.
Keluarga Gu, keluarga kuno yang menyimpan rahasia tabu paling menakutkan. Mereka mengendalikan rahasia yang menekan seluruh era, dari masa lalu hingga masa depan.
Sekte Pedang Wuji, penguasa Dao Pedang tertinggi. Sekali pedang mereka terhunus, surga dan neraka tak terhitung jumlahnya gemetar dan bertekuk lutut.
dan anak muda bernama lu feng memiliki peradaban yang mengguncang seluruh multisemesta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berhasil berkultivasi
Laser tiba-tiba ditembakkan dari atas tabung dan langsung mengarah ke tubuh Lu Feng.
“Ughh…”
Lu Feng menggertakkan gigi, menahan rasa sakit dahsyat ketika tubuhnya seperti berubah menjadi karet di bawah tekanan partikel kelengkungan. Seluruh tubuhnya memanjang dan mengerut tidak beraturan.
“Ini… efek kelengkungan…” gumamnya tertahan, wajahnya menegang.
Beberapa detik kemudian, sebuah sinar cahaya lain muncul. Sinar itu menetralkan sebagian efek kelengkungan, membuat tubuh Lu Feng perlahan kembali ke bentuk normalnya.
Partikel kelengkungan mulai berkumpul di bawah perut Lu Feng, dipandu secara presisi oleh energi Zero. Tak lama kemudian, antimateri muncul dari bawah, menembak seperti laser ke tubuh Lu Feng.
Laser antimateri itu mengubah setiap materi menjadi antimateri, membuka isotop baru sebagai fondasi energi fusi untuk membentuk ruang baru. Partikel antimateri lalu berkumpul di titik yang sama, bersatu dengan partikel kelengkungan.
Di titik pertemuan itu, keduanya menyatu membentuk sebuah rantai hukum aneh. Cahaya kecil muncul, menghubungkan elektron, neutron, dan proton, seolah membuka struktur subatomik baru. Ruang kecil mulai terbentuk.
Ruang itu kemudian membesar.
10 tahun cahaya.
1.000.
1.000.000.
Jutaan. Miliaran. Triliunan tahun cahaya.
Namun di dalam perut Lu Feng, wujud nyatanya hanya sebesar bola sepak. Bagian dalamnya menyerupai alam semesta kosong yang luas tanpa batas.
Beberapa jam berlalu sampai akhirnya proses itu selesai.
“Bip bip. Selesai,” suara Zero bergema.
Tabung perlahan terbuka. Lu Feng keluar sambil terengah.
“Huh…”
Dia merasa segar, tetapi rasa sakit masih menempel kuat. Pengalaman beberapa jam perluasan dantiannya membuat tubuhnya seperti tersiksa tanpa henti. Syukurnya dia masih sanggup menahan semuanya.
“Hahaha… akhirnya bisa berkultivasi!”
Lu Feng tertawa gembira, tidak sabar mencobanya.
“Tuan, meskipun anda bisa… tetap saja itu hanya sebatas menampung energi.”
Suara Zero terdengar, membuat senyum Lu Feng hilang seketika.
“Kenapa ini bisa terjadi?”
“Tuan, begini. Alam semesta tempat anda tinggal menahan manusia dari berkultivasi. Bahkan jika anda membuat dantian secara paksa, semesta tetap tidak mengakuinya. Bagi semesta, anda tetap manusia biasa, jadi energi tidak bisa diterima sepenuhnya.”
Lu Feng mengangguk pelan. “Jadi manusia… tetap manusia.”
“Tuan, meski begitu saya punya cara.”
Zero mengendalikan sebuah robot, lalu menghilang ke ruangan lain. Beberapa menit kemudian, robot kembali membawa beberapa alat: sebuah bola aneh seukuran telapak tangan dan sebuah chip kecil.
Lu Feng langsung mengenalinya. “Dyson Sphere? Alat pemindai? Untuk apa ini?”
“Tuan, Dyson Sphere versi teori energi vakum ini akan menyerap energi dalam ruang hampa agar dantian tuan bisa terisi. Tuan bisa mengaktifkannya kapan saja, asalkan punya metode kultivasi yang bisa mengalirkannya. Namun tuan hanya akan berada di tahap Pemurnian Qi selamanya, hanya saja jumlah qi yang bisa ditampung lebih dari sepuluh helai—bahkan jutaan, triliunan.”
Zero kemudian mengangkat chip kecil itu.
“Dan alat pemindai ini akan ditanam di otak kecil tuan. Dia akan bekerja seperti indra ilahi, memindai menggunakan hawa panas dan deteksi dimensi. Kultivator lain tak akan menyadarinya. Di pikiran tuan, hasilnya akan muncul seperti holografik.”
“Alat pemindai ini juga akan meningkat mengikuti jumlah energi tuan. Saya menyesuaikannya dengan semesta ini, seberapa jauh jarak pindainya.”
Lu Feng akhirnya tersenyum.
Artinya, meski terbatas, dia masih bisa berkultivasi.
“Tidak apa,” gumamnya pelan. “Asal bisa berkultivasi… sudah cukup.”
“Oh iya, Zero, coba kamu perbarui seni pemandu qi ini.”
Lu Feng mengeluarkan satu set seni pemandu qi lama yang ia miliki. Dia ingin memperbaruinya agar mampu menampung energi seratus kali lipat lebih banyak.
“Baik, Tuan.”
Zero langsung bergerak. Jarinya yang mekanis mulai mengetik cepat, mengotak-atik Dyson Sphere miliknya sambil memproses data seni pemandu qi itu. Beberapa menit kemudian, pekerjaannya selesai.
“Tuan, Dyson Sphere dan alat pemindai siap digunakan.”
“Bagus. Pasangkan.”
Zero menggerakkan kedua alat itu. Dyson Sphere meluncur masuk ke dantian Lu Feng, langsung terhubung dengan seluruh jiwanya—karena tanpa jiwa, alat itu tidak bisa menyerap energi apa pun.
Chip pemindai menempel di belakang kepala Lu Feng, menyusup masuk ke otak kecilnya. Sensasi dingin menjalar di belakang kepala Lu Feng, membuatnya merasa tubuhnya seperti baru.
“Hehehe…”
Ia tersenyum puas.
“Ayo keluar.”
Sebuah pintu cahaya muncul, lalu Lu Feng kembali ke gubuk kecilnya.
“Baiklah… mari kita berkultivasi.”
Ia duduk bersila, memejamkan mata.
Tingkat kultivasi dunia ini dimulai dari:
Pemurnian Qi → Pendirian Yayasan → Benih Surga → Gua Surga → Raja → Hidup dan Mati → Transformasi Jiwa → Alam Suci → Kaisar Agung,
dan tiap alam terbagi menjadi sepuluh bintang.
Di benua ini, Kaisar Agung adalah puncak kekuatan—bahkan katanya bisa keluar kehampaan dan menampar benua kecil miliaran mil seperti mainan.
Di dalam tubuh Lu Feng, dantian luasnya dipenuhi benang-benang tipis yang menghubungkan seluruh meridiannya, dari kepala sampai kaki.
“Dyson Sphere, mulai bekerja,” ujar Lu Feng dalam hati.
Bola kecil itu bersinar di tengah dantian yang tak berbatas. Energi aneh tersedot dari kehampaan, memasuki Dyson Sphere, mengikuti formula seni pemandu qi yang telah diperbarui oleh Zero.
Tak lama, keluaran energi terbentuk.
Dari Dyson Sphere muncul lubang kecil memanjang, menumbuhkan satu helai qi berwarna putih berkilau. Helai itu tampak indah, bergetar pelan seperti benang cahaya suci.
“Helai qi pertama! Hahaha!”
Lu Feng tertawa senang. Tapi kekuatan helai itu terlalu kuat—seratus kali lipat dari helai qi biasa.
“Ini… sungguh gila.”
Ia melanjutkan kultivasi.
Helai demi helai keluar.
Helai qi kesepuluh.
Lalu dua puluh.
Tiga puluh.
Empat puluh.
Lima puluh satu.
Zero benar—dia akan selamanya berada di Pemurnian Qi, tapi qi-nya meluas tanpa batas.
Menurut perhitungan Zero, Pemurnian Qi tingkat 91 setara dengan Kaisar Agung tingkat pertama.
Lu Feng menjadi semakin bersemangat.
Ketika mencapai tingkat ke-11, helai qi yang keluar sedikit berbeda—lebih besar dari sepuluh helai sebelumnya. Ia terus melanjutkan.
20…
23… 24… 30…
35…
40…
45…
51.
Akhirnya Lu Feng menarik napas panjang dan berhenti.
Pemurnian Qi ke-51.
Kekuatan dahsyat meledak dari dantian, mengalir ke seluruh tubuhnya. Pancaran qi bersirkulasi bagaikan sungai luas. Setiap helai qi panjang dan kuat—seratus kali lipat dari standar.
Dengan kekuatan ini, ia bahkan bisa menandingi kultivator Alam Hidup dan Mati. Menurut sistem kultivasi normal, Pemurnian Qi ke-51 setara Alam Raja bintang 1, hanya saja ia belum memiliki kemampuan raja seperti membuka ruang hampa atau bergerak puluhan ribu mil dalam sekejap.
“Itu nanti Zero yang buat,” gumamnya. “Sekarang kekuatan mentah saja sudah cukup.”
Namun satu hal membuatnya cemberut.
“Aku… tak bisa terbang?”
Di Alam Benih Surga, seseorang sudah bisa terbang.
Dia setara Raja… tapi tak bisa terbang?
Tiba-tiba chip pemindai di otaknya aktif. Gelombang tak terlihat menjalar keluar dari tubuhnya, memperluas jarak deteksi.
Dalam hitungan detik, ia bisa merasakan semuanya sampai jarak 10 ribu mil—kekuatan indra ilahi setara Raja Agung.
Selain itu…
Tubuhnya memiliki kekuatan 100 naga.
Satu naga \= 10 juta kilogram.
100 naga \= 1 miliar kilogram — 1 juta ton.
“Hahahaha! Siapa yang bilang aku tak berguna? Akan kutampar mereka sampai langit terbalik!”
Lu Feng tertawa keras.
Setelah sepuluh tahun penuh penghinaan…
akhirnya ia bisa mengangkat kepalanya lagi.