NovelToon NovelToon
Hallo, Mas Sersan

Hallo, Mas Sersan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naylest

Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.

Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___

"Hallo, Mas Sersan"

Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Berdebar-debar.

Deg....

Nayra tak berkedip sama sekali saat melihat wajah tampan Arga, kakak dari Dinda. Ini adalah kali pertama ia melihat kakak dari teman baiknya, Dinda. Saking terpesonanya, ia tak menyadari kalau mulutnya terbuka lebar, mata melotot penuh kekaguman dan tubuh tak bergerak seperti patung.

Melihat keterdiaman Nayra, Dinda pun menjadi bingung, karena tidak seperti biasanya Nayra bertingkah demikian. Dimana tingkah konyol dan polosnya pikir Dinda.

"Nay, kamu kenapa?" Tanya Dinda, dengan menepuk pundak Nayra.

"Eh." Kaget Nayra.

Nayra mencoba menyadarkan dirinya dengan menggelengkan kepalanya, agar apa yang ia pikirkan tidak terlihat oleh Dinda.

"Nay, kenapa?" Ulang Dinda.

"Ee-enggak kok, Din. Aa-aku...aku cuma...cuma umb,"

"Cuma apa?" Heran Dinda.

"Lupa sesuatu. Iya, lupa sesuatu." Kilahnya dengan wajah panik.

Dinda pun tidak mempertanyakan itu lagi, ia langsung percaya dengan apa yang diucapkan oleh Nayra. Sedangkan Arga, ia masuk dan melewati Dinda juga Nayra begitu saja. Wangi maskulin dari Arga, membuat Nayra terpesona untuk kedua kalinya.

"Wanginya." Ucapnya bergumam, membuat Dinda menoleh.

"Kamu bilang apa, Nay?" Tanya Dinda.

Dengan cepat Nayra menggeleng. "Enggak." Jawabnya, lalu tersenyum.

"Aku anter koper kak Arga dulu ya, Nay. Kamu tunggu aku di ruang tamu."

"Ok." Jawab Nayra, lalu mengedipkan matanya.

Dinda menarik koper Arga, sedangkan Nayra mengikutinya menuju ruang tamu. Setelah tiba di ruang tamu, Nayra mengemasi barang-barangnya ke dalam tas, karena waktu sudah semakin sore dan ia pun akan berpamitan pulang kepada Dinda. Namun, saat ia duduk santai di sofa menunggu Dinda, Arga terlihat turun dari lantai atas dengan menggunakan kaos putih polos, membuat ketampanan nya bertambah berkali-kali lipat.

Deg deg deg.

"Aduh, jantungku kenapa? Aduh-aduh." Nayra memegangi dadanya yang berdebar tak seperti biasanya.

"Dinda tolong." Ucapnya dalam hati.

Sungguh, itu perasaan yang sangat sulit untuk ia mengerti. Selama ini, ia tidak pernah merasakan sesuatu yang beda dari dalam hatinya.

Deg deg deg.

"Aduh-aduh, kok tambah kenceng." Batinnya lagi.

Saat Arga melewatinya, jantung Nayra seakan-akan ingin jatuh saat itu juga. Detak jantung yang begitu kencang, membuat nya merasa sangat tidak nyaman.

"Oh jantung, berhentilah berdetak." Ucapnya dalam hati.

Arga berjalan tanpa menoleh, namun meninggalkan harum dari aroma tubuhnya yang melekat, membuat Nayra yang masih menenangkan jantungnya, semakin berdebar kencang.

"Astaga, ada apa ini? Kok tiba-tiba banget." Gumamnya, lalu duduk di sofa.

Wajahnya tampak bingung. Bingung dengan apa yang baru saja ia rasakan. Dan belum juga jantungnya aman, Arga kembali melewatinya.

"Astaga, lewat lagi." Gerutu Nayra dalam hatinya.

Namun mata Nayra terus memperhatikan langkah demi langkah Arga menuju lantai atas. Hingga ia di kagetkan oleh suara Dinda yang datang dari dapur.

"Nay."

"Eh ayam." Kagetnya. "Ihh Dinda, ngagetin aja." Katanya, lalu menimpuk tangan Dinda dengan pelan.

"Kamu kenapa sih, Nay? Kok aneh banget." Tanya Dinda, ia merasa Nayra sedikit berbeda dari tadi.

"Aneh apaan sih, Din? Orang aku biasa ajak kok." Jawabnya berkilah.

Dinda memicingkan matanya. "Serius?"

"Iya. Udah ih, aku mau pulang dulu." Pamitnya akhirnya.

"Ya udah, aku anter ke depan."

"Dih, kaya siapa aja." Ucap Nayra sambil terkekeh kecil.

Dinda pun ikut tersenyum, lalu merangkul lengan Nayra menuju pintu.

"Din, tadi itu kakak kamu ya?"Dinda mengerutkan dahinya, padahal Nayra sudah tahu kalau itu kakaknya.

"Iya, kan tadi aku udah bilang dia kakak aku." Jawab Dinda.

"Hehe, iya sih."

"Tadi siapa namanya, Din? Biar nanti kalo ketemu bisa ku sapa." Ujar Nayra kepo.

"Kak Arga, dia Tentara berpangkat Sersan."

Nayra memberhentikan langkahnya, lalu memutar tubuhnya menatap Dinda.

"Tentara?" Tanyanya dengan mata melotot.

"Iya. Kok kamu kaget gitu sih, Nay? Emang aku gak pernah kasih tau kamu ya?"

Dan Nayra pun menggeleng, Dinda mengangguk faham.

"Oh... Aku pikir aku udah cerita sama kamu." Jawab Dinda.

"Adek."

Deg

Suara itu, sangat merdu terdengar di telinga Nayra. Suara khas laki-laki dewasa yang sangat tampan. Suara tegas, namun tenang. Setenang Nayra saat mendengarnya, namun tidak saat menatapnya.

"Iya, kak? Kenapa?" Tanya Dinda setelah menoleh ke belakang.

"Tidak."

Dinda mencebik. "Kebiasaan." Gerutunya pelan.

Dinda pun meninggalkan Arga yang masih berdiri di dekat pintu. Sedangkan Dinda mengantar Nayra ke parkiran.

"Hati-hati, Nay."

"Hmm. Oh ya, Din. Kakak kamu gak bisa ngomong ya? Kok aku gak denger dia ngomong, cuma denger dia manggil kamu Adek dan kata tidak." Tanya Nayra penasaran.

"Kakak ku itu kaku, Nay. Orang nya dingin, cuek, gak suka senyum, senyum pun sama orang-orang tertentu saja. Jangankan orang asing, aku kadang suka kesel sama kak Arga, soalnya kalo aku ngomong sering gak dijawab sama dia."

"Oh gitu. Pantesan aku gak dilirik sama dia." Ujar Nayra, membuat Dinda heran.

"Kamu pengen dilirik sama kak Arga, Nay?"

"Ee-enggak kok. Maksud ku, gak di sapa gitu." Jawab Nayra beralasan.

"Jangan harap kamu di sapa, Nay. Aku udah bilang, kakak ku itu dingin dan cuek. Gak bakalan kamu di sapa sama dia."

"Parah banget yak?"

"Ho'oh."

"Dinda, masuk!"

Keduanya pun menoleh, ternyata Arga berdiri tak jauh dari mereka.

"Baik, Kak. Nay, aku masuk ya."

"Iya, Din."

Dinda pun segera masuk ke rumah, sedangkan Nayra masih berdiri di dekat motornya. Arga sendiri juga menuju motor miliknya yang terparkir di samping motor Nayra.

"Hallo, Mas Sersan."

Arga menoleh, namun tak membalas sapaan itu. Ia memilih pergi dengan motornya itu.

"Wahhh, di cuekin aku."

**********

*********

1
Mashiro Shiina
Thor, aku rindu banget sama ceritamu, please update secepatnya!
Naylest: Akan saya usahakan ya kak☺️
total 1 replies
Gwatan
Wah, gila sukses bikin aku ketagihan bacanya! (👍)
Naylest: Terima kasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!