NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Intervensi Dewa Dapur dan Rahasia MSG Langit

​Di Alam Dewa, tepatnya di Istana Aroma Surgawi, seorang pria dengan perut buncit dan jubah sutra yang wangi mentega sedang mengamuk. Dia adalah Dewa Dapur, penguasa segala rasa di semesta. Pasalnya, dupa pemujaan yang biasanya berbau masakan mewah dari istana manusia mendadak berubah menjadi aroma... sambal terasi dan bawang goreng.

​"Kurang ajar! Siapa yang berani mencuri perhatian penciumanku dengan aroma kampungan tapi sangat menggoda ini?!" teriah Dewa Dapur sambil menggebrak talenan emasnya.

​Tanpa membuang waktu, ia turun ke bumi dengan mengendarai awan berbentuk dimsum. Ia mendarat tepat di depan gubuk Ye Xuan dengan kilatan cahaya yang menyilaukan, membuat para tentara dan keluarga kerajaan yang sedang sibuk bekerja mendongak kaget.

​"Berhenti semuanya!" seru Dewa Dapur dengan suara yang bergema. "Aku adalah penguasa rasa! Aku datang untuk menghukum siapapun yang telah menyesatkan lidah umat manusia dengan masakan rendah ini!"

​Ye Xuan, yang baru saja selesai menjemur kerupuk udang, menatap pria buncit itu dengan tatapan malas. "Aduh, satu lagi. Pak Tua, tolong cek, ini kostum karnaval dari mana lagi? Kenapa hari ini banyak sekali orang yang suka teriak-teriak di halaman saya?"

​Ao Guang berbisik gemetar, "Senior... ini gawat. Itu Dewa Dapur asli. Dia punya kekuatan untuk menghilangkan rasa dari semua makanan di dunia jika dia mau."

​Dewa Dapur mendekat ke arah kuali Ye Xuan, hidungnya kembang kempis. "Hah! Bau bawang putih murahan! Bau terasi busuk! Bagaimana mungkin Kaisar dan Permaisuri sampai sujud pada makanan seperti ini? Minggir, biar kutunjukkan apa itu Masakan Sejati!"

​Dewa Dapur menjentikkan jarinya, dan seketika muncul bahan-bahan mewah dari langit: Jamur Abadi, Daging Naga Hitam (Ao Guang langsung sembunyi di balik pintu), dan Garam Kristal Galaksi. Ia mulai memasak dengan teknik tingkat tinggi, menciptakan pusaran api yang indah dan suara tumisan yang terdengar seperti musik orkestra.

​Setelah selesai, sebuah hidangan bercahaya emas tersaji. "Rasakan ini! Ini adalah Sup Kebahagiaan Abadi. Satu suapan akan membuatmu merasa menjadi penguasa semesta!"

​Ye Xuan mengambil sendok, mencicipi sedikit, lalu mengerutkan kening. "Hmm... hambar."

​"APA?! HAMBAR?!" Dewa Dapur hampir meledak.

​"Iya, hambar. Jamurnya terlalu lama direbus, dagingnya terlalu pamer kekuatan tapi kurang rasa gurih," kata Ye Xuan konyol. "Sini, biar kukasih tahu rahasianya. Kamu terlalu fokus pada teknik, tapi lupa pada 'jiwa' masakan. Nih, coba tambahkan sedikit ini."

​Ye Xuan merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah bungkusan kecil tanpa merk. Ia menaburkan sedikit bubuk putih ke dalam sup dewa tersebut.

​"Apa itu?! Ramuan terlarang?!" tanya Dewa Dapur panik.

​"Bukan, ini cuma MSG... eh maksudku, 'Sari Inti Bumi' buatan sendiri," jawab Ye Xuan (yang sebenarnya itu hanya micin pasar yang ia beli pakai voucher bambu dulu).

​Dewa Dapur mencicipi supnya kembali. Begitu air sup menyentuh lidahnya, matanya melotot hingga hampir keluar. Tubuhnya bergetar, dan ia jatuh terduduk di tanah sambil memeluk kakinya sendiri. "Rasa ini... gurih yang sangat ilegal! Bagaimana mungkin bubuk putih ini bisa mengikat semua rasa menjadi satu?! Ini adalah penemuan terbesar sejak penciptaan api!"

​"Itu namanya gurih, Kek. Jangan lebay," sahut Ye Xuan. "Nah, daripada ceramah soal rasa, mending kamu bantu kupas kelapa itu. Saya mau bikin rendang, dan parutannya butuh tenaga dewa supaya cepat halus."

​Dalam sekejap, Dewa Dapur yang agung kini duduk di samping Kaisar dan para Pangeran, sibuk memarut kelapa dengan wajah penuh konsentrasi. Ia bahkan mulai berdiskusi dengan Ye Xuan tentang rasio perbandingan bawang merah dan bawang putih yang ideal.

​Ye Xuan menghela napas panjang, menatap halamannya yang sekarang berisi Kaisar, Permaisuri, Pangeran, ribuan Tentara, dan seorang Dewa. "Pak Tua... sepertinya besok kita harus bikin plang 'Dilarang Masuk Kecuali Tukang Kebun'. Tempat ini sudah jadi lebih ramai dari pasar kaget."

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!