Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, berumur 24tahun.
.
Damian dzaky alvarendra duda tampan yang berumur 35, Damian ialah ceo dari perusahaan d'a group . perusahaan yang ia bangun dengan usahanya sendiri.
.
"apa! mommy ingin jodohin aku dengan anak sahabat mommy. ayolah mom, damian sudah dewasa! damian bisa mencari istri sendiri buat damian mom " kata damian
"kalau bisa kenapa kamu dapat mantan istri model dedemit " sewot mommy
"mommy gak mau tau, kamu harus ikut ke rumah sahabat mommy. " lanjut tegas mommy
bagaimana kelanjutan nya? apakah damian akan menerima perjodohan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
..."mencintai paling sabar...
...adalah menunggu dan...
...bahasa yang paling bening...
...adalah menahan rindu"...
...----------------...
keesokan hari nya seperti biasa Damian akan ikut abah dan bang ali ke masjid melaksanakan sholat shubuh.
gus Ali mengumandangkan adzan dengan lembut membuat para santriwati maupun ustadzah terkesima oleh suara milik gus Ali.
Sedangkan Khalisa dan umah melaksanakan sholat di rumah.
Setelah melaksanakan sholat shubuh mereka pulang ke ndalem.
"assalamu'alaikum" ucap mereka
"seperti nya mereka ada di kamar" kata abah
"kalau begitu Damian ke kamar dulu bah bang" pamit Damian lalu pergi menuju kamar milik nya.
Tok tok tok
"assalamu'alaikum" salam Damian sambil membuka pintu kamar
"waalaikumsalam" ucap Khalisa yang baru keluar dari kamar mandi.
"mas, baru pulang" ucap Khalisa menyalami tangan suami nya
"iya sayang" Damian mencium kening sang istri dengan lembut
"oiya mas, tadi khalisa denger suara handphone mas bunyi waktu Khalisa mandi" kata Khalisa dengan suara lembut
"nanti mas cek sayang" ucap Damian menganggukkan kepala nya
khalisa langsung menuju meja rias nya, walaupun khalisa memakai cadar ia sangat rutin memakai skincare nya, sedangkan Damian mengambil handphone nya terlihat jika yoga yang menelpon. Damian langsung menelfon balik.
Khalisa bisa melihat dari cermin jika suami nya berbicara sangat serius.
15 menit Damian berbicara dengan yoga melalui telfon.
"hufftt" Damian menghela nafas dengan pelan
Khalisa melangkah pelan mendekati suami nya yang berada di pinggir kasur.
" mass , kita ke bawah yuk buat sarapan" panggil Khalisa dengan suara lembut tangan nya menyentuh pundak sang istri
"sayang" panggil Damian mendongak melihat sang istri
"iya mas, ada masalah hmm? " tanya Khalisa dengan hati hati
Damian menganggukkan kepalanya dengan pelan
"yoga mengabari jika di swis anak cabang perusahaan mas lagi ada masalah." ucap Damian, Khalisa masih setia mendengar ucapan suami nya.
"dan masalah nya gak bisa di handle oleh yoga sendiri, mas harus ke sana . tapi mas gak mau ninggalin sayang" lanjut Damian menempel kepalanya di perut sang istri
"pergi lah mas, khalisa ridho kok. mas gak perlu khawatir tentang Khalisa di sini banyak yang menjaga Khalisa. Mas selesaikan masalah kerjaan mas terlebih dahulu, mas itu pemimpin jadi mas harus datang. " ucap Khalisa dengan suara lembut walaupun di dalam hati nya tidak mau berjauhan dengan suami nya
"tapi mas nya yang gak bisa jauh sama kamu sayang" rengek damian memeluk erat perut sang istri
Khalisa terkekeh melihat rengekan suami nya. ia sangat senang jika damian bermanja terhadap diri nya.
"nanti kan bisa telfonan mas sama Khalisa, rencana nya berapa hari mas di sana? " tanya khalisa
"mungkin sekitaran satu minggu sayang" jawab damian
"biar Khalisa bantu ngemas baju buat di bawa ke sana ya mas" ucap Khalisa
"iya sayang, sebener nya mas ingin ajak sayang tapi mas takut akan ninggalin kamu terus menerus karena pasti nanti akan sibuk di kantor" ujar damian
"khalisa di sini saja mas, yang penting mas cepet pulang" ucap khalisa
"yaudah yuk mas, kita ke bawah pasti mereka sudah nungguin kita" lanjut khalisa
mereka akhir nya berjalan ke luar, di meja makan abah, uma dan gua ali menunggu kedatangan mereka berdua.
"maaf semua nya jika lama menunggu" ucap damian yang tidak enak kepada mertua nya dan ipar
"tak apa nak, ayoo kita mulai makan " kata abah Mustofa
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamu'alaikum para readers mohon dukungannya ya🙏.. semoga kalian suka baca novel yang aku buat.. jangan lupa di like ya kawan biar aku semangat up nya🙏☺😙😘