pernahkah kamu berpikir untuk lari dari penikahan yang tidak ada dalam daftar rencanamu?! Hal itulah yang kini ada dalam pikiran Arinda Anindira, terbesit pikirannya untuk kabur dari pernikahannya bersama Daniel Arsenio.
Bagaimanakah cara Daniel seorang CEO yang sangat dingin meluluhkan dan mendapatkan cinta Arinda?
ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacasakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.03
Hari telah menunjukkan pukul setengah 11 siang, selesai meeting Daniel kembali keruangannya untuk memeriksa laporan dan file berkas yang telah ada di atas meja kerjanya. Daniel langsung meraih pena yang berada di atas meja dan mulai memeriksa file berkas itu dengan seksama.
Tok....tok...tok...
terdengar ketukan dari pintu ruangannya,
" masuk....” perintah Daniel.
Segera Setelah mendapat izin, ansel melongokkan kepalanya dari balik pintu untuk mengintip bosnya.
“ maaf tuan muda...ada....” belum sempat Ansel memberitahu maksudnya, dua orang pria tampan langsung menerobos masuk keruang kerja Daniel.
" yo...tuan muda....sibuk sekali sepertinya” salam salah seorang dari mereka. Daniel yang semula fokus dengan dokumen di mejanya, menatap datar langsung ke arah sumber suara yang sangat di kenalnya. Masih dengan wajah dinginnya, daniel menyambut ke dua teman-temannya yang datang berkunjung.
“ hi bro” sapa Sean (28 tahun) sahabat daniel yang berprofesi sebagai Dokter pribadi keluarga Arsenio menggantikan ayahnya yang juga dokter pribadi keluarga Arsenio. Memiliki pesona dan wajah yang tampan serta badan yang atletis,
“ sorry kami datang kemari gangguin lo bro. “ kata Arvin (29tahun) sembari tersenyum tipis ke arah Daniel yang masih menatap dingin mereka. Arvin sendiri sama seperti Daniel seorang CEO yang lebih mengembangkan perusahaannya sendiri di bidang kuliner.
“ ada apa kalian datang kemari di jam sibuk, apa kalian semua tidak ada kerjaan?” tanya Daniel dingin yang pandangannya kembali ke file di atas mejanya. Ansel mempersilahkan ke dua sahabat tuan mudanya untuk duduk disofa yang ada di ruangan Daniel.
“ kami datang kemari mau mengajak lo dan Ansel makan siang, sekalian kita membahas proyek kerjasama kita bagaimana?” jelas Arvin.
Tangan Daniel yang masih memegang pena emas miliknya, mata elangnya beralih menatap kedua sahabatnya yang duduk di sofa ruangan kerja Daniel sambil berpikir.
“ tidak bisa hari ini, nyokap nyuruh gue makan siang di rumah” mata Daniel kembali menatap file berkas di mejanya.
“waaah kebetulan sekali,”tukas Sean yang melihat ponselnya berdering memperlihatkan nama tante Aileen yang menghubunginya. sean memperlihatkan ponselnya kepada teman-temannya dan langsung mengangkat telepon dari Aileen.
"halo tante" sapa sean dengan senyum ramahnya.
"…..."
"bisa tante, kebetulan hari ini kami ada di kantor Daniel sekarang"
"........"
" baiklah tante, kami akan ke sana sekarang" sean mengakhiri panggilan telepon dari Aileen.
”ada apa nyokap gue, menghubungi lo?" tanya Daniel yang masih fokus pada pekerjaannya perihal ibunya yang menghubungi sean.
Ansel berdiri di samping meja Daniel mengambil file file yang sudah di periksa dan di tanda tangani oleh Daniel.
"nyokap lo ngundang gue, arvin dan ansel makan siang di rumah lo, gimana Vin?"
" gue setuju, adik lo davira di rumahkan dan?" tanya arvin yang bermaksud menggoda daniel. Arvin memang senang menganggu Daniel yang bersikap dingin.
" ngapain lo nanyain davira ada di rumah ato nggaknya?" mata Daniel menatap tajam dan menusuk ke arah Arvin.
"hehehe santai bro....gue becanda bro" arvin yang berniat menggoda daniel menjadi ciut saat mendapat tatapan tajam dari Daniel.
"jadi gimana, berangkat bersama ato gue dan arvin berangkat duluan ke rumah lo?” tanya Sean yang mengalihkan pembicaraan, matanya menatap Daniel yang masih sangat sibuk dengan pekerjaannya.
"kalian duluan saja ke mansion, gue dan Ansel akan menyusul" daniel kembali menatap file berkas di atas mejanya.
"kalau begitu kami duluan ke mansion" arvin dan sean beranjak pergi meninggalkan perusahaan daniel.
Daniel kembali melanjutkan pekerjaannya, hingga Ansel datang ke ruangan Daniel.
"tuan muda, sudah saatnya makan siang"
Daniel menatap jam bertahtakan berlian di pergelangan tangannya.
"tuan muda, nyonya Aileen menghubungi anda" Ansel menyerahkan ponsel Daniel yang tergeletak di atas meja kerjanya. karena ponselnya dalam ke adaan silent, Daniel tidak sadar jika ibunya telah menghubunginya.
Tertera 10 panggilan tidak terjawab di layar smartphone keluaran tebaru miliknya. Kembali ponsel Daniel bergetar,
" halo mom!" Daniel mengangkat telepon dari ibunya.
" halo daniel sayang, kamu akan pulang makan siang bukan?"
" iya mom, aku baru akan berangkat sekarang"
" kamu mampir sebentar ya ke toko kue favorit oma. Tadi oma telepon kalau oma hari ini akan ke mansion, jadi mommy minta tolong belikan cheese cake ke sukaan oma ya sayang ku"
" kenapa tidak menyuruh maid yang lain mom?"
" Di sini sedang sibuk sayang, tolongin mommy mu yang imut ini sayangku" Daniel memutar matanya jengah mendemgar kata imut dari ibu kandungnya.
" baiklah mom, aku akan mampir ke toko kue itu" Daniel mengakhiri panggilan dari ibunya.
Saat itu di mansion Arsenio, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan segar tidak lain adalah Aileen ibu Daniel tampak sangat kesal setelah menghubungi Daniel. Seorang gadis menghampiri Aileen yang berada di ruang keluarga.
"mommy kenapa" tanya gadis itu yang melihat raut kesal di wajah wanita itu.
"davira sayang...."
************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗