Raka terlahir dari keluarga kaya raya.
Raka hidup bergelimang harta, dengan semua kekayaan yang ia miliki, raka menjadi semau mau nya, berfoya foya bahkan pergaulan nya sangat bebas.
Al hasil kedua orang tua nya tidak tahan terhadap diri nya kemudian mengirim raka ke kampung halaman sang nenek.
Di sanalah cerita di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ril, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3 Perjalanan
Raka sudah sampai di bandara.
Tidak ada perkataan satu pun yang keluar dari mulut nya, Dia langsung berjalan menuju ruang cek in.
Pesawat yang dia naiki adalah batik air.
Setelah selesai melakukan cek in, Raka langsung berjalan menuju ruang tunggu, di sana dia akan me unggu pesawat yang akan membawa nya.
“Loh kok?, Loh kok ini tiket nya?, Bukan nya gue harus mendarat di bandara!!!, Kok ini beda, Lah kok ini aneh banget,” Ucap raka sembari melihat ke arah tiket nya.
Seharus nya raka akan terbang menuju timur, Namun setelah di lihat rute nya malah berbeda yang di mana dia akan mendarat di bandara utara.
Lama raka melihat dan mengingat apa yang sebenar nya terjadi, Dan ternyata dia pun baru ingat jika ternyata rumah nenek yang akan ia tuju adalah nenek bae dan kakek Udin.
“What?, Nenek bae, Ya tuhan ini pertama kali gue ke kampung nenek bae,” ucap raka
Sedikit senyuman nya mengembang, yang di mana raka tidak jadi pergi ke rumah nenek Fatimah dan kakek nya kakek dahlan, karna desa tempat tinggal kakek nya itu sangat lah pelosok.
Ada sedikit harapan karna kampung yang akan dia tuju adalah kampung rumah orang tua dari keluarga ayah nya.
Namun seumur hidup nya, dia baru pergi ke sana baru pertama kali ini.
Sungguh ini adalah pengalaman pertama bagi nya.
“Ya tuhan semoga saja tempat ini gak terlalu pelosok, Uhh ada sedikit harapan,” Ucap raka sembari mengembangkan senyuman nya.
Perhatian untuk semua penumpang dengan pesawat batik air dengan nomor penerbangan **** Diharapkan untuk menuju pesawat.
Pengumuman pertanda peswat akan segera berangkat sudah terdengar, raka berjalan dengan santai nya sembari memasukkan ponsel ke dalam saku celana nya.
Pesawat sudah take out.
Jarak yang akan di tempuh sekitar 3 jam 45 menit.
Waktu yang cukup lama.
*
*
*
Akhir nya setelah empat jam lama nya, pesawat sudah sampai di bandara tujuan.
Raka keluar sembari membawa koper nya, Dengan kaca mata hitam yang ia kenakan, raka terlihat sangat tampan, bahkan jauh lebih tampan dari biasa nya.
Raka keluar dan di ruang tunggu ternyata sudah ada dua orang yang persiapkan untuk menunggu dirinya.
Sebuah papan di bertuliskan Raka Diningrat tertuliskan.
Melihat itu raka pun menghampiri dua orang yang berambut keribo tersebut.
“Tuan raka?,” Ucap bobi
“Selamat datang tuan raka, Kami utusan dari ibuk bae untuk menjemput anda di sini,” Ucap dodi
“Uhhh iya gue raka, Udh ga usah banyak omong, bawain barang barang gue, Kita langsung berangkat aja,” Sahut raka
“Oh siap tuan raka,” Ucap bobi.
Raka tidak berbicara, Langkah kaki nya terus melangkah menuju mobil yang akan membawa nya sampai ke rumah sang nenek dan kakek nya.
“Judes sekali tuan muda ini,” Ucap bobi,”
“Itu benar sekali bobi, Coba bukan cucu ibuk bae udh ku gampar muka nya, Udh jelek dekil sok judes lagi,“ Sahut dodi
“Jelek dari mana,dia sangat tampan, lihat saja nanti di kampung, dia pasti akan menjadi rebutan cabe cabean di sana,” Ucap bobi.
Tiba tiba.
“Woy napa lo pada diem di situ, Ayok cepet, gue udh capek,” Ucap raka.
Raka benar benar di buat jengkel oleh kedua orang tersebut.
“Eh maaf tuan muda, baik lah, ayok dodi cepat, dia sudah marah marah,” Ucap bobi
Mereka berdua melangkah dengan sedikit cepat karna raka sudah ngomel ngomel tidak jelas.
Mereka sudah memasuki mobil dan keluar dari area bandara.
“Tuan muda ka..!!
“Panggil gue raka, gak usah tuan muda tuan muda, Gue bukan bos kalian, dan juga gue jijik di panggil tuan muda, Jangan panggil gue dengan sebutan itu lagi faham?,” Ucap raka
“Maafkan kami tuan muda, eh Maaf salah, Maafkan kami tuan, eh raka maaf,” Sahut bobi
“Uhhhhhh!!!.
“Tu, Raka kami sudah menunggu anda tiga jam yang lalu, kami berangkat dari kemarin, Kami takut terlambat,” sahut dodi,”
“Kemarin?,” Sahut raka
“Benar tuan, Eh kita panggil bos saja sudah, Bos kami menunggu anda tiga jam lebih, Uhh kami sampai ketiduran karna menunggu anda datang,” Sahut bobi
“Kemapa kalian tidak datang tepat waktu saja, Apakah kalian tidak di beritahu sama nenek ku?,” Sahut raka
“Sudah, Tapi jarak kampung dengan bandara itu 20 jam perjalanan, kami harus melewati hutan gunung, persawahan, jalan nya juga becek becek, Perjalanan yang sangat jauh sekali,” Sahut bobi
“What? Perjalanan 20 jam? Apa kalian bercanda? mana mungkin perjalanan sampai 20 jam?,” Sahut raka
“Itu benar sekali bos, Perjalanan sangat jauh, Di tambah lagi dengan jalanan yang becek dan bebatuan, tidak ada jalanan aspal sampai ke kampung, Semua nya sudah rusak,” Sahut dodi
“Tapi yang menjadi persoalan kita nanti bos, Kita harus sampai di kampung mung sebelum malam, Jika tidak maka kita akan berada dalam bahaya, Karna jika kita berkendara malam malam di jalanan itu, kita akan melewati beberapa lembah, melewati bukit, hutan yang lebat dan juga tidak ada apapun yang akan kita temui di sana, jalanan nya sangat sepi sekali,” Sahut dodi
“Memang nya kenapa kalo kita lewat jalanan sepi, apa kalian takut dengan hantu?,” Sahut raka
“Hantu?,”
Bobi dan dodi saling menjual pandangan, Kemudian saling mentertawakan.
“Hantu?, hahahaha, bos kami berdua hobi mencari hantu, nanti bos ikut kami mencari hantu,” Ucap bobi
“Hantu yang tidak ada kepala nya.
“Hahahah, Hantu yang banyak darah dan usus usus nya keluar,” Sahut bobi
“Hahaha, Hantu yang bisa terbang, Lalu membawa kita ke alam nya,” Sahut dodi
Entah apa yang di bicarakan dua orang ini, tapi mereka berdua sangat lucu, Mereka berdua sangat humoris.
Namun raka yang tidak tau apa apa, bahkan baru pertama kali raka bertemu dengan mereka berdua, akan tetapi mereka berdua berbicata seakan akan sudah kenal dengan raka cukup lama.
“Apa kalian berdua gila?, kenapa kalian berdua tertawa?, apa ada yang lucu dari pertanyaan ku?, aku hanya menanyakan, apa kalian tidak takut dengan hantu, itu saja,” Ucap raka
“Maafkan kami bos, tapi kamu sama seklai tidak takut dengan yang nama nya hantu, kami berdua sudah terbiasa melihat hantu, Yang kami takutkan adalah begal, di sana rumah begal, kami takut jika bertemu dengan para kawanan begal,” Sahut bobi
“Benar sekali bos, Begal di sana sadis sadis, mereka akan menebas kepala kita jika kita tidak memberikan apa yang mereka mau,” Sahut dodi
“Hmm, baik lah kalo begitu sini biar aku yang menyetir, kalian penunjuk jalan saja,” Sahut raka
“Eh tidak usah bos, biar saya saja, Percayakan semua nya sama kita berdua,” Sahut bobi
Raka menghembuskan nafas nya, mengambil sebatang rokok yang ada di saku celana nya.
Namun Tiba tiba saja mobil berhenti di depan super market.
“Kenapa kalian berhenti?,” Ucap raka
“Maag bos, kami ingin membeli roti, kami sangat lapar, kami belum makan,” Sahut bobi
“Benar sekali bos, Apa bos mau roti jugak?,” Sahut dodi
“Kalian saja, Tapi ayok biar kita masuk belanja, aku juga ingin membeli rokok,” Sahut raka
Akhir nya mereka bertiga masuk ke dalam supermarket tersebut.
Raka berjalan memutari rak yang berisikan banyak makanan ringan yang ada di sana.
Namun belum sempat raka memilih, bobi dan juga dodi sudah mengisi 5 keranjang dengan makanan ringan dan juga minuman.
Raka terkejut melihat mereka berdua, dalam hari raka berkata “apakah mereka selapar itu”
Belum habis sampai di situ, Mereka berdua kembali menambah beberapa makanan ringan seperti roti dan juga mie instan yang cukup banyak.
“Untuk apa makanan sebanyak ini?, apa kita akan pergi mendaki?,” Ucap raka
“Benar sekali bos, Kita akan pergi mendaki, Bos tenang saja, ini semua baik baik saja, tidak ada kata menghambur hamburkan makanan, kita akan habiskan semua nya,” Sahut bobi
7 keranjang sudah penuh, Namun mereka berdua kembali mengisi keranjang yang lain, Bahkan para kasir pun sampai terheran heran dengan tingkah mereka berdua.
“Bos sudah cukup ini saja,” Ucap bobi
“Yakin cuma segitu? apa tidak mau di tambah lagi?,” Sahut raka
“Wah bos menyuruh kita untuk menambah, ya sudah kita tambah lagi,” Sahut dodi
Raka melotot terkejut, padahal dia hanya bercanda, namun ternyata dodi dengan bobi benar benar menambah barang barang belanjaan.
Semua habis di borong.
“Bos rokok apa yang biasa bos hisap?,” ucap bobi
“Ini sempurna,” Sahut raka
“Oh baik lah, rokok sempurna 10 pak, Apa itu cukup bos?,” Sahut bobi
“10 pak?, Astaga banyak sekali?,” Sahut raka
“Tidak ada apa apa bos, percaya saja sama kita, he cepat ambilkan 20 pak,” Sahut dodi
“Eh malah di tambah lagi,” Sahut raka
“Tidak ada apa apa bos, tenang saja, aman aman,” Sahut bobi.
30 menit lama nya, 25 keranjang belanjaan sudah sepenuh nya terisi penuh.
Minuman, makanan ringan dan juga rokok sudah sangat banyak.
“Total nya jadi 13,8jt,” Ucap mbak kasir
Dodi dan bobi terkejut dengan bayaran yang sangat mahal tersebut.
“Mahal sekali bray, Mana bisa kita bayar, Itu sangat banyak, upah kita saja tinggal segini, Mana bisa kita bayar semua nya,” ucap dodi
Namun ucapan dodi dan bobi terdengar oleh raka.
“Kalian berdua cepat bawa ke mobil saja, biar aku yang bayar semua nya,” Ucap raka
Raka mengotak atik ponsel nya.
“Scan QR saja, Aku tidak ada uang cash sebanyak itu,” ucap raka
“Bisa mas, baik lah,” Sahut sang kasir
Scan QR sudah selesai, raka pun keluar dari supermarket