NovelToon NovelToon
ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / CEO / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Almira nur habibah

Jangan plagiat isi atau sinopsis karya ku ini ya, mikir ide untuk nulis gak mudah loh, walaupun karyaku masih sedikit popularitas nya.

Masih banyak typo yang berterbangan.

****

Demi menyelamatkan panti asuhan tempatnya dulu berteduh setelah orangtuanya meninggal. Daysi rela mendonorkan salah satu ginjalnya dengan jaminan sistem saling di untungkan.

Gara-gara menolong hidup adik pemilik hotel tempat ia berkerja, yang ternyata adalah temannya waktu SMA dulu membuat gadis bernama Daysi terikat pernikahan dengan Ksatria Malik. Atas permintaan adik kesayangan Ksatria. Ksatria adalah laki-laki playboy yang pernah Daysi kenal dalam hidupnya.

Season satu sudah selesai dari bab 1-102 dan sekarang season dua bab 103 sampai selesai.

Selamat membaca ini kisah tentang anak-anak nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almira nur habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 Pilihan yang sulit

"Iya..., hallo. APA." Ksatria segera memutarkan laju mobilnya.

Ksatria menuju RS. Dengan langkah tergesa-gesa ia mencari adiknya setelah bertanya kepada resepsionis. Begitu hancur hatinya melihat selang infus dan oksigen menempel pada tubuh adik semata wayangnya.

Tubuh Ksatria merosot dunianya seakan hancur untuk kedua kalinya, setelah ia kehilangan orangtuanya dua puluh tiga tahun yang lalu.

Dokter yang baru memeriksa adiknya keluar dari ruangan tersebut. Ksatria langsung menghampiri Dokter tersebut.

"Dok bagaimana keadaan adik saya Dok?"

"Adik anda harus segera dioperasi, jika tidak adik anda bisa kehilangan nyawanya!" Ucap Dokter dengan tersenyum.

"Apa tidak ada solusi Dok, untuk adik saya?" Ksatria hawatir dengan adiknya.

"Jalan satu-satunya hanya mencari pendonor yang cocok, apa anda memiliki kenalan atau saudara yang bersedia mendonorkan salah satu ginjalnya?"

"Saya tidak punya Dok!" Ksatria pusing memikirkan siapa yang bisa menolong adiknya.

Ksatria sengaja berbohong ke Dokter jika dia tidak memiliki family lain. Jika sampai family lain tahu jika ia memiliki seorang adik yang masih hidup, pasti kehidupan adiknya akan selesai saat ini juga.

"Saya harap anda segera mencari pendonor yang tepat, lebih cepat lebih baik. Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Dokter itu.

Ksatria masuk ruangan adiknya, bodyguard Ksatria berjaga-jaga di luar ruangan dan area parkir. Ksatria menggunakan bodyguard dengan pakaian santai, agar tidak ada yang curiga jika ia orang-orang Ksatria.

Ksatria menatap adiknya yang berbaring di ranjang RS. Mengusap lembut pipi dan dahinya.

"Cuuppp..., cepat sembuh. Aku akan mencarikan pendonor untukmu secepatnya. Kakak janji." Ksatria segera keluar ruangan rawat adiknya.

Di lain tempat, yaitu lebih tepatnya panti asuhan Cinta Anak. Kebakaran hebat terjadi dini hari sebelum Subuh.

Para anak-anak dan orang yang merawat dan mendidik anak-anak panti segera menyuruh semua pergi ke lapangan jauh dari area kebakaran. Semua menangis tempat mereka berteduh dan hidup, habis di lahab si jago merah, bahkan ada sebagian pingsan di lapangan. Semua penghuni panti selamat hanya tempat tinggal yang terbakar.

Mobil pemadam kebakaran segera datang, namun naas semua sudah rata di lahap si jago merah. Isak tangis masih terdengar.

Pagi hari.

Daysi yang berniat mengunjungi panti asuhan hari ini seketika lemas sesampainya di sana.

"Kenapa semua habis, bagaimana keadaan mereka?" Daysi segera mencari semua orang yang ada di panti. Melihat ada satu anak yang keluar dari Masjid dekat panti asuhan, Daysi segera melajukan kendaraannya menuju Masjid Agung.

Daysi segera memarkirkan motornya ke sebelah Masjid tersebut. Dan segera ambil wudlu dan masuk Masjid.

"Assalamualaikum Umma." Daysi menyalami Umma semua yang ada di dalam Masjid. Ada tiga pengasuh panti asuhan perempuan dan dua laki-laki. Yang biasa Daysi panggil Abi.

"Waalaikumsalam," Jawab semua orang yang berada di dalam Masjid.

Daysi duduk di sebelah Umma Inayah.

"Umma, kenapa bisa terjadi Umma?" Daysi bersedih.

"Ini cobaan Daysi dan untuk sementara kami di sini, untuk berteduh Daysi. Nak apa bisa kamu membantu membangun tempat berteduh adik-adikmu?" Umma Inayah berharap Daysi bisa membantu, sebab anak panti yang paling besar dan sudah berkerja hanya Daysi.

Walaupun Daysi tidak tinggal di panti asuhan sejak tamat SMA. Tetapi bagaimana pun ia pernah tinggal di panti Asuhan, sejak ia berumur duabelas tahun.

"Apa yang harus aku lakukan, aku juga tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membantu." Gumam Daysi dalam hati.

Daysi melihat ke arah anak-anak yang bersedih. Dan sebagian mengaji. Air mata Daysi menetes.

"Umma, Daysi akan usahakan meminta bantuan atasan Daysi. Semoga bisa membantu Umma." Daysi memeluk Umma Inayah.

Umma Inayah dan yang lainnya bersyukur memiliki Daysi di kehidupannya. Selain sering membantu Daysi juga baik dan sopan.

Daysi berpamitan kepada Umma dan Abi.

Di hotel.

Daysi segera mengisi data kehadiran.Tittt... suara alat untuk data kehadiran.

"Untungnya tidak terlambat masih kurang sepuluh menit, aku harus segera berganti pakaian. Nanti jika bertemu Pak Okta aku akan membicarakan masalah ini." Daysi segera memakai seragam kebesarannya sebagai cleaning servis.

Ksatria yang baru datang langsung memasuki area hotelnya. Melihat sekeliling apa ada permasalahan di hotelnya.

Okta segera menyambut kedatangan Ksatria.

"Selamat pagi Bapak Ksatria." Sapanya dengan sopan.

"Pagi," tanpa tersenyum. "Okta, tolong kamu suruh semua karyawan hari ini checkup darah." Ksatria menelpon Dokter kepercayaannya untuk datang ke hotelnya.

"Ada apa ya Pak, kenapa tiba-tiba semua karyawan di suruh checkup?" Okta bertanya memastikan.

"Sudah kamu kumpulkan saja. Tidak usah banyak bertanya!" Ksatria duduk di kursi lobby.

"Semoga ada yang cocok salah satunya." Gumam Ksatria dalam hati.

Dokter suruhan Ksatria sudah sampai setelah sepuluh menit perjalanan, segera ia memasuki ruang khusus check up yang ada di hotel.

"Ada apa sih, kenapa kita di suruh checkup, bahkan yang libur dan shift malam di suruh datang." Ucap salah satu karyawan, yang bercakap-cakap dengan karyawan lainnya.

Daysi hanya diam saja, selama berkerja ia hanya memiliki dua teman yaitu Abang dan Lilis. Setelah semua karyawan di checkup Ksatria menunggu hasilnya.

"Bagaimana ada yang cocok." Ksatria melihat data-data yang di berikan oleh Dokter tersebut.

"Gadis ini. Apa dia mau?" Ksatria berpikir keras.

"Hanya dia saja yang cocok dengan golongan darah adikmu Tuan!" Jawab Dokter Ano.

***

Daysi yang bertemu dengan Okta langsung mendekatinya.

"Pak Okta permisi. Apa saya boleh berbicara sebentar dengan Anda?" Tanya Daysi, saat Okta akan masuk ke ruangannya.

"Ada apa? Masuk dulu jika penting!" Okta membuka pintu dan Daysi mengikutinya dari belakang.

Terjadi keheningan saat Daysi menceritakan permasalahan di panti asuhan. Okta hanya diam saja binggung juga harus bagaimana. Daysi ingin meminjam uang sebanyak itu. Sekitar seratus juta lebih.

"Coba kamu pinjam...," belum selesai berbicara. Suara deringan ponsel Okta berbunyi. Tertera nama CEO Ksatria di ponsel tersebut.

"Ya hallo Pak Ksatria. Ada apa?" Jawab Okta.

"Kamu suruh Daysi masuk ruangan saya sekarang. Penting." Ucap Ksatria langsung mematikan ponselnya.

Ttttuuuuutttt....

Okta mengerutkan alisnya. Dan langsung menatap Daysi.

"Kamu pergilah ke ruangan CEO Ksatria sekarang." Perintah Okta.

"Ada apa ya Pak?"

"Saya tidak tahu, cepat pergilah. Jika tidak segera kesana, jangan salahkan saya jika kamu di pecat!" Okta berucap dengan tegas.

"Baik Pak saya segera kesana, permisi." Daysi segera keluar dari ruangan Okta.

"Ada apa sih sebenarnya, ko aku punya firasat buruk sih." Resah Daysi dalam hati.

Sesampainya di depan ruangan Ksatria, Daysi mengetuk pintu.

TTOOKK... TTOOKK....

"Permisi Pak, ini saya Daysi. Apa saya boleh masuk?" Daysi berhati-hati saat berbicara.

"MASUK."

"Ada apa ya Bapak memanggil saya?" Daysi masih berdiri di depan meja Ksatria.

"Duduk!" Ksatria memberikan sebuah lembaran hasil checkup tadi.

"Ini, maksudnya apa Pak?"

"Jika kamu bersedia mendonorkan salah satu ginjal kamu. Saya akan membantu panti asuhan yang sering kamu kunjungi itu!"

Ksatria yang sudah tahu jika tempat itu adalah tempat Daysi dulu tinggal dari anak buah yang ia suruh mencari informasi tentang Daysi.

"Tapi...," Daysi berpikir keras.

"Waktumu cuma hari ini Daysi, pilihanmu cuma satu jawab iya." Ksatria mengancam Daysi.

Daysi sudah tidak ada pilihan, jalan satu-satunya hanya ini. Daysi masih teringat dengan kesedihan dan tangisan anak-anak yang ada di panti serta Umma dan Abi.

1
Ryan Jacob
semangat Thor
Devi Handayani
kata katanya baku amat thorr..... alurnya jadi simple dan kaku.... jadi kurang greget bacanya😓😓😓
Devi Handayani
nah gitu dong ini baru kesatrya namanyaa😍😍😍😍
Devi Handayani
keren... lanjut thor😍😍
Devi Handayani
kok agak jadi anehh ceritanyaa...... tapi ya sudah lahh🤔🤔😌😌
Ika Rizka
bagus👍
Hera Imoet
lanjutttt thoorrr cemungutzz
Hera Imoet
sudah selesai kah... othor..
Hera Imoet: okeh.. q otw ya.. maacii yuppzz
total 4 replies
Hera Imoet
gauri2... terlalu berprasangka buruk sama yang baik... hehehhe... lanjut thor
Hera Imoet
masih lanjutttt
Hera Imoet
semangat terus.... lanjuttt..
Hera Imoet
semangat... up ya thor
Hera Imoet
sudah tamat yaa... terimakasih Thor buat karyanya..
COLECTOR COGAN🤩😂: belum kka, rencanannya sampai bulan ini tamatnya kka. Terimakasih banyak kka sudah mampir dan mendukung🥰🥰🥰
total 1 replies
Indayu Anggun
kok jadi saya bukan aku? terlalu formal thor
COLECTOR COGAN🤩😂: iya kka maaf jika belum enak di baca, masih belum di revisi lagi kka bab terlanjur banyak dan mau mengulangi lagi masih repot kka. Trimakasih kka sudah membaca dan mendukung karya ini🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Hera Imoet
up ya Thor... cemungut
COLECTOR COGAN🤩😂: siap kka 🥰🥰🥰
total 1 replies
Rosemarry Tan saputra
"adik anda harus dioperasi, jika tidak adik anda bisa kehilangan nyawanya!", ucap dokter dengan tersenyum. sepertinya ga enak ya kalo dibaca, masak dokter nyampein sesuatu yg serius dan mengkhawatirkan pake senyum, kesannya jadi ya aneh aja...mungkin bisa pake kata kata yg lain..maaf Thor, hanya masukan saja..tetap semangat lanjut...
Momy Haikal: iya sependapat
total 2 replies
Hera Imoet
hmmm
Hera Imoet
tamat ya Thor..
Hera Imoet
lanjuttt
Hera Imoet
versi baru.. maksudnya dengan kisah yg beda ya Thor.. princess ga ada lanjutannya donk... heheheh
Hera Imoet: macama..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!