NovelToon NovelToon
Mafia Mencintai Gadis Muslimah

Mafia Mencintai Gadis Muslimah

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:677.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: Chinta Maulana

Update hari Rabu dan Jum'at

Ini lanjutan cerita penghianatan Suamiku dan sahabatku.

Gerhana Kavindra seorang Mafia kejam. Siapapun yang berani mengusiknya, ia akan menghancurkan orang itu tanpa sisa. Sifat dinginnya membuat banyak orang takut berurusan dengannya. Namun seperti itu banyak wanita berusaha menggoda Gerhana agar bisa memiliki Gerhana. Bahkan mereka selalu berusaha menghalalkan segala cara agar Gerhana bisa jadi miliknya.

kemudian satu ketika Gerhana menolong Mahasiswa baru yang menggunakan cadar dikerjai oleh seniornya. disaat itu Gerhana mulai penasaran dengan Gadis Gerhana yang menurutnya mempunyai sejuta rahasia. Ketika ia ketemu dengan wanita itu Gerhana merasakan berdebar.

Apakah Gerhana dapat menaklukkan gadis bercadar itu?

ataukah Gadis bercadar bisa membuat Gerhana meninggalkan dunia bawah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MMGM 002

Suasana di kantin semakin riuh rendah dengan suara teriakan para mahasiswi yang memuji ketampanan pemuda-pemuda itu, namun bagi Icha dan Khadijah, kegaduhan itu terasa seperti dunia yang jauh berbeda dari kehidupan mereka yang penuh kesederhanaan dan kepatuhan pada ajaran agama. Setelah memperkenalkan diri, keheningan sejenak menyelimuti kelompok itu. Arion yang tadinya ingin bersalaman, segera menarik tangannya kembali dengan sedikit canggung saat melihat kedua gadis itu menangkupkan tangan sebagai tanda penolakan yang sopan. Ia paham, meski tidak sepenuhnya mengerti, bahwa bagi wanita muslimah, bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahram adalah hal yang dilarang.

"Maaf ya, nggak bermaksud menyinggung," ucap Arion sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, wajahnya tampak polos dan sedikit malu.

Icha mengangkat wajahnya sedikit, hanya cukup untuk melihat bagian dada Arion tanpa menatap matanya, lalu berkata dengan suara lembut, "Tidak apa-apa Kak. Kami hanya menjalankan perintah Allah agar menjaga diri dan pandangan. Semoga Kakak mengerti."

Kata-kata itu terdengar sederhana, namun seolah memiliki kekuatan magis yang menembus hati setiap personil di sana. Bintang hanya mengangguk pelan, sedangkan Tari tersenyum lebar seolah merasa bangga pada dua gadis barunya itu. Namun, ada satu orang yang merasa kata-kata itu menyentuh bagian terdalam hatinya—Gerhana. Ia masih menatap Icha dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Di dunia tempat ia tumbuh, dunia yang penuh dengan kekerasan, kekuasaan, dan ketidakpedulian, ia jarang sekali bertemu dengan wanita yang teguh memegang prinsip, bahkan di tengah keramaian yang menuntut mereka untuk menyesuaikan diri.

"Namaku Gerhana," katanya tiba-tiba dengan suara yang rendah namun tegas, membuat semua orang menoleh padanya. "Terima kasih sudah mau berkenalan dengan kami. Kami orang-orang yang kasar dan sering bertindak sembarangan, tapi kami tidak akan mengganggu kalian selama kalian tidak mengganggu kami."

Icha mengangguk pelan, masih menundukkan pandangannya. "Terima kasih Kak Gerhana. Kami percaya, setiap orang memiliki sisi baik dalam dirinya, terlepas dari apa yang dilakukan atau bagaimana pandangan orang lain terhadapnya."

Kalimat itu membuat hati Gerhana bergetar kembali. Selama ini, semua orang hanya melihatnya sebagai pemimpin yang kejam, dingin, dan menakutkan. Tidak ada yang pernah berkata bahwa ia memiliki sisi baik, bahkan orang tuanya sendiri pun jarang memberikan perhatian. Namun, kata-kata dari gadis yang baru ia temui ini seolah menjadi cahaya kecil yang masuk ke dalam hatinya yang gelap dan beku.

"Kalian mau duduk di sini saja? Atau mau kami antar kembali ke kelas?" tanya Tari yang memecah keheningan. Ia merasa senang sekali bisa bertemu dengan dua gadis yang begitu berbeda namun menarik hati.

"Kami sebaiknya kembali ke kelas, Kak. Jam pelajaran selanjutnya akan segera dimulai," jawab Khadijah sambil melirik jam tangannya. Ia juga merasa tidak nyaman berada terlalu lama di tengah kerumunan pemuda-pemuda itu, meskipun mereka terlihat tidak berniat jahat.

"Baiklah, nanti sore kita bertemu lagi di taman belakang kampus ya! Aku ingin banyak bertanya padamu tentang banyak hal," seru Tari dengan antusias, lalu mengantar kedua gadis itu sampai ke pintu keluar kantin.

Saat sosok Icha dan Khadijah menghilang di balik kerumunan, suasana di meja itu kembali berubah menjadi seperti biasa, namun ada perbedaan kecil yang bisa dirasakan oleh semua orang. Bintang menoleh ke arah sahabatnya dan tersenyum jahil.

"Kenapa wajahmu terlihat aneh begitu, Han? Jangan bilang kau benar-benar tertarik pada gadis bercadar itu," goda Bintang.

Gerhana menatap tajam ke arah Bintang, namun kali ini tatapannya tidak sekeras biasanya. "Jangan banyak bicara. Dia hanya gadis yang menarik, itu saja."

"Tarik katamu? Aku sudah mengenalmu bertahun-tahun, dan aku tahu betul tatapanmu saat tertarik pada sesuatu. Dan kali ini, bukan sekadar tertarik, kan?" tambah Arion yang ikut menyusul menggoda.

Gerhana tidak menjawab, ia hanya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, di dalam hatinya, nama Icha terus terngiang-ngiang, seolah menjadi mantra yang tidak bisa ia lupakan. Ia tidak tahu apa yang terjadi padanya, tapi ia sadar satu hal—pertemuan ini bukanlah pertemuan terakhir mereka. Ada sesuatu yang menyatukan jalan hidupnya dengan gadis muslimah itu, sesuatu yang bahkan ia sendiri belum bisa mengartikannya.

Di sisi lain, saat berjalan menuju kelas, Khadijah menoleh ke arah sepupunya dan bertanya dengan nada penasaran, "Cha, kamu baik-baik saja kan? Kenapa wajahmu terlihat merah begitu?"

Icha menyentuh pipinya yang terasa panas, lalu menggeleng pelan. "Aku baik-baik saja, Jah. Hanya saja... saat Kak Gerhana menatapku, hatiku berdebar kencang sekali. Entah kenapa, aku merasa ia orang yang terasing dan kesepian di balik wajah dinginnya itu."

"Kamu jangan berpikir macam-macam ya, Cha! Kamu kan tahu siapa mereka? Mereka adalah kelompok yang ditakuti seisi kampus, bahkan di luar kampus pun nama mereka terkenal. Terutama Gerhana, kabarnya ia adalah pemimpin organisasi gelap yang sangat berkuasa. Jangan sampai kamu terjebak dalam masalah yang rumit," nasihat Khadijah dengan nada khawatir.

"Aku tahu, Jah. Aku tidak akan melakukan hal yang bodoh. Aku hanya merasa kasihan padanya saja. Semoga Allah memberikan petunjuk untuknya dan membimbingnya ke jalan yang benar," jawab Icha dengan tulus. Ia percaya, tidak ada manusia yang terlahir jahat, lingkungan dan keadaanlah yang membentuk seseorang menjadi seperti itu. Dan dalam hatinya, ia berdoa semoga pertemuannya dengan Gerhana membawa kebaikan bagi keduanya, meskipun jalan yang akan mereka lalui nanti pasti tidak akan mudah.

1
Dartihuti
💪💪up'y syafakillah...c4 pulih sehat kembali slamat saur🙏🤗🥰
Siti Kholifah
Lanjut thor👍
Tina Martina
Akhirnya up jg thor setelah sekian lama,semangat up-nya thor💪💪
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
Hendra Yana
lanjut
Ucio
Wah² sudh Gen ke 2 kk thor,,,makin seru ini kedepannya,tks thor
🇦 🇵 🇷 🇾👎
wuuuiiihhh keren
gathem Toro
musim jeduakah ini Thor......
Winda Win
ayo dong cpt crta nya mn ni
Dini Anggraini
Siapa lagi nie apa lisa jadi 2 yang satunya palsu yang di sekap mentari Thor bintang utamanya kenapa selalu kalah cepat pergerakannya sama musuhnya?
Diana Dwiari
siapa lagi tuh...masa ga kelar 2 sih
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp lg
Mahmudah Mahmudah178
lanjut thor semangat thor
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
Winda Win
lanjut semangat buat yg nulis
Ucio
Hajar saja Tari,, semangat
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
Winda Win
ayoo dong smngt nulis nya .. lnjut lnjut
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!