NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Guru Killer

Menikah Dengan Guru Killer

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Terpaksa Menikahi Murid / Tamat
Popularitas:276.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mutzaquarius

Alana Liora Argantara, Gadis nakal yang mendapat julukan murid abadi hanya karena dia pernah tertinggal kelas.

Kedua orang tuanya sudah pasrah menghadapi kenakalan putrinya. Untuk itu mereka berniat menjodohkannya dengan seorang guru.

Tentu saja Alana menolak keras dengan dengan berbagai alasan. Tapi dengan ancaman ayahnya, Alana mengalah.

Bara Erfian Rahardian, guru killer yang dihindari oleh semua siswa. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan gadis nakal. Dan ternyata gadis itu adalah Alana, orang yang akan dijodohkan dengannya.

Terjadi perdebatan saat mereka tahu satu sama lain. Tapi mereka tidak punya pilihan selain menerima perjodohan tersebut. Mereka membuat perjanjian dan sepakat menyembunyikan pernikahan mereka.

Kehidupan rumah tangga tanpa cinta dan pertemuan yang meninggalkan kesan yang mengesalkan membuat mereka terus berdebat setiap hari. Bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Di Hukum

Keesokan harinya, Bara tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Ini hari Senin, jadi dia harus berangkat lebih awal. Biasanya dia bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan. Tapi sekarang sudah ada Alana. Jadi dia bisa sedikit lebih santai.

Bara melihat arlojinya, sudah pukul 06:30. Dia mengambil tasnya dan bergegas ke ruang makan. Tapi sesampainya di sana tidak ada apapun di meja makan. Bara mendengus kesal dan menyiapkan sepotong roti untuk sarapannya.

Saat hendak melahap rotinya, tiba-tiba Alana datang dengan terburu-buru. "Mr, mana sarapanku?" tanya Alana sambil tergesa-gesa memakai sepatunya.

Bara hanya melirik sekilas dan menikmati rotinya tanpa memperdulikan Alana.

"Mr!!!" teriak Alana

"Harusnya aku yang tanya padamu, mana sarapanku? Bukannya aku sudah memberitahu peraturan dan juga apa saja tugasmu di rumah ini?"

Alana menegakkan badannya setelah selesai memakai sepatu. Dia berkacak pinggang didepan Bara dan berkata, "Aku kan sudah bilang tidak mau melakukannya. Aku ini masih pelajar, mana aku tahu cara mengurus rumah. Harusnya Mr. mencari istri yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga." seru Alana

"Lagian, jaman sekarang kok masih saja ada perjodohan. Emangnya kita hidup di jamannya Kabayan?"

Bara yang saat itu sedang makan, sontak tersedak mendengar ucapan Alana. Kabayan? Sejak kapan perjodohan ada di jaman Kabayan? Bukankah yang benar itu, Siti Nurbaya?

"Mr, kau tidak apa-apa?" Alana menepuk pelan punggung Bara dan mengambilkan minum untuknya. "Makanya kalau makan itu pelan-pelan." ucapnya lagi

Bara mendengus kesal. Dia tersedak juga karena Alana. Tapi gadis itu seolah tidak merasa bersalah. "Ekhm... Jadi sekarang kau menyalahkan ku karena menerima perjodohan ini?" tanya Bara

"Aku tidak menyalahkan mu. Aku mengerti kenapa kau menerima perjodohan ini. Begitu juga denganku. Aku tidak mau menjadi anak durhaka dan berakhir seperti Malin Kundang." gerutu Alana

Bara tersenyum dalam hati. Kali ini dia setuju dengan ucapan Alana. Jika kita durhaka, maka kita bisa bernasib sama seperti Malin Kundang. Itu perumpamaan yang tepat.

"Sangat tidak etis, gadis cantik sepertiku berubah jadi kodok karena durhaka pada orang tua, bukan." imbuh Alana

Bara menepuk jidatnya. Dia tarik ucapannya, ternyata Alana sangat bodoh. Hah.. harusnya dia mencari tahu tentang calon istrinya terlebih dahulu. Maka endingnya tidak akan seperti ini. Sudahlah lupakan!! Dia harus segera berangkat karena dia sudah sangat terlambat.

Bara membawa piring dan gelas kotornya ke dapur dan menenteng tas nya berangkat ke sekolah.

"Mr, tunggu!!!" teriak Alana

Bara tidak memperdulikannya. Pagi ini dia sudah dibuat kesal, jadi dia berharap nanti di sekolah, dia tidak bertemu dengan Alana lagi.

"Mr!!" Alana berdiri didepan Bara dan menengadahkan tangannya. "Uang jajan." pintanya

Bara tersenyum sinis dan berkata, "Atas dasar apa kau meminta uang jajan padaku? Apa karena aku suamimu, maka aku harus membiayai kebutuhanmu? Lalu kau sendiri bagaimana? Apa kau sudah melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri?"

"A-aku....

"Jika kau menginginkan sesuatu, maka kau harus berusaha. Di dunia ini tidak ada yang gratis." Bara tersenyum mengejek dan pergi meninggalkan Alana. Dia tidak perduli bagaimana Alana akan pergi ke sekolah. Itu bukan urusannya.

"Bara Erfian Rahardian!!!" Alana menggeram kesal dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Raihan. Ya, tidak ada pilihan selain minta tolong pada Raihan untuk menjemputnya.

...****************...

"Tumben sekali, kau memintaku untuk menjemputmu? Dan kenapa kau bisa berada di halte itu?" tanya Raihan. Dia merasa heran, karena Alana berada di halte yang jauh dari rumahnya.

"I-itu...." Alana terlihat panik. Dia lupa jika Raihan tidak tahu jika dia sudah menikah dan sekarang tinggal di rumah suaminya. Tapi untungnya, belum sempat Alana menjawab, mereka sudah lebih dulu sampai di sekolah, bertepatan dengan bel yang berbunyi.

Alana menghela nafas lega dan mereka bergegas ke lapangan untuk melakukan upacara bendera. Selama upacara berlangsung, Alana tidak hentinya menatap sinis pria yang kemarin sudah sah menjadi suaminya. Dia mengumpat mengeluarkan sumpah serapahnya melihat Bara yang bersikap seolah tidak merasa bersalah. Cih.. Menyebalkan.

Selesai upacara, semua siswa berbondong-bondong masuk ke kelas masing-masing karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai. Begitu juga dengan Alana dan Raihan. Mereka langsung duduk di kursi masing-masing dan mengeluarkan buku pelajaran mereka.

"Selamat pagi anak-anak!!" sapa Bu Siska

"Pagi bu!!" jawab mereka serempak

"Sekarang kumpulkan pr kalian dan buka buku paket halaman 91." pinta Bu Siska

Semua siswa mulai mengumpulkan pr mereka ke depan. Tapi tidak dengan Alana. Sejak mendengar kata pr, Alana mulai mengeluarkan keringat dingin. Itu karena dia lupa mengerjakan pr nya. Dia terlalu stress memikirkan pernikahannya sampai-sampai mengabaikan sekolahnya. Heh.. Bukannya ini bukan pertama kalinya kau tidak mengerjakan pr, Alana?

"Kau kenapa Alana?" tanya Raihan pelan. Tapi Alana tidak menjawabnya. Gadis itu menatap ke depan dan menelan ludahnya berulang kali seolah takut dengan sosok didepannya.

"Alana!! Mana pr mu?" tanya Bu Siska, tapi Alana tidak menjawab. Bu Siska menghela nafas dan menggelengkan kepalanya pelan. Dia menyuruh Alana untuk berdiri diluar kelas sampai jam pelajarannya selesai.

Alana hanya bisa pasrah dan melakukan apa yang diperintahkan Bu Siska. Dia berdiri didepan kelas dengan perut yang lapar karena dia melewatkan sarapannya dan semua itu karena Bara.

Alana terus mengeluh lapar dan terbesit pikiran untuk kabur ke kantin. Tapi saat hendak pergi, tiba-tiba duo keong racun menghampirinya.

"Wah.. Wah.. Wah. coba lihat!! Siapa ini? gadis gila, pembangkang dan pembuat onar. Pasti kau dihukum, kan?" tebak Agnes

Alana hanya memutar kedua matanya malas. Dia sudah biasa menghadapi dua keong racun didepannya ini, gadis-gadis menyebalkan yang mengandalkan kekayaan orangtuanya untuk menindas yang lemah.

"Kenapa kau diam saja? Aku benar, bukan?" lanjut Agnes

"Yeah, kau benar. Aku memang sedang dihukum. Lalu, apa masalahmu?" tanya Alana malas

"Masalahku? Tentu saja ini," Agnes mengambil ponselnya dan mulai merekam, "Guys!! Gadis pembuat onar kembali dihukum berdiri didepan kelas." Agnes dan Erika terlihat sangat puas dan hal itu membuat Alana kesal. Dia ingin membuat perhitungan, tapi mereka sudah lebih dulu kabur.

Tapi Alana tidak kehabisan akal. Dia melepas sepatunya dan melemparnya kearah Agnes dan Ericka. Tapi naas, sepatunya mendarat sempurna di kepala seorang pria yang sangat dia kenal

"AW...!!" pekik pria itu

Deg.

Alana kembali berdiri dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Tapi bukti ada di depan mata. Pria itu mengambil sepatu tersebut dan menatap Alana yang hanya menggunakan sepatu sebelah.

"Alana!!!" geram Bara

...****************...

"Dasar menyebalkan, pria brengsek, tidak punya hati. Argh... Kenapa dia tega melakukan hal ini padaku?" teriak Alana. Setelah hukuman dari Bu Siska selesai, dia kembali mendapat hukuman dari Bara. Dia di hukum membersihkan toilet wanita di seluruh sekolah itu. Gila, bukan?

Bahkan Bara tidak mau mendengar penjelasannya. Ya mana dia tahu jika tiba-tiba Bara akan keluar dari kelas sebelah. Hah.. Semenjak dia bertemu dengan Bara, entah kenapa dia selalu saja sial.

"Alana!!"

Alana menoleh, melihat Raihan yang menghampirinya. "Ada apa Rai?" tanya Alana

Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Raihan langsung merebut pel dari tangan Alana dan mulai mengepel lantai toilet.

Alana tersenyum. Lagi dan lagi Raihan membantunya. Dia senang, setidaknya ada Raihan yang mau berteman dengannya. Mereka membersihan toilet bersama-sama sambil tertawa. Dan interaksi keduanya dilihat oleh Bara yang kebetulan ingin mengecek pekerjaan Alana.

"Siapa pria itu?" batin Bara

1
Siti patma
Cerita yang indah 👍p👍👍
Leha
Bara egoissss bangett
Leha
Balas alana jgn mau di gituin
Leha
Bara jahat banget
Susanti Susanti
Luar biasa
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
Amanda cari mati 👊
Gintania nia
Luar biasa
human😎
jangan sampe sama baralah gk rela aku, laki kok plin plan
Indiarty
baca novel ini jd senyum sendiri,jd ingat 26 thn yg lalu kisahnya sama kaya aku, yg kini jadi suamiku🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Asyeekkk /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Rey Cinta itu untuk di ungkepin bukan di diemin..Mana tau doi kalo kamu mencintai dan menyukainya,Salah kamu sendiri yg suka mendam dan cinta dalam diam..
Qaisaa Nazarudin
Wah ngaku aja nih ISTERI..
Qaisaa Nazarudin
Hanya di novel2 yg ada kek gini,Kalo dunia nyata mah bodo amat,Cari aja yg lain,masih banyak cowok di luar sana .😂
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu
Yunerty Blessa: Welcome kak thor 💕
total 2 replies
Yunerty Blessa
syabas......
Yunerty Blessa
tiada yang menyangka mereka sepasang suami isteri kecuali Raihan....
Yunerty Blessa
manja nya melebihi seorang anak
Yunerty Blessa
akhirnya,Bara dan Alana buka puasa juga....
Yunerty Blessa
Bara, tidak sabaran sekali 🤭
Yunerty Blessa
sudah ada lampu hijau dari ayah dan ibunya Bara....gimana dengan Alana, apakah dia siap juga?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!