NovelToon NovelToon
Mertua, Anak Dan Menantu

Mertua, Anak Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Angst / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:101.3k
Nilai: 5
Nama Author: tompealla kriweall

"Hahaha… kamu memang tidak tahu apa-apa. Tidak heran kalau anak saya tidak senang denganmu nanti. Kamu tidak bisa memenuhi standar yang keluarga kami inginkan. Hhh!"

Nur Berliana Putri menggenggam tangannya sendiri, meremasnya karena merasa gugup. Tapi Kenzie segera menghentikan kegugupannya, dengan mengambil tangan tersebut.

Wajah Berliana mendongak ke arah suaminya, dan dia melihat bagaimana Kenzie tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali. Memberikan tanda, bahwa tidak usah menjawab atau menanggapi perkataan mamanya.

"Aku tidak pernah berharap memiliki menantu yang tidak tahu apa-apa tentang kehidupan seperti kami ini. Awas saja jika kamu membuat malu keluarga!"


***

Up hanya di Noveltoon untuk lomba menulis Novel wanita dengan tema air mata pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hinaan

"Wah, kok kamu pakai baju seperti itu sih, Berliana? Gak ada modis-modisnya sama sekali. Kamu perlu belajar lagi tentang fashion."

Tiba-tiba Juwita mengomentari penampilan Berliana, yang memakai pakaian muslim panjang dengan model sederhana tapi tampak serasi untuk warna kulit dan tubuhnya Berliana. Begitu juga dengan kerudung yang dia kenakan.

Tapi tentunya itu tidak akan pernah ada di mata Juwita, yang memang tidak menyukai Berliana sejak awal.

"Ma_maaf, Mama. Saya… saya memang tidak tahu tentang fashion. Saya lebih memilih untuk nyaman saja dalam berpakaian yang saya kenakan."

Berliana gugup. Dia tidak nyaman dan merasa tidak enak hati karena pakaian yang dia kenakan dikomentari tidak baik oleh mama mertuanya.

"Huhfff… coba ada Alice, kamu bisa belajar padanya bagaimana cara berpakaian yang menarik."

"Kamu tahu siapa Alice? lihat Alice sana ke sosmed! dulu dia adalah kekasih anakku, Kenzie. Dia selalu tampil modis dan elegan. Kamu bisa belajar dari dia."

"Entah guna-guna apa yang kamu pakai, sehingga Kenzie mau menikah denganmu!"

Juwita benar-benar merasa sangat kesal dan jengkel, karena keberadaan Berliana yang seakan-akan merusak moodnya. Padahal dia sudah berdandan sangat cantik dengan model pakaian dengan model terbaik dan stylish untuk acara makan malam keluarga. Tapi entah kenapa, setelah Berliana datang semua terasa hancur.

"Hhhfff… kamu benar-benar membuat aku muak!" Geram Juwita dengan melengos pergi.

Tapi sebelum Juwita benar-benar pergi dari hadapan Berliana, Juwita kembali menoleh kemudian berkata, "tapi kamu harus memikirkan bagaimana kamu terlihat di depan orang lain. Kalau kamu terlihat norak seperti ini, orang akan menganggap kamu tidak berkelas."

Juwita kembali menyindir, dengan memberikan penilaian kepada menantunya. Ucapan Juwita yang mempermalukan Berliana ini memang disengaja. Dia ingin membuat menantunya itu tidak betah, dan menyerah untuk menjadi istrinya Kenzie.

Berliana merasa sangat terpukul dan merasa tidak dihargai oleh mama mertuanya, tapi dia juga tidak mau terlihat cengeng. Dia menahan tangisnya dalam hati, mencoba untuk tetap bertahan. Dia tidak mau membuat pak kyai, yang sudah menjodohkannya merasa kecewa.

'Aku harus bisa membuktikan bahwa pilihan pak kyai Jalil adalah yang terbaik.' Batin Berliana menguatkan hatinya.

"Sayang, tidak usah dihiraukan apa yang dikatakan oleh mama, ya!"

Kenzie yang baru saja datang berbisik di dekat telinga istrinya, meminta untuk tidak memasukkan perkataan mamanya dalam hati.

Berliana hanya mengangguk saja, dengan menundukkan wajahnya. Dia tidak mau jika suaminya itu melihatnya bersedih.

"Ck, gak usah sok romantis juga kali!" Juwita kembali menyindir dengan suara keras.

"Hhh… Ma, udahlah. Kita sedang menunggu saudara-saudara yang lain, jangan sampai merusak suasana." Kenzie berusaha memperingatkan mamanya.

"Kenzie, apa sih istimewanya dia? Wajahnya tidak cantik, tidak bisa dandan sama seperti rata-rata wanita seperti kita-kita ini, dari kalangan atas. Pakaiannya itu, coba kamu pilihkan yang bagus dan seksi sana!"

Sepertinya Juwita mulai jengah dan frustasi, karena anaknya tidak terpengaruh dengan apa yang dia katakan dan lakukan.

"Apa kamu diguna-guna?"

Sekarang Juwita justru memiliki pikiran yang jelek, karena anaknya mau menerima Berliana sebagai seorang istri begitu saja. Padahal jika dibandingkan dengan mantan-mantan kekasih Kenzie, Berliana tidak bisa disandingkan dalam hal cantikkan dan penampilan.

Kenzie hanya menggelengkan kepalanya, berusaha untuk tetap bisa bersabar dengan mengingatkan mamanya. Dia tidak mau memarahi mamanya, karena dia juga tidak ingin menyakiti perasaan orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkannya. Dia tidak mau menjadi anak yang durhaka.

"Ck, awas saja jika keluarga besar sudah kumpul dan bikin malu!"

Berliana hanya menunduk dengan menggigit bibirnya sendiri, karena tidak mau membantah mertuanya.

'Ya Allah. Pada_Mu aku terserah diri. Berikan aku kesabaran yang lebih agar ini menjadi ladang pahala untukku.'

Berliana hanya bisa berdoa di dalam hati, supaya diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi sikap mertuanya yang selalu berkata kasar dan tidak pernah bisa baik dengannya.

Tak lama kemudian, saudara-saudara Kenzie tiba di rumah. Mereka saling menyapa, bersalaman, dan berpelukan, layaknya sebuah hubungan yang bak.

"Berliana. Bantu mbok menata makanan dan menyuguhkan minuman!"

Juwita memerintahkan Berliana supaya bekerja di dapur saja, tidak usah ikut bergabung dalam pembicaraan mereka.

"Dia menantumu, Mbak. Kenapa kamu suruh ke dapur?" Tanya salah satu anggota keluarga yang menjadi tamu.

"Biar saja. Dia sudah terbiasa dengan pekerjaan dapur, kok!" Sindir Juwita dengan senyum di sudut bibirnya.

"Emhhh, dia juga…"

"Mama…"

Dari arah pintu, seseorang masuk dan berteriak memanggil Juwita. Hal ini memotong pembicaraannya dengan saudaranya yang tadi bertanya.

"Calista?"

"Hai, cantiknya Mama!"

Juwita menyambut kedatangan anak gadisnya, yang saat ini memang sedang menempuh pendidikan di Bandung. Jadi Calista sendiri memang tidak tahu jika kakaknya sudah menikah. Baru diberi tahu dan diminta untuk pulang, agar bisa berkenalan dengan Berliana sendiri secara langsung.

Akhirnya Berliana kembali dipanggil dari dapur agar berkenalan dengan adik iparnya. "Ini kakak iparmu!"

Calista menyipitkan matanya, melihat bagaimana penampilan kakak iparnya yang jauh dari ekspektasinya.

"Ma, yang benar saja? Masa ini istrinya kakak?"

Calista bertanya tidak percaya dengan apa yang dikatakan mamanya, saat mamanya memperkenalkan wanita yang ada di depannya kali ini.

"Kenapa? Jauh dari kata sempurna? Bilang sana sama kakakmu!"

Bukannya memberikan penilaian yang baik dan memberi nasihat pada anaknya, Juwita justru mengompori anak gadisnya untuk ikut-ikutan memprovokasi Kenzie. Dia merasa telah memiliki sekutu untuk menjatuhkan Berliana.

"Maaf," ucap Berliana dengan wajah menunduk.

"Apa kakak sakit mata? Kenapa di memilih wanita seperti ini?" Calista bertanya dengan menggelengkan kepala.

"Ah, sudahlah. Mama sudah capek menasehati kakakmu. Coba kamu minta Alice pulang, siapa tahu kakakmu berubah pikiran sehingga mau menceraikannya."

Hati Berliana sakit. Sakit sekali!

Tapi dia hanya bisa diam dan menahan diri supaya tidak menangis di depan kedua wanita tersebut. Dua wanita yang seharusnya memiliki perasaan yang sama seperti dirinya, yaitu sendiri.

'Apa aku seburuk itu di mata mereka?' tanya Berliana dalam hati.

"Sudah sana kembali ke dapur!"

Juwita mendorong bahu Berliana, supaya kembali bekerja ke dapur. Dia bersama dengan Calista, akan segera menyambut saudara-saudaranya yang masih berdatangan. Sedangkan Kenzie sendiri, sedari tadi juga berbincang dengan beberapa saudara laki-laki di ruang tamu.

***

"Agrhhh…"

Juwita merasa kesal pada saat Berliana membawa sup panas, tapi kakinya tersandung dan air sup tersebut hingga mengenai tangannya.

"Dasar tidak becus! Apa sih yang bisa kamu kerjakan?!" Bentak Juwita berdiri.

Byurrr

Gelas berisi jus jeruk yang ada di depan Juwita, kini sudah beralih ke atas kepala Berliana yang memakai kerudung.

"Maaf Ma, maaf."

Kejadian yang menimpa Berliana, saat kesandung, sebenarnya bukan kesalahan Berliana atau kesengajaan. Semua itu adalah ulah Calista, yang memang sengaja menempatkan kakinya untuk menghalangi jalannya Berliana.

"Maaf, maaf! Kamu sengaja ya, mau mencelakai mama?!" Bentak Calista dengan mata melotot.

Suasana makan malam jadi kacau, karena kejadian yang tak terduga ini. Semua orang berdiri dari tempat duduknya, ada yang membantu Juwita, ada juga yang membantu Berliana. Karena sebagian besar air sup tersebut tumpah ke pakaian Berliana.

Tentu saja Berliana juga merasakan panas yang mengenai kulit tangan dan kakinya, tapi dia berusaha menyembunyikan rasa sakitnya. Karena semua itu tidak lebih sakit dibandingkan dengan perasaan hatinya saat ini. Sungguh hal yang tidak pernah disangka-sangka Berliana.

Kenzie sendiri bingung, mau membantu mamanya atau istrinya.

1
Atik Bunga
thor jodohkan berliana dg dilan saja bagaimana
Atik Bunga
kok alice bukannya adiknya kenzie itu calista ya
Atik Bunga
kenzie mengambil keputusan yg tepat mengajak berliana keluar dari rumah itu
Atik Bunga
sabar berlian suatu saat mertuamu oasti sadar aku dulu jg mengalami hal sama seperti dirimu malah lebih kejam trus mertuaku mulai sakit2an yg dicari malah menantu yg dibeci ini trus baik sama menantu yg tdk dihargai keberadaannya ini
kuta senasib berlian
Ummy Ima
lembek banget to mbak ber
Andriyani Al Ibtisam
best
Aerik_chan
Lah kematian nggak ada yang tahu...
Aerik_chan
jadi keinget kecelakaan yang di luar negeri yang mobil tesla....orangnya dah meninggal mobilnya masih jalan
Aerik_chan
good
Aerik_chan
nah loh
by your side..
Aerik_chan
Semangat kak thor...
by your side, hadir
Aerik_chan
Semangat kak...maaf baru mampir lagi

yuk saling dukung, By Your Side
Aerik_chan
Kalau berubah jadi baik nggak apa-apa kan ya...

Yuk saling dukung, *By Side You
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
mama Al
keren Thor
mama Al
lah kenapa ngga nikah sama anakmu, bu.
mama Al
Kenzie juga tidak bisa menengahi antara ibu dan istrinya
mama Al
ibu mertua perlu di geprek nih
mama Al
bagus nih ceritanya

salam dari kekasihku menantuku
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!