NovelToon NovelToon
REMEDIAL

REMEDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Fantasi / Supernatural
Popularitas:274.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nela Kurniaty Idris

Mima Ayumna Lenkara, sangat optimis dia akan diterima dalam program magister jurusan Theology, Oxford University.

Sayangnya surel yang masuk mengabarkan bahwa Kelulusan beasiswanya ditunda karena pihak penyelenggara menemukan huruf C dalam daftar nilai Mima, untuk mata pelajaran Fiqih, pelajaran yang tidak pernah dia perhitungkan sejak MA.

Di waktu yang sama, Mima juga mendapat tawaran dari surat elektronik yang tidak jelas pengirimnya, dia diajak kembali ke masa lalu, ke sekolahnya untuk meremedial nilai Fiqih agar memenuhi syarat beasiswa.

Di usia ke 26 tahun, Mima menerima tawaran kembali berseragam MA dan kembali ke Kota Pariaman setelah lima tahun meninggalkannya.

Kereta api dari kota Padang tidak juga tiba di stasiun pemberhentian Mima, sampai akhirnya seorang kondektur hitam manis menjelaskan tujuan perjalanan remedial Mima yang tidak biasa.

Apa yang Mima dapat dari remedialnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nela Kurniaty Idris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Elektronik dan Tiket Kereta Api

Mima berulang kali merefresh laman  yang menayangkan hasil scan daftar nama peserta yang lolos, berulang kali pula mengusal matanya dan kembali memeriksa satu persatu nama yang ada di daftar, fokusnya dipertajam saat tiba pada deretan huruf M, mencari nama Mima Ayumna Lenkara yang ternyata tidak menjadi salah satu dari ratusan nama.

“Kok?” gumamnya khawatir.

Bersama daftar nama itu terlampir sebuah surat pemberitahuan yang menegaskan bahwa penerimaan beasiswa atas nama dirinya ditunda beserta satu alasan yang tidak pernah dia sangka

“Ini apa sih? ditunda?” Mima merasa keheranan, yang dia tau hanya dua kemungkinan diterima atau ditolak, kenapa ada status ditunda?

Yang menjadi alasan penundaan penerimaan ini adalah nilai C diantara ratusan nilai A di daftar nilai yang terlampir pada Salinan transkip nilai ijazah SMA hingga sarjana.

“Shit! Nilai Fiqih?” umpat Mima.

Mata pelajaran yang tidak pernah dia perhitungkan sejak MA, nilai C yang dia dapat, bukan karena Mima payah tentang pengetahuan hukum dasar islam, tapi karena guru yang mengajarnya mata pelajaran itu menilai Mima tidak pernah menerapkan apa yang dia pelajari di dalam kehidupan nyata.

“Kenapa kamu engga shalat, Mima?” tanya Pak Fauzi, guru paruh baya yang mengajar mata pelajaran Fiqih pada suatu waktu saat mendapati Mima tidak ikut shalat zuhur bersama teman-temannya yang lain.

“Tadi saya laper banget, Pak, pas selesai makan shalat zuhurnya udah mau selesai!” jawab Mima asal.

Itu bukan yang pertama, Pak Fauzi juga sering mendapati Mima tidak menggunakan jilbabnya saat pulang sekolah.

“Maaf, Nak. Bapak tidak bisa kasi nilai A seperti guru lain, sebagai guru yang mengajarkan hukum ibadah dalam agama kita, Bapak bertanggungjawab kalau memberi nilai A padahal kamu tidak pernah menerapkannya. Kamu tau hukum shalat, kamu hafal hukum menutup aurat, tapi kamu jelas-jelas melanggarnya," ucap Pak Fauzi dengan bahasa minang yang sangat kental.

Ini adalah kalimat Pak Fauzi lainnya yang masih Mima ingat.

“Kamu anak yang pintar, Mima, sayang sekali kalau ilmu yang kamu kuasai tidak kamu terapkan, amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan, tapi ilmu yang tidak diamalkan apa namanya, Mima?” tutur guru paruh baya itu di lain waktu.

Mima juga masih ingat jelas ketika dia bersungut kesal pada Pak Fauzi, meski semua guru kagum dengan prestasi akademik Mima, Pak Fauzi tidak sungkan memberikan nilai C untuk kedua semester Mima saat kelas dua belas.

“Mungkin nilai Fiqih tidak terlalu penting bagi kamu, maka tidak ada yang perlu diremedial. Itu adalah kenang-kenangan dari saya. Jika suatu saat kamu melihatnya, semoga saat itu ilmu Fiqihmu sudah diterapkan.”

Kalimat terakhir Pak Fauzi setelah ujian akhir sekolah.

***

Mima adalah salah satu siswa berprestasi di Madrasah Aliyah Negeri Padusunan yang terletak di kota Pariaman provinsi Sumatera Barat.

Di tanah itu Mima kecil tinggal bersama sang Nenek, kedua orang tua Mima meninggal dunia dalam salah satu bencana alam di negeri itu. Nenek Mima adalah seorang tunarungu, hal itu yang menjadikan Mima tumbuh menjadi gadis yang tidak banyak bicara, dia tidak pintar berkata-kata, diam dan selalu mengasingkan diri.

Mima pintar dalam semua mata pelajaran, tapi sangat lemah bersosial, dia sama sekali tidak memiliki teman dekat, yang menjadi temannya sehari-hari adalah sang nenek yang mengurusnya, mengajarinya banyak hal walau tidak dengan kata-kata.

Saat Mima naik ke kelas dua belas,  Nenek meninggal dunia, kesedihan dan keterpurukan Mima bertambah. Dia tinggal seorang diri di rumah sederhana peninggalan neneknya. Semakin jadi gadis sepi lah dia, sehingga saat lulus sekolah  Mima memutuskan untuk merantau ke Jakarta.

Dengan modal nilai akademik dan pengetahuannya, Mima berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa berprestasi Universitas Indonesia, momen itu menyeretnya ke dalam hiruk pikuk kota Jakarta tahun 2014.

Menjadi salah satu mahasiswa pada program studi Ilmu Filsafat, Mima semakin menggilai hal-hal berbau filsafat ketuhanan dan eksistensialisme.

Kesehariannya merasionalkan sesuatu justru membuat kepribadiannya semakin menyukai kesendirian. Kamar kosnya yang sempit bisa menjadi sangat luas saat sedang dia gunakan untuk megkaji tugas-tugas agama dan filsafat.

Segala sesuatu dia ukur dengan logika, termasuk cara beragama. Mima dilahirkan sebagai seorang muslim, sekolah di madrasah sejak tingkat dasar, dia tau tekhnik beribadah dengan benar tapi sayangnya sampai sekarang dia belum menerapkan pengetahuan itu, dia justru tertantang dan terus haus untuk mencari tau seluk beluk ketuhanan sampai ke dasarnya.

Kehausan yang hanya akan membuatnya semakin kekeringan.

“Jadi Gue harus apa?” tanyanya frustasi.

Mima menggigit bibirnya, dia sudah merelakan separuh gaji  part timenya sebagai tenaga administrasi di kampus untuk membayar kamar hotel ini.

Lama, Mima merefresh lagi layar di hadapannya, memikirkan jalur lain untuk lolos. Sebuah pesan dari Dheo masuk.

Mim, aku yang ke sana atau kamu yang ke sini?

Mima bingung apa yang nanti akan dia katakan pada Dheo setelah kegagalannya malam ini.

“Ralat, bukan kegagalan, tapi penundaan!” ucapnya menghibur diri sendiri.

Selang beberapa detik, sebuah pemberitahuan menyusul masuk, Mima berharap email itu dari pihak penyelenggara yang mengirim revisi pengumuman.

“Kode apa ini?” tanya Mima saat melihat alamat pengirim yang bertuliskan rangkaian huruf dan angka yang tidak bisa dia baca.

“Kamu disarankan untuk kembali ke MAN Padusunan dan melakukan remedial untuk mata pelajaran Fiqih. Bersama ini kami kirimkan tiket kereta api yang akan berangkat besok sebelum matahari condong ke arah barat.” Mima membaca surat itu dengan suara keras.

Lama Mima mencerna ini surat yang tidak masuk akal itu, logika dan rasionalitasnya menolak percaya.

“Omong kosong apa ini?”

 

Mima mencari tau kode-kode  yang dia yakini berasal dari pihak yang ingin memanfaatkannya atau penipu-penipu iseng, tidak satupun fakta dia temukan, tapi tiket kereta api itu valid dan sesuai jadwal yang tertera.

“Kalaupun pulang kenapa harus naik kereta api? Kan bisa langsung naik bus aja dari bandara?”

Ada bisikan kecil di hatinya, kecil tapi mengalahkan logikanya sangat keras itu, hingga akhirnya Mima mengkonfirmasi bahwa dia akan berangkat besok, tapi sayangnya email itu tidak berhasil terkirim.

 

“Sial!” umpatnya kesal karena merasa dipermainkan.

 

Demi memuaskan logikanya tentang email tidak jelas ini, Mima mereservasi penerbangan paling pagi agar bisa mengejar kereta dari stasiun kota Padang tepat pada jam yang ditentukan.

1
matcha
duuuuh banjir ni air mata Thor.. hiks
matcha
huaaaaaaaaa.. why harus mati Thor🥺🥺🥺
matcha
duh kayaknya bukan shaka deh mi calonnya.. meleset dugaan ku
matcha
sudah kuduga dari awal/CoolGuy/
matcha
ooh ini yg katanya shaka dimasa depan akan lebih bnyak bikin mima sakit hati dan butuh maaf dari mima
matcha
karakter dheo ini agak2 yaa.. dibilang baik pinter rajin solat iya tp nakal jg iya.. tp emng manusia gtu sih gak stu warna dlm diri..
matcha
haaay Thor aku dr tahun 2026 berasa ikutan terbawa ke tahun 2013..baru nemu ni novel.. hihi
nur atika
padahal udah baca k3xnya tp ttp nangis dan gk trima bngttt saja wasalam🥺😭😭😭😭
nur atika
kembali LG setelah sekian THN Hiatus baca
Nicky
Di 2025 baru nemu ini cerita, ulasan recommend salah seorang pembaca di karya lain. Asli keren ini cerita, luar biasa pemikirannya, cerita yang berbobot, sarat nilai kehidupan dan hikmah yg bisa di ambil. Sukses selalu untuk KK author.
Hadrita Khaerunnisa
halo kak sy penggemar lama mu
Hadrita Khaerunnisa
baca dari awal lagi
nana's Apel
baru baca karya2 mu di 2025 😭
rini laelasari
keren
rini laelasari
pantesan pas remedial shaka sakit2an dan menghilang. 😭
Irma Dwi
👍👍👍👍👍👍👍
She_Rha🍁
aku dateng lg dari masa depan Mima tetep ajah mewek..
terus berkarya Kak EnKa tulisannya selau penuh makna 🥰
santitri
karya yg luarbiasa hebaaaat banyak kosa kata indah tertulis disini

aku sukaa banget karya kak enka Masya Allah
jarang banget ada karya sebagus ini

tp sungguh beda dari yg lain
dari puluhan novel yg aku baca
hanya karya ini yang sad ending
sedih siih
tapi sangat menghibur

aku punya stock segudang maaf buat kamu Lo Thor


haaaaaa

sukses pokok nyaaa

🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
santitri
meninggal kaah

sad ending

🥲
santitri
Alhamdulillah akhirnya doa nyaa terkabul

/Angry//Kiss//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!