NovelToon NovelToon
My Devil Possessive

My Devil Possessive

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:16.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: EvaNurul

XANDER FAMILY SERIES #1

[ Jangan lupa dukungannya dengan Follow, Like, Vote dan Komennya ya! dukung terus cerita ini✔ ]

[ Cerita tamat! Revisi hanya part 1-5 sisanya gak niat di revisi ]

[ Masih banyak kesalahan karna ini novel pertama! mohon kritik dan sarannya di kolom komentar jika menemukan kesalahan dalam tulisan ]


Maura Natalie

Perempuan beparas cantik itu memiliki kehidupan yang penuh lika-liku. Banyak drama yang ia lewati dengan segenap hati. Ia pun kadang mengeluh dengan takdir yang Tuhan berikan, entah apa yang direncanakannya. Hanya waktu yang dapat menjawab itu semua.

Banyak yang menatapnya remeh termasuk Ibu Tiri dan juga Adik Tirinya. Ayah kandungnya pun lebih berpihak pada sang Ibu Tiri, membuatnya semakin hari semakin terpuruk.

Tanpa diketahui semuanya, ia mencoba untuk bangkit. Bermodalan dengan bakat terpendamnya dan menutup semuanya dengan rapat-rapat.

Seketika Ayahnya menyuruhnya untuk menemui seorang pria dan pria itu menjelaskan tentang apa yang terjadi dengan sang Ayah.

Akankah ini awal takdir Maura bahagia? atau malah sebaliknya?

SELAMAT MEMBACA❤



Coppyright 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EvaNurul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-gara ojol

Kenzo mendapatkan laporan dari bodyguard nya yang ia suruh mengikuti Rara, jika wanita itu pergi lagi bersama laki-laki berbeda dari yang pertama, ia tak menyangka jika wanitanya berani bermain-main dibelakangnya. Kenzo segera menelpon seorang.

"Hans masuk keruanganku sekarang"

Ia pun memutuskan sepihak sambungan itu tanpa mendengar suara dari Hans. beberapa menit kemudian Hans masuk kedalam ruangannya dengan mengetuk terlebih dahulu.

"Ada apa tuan?" Hans merasa ada sesuatu yang penting jika tuan muda nya ini memanggilnya sebelum ia sendiri yang datang.

"Cari info tentang kedua laki-laki yang berani-beraninya menjemput wanitaku tadi"

Hans yang mendengar itu pun menatap binggung maksud tuannya ini apa? Laki-laki yang mana?

"Ck! tanya Agus bagaimana rupa kedua pria itu! cepat" titah Kenzo.

Hans hanya mengangguk patuh ketika mendengar perintah tuannya. Ia langsung keluar dari ruangan tersebut dan menelpon Agus untuk menanyakan laki-laki yang dimaksud tuannya itu.

Setelah dikirimkan foto dan ciri-ciri dari kedua pria yang mengantarkan nona mudanya ini, Hans pun langsung tau jika mereka hanya melaksanakan tugasnya. ia pun masuk kembali memberikan info tentang pria yang mengantarkan istri dari tuan mudanya.

"Cepat sekali, Kau sudah tau? jelaskan!"

Hans hanya menatap Kenzo dengan tersenyum bukannya tuan mudanya ini yang menyuruhnya cepat tapi kenapa pas dia cepat malah ditanya?.

"Kedua laki-laki itu hanya menjalankan tugasnya tuan" ucap santai Hans.

Kenzo langsung menatap tajam Hans "aku tidak menyuruh kedua pria itu menjemput wanitaku! aku juga tidak memerintahkannya untuk membawa Rara pergi dari mesion!"

Apa Agus tidak memberi tahu tuan muda?

"Maksud saya mereka hanya bekerja dan mengantarkan seseorang dan setelah itu mereka dibayar tuan"

"Mereka bekerja dimana? kurang ajar! jadi mereka dibayar untuk membawa wanitaku pergi!?"

Hans hanya menatap jenggah tuan mudanya, apa tuan mudanya ini tidak tau maksudnya atau Hans yang memang kurang detail menjelaskannya.

"Eh bukan hanya nona muda tuan tapi banyak orang juga yang mereka antarkan"

"Jadi mereka banyak membawa orang pergi gitu? cepat cari siapa yang menyuruhnya, aku akan menghukum mereka yang berani membawa wanitaku!"

Mengapa tuan muda tidak mengerti-mengerti?

"Mereka hanya bekerja tuan tidak lebih"

"Kau ini membela mereka?! atau kau yang menyuruh wanitaku pergi gitu dan kau membayarnya?!"

"B..ukan tuan bukan begitu"

"Lalu apa! Kau ini jelaskan dengan benar!"

Hans menghela nafas gusar, sepertinya ia harus menyari kata-kata agar tuan mudanya ini paham.

"Jadi nona memesan seperti ojek begitu di online, mereka yang memesan tinggal menulis tempat dan arah tujuannya setelah mereka diantar penumpang itu harus membayar kepada ojek itu sebagai upah antar jemput begitu tu..an" Akhirnya setelah memikir ia mendapatkan kata-kata yang pas untuk menjelaskan kepada tuan mudanya ini.

"Aku ingin melihat fotonya mana tunjukan!"

Hans memperlihatkan foto yang Agus kirimkan padanya tadi, ia melihat perubahan ekspresi dari tuan mudanya. entah apa yang tuan mudanya pikirkan, ia hanya berharap semoga Kenzo mengerti dengan penjelasannya tadi.

"Kau liat! mereka mesra sekali!"

Bodyguardnya mengambil foto dari arah yang lumayan jauh dari tempat ojol dan Rara, Sehingga terlihat dari belakang Rara duduk berdekatan dengan ojol tersebut.

"Tuan memang seperti ini jika menaiki ojek karna motor yang tak terlalu luas jadi ya penumpangnya duduk tepat dibelakangnya"

Apa Tuan cemburu?

"Ck! apa mereka tidak bisa mengunakan mobil saja biar tidak berdekatan seperti itu"

"Namanya juga ngojek tuan, ya motor mereka dijadikan sumber rezeki untuk makan sehari-hari"

"Yasudah sana pergi, aku ingin sendiri"

Hans yang mendengar usiran keras dari tuan mudanya ini pun mengundurkan diri dari ruangan tersebut.

Apa semua ojek pakai motor begitu? enak sekali bisa berdekatan dengan wanitaku!

Rara menatap langit, tak terasa dia sudah lama bermain dengan anak panti dilihat langit sudah mulai sore, Ia pun bergegas pamit karna takut jika tuan mudanya yang terlebih dahulu datang kerumah.

"Mbak aku pamit ya, udah mau sore" ucap Rara ketika melihat Siti sedang menyapu halaman rumah.

"Eh iya Ra, sok hati-hati makasih ya udah ngajakin mereka semua main, jangan lupa dateng kesini lagi ya" jawab Siti dengan tersenyum ketika mendapati Rara yang ingin pamitan.

"Insyaallah ya Mbak, kalo begitu permisi, Assalamualaikum" Rara menyalami Mbak nya itu dan pergi berjalan menuju kearah depan untuk menunggu ojek pesanan nya sampai.

"Walaikum salam" Siti melanjutkan kegiatannya itu.

Rara berhenti ketika sampai didepan dan menunggu ojek pesananya. setelah sampai ia pun segera naik, motor itu pun melaju mengantarkan Rara kearah tujuannya.

Mobil hitam yang terparkir tak jauh dari panti itu juga melanju mengikuti motor yang baru saja pergi membawa Rara.

"Hans!"

Hans yang berada diluar ruangan Kenzo pun segera masuk kedalam ruangan kerja Kenzo ketika mendengar tuan mudanya itu memanggil.

"Iya tuan"

"Kau liat ini, Wanitaku dijemput lagi oleh laki-laki berbeda! Cepat cari ketiga laki-laki itu dan bawa kehadapan ku!"

Agus sialan! apa bodyguard itu tak menjelaskan kepada tuan muda!

Ternyata penjelasan Hans masih tidak dimengerti Kenzo, Padahal ia sudah menyari kata-kata agar tuan mudanya ini paham, namun sepertinya? Kenzo masih belum mengerti.

"Tuan mereka hanya mengantarkan nona saja setelah itu mereka pergi mencari penumpang lainnya"

"kau membantah ku!"

Aku hanya menyelamatkan mu dari tingkah cerdas mu ini tuan

"Mereka tidak memiliki hubungan apa-apa selain mengantarkan lalu dibayar dan setelah itu selesai tuan"

"Cih! tapi kau liat ini berdekatan sekali, bagaimana jika Laki-laki itu memanfaatkan keadaan seperti mengerem mendadak atau menyuruh wanitaku ini berpegangan kepadanya"

"Tuan, tukang ojek itu tidak mungkin seperti itu karna ada beberapa peraturan juga yang harus ditaati setiap ojek online, kalo memang ada pasti penumpang itu akan mengirim kan pesan kepada pihak aplikasinya agar bisa menegur ojek tersebut"

"Aku tidak ingin ada yang menyentuh wanitaku Hans!"

"Mereka tidak bersentuhan tuan, memang seperti ini jika menaiki motor"

Hans berusaha menjawab sopan setiap pertanyaan dari tuan mudanya, sebenarnya dari lubuk hatinya ia sudah kesal dengan pemikiran dari tuan mudanya ini.

"Huh! berikan ketiga laki-laki itu mobil agar berjauhan jika mengantar wanitaku!"

Apa?

"Tuan, setiap memesan ojek itu tidak semuanya sama dengan sebelumnya, bisa berbeda-beda orang yang mengantarkan tuan"

Hans tidak habis pikir dengan tuan mudanya ini, Ia mau menghabiskan uangnya hanya untuk membelikan mereka mobil? untuk berjauhan dengan nona nya ketika memesan?.

"Sialan! berarti wanitaku banyak bersentuhan dengan banyak laki-laki itu? Wanita itu benar-benar ya!"

Hans menggelengkan wajahnya ia merapalkan doa agar tuan mudanya itu tidak macam-macam dengan nona Rara.

Rara berjalan menuju kearah rumah tuan mudanya itu, ia sengaja tidak berhenti tepat di depan rumahnya ia tak mau ada yang tau jika Rara diantarkan ojol yang merupakan Laki-laki itu takutnya ada yang memberi tahu tuan mudanya, bisa-bisa tuan mudanya itu marah.

Ketika sampai didepan gerbang ia segera menekan bell yang terdapat disamping gerbang itu, tak lama para satpam membuka lebar gerbangnya dan menyapa hormat Rara.

"Silakan masuk nona"

Rara mengangguk sembari tersenyum mendengar sapaan ramah dari para satpam yang bertugas disini.

"Apa tuan Kenzo sudah pulang?" ucap Rara kepada satpam ber-tag Purno.

"Belum nona, mungkin sebentar lagi tuan muda akan pulang, lebih baik nona cepat bergegas bersih-bersih agar ketika tuan sampai nona sudah terlihat cantik didepan tuan muda" salah satu dari satpam itu memukul mulut Purno karna yang tak bisa dijaga.

Rara yang mendengar itu menatap tubuhnya, Apa ia tidak terlihat cantik sekarang makannya satpam ini menyuruhnya mandi?

"Maaf nona maafkan teman saya, biar saya yang memberi pelajaran untuknya, sekali lagi maaf nona maaf" sahut Satpam yang memukul mulut Purno.

"Belum lebaran gausah minta maaf" jawab Rara dengan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk mesion ini. Rara saat ini malu karna pasti penampilannya buruk didepan para pekerja suaminya, sekarang ia harus bersih-bersih agar tuan mudanya tidak marah jika tau Rara baru pulang saat ini.

Satpam yang berada disana merasa jika Nona nya itu marah besar karna hanya menjawab seperti itu dan langsung berjalan tanpa mendengar perminta maafan dari purno.

"Dasar! cari masalah aja, lu mau nasib nya kayak si joko pas dia bukain gerbang buat nona karna ngira nona mudanya itu pembantu"

Purno membayangkan adegan joko dibawa paksa kedalam ruang tanah karna sudah melakukan kesalahan, apa nona mudanya itu akan bilang kepada tuan mudanya? jujur saat ini ia berdoa agar nona mudanya berbaik hati tidak menceritakan ucapannya tadi, Purno memukul bibirnya sendiri karna asal ngomong ketika nona mudanya bertanya.

Rara masuk kedalam rumah ini, ia menatap sekelilingnya.

Syukur sepertinya nyonya tidak ada

Rara berjalan menuju kearah kamarnya, ia tak ingin meladeni hinaan dari nyonya sekaligus ibu mertuanya itu, dan sepertinya Lia memang tidak ada jadi Rara santai berjalan menuju kamarnya.

"Kak maura!" Suara itu menghentikan langkah Rara, ia berbalik melihat siapa yang memanggilnya ternyata Hazel gadis itu yang memanggilnya, dia sedang berdiri mungkin baru keluar dari arah taman yang berada disamping rumah.

Namun Hazel tak sendirian Rara melihat disampingnya ada perempuan yang kira-kira umurnya lebih tua darinya sedang menatap sinis kearah Rara.

"Eh Hazel, ada apa?"

Rara tersenyum dengan pandangan kearah mereka berdua yang berada dihadapannya saat ini.

Hazel melangkahkan kakinya bersama wanita disampingnya mendekati Rara yang berdiri tak jauh dari mereka.

"Kakak ipar aku cari-cari juga dari tadi ternyata baru pulang" ucap cemburut Hazel, Rara tau jika anak ini masih polos dan ke kanak-kanakan karna terlihat dari wajahnya.

"Maaf ya Zel tadi ada urusan sebentar hehe"

Rara menatap wanita disamping adik iparnya ini, Mengapa wanita ini menatapnya begitu intens tatapannya juga terlihat seperti yang ditunjukan ibu mertuanya padanya.

Ni perempuan yang waktu itu nyenggol aku bukan sih?

Rara teringat wanita ini yang sudah memarahinya waktu berdiri dipinggir jalan padahal jelas-jelas wanita ini yang salah karna meyenggolnya tapi Rara yang disalahkan.

Hazel yang melihat tatapan kaka iparnya pun menatap kesampingnya, Hazel lupa jika ia tidak sendirian sejak tadi.

"Kenalin kak ini mbak Agness sepupu aku, mbak kenalin ini Ka maura kaka ipar aku" ucap Hazel memperkenalkan kedua orang ini

"Oh jadi ini istri dari kenzo? cih! rendahan"

▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

Kira-kira apa yang akan dilakukan agnes pada Rara ya?

Ikutin terus oke!

Suportnya jangan lupa❤

1
mety
roti kempit namanya 🤭
mety
wessss namanya juga bos...ngak ngerti sama ojol 😄🤭🤣🤣
mety
sekuel bawang merah bawang putih 🤣
christina paya wan
kenapa selalu watak utamanya selalu di buat bodoh ya
Shifa Burhan
ini novel semua kelakuan pemeran utama wanita mereka bela dan benarkan

*rara tidak peduli perasaan suaminya dia dengan enteng melawan kata2 suaminta tapi dengan lelaki lain dia begini peduli bahkan lelaki itu berbuat jahat saja dia sok pengertian dan sedih

dan parahnya novel ini malah membenarkan kelakuan rara

miris
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Susi Khayla
kenzo kta nya tak tersentuh ma wanita...gmn thorrr
Susi Khayla
iya manggil nya tuan ..jdi gmn gtu..kesannya kaku bgt..pdhal kenzo dah prnh manggil syg lho
Susi Khayla
mang kadar ketampannya sprti apa c thor..kyk oppa2 korea gtu hheeh
Ananda
🤣🤣🤣
AnysMentari
......
evita19
Thor maa mama kenziumur nya baru mau kepala empat, sedangkan kenzi umur 28, mama nyabikah umur berapa donk
halimah abdul hayes
Maura bodoh…udah tau status masih lagi istri kenzo…tidak perlu rapat dengan pria lain
Hasnah Siti
capek oiiii punya suami ganteng Plus kaya
Hasnah Siti
lanjut lg
wati
sakit hati aku Thor💔
Ayu Fani
kok gaada?
Jue
Alah apa bezanya dengan Kenzo berserta bekas kekasihnya
Ira Wati
terlalu panjang
Widia Arya
Alur cerita nya bagus dan enak dibacanya juga, gak bikin bosen malahan jd pengen trs baca krn penasaran cerita selanjutnya Sampe lupa waktu 🤭😂
kosakata nya juga baik dan alur cerita nya tidak fullgar dibagian yg untuk 17+ 🤭👍
semangat terus ya author 💪🥰 dengan cerita nya yg lain ...
Bunny🥨: aaaa makasi loh atas pujiaannya, terimakasii juga atas dukungannyaaa!😍❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!