Tiga persahabatan Laras, Clarisa dan Maria telah menikah dengan pasangan masing - masing hingga di karuniai anak - anak yang tampan dan cantik.
Alviana anak dari pasangan Alvonso dan Laras seorang sekretaris menjalin hubungan dengan bosnya bernama Arlan seorang pria CEO dan tanpa di ketahui oleh Alviana ternyata CEO tersebut ternyata seorang ketua mafia yang sangat kejam tidak segan membunuh orang yang berkhianat selain itu ternyata pria tersebut musuh bebuyutan kakaknya Alvonso. Akankah hubungan berlanjut ke jenjang pernikahan atau kandas di tengah jalan?
Ada juga Liani seorang sekretaris bekerja di kantor Harlan, seringnya bertemu merekapun saling jatuh cinta walau jarak usia terlampau jauh tapi tidak diperdulikan oleh mereka berdua.
Akankah hubungan Liani dan Harlan sampai ke jenjang pernikahan atau kandas di jalan? ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1 Tahun Kemudian
Nama anak - anak Alvonso dengan Laras :
- Alvonso Taylor sekarang berumur 11 tahun
- Alvian Taylor sekarang berumur 11 tahun
- Alviana Taylor sekarang berumur 11 tahun
- Debby Taylor sekarang berumur 1 tahun
- Denisa Taylor sekarang berumur 1 tahun
- Denis Taylor sekarang berumur 1 tahun
Nama anak - anak dokter Kennath dengan dokter Maria :
- Kelly Aliandra sekarang berumur 9 bulan
Nama anak - anak Ronald dengan Clarisa
- Rocky Alexander sekarang berumur 9 bulan
- Liani Alexander ( masih dalam kandungan berjenis kelamin perempuan berumur 6 bulan ).
xxxx
Alvonso, Alvian dan Alviana kini sudah berumur 11 tahun. Alvonso dan Alvian masuk sekolah menengah atas kelas 1 bersekolah di Indonesia ikut orangtuanya Alvonso dan Laras sedangkan Alviana sekolah menengah atas ikut omanya di Paris.
Hari pertama sekolah Alvonso dan Alvian berangkat bersama satu mobil, awalnya Alvonso dan Alvian menolak mereka ingin mengendarai sendiri tapi karena Mommynya memberi dua pilihan jika berangkat masing - masing maka akan di kawal bodyguard tapi jika berangkat bersama tidak ada bodyguard.
Alvonso dan Alvian terpaksa mengambil pilihan nomer dua berangkat bersama tanpa bodyguard.
Sampai di parkiran kampus banyak para gadis berteriak histeris melihat dua remaja tampan kembar turun dari mobil. Alvonso bersikap tersenyum ramah mirip mamanya yang murah tersenyum
sedangkan Alvian cuek mirip dan dingin mirip Daddynya.
Tidak berapa lama mobil datang seorang remaja tampan tapi sikapnya dingin, sombong dan cuek, para gadis mulai berteriak histeris lagi tapi diacuhkan oleh remaja tampan tersebut.
Alvonso dan remaja dingin itu masuk ke dalam kelas yang sama sedangkan Alvian masuk ke dalam kelas yang berbeda.
Alvonso masuk ke dalam kelas sambil mencari kursi kosong. Terdapat kursi kosong di tengah Alvonsopun berjalan dan duduk dengan santai.
" Hai kamu pindah kursi sana! aku ingin duduk di sini." usir remaja dingin itu.
Alvonso tidak menyukai keributan dan kekerasan hatinya sama seperti mommynya selama orang itu tidak memukul maka Alvonso tidak akan memukul karena itu Alvonso hanya diam tanpa membantah dan pindah ke tempat lain.
Remaja dingin itu tersenyum mengejek dan duduk dengan santai. Alvonso mencari kembali duduk kosong. Hanya kursi belakang yang kosong Alvonso pun duduk di kursi belakang paling pojok.
Para gadis ada yang mendekati Alvonso dan mengajak kenalan dengan senyum keramahan Alvonso membalas tangan para gadis sebagai tanda perkenalan.
Sedangkan Arlan sama sekali tidak memperdulikan tangan para gadis yang mengajaknya kenalan hingga membuat tangan para gadis diturunkan kembali. Dalam hati para gadis betapa sombong dan cueknya si Arlan.
Tidak berapa lama bel pun berbunyi. Ketika guru datang para remaja yang berjumlah 20 murid duduk dengan tegak sambil mengucapkan selamat pagi. Satu persatu berdiri untuk mengenalkan diri di mulai dari belakang.
Alvonso yang duduk di belakang paling pojok mengenalkan diri.
" Alvonso Taylor." ucap Alvonso tegas.
" Alan Subekti." ucap Alan
" Suherman Subekti." ucap Suherman
" Kalian saudara kembar?" tanya wali kelas
" Iya Pak, kami kembar." ucap Alan dan Suherman serempak
" Lanjutkan." ucap wali kelas.
" Erika Purejo." ucap Erika
xx singkat aja ya? karena kelamaan satu persatu sampai ke remaja yang dingin itu xx
" Arlan Ardiansyah." ucap Arlan
Setelah Arlan di sambung dengan murid yang lainnya hingga selesailah sesi perkenalan.
Karena awal pertama masuk sekolah pelajaran sekolahnya tidak begitu berat hanya tanya jawab tentang pelajaran smp. Wali kelas mengadakan kuis, di ambil 2 pemenang untuk pemenang utama mendapatkan uang Rp. 300,000 dan pemenang ke dua Rp. 200,000, uang milik pribadi dari wali kelas.
Pertanyaan demi pertanyaan diberikan oleh wali murid dan para murid berusaha menjawab. Setelah 1 jam kemudian wali murid mengumumkan pemenangnya.
" Pemenang pertama jatuh pada Alvonso Junior sedangkan pemenang ke dua jatuh pada Arlan Ardiansyah, yang namanya disebutkan harap maju ke depan" ucap wali kelas.
Alvonso dan Arlan maju ke depan dan masing - masing mendapatkan hadiah dari wali murid.
( " Sial aku paling benci kalau mendapatkan juara ke dua, hari ini kamu bisa senyum kemenangan lain kali tidak akan kubiarkan kamu menang lagi dariku." batin Arlan ).
Selesai menerima hadiah merekapun duduk di tempat semula dan tidak terasa suara bel pun berbunyi.
Para murid keluar dari ruangan kelas, teman sekelas Alvonso meminta di traktir makan di kantin karena menang, karena sifat Alvonso tidak pelit hanya mengangguk tanda menyetujui permintaan teman - teman barunya.
Arlan yang merasa tersayangi oleh Alvonso tidak mau kalah.
" Aku mau pergi ke cafe depan sekolah, kalau kalian mau ikut denganku saya bayarin gratis makan sepuasnya." ucap Arlan sombong.
Para siswa itu yang mendengar kata gratis apalagi jarang - jarang makan di cafe depan sekolah yang lumayan dikatakan mahal membuat mereka hampir semua mengikuti Arlan.
Dari 18 orang yang tadi ikut Alvonso hanya tersisa 6 orang. Alvonso tidak mempermasalahkan karena Alvonso tidak berhak melarang temannya mengikuti Arlan makan di cafe.
" Kalian berenam tidak mengikuti mereka?" tanya Alvonso"
" Tidak, orangnya sombong dan angkuh saya tidak suka dengan Arlan." ucap gadis itu.
" Sama kami juga." ucap ke lima gadis itu kompak.
Pasalnya tadi ke enam gadis itu mengajak kenalan tapi dicueki oleh Arlan jadi mereka tidak suka dengan sikapnya.
" Tapi teman - temanmu yang cewe pada ikut sama Arlan." ucap Alvonso.
" Aku tidak tahu kenapa cowo sombong kayak gitu pada suka, dasar aneh." ucap salah satu gadis itu.
" Sudahlah lupakan jangan diomongin, kalian pesan apa saja saya akan bayar." ucap Alvonso.
" Benar nih?" tanya salah satu gadis itu.
" Iya benar." ucap Alvonso
" Asyik." jawab mereka serempak
Merekapun memesan makanan setelah makanan datang merekapun makan bersama. Tidak terasa belpun berbunyi semua murid masuk ke dalam kelas masing - masing.
Di dalam kelas guru belum datang para murid pun mulai berisik.
" Kamu nyesel tahu tadi kita makan enak banget sampai kenyang." ucap temannya
" Ngga ngaruh tuh, makan di kantin juga enak kan pertama kali aku juga makan di kantin." balas gadis itu
" Iya memang pertama kali tapikan paling menunya mie rebus, mie goreng, bakso, mie ayam, soto ayam dan jajanan murahan sedangkan kalau di cafe ada bistik daging, mie ramen, sate kambing, sate ayam, gurami bakar, udang crispy dan masih banyak lagi apalagi minumnya semua juice ada sedangkan kalian berenam paling es teh manis atau air putih." ucap teman yang lainnya.
" Tidak masalah buatku yang penting bos Alvonso mentraktir kami ikhlas dan murah senyum kalau bosmu bagaimana?" tanya gadis lain yang merasa jengah dengan ucapan temannya.
Mereka yang ditraktir Arlan hanya diam tanpa bersuara karena pasalnya Arlan hanya diam dan bicaranya seperlunya saja.
FLASHBACK ON
Sampai di cafe mereka duduk masing - masing dan membuka menu makanan. Mereka asyik melihat - lihat menu sedangkan Arlan yang sering makan di cafe memesan dirinya sendiri.
" Kalian cepat pilih jangan melihat harganya saya akan bayar semuanya, saya sudah pesan makanan kalau saya sudah selesai makan kita langsung pulang tidak perduli makanan kalian habis atau tidak?" ucap Arlan tegas
" Jika aku pergi dan kalian masih makan berarti kalian sendiri yang bayar makanan kalian." ancam Arlan tegas.
" Tapi?" ucapan mereka langsung terpotong oleh Arlan.
" Tidak ada tapi - tapian, pesan sekarang atau kalian ikut teman kalian di kantin." ucap Arlan tegas
Mereka pun langsung memanggil pelayan dan memesan makanan. Selama makan tidak ada suara karena mereka harus buru - buru menghabiskan kalau tidak mereka akan bayar makanan yang lumayan mahal buat mereka.
FLASHBACK OFF