Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Danu pun keluar dari apartemen mirna, dan bergegas masuk ke mobil untuk pulang.
Tanpa danu sadari David ada di apartemen mirna yang mengamati perselingkuhan mereka.
"Dasar lelaki bajingan,kau bermain api di belakang Hana.Lihat saja aku akan memberitahu kelakuan busuk mu itu nanti !" ujar David"
Beberapa bulan setelah melahirkan,Mereka hidup bagaikan keluarga bahagia yang tidak memiliki masalah sedikitpun.Di tambah lagi dengan kehadiran putri semata wayang yang di beri nama Melisa.Begitu pula dengan Mirna yang terus menunggu janji dari Danu.Mirna masih berhubungan dengan Danu,anak hasil perselingkuhan mereka di beri nama Tasya.
Di suatu pagi,Hana mendapatkan sebuah panggilan telepon dari nomer yang tidak di kenal.Hana yang merasa bingung pun tidak menghiraukan panggilan telepon tersebut karena ia menghargai suami nya yang sedang sarapan pagi di hadapan nya..
"Siapa?kenapa tidak di angkat?"tanya Danu.
"Entahlah bukan siapa-siapa,mungkin salah sambung."jawab Hana.
Danu hanya menatap istri nya lalu melanjutkan sarapan nya.
Selang beberapa saat Danu pun pamit untuk pergi ke kantor.
Baru saja akan masuk ke dalam rumah,ponsel Hana berdering lagi.Hana menghela nafas lalu mengangkat nya.
"*Hallo.....siapa kau kenapa dari tadi menelpon ku?"tanya Hana.
"Apakah kau masih percaya pada suami mu?"tanya balik David.
"David?kau dapat nomer ku dari mana?dan omong kosong apa yang kau bicarakan itu?"bisik Hana memandangi suasana sekitar.
"Hana,sudah sering kali aku memberitahu mu bahwa suami mu berselingkuh dari mu.Sampai kapan kau akan di bodohi?"tanya David.
"David,jaga ucapan mu.Jangan ikut campur dan jangan menghubungi ku lagi!"lirih Hana mematikan sambungan telepon nya*.
David yang baru saja bangun dari tidur nya seketika langsung memanas ketika Hana tidak percaya dengan ucapan nya.Ia langsung membanting ponsel nya.
"Agrhhh......Hana sampai kapan kau tidak percaya padaku? lihat saja,sampai kapanpun aku tidak akan rela jika kau masih bersama Danu."geram David menghembuskan nafas kasar.
Malam hari nya,Hana duduk di ruang keluarga bersama Melisa yang sedang bermain.Dari tadi hanya memandangi jam yang melingkar di tangan, sambil menunggu suaminya pulang.Namun sudah hampir jam setengah delapan,suami nya tak kunjung pulang.
Ponsel nya berdering sontak membuat nya sedikit terkejut.Hana lalu mengangkat telepon nya yang ternyata adalah suami nya.
Danu mengatakan bahwa hari ini dia tidak bisa pulang karena ada beberapa urusan di luar kota.Belum sempat menjawab telepon nya,Danu langsung mengucapkan selamat malam dan ciuman lalu mengakhiri sambungan telepon.
"Kenapa Danu akhir-akhir ini jarang pulang ke rumah dengan alasan ada beberapa urusan?"batin Hana pikiran nya tertuju pada ucapan David.
"Ah tidak mungkin,Danu adalah sosok yang setia,lagi pula dia sudah punya anak mana mungkin dia seperti itu."ujar Hana berpikiran positif".
Padahal Danu sedang di dalam perjalanan menuju rumah Mirna.Dengan maksud menghabiskan waktu untuk Mirna dan anaknya Tasya tanpa adanya ikatan pernikahan.Tasya sangat suka jika Danu orang yang di panggil nya ayah datang untuk menemui nya.
"Dimana Tasya?"tanya Danu yang baru saja datang.
"Dia sudah tidur,menunggu kau lama sekali."jawab Mirna.
"Malam ini aku akan menginap disini."ujar Danu menuangkan bir ke gelas.
"Baguslah,sering-sering lah menginap disini.Tasya pasti akan senang."tutur Mirna.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah