NovelToon NovelToon
PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:201.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tie tik

Kisah cinta yang penuh dengan perjuangan untuk menuju puncak Cinta tertinggi telah dilalui oleh Gadis cantik bernama Elsara Anjani dengan teman sebangkunya Ivan Ardiansyah. Perbedaan status ekonomi dan restu orangtua telah menghalangi kisah cinta mereka.

Segala perjuangan telah di lalui oleh keduanya, Cinta yang kuat membuat mereka bertahan dari segala rintangan yang menghadang di jalan mereka.

Bagaimanakah kisah mereka menuju puncak Cinta yang di tuliskan oleh Takdir?terus ikuti kisah nya dalam Novel PUNCAK CINTA ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tie tik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbakar....

Malam yang indah dengan sinar bulan purnama yang indah tengah menghiasi langit gelap yang ada desa Ivan. Seperti biasa, saat ini Ivan sedang duduk bersila di teras rumahnya sambil menikmati dingin nya malam yang semakin larut.

Pak Hamid keluar dari rumah dengan membawa kopi hitam di tangannya. Beliau duduk di samping Ivan karena di dalam rumah terasa sangat sepi tanpa kehadiran Bu Nurul yang sedang menginap di rumah kerabatnya.

"Ayah kenapa belum tidur? ini kan sudah malam Yah." tanya Ivan yang beralih duduk menghadap Pak Hamid.

"Ayah tidak bisa tidur Van, sama seperti kamu saat ini yang sedang memikirkan orang yang kamu cintai. Ayah juga sedang memikirkan wanita hebat yang ayah cintai ada di tempat lain." Kelakar Pak Hamid kepada Ivan karena beliau tahu saat ini putranya pasti sedang memikirkan Elsa.

"Apa sih Ayah ini!!" Ivan tersipu mendengar ucapan Ayahnya.

"Benar kan Van?? kamu pasti sedang memikirkan Elsa kan, sampai harus merenung disini sendiri?" Tanya Pak Hamid yang sedang menatap wajah Ivan dengan serius.

"Iya Yah, Ivan memutuskan untuk mengikuti kata hati Ivan." Akhirnya Ivan menjawab jujur pertanyaan Ayah nya.

Pak hamid tersenyum mendengar ucapan putranya. Meski beliau sebenarnya tidak setuju jika Ivan berpacaran di usianya saat ini namun Pak Hamid juga harus membiarkan Ivan menikmati masa-masa remaja yang di penuhi dengan cinta dan kasih.

"Apa kamu sudah mengungkapkan perasaan kamu kepada Elsa?" tanya Pak Hamid.

"Belum Yah, Ivan ingin meyakinkan diri dulu jika Elsa juga memiliki perasaan yang sama dengan Ivan." Jawab Ivan sambil menatap ke arah lain.

"Jangan membuat seorang gadis menunggu terlalu lama Van, nanti dia bisa berpindah ke lain hati." Tutur pak Hamid.

"Kalau memang Elsa seperti itu berarti dia tidak mencintai Ivan dengan tulus Yah." Ucap Ivan sambil menatap Pak Hamid.

"Ya sudah terserah kamu." ucap Pak Hamid.

Obrolan dua pria beda generasi ini terus berlanjut sampai larut malam. Pak Hamid memberikan wejangan dan arahan agar Ivan bisa mengendalikan dirinya untuk tidak pacaran yang berlebihan. Tepat pukul dua belas malam, Pak Hamid dan Ivan masuk ke dalam rumah untuk istirahat di kamar masing-masing.

****

Sudah genap satu minggu Ivan dan Elsa menikmati masa libur sekolahnya. Hari ini mereka sudah mulai masuk ke sekolah untuk belajar di semester dua. Setelah jalan bersama waktu itu, Ivan dan Elsa saling bertukar kabar lewat sambungan telfon maupun pesan dari ponsel nya. Setiap malam Ivan menelfon Elsa hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting atau lebih tepat nya Ivan sedang rindu mendengar suara Elsa.

Pagi ini Ivan sudah rapi dengan seragam putih abu-abu nya. Semangat yang tinggi berkobar dalam dirinya karena hari ini ia akan bertemu dengan Elsa setelah tiga hari kemarin tidak melihat wajah cantik milik Elsa.

"Duh yang habis liburan, wajah nya berseri banget ya Yah!!" Seloroh Bu Nurul ketika melihat Ivan sudah duduk di ruang tengah untuk menikmati sarapan nya.

"Iya Bund, seperti nya ada yang semangat masuk sekolah Bund!!" Imbuh Pak Hamid tanpa memandang wajah Ivan.

Sementara itu Ivan hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan kedua orangtuanya. Ia tidak ingin membalas atau menjawab ucapan orangtuanya yang sengaja sedang menggodanya.

Dengan cepat Ivan menghabiskan makanan yang ada di piringnya. Setelah membawa piring nya ke dapur, Ivan segera berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk berangkat ke sekolah.

"Ayah, Bunda... Ivan berangkat dulu..." ucap Ivan sebelum mencium punggung tangan orangtua nya dengan hormat.

"Hati-hati Van!! Belajar yang rajin ya..." Ucap Bu Nurul yang mengantar keberangkatan Ivan di teras rumah nya.

"Oke Bund." Ucap Ivan sambil mengacungkan ibu jarinya.

Ivan mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi agar ia cepat sampai di sekolah nya. Di sepanjang perjalanan Ia tersenyum sambil membayangkan wajah cantik Elsa yang terus menari-nari dalam pikirannya selama tiga hari ini.

Lima belas menit kemudian Ivan sudah sampai di parkiran yang ada di belakang perpustakaan. Ivan berjalan menyusuri tempat parkir agar segera sampai di kelasnya. Senyum manis yang memabukkan para teman wanita di sekolahnya kini terbit dari bibir Ivan. Ia berjalan dengan semangat yang tinggi.

Ivan menghentikan langkahnya ketika melihat gadis cantik yang yang beberapa hari ini mengisi hatinya turun dari jok motor seorang cowok yang juga berseragam abu-abu sama seperti dirinya. Senyum yang baru saja terbit kini meredup dan makin lama makin hilang ketika melihat laki-laki itu membantu Elsa membuka pengait helm yang sedang di kenakan nya.

Ivan juga melihat Elsa yang sedang tersenyum sambil memberikan helm yang ada di tangannya kepada cowok yang baru saja membonceng nya.

Bunga-bunga yang tadi bermekaran dalam hati Ivan kini hilang sudah karena terbakar api cemburu yang begitu besar.

Karena tidak ingin berlama-lama menatap Elsa, Kini Ivan mempercepat langkahnya untuk segera sampai ke kelasnya. Ivan melewati Elsa yang masih mengobrol dengan cowok yang ada di hadapan nya.

Jantung Elsa berpacu dengan cepat ketika melihat Ivan yang berjalan di samping nya dengan wajah yang ditekuk dan terlihat memerah karena menahan gejolak amarah yang ada dalam hatinya.

Ivan mempercepat langkahnya setelah mendengar suara Elsa yang memanggil nama nya Berkali-kali. Ia sama sekali tidak memalingkan kepalanya untuk melihat Elsa yang berlarian di belakang nya.

Suara barang yang terjatuh terdengar di indera pendengaran Ivan. Sekilas ia menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang jatuh dan itu ternyata Elsa yang bertabrakan dengan siswa lain yang membawa peralatan kebersihan untuk kelasnya.

Ivan melihat Elsa yang terduduk di lantai dengan teman yang di tabraknya tadi. Ivan sebenarnya tidak tega melihat Elsa saat ini, namun api cemburu yang terlanjur membakar hati nya saat ini membuatnya terus melangkah dan meninggalkan Elsa yang memanggil nama nya.

"VAN.... IVAN... VAN... IVAN!!!"

_

_

_

Hay kak Vote yang banyak Yuk, sudah ku up tiga episode nih😍😍😍

_

_

_

❤️❤️❤️❤️❤️

1
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
Titik pujiningdyah: makasih kakak
total 1 replies
MakBarudakh
Mbak Tie tik ini keren, tiap novelnya bikin ngaduk2 perasaan..
Ni novel bikin hhuufffttt termehek2 hener mak jadinya...
makasih atas karya2 luar biasanya y mbak
Titik pujiningdyah: makasih kakak udah baca karya lamaku😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
cus
kavena ayunda
mojokerto.hadir thor
Dinar Meta
setiap kali masuk ksni k crta.. langsung berccr air mata... sedih aja ivaaaan..😭😭
Titik pujiningdyah: amiin🤭semoga nanti ada ide, saya kasih extra part
total 5 replies
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
kangen sama elsa
Titik pujiningdyah: aku juga gt, tp gk tega
total 1 replies
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
waalaikumsalam kak Tie tik
Quora_youtixs🖋️
semangat
Flo🌹
tandain dulu nih ntar aku khatamin dlm semalam. 😚
Indah Nihayati
aku mampr kak
Indah Nihayati
aku mampir thor
Ratna0789
Mampir sini lagi kak 🥰🥰🤗
Ratna0789
Hai kak Titiek, aku lanjut mampir lagi di sini.... semangat ya,
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
semoga sukses dan sehat selalu
Ratna0789
aku sampai sini kak 🤗 duh Elsa ada2 saja masak hello Kitty nya gitu 😅😅🤭
Ratna0789
Elsa Elsa kamu ini datang datang langsung bikin heboh 😀😀
Ratna0789
Hay kak...🤗🤗🤗
Ratna0789
Hay kak titik...aku boom like dulu,rate bintang 5 sama 2 tangkai mawar ya..aku juga favorit kan,, bacanya nanti aku cicil.🤗🤗🥰 salam balik dari mas Devan ya kak
Dwi Alviana
ngoro deket rmh ku thor hehehe
Dwi Alviana
mojokerto.emang panas ehheeh :-P
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!