'Vina mau di unboxing ya?'
Menikah diusia muda membuat Ziko harus menghadapi tingkah manja istrinya serta kepolosan Devina yang membuatnya gemas sendiri.
Meskipun banyak yang meragukan, tapi keduanya tetap melangkah dan akan Ziko buktikan bahwa mereka bahagia.
Ziko akan membuktikan bahwa Devina, istri manjanya akan bahagia bersamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Si Manja Devina
"Kak Araaaa"
Devina berlari kecil menghampiri Sahara begitu dia juga Ziko sampai di rumah Kakaknya sekitar pukul sepuluh dan Devina langsung memeluknya dengan sangat erat membuat Sahara tertawa sambil membalas pelukannya. Di belakang ada Ziko yang tengah tersenyum pada Kakak iparnya lalu dengan sopan dia menghampiri Arjuna dan mencium punggung tangannya.
Bersamaan dengan itu seorang anak kecil berjalan tertatih sambil memanggil-manggil Papa membuat Arjuna menoleh dan langsung menggendongnya. Senyuman manis Devina terbentuk begitu melihat Airlangga dia langsung melepaskan pelukan Sahara dan berjalan mendekat pada Airlangga.
Devina mencubit pipinya dan membuat si kecil merengek pelan sambil menyandarkan kepala di bahu Papi nya.
"Ish Angga sinii sama Ante Vina." Kata Devina
"Ndak Papaa"
"Angga siniii." Kata Devina sambil berusaha mengambil Airlangga dari gendongan Arjuna
"Sana sayang sama Ante Vina." Kata Arjuna
Airlangga malah semakin menempel dan menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Nakan Ante nakan"
Mendengar hal itu Ziko tertawa, tapi Devina memasang wajah kesalnya dan Sahara yang menyadari mereka masih di depan pintu langsung mengajak keduanya untuk masuk ke dalam. Pergi ke ruang tamu keduanya duduk di sofa dengan Arjuna juga Airlangga kalau Sahara pergi ke dapur untuk meminta Bi Yuni membawakan makan serta minuman.
Tak lama Sahara kembali dengan membawakan beberapa makanan juga minuman untuk keduanya.
"Apa kabar Vina? Gimana sama Ziko baik kan?" Tanya Sahara
Devina menganggukkan kepalanya lalu mendekat pada Sahara dan memeluknya dari samping.
"Eh manjanya kalau sama Ziko gini juga gak?" Tanya Sahara pada suami adiknya
"Sama juga Kak." Kata Ziko sambil tertawa kecil
"Vina kangen tau." Kata Devina
"Kakak juga kangen banget sama kamu, gimana tinggal sama Ziko? Betah kan?" Tanya Sahara
"Betah kok Mama sama Papa baik banget sama Vina terus Vina juga sering bantuin Mama masak atau cuci piring di dapur." Kata Devina bangga
"Ya ampun pintar sekali." Kata Sahara sambil mencubit pipi adiknya
"Oh iya gimana soal kuliah kalian?" Tanya Arjuna pada keduanya
"Baik Kak kami sudah mulai menyusun jadwal perkuliahan lagi mungkin satu atau dua minggu lagi sudah mulai masuk." Kata Ziko
"Vina tetep kuliah?" Tanya Sahara
"Heem Vina kuliah juga nanti berangkat sama pulang sama Ziko, tapi kalau Ziko lagi ada jam sama Vano atau Daddy." Kata Devina
Sahara mengangguk faham lalu dia melihat ke arah anaknya yang berjalan menghampiri Ziko membuat pria itu terkejut, tapi setelahnya tersenyum dan membawa Airlangga ke dalam pangkuannya.
"Hey Angga"
Airlangga tertawa riang dan memeluknya.
"Angga licikkk sama Ziko mau, tapi sama Vina enggak." Kata Devina kesal
"Vina sih suka gangguin Angga." Kata Sahara sambil tertawa
"Angga sinii sama Ante." Kata Devina
Airlangga menggeleng dan malah memeluk Ziko dengan sayang.
Tersenyum senang Ziko mengusap kepala Airlangga membuat anak itu jadi semakin menempel padanya.
"Ya ampun Angga kok manja gitu." Kata Arjuna ketika melihat anaknya
"Angga sini itu suaminya Ante Vina." Kata Devina sambil menoel pipinya dengan gemas
"Ndak ndakk nakann"
Airlangga malah memukul tangan Devina yang memainkan pipinya.
"Kakak lihattt." Kata Devina
Sahara dan Arjuna tertawa melihatnya sedangkan Airlangga terlihat asik dengan Ziko hingga menyandarkan kepala di dadanya.
"Kamu punya saingan sekarang Vina." Kata Arjuna disertai tawanya
Devina mengerucutkan bibirnya sebal dan memeluk Sahara lagi, dia kesal karena Airlangga susah sekali menurut padanya bahkan digendong saja tidak mau.
Entah ada dosa apa Devina padanya.
"Ziko harus biasa ya sama manjanya Vina dia ini kalau sama orang yang disayang gini manjanya minta ampun." Kata Sahara
"Dari waktu pacaran juga udah manja banget kok Kak." Kata Ziko sambil tertawa
"Ziko bilang enggak papa katanya dia malah suka." Kata Devina
Mendengar hal itu Arjuna ikut tersenyum, dia juga sama suka sekali kalau Sahara sudah bersikap manja padanya apalagi kalau sedang hamil langsung deh tambah manja.
"Vina gemesin Kak kalau udah manja gitu." Kata Ziko
"Adik Kakak memang gemesin." Kata Sahara sambil mencubit pelan pipi Devina
"Ainn ainn"
Suara itu membuat Ziko menunduk dan melihat Airlangga yang menatapnya dengan lugu sambil mengatakan sesuatu yang tidak dia mengerti.
"Auu ainn"
"Dia mau main Ziko." Kata Arjuna
"Ah main... Angga mau main?" Tanya Ziko sambil mengusap pipi Airlangga dengan sayang
Anak itu menganggukkan kepalanya.
"Ayo main sama Antee." Kata Devina
"Ndakk"
Airlangga kembali memukul lengan Devina membuat Sahara menggelengkan kepala pelan melihatnya.
Memang seperti itulah Airlangga kalau bertemu dengan Devina, tapi berbeda cerita kalau dengan Devano anak itu akan sangat ceria.
Di tempatnya Devina memperhatikan Ziko yang terlihat asik bermain dengan Airlangga apalagi anak itu juga terlihat senang.
Tiba-tiba Devina jadi berfikiran jauh.
Bagaimana ya Ziko kalau sudah memiliki anak sendiri?
Menggelengkan kepalanya dengan cepat Devima berusaha mengenyahkan fikiran itu, tidak dia belum siap dan lagi mereka masih harus kuliah.
'Enggak Vinaa nanti ya setelah lulus kuliah' Batin Devina
"Kamu kenapa Vina?" Tanya Sahara yang membuat Devina tersentak
"Hah? Enggak Kak enggak aku enggak papa." Kata Devina dengan cepat
Menatap adiknya dengan bingung Sahara dapat melihat pipi Devina yang mendadak memerah dan dia jadi menyimpulkan satu hal.
Mendekatkan wajahnya Sahara membisikkan sesuatu yang membuat Devina salah tingkah sendiri.
"Hayo kapan mau punya anaknya?"
Astaga Devina benar-benar memerah sekarang.
¤¤¤
Ada banyak hal yang bisa pasangan suami istri lakukan ketika di apartemen karena mereka hanya berdua saja dan tidak akan ada yang melihat sehingga Ziko bisa bebas. Besok mereka baru akan kembali ke rumah karena Ziko tidak mau kalau dia dan Devina terus-terusan makan masakan cepat saji selain itu orang tuanya, Nazwa khususnya terus menanyakan kabar mereka.
Padahal masih di kota yang sama, tapi Nazwa benar-benar merasa kesepian dan merindukan keduanya pantas saja Ziko tidak diizinkan punya rumah sendiri. Saat ini keduanya sudah sampai di apartemen setelah hampir seharian menghabiskan waktu di rumah Sahara dan ketika akan pulang Sahara juga membawakan banyak sekali makanan untuk mereka.
Devina atau Ziko tidak bisa memberikan penolakan karena Sahara sangat memaksa, dia bilang agar mereka tidak perlu keluar untuk cari makan malam.
"Vina kamu lihat hp aku gak?"
Pertanyaan itu membuat Devina menatap suaminya yang terlihat kebingungan mencari keberadaan ponselnya.
"Enggak tadi kan Ziko yang bawa hp nya." Kata Devina
"Kok gak ada ya Vin? Kemana ya? Tadi aku bawa kok." Kata Ziko sambil mencari ponselnya di atas ranjang
Ziko mengangkat bantal serta menarik selimut hingga membuas kasurnya berantakan.
"Ziko ih berantakan kasurnya, nanti aku telpon dulu Ziko dengerin suaranya dimana." Kata Devina
Mendengar hal itu Ziko berhenti dan membiarkan Devina menelpon ke ponsel miliknya. Tak lama terdengar deringan ponsel yang berasal dari kamar mandi.
Seakan ingat Ziko langsung pergi ke kamar mandi dan benar saja ponselnya ada disana. Tersenyum tipis Ziko langsung keluar sambil menunjukkam ponselnya pada Devina.
"Udah ketemu sayang." Kata Ziko
Menggelengkan kepalanya pelan Devina menatap Ziko yang kini berjalan menghampirinya lalu duduk disampingnya.
"Besok kita pulang." Kata Ziko
"Heem Mama udah nanyaiin terus katanya besok jadi pulang atau enggak." Kata Devina membuat Ziko tertawa kecil mendengarnya
"Padahal masih mau berduaan sama Vina." Kata Ziko manja
Kali ini Devina yang tertawa sambil mencubit pipi suaminya dengan gemas lalu beralih duduk dipangkuannya.
Mencium singkat bibir suaminya sekali lagi Devina mengatakan hal yang membuat Ziko terkejut.
"Sebelum pulang Ziko main dulu sama Vina"
Devina sudah pintar sekali rupanya.
¤¤¤
Aku updateee💞
Mampir yuk di novel pertama ku yang berjudul "KEKUATAN HATI WANITA"
Berkisah wanita yg bangkit dari penghianatan.
Mohon dukungannya, terimakasih🙏🏻🤗🌹
Semangat terus yaa untuk buat cerita2 yang tentunya gemesin dan penuh warna 😍 Love you Thor❤️