NovelToon NovelToon
Perjodohan Karena Hutang 2

Perjodohan Karena Hutang 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 5
Nama Author: Maisy Asty

Mohon diharapkan sopan dalam berkomentar.

Sebelum membaca novel ini disarankan membaca perjodohan karena hutang yang pertama dulu ya, karena ini adalah cerita lanjutan perjodohan karena hutang pertama.

Disini saya akan menceritakan tentang kehidupan anak-anak mereka, yang tentunya tidak kalah seru dengan para orang tua mereka.

Danis adalah anak dari Risa dan Denis, Danis yang terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan tapi tiba-tiba Denis mengambil semua fasilitas yang Denis berikan pada Danis.

Dan tentunya kenapa Denis mengambil semuanya, Denis punya alasan tertentu dan ingin membuat anaknya bisa menghargai apa yang dia punya bukan menghambur-hamburkannya tidak jelas.

Sampai akhirnya Danis hidup menjadi laki-laki biasa karena hukuman dari sang papa dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat membenci laki-laki kaya.

Dan pertemuan itu membuat Danis jatuh hati pada gadis itu. Tapi bagaimana cara Danis jujur pada gadis itu kalau dirinya adalah anak orang kaya? Sedangkan gadis itu sangat membenci laki-laki kaya. Ya tentunya sang gadis juga punya alasan kenapa dia bisa membenci laki-laki kaya.

Penasaran dengan cerita cinta mereka? Dan bagaimana nanti Danis akan mengatakan kejujuran pada sang gadis.

Baca yuk karya Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20.Dafa nembak Aqila.

"Apa kamu bilang?" Tanya Anin dengan nada agak terkejut.

Dafa ingin sekali tertawa. Melihat Danis sekarang memasang wajah malu-malu mau.

"Makanya jangan suka jail dan buat jantung orang mau copot, jadi kena sendirikan." Dafa tertawa dalam hatinya.

"Aku....." Danis merasa gugup.

"Ntah, kenapa mulut ini terkunci seakan tidak mau bicara." Batin Danis dalam hatinya.

"Aku apa?" Anin semakin penasaran.

"Nanti, aku mau bicara berdua denganmu saja." Jawab Danis, ia berusaha mengatur detak jantungnya agar kembali normal.

"Baiklah!" Anin menganggukan kepalanya.

Dafa rasanya sangat gemas sekali, ingin rasanya menghajar sahabatnya itu.

"Kalau disuruh mabuk-mabukan ayo. Giliran ungkapin perasaan dia gagap seketika." Batin Dafa dalam hatinya.

Mereka kembali melanjutkan perjalanannya, Dafa dan Aqila mereka juga sudah bergandengan tangan.

"Tadi kamu bilang cemburu, apa kamu cemburu dengan tukang bubur tampan itu?" Tanya Aqila, disela-sela langkah kakinya.

Dalam hati Dafa, aduh Qila kenapa kamu kembali membahasnya lagi sih? Aku belum siap untuk jujur padamu.

"Sudah jangan dengarkan Danis, dia kan memang suka ceplas-ceplos." Elak Dafa, agar Aqila tidak kembali bertanya hal itu.

"Baguslah, jadi aku masih kesempatan mendekati tukang bubur tampan itu." Aqila tersenyum begitu manis.

"Kamu tidak boleh mendekatinya." Larang Dafa tiba-tiba dengan suara agak keras, membuat Danis dan Anin memberhentikan mobilnya kakinya lalu sama-sama menoleh kebelakang melihat Dafa dan Aqila.

Aqila ternganga tidak percaya, dalam hatinya dia bilang tidak cemburu tapi dia melarang aku mendekati tukang bubur itu.

"Dafa, kalau Aqila tidak boleh mendekati tukang bubur itu. Sudahlah kamu jujur saja akan perasaanmu yang sesungguhnya pada dia." Kata Danis tiba-tiba, membuat Dafa terdiam.

"Apa aku jujur saja pada Qila, kalau selama ini aku menyukai dia?" Tanya Dafa dalam hati.

"Dafa, jujur saja sebelum semuanya terlambat diterima atau tidak itu urusan belakangan." Kata hati Dafa menjawab.

"Baiklah aku akan mengatakannya." Dafa tiba-tiba berjongkok dihadapan Aqila, membuat Aqila tidak percaya.

"Apa yang mau Dafa lakukan? Apa dia akan melakukan adegan seperti di film-film drama." Pikiran Aqila sudah traveling kemana-mana.

Anin menarik baju kemeja Danis, lalu Danis menolehnya.

"Ada apa?" Tanya Danis dengan nada lembut.

Anin hanya tersenyum, membuat Danis ingin sekali memeluknya.

"Dia begitu menggemaskan." Batin Danis dalam hatinya.

"Dafa, apa yang kamu lakukan?" Aqila menatap Dafa dengan mata meminta penjelasan.

"Aqila, aku mau jujur padamu." Kata Dafa dengan sorot mata serius.

"Jujur?" Aqila semakin bingung.

"Jujur, apa dia akan jujur akan perasaannya selama ini?" Batin Aqila dalam hati.

Semua mata sudah tertujuh pada Aqila dan Dafa, banyak pasangan muda-mudi yang terpaku pada Dafa.

"Lihat, aku yakin laki-laki tampan itu pasti akan menyatakan perasaannya untuk gadis cantik itu."

"Iya pasti, so sweet bangetkan."

"Aku juga mau punya kekasih seperti laki-laki itu, sungguh aku baper."

"Lihat, sang laki-laki sudah memegang tangan gadis itu!"

"Sungguh, dia membuatku iri."

Dafa sudah memegang tangan Aqila, ia menarik nafasnya dengan pelan lalu kembali menghembuskannya dengan pelan.

"Dafa, nyatakan sekarang ini adalah waktu yang tepat." Dafa memberikan semangat pada dirinya sendiri.

"Aqila, aku menyukai sejak lama." Kata Dafa dengan lantang, membuat semuanya kagum.

"Iya aku tahu itu." Aqila tersenyum simpul.

Dalam hati Dafa, dia tahu tapi dia selalu saja buatku cemburu. Daripada di ambil laki-laki lain, maka aku harus mendapatkanmu.

"Lalu, apa kamu juga menyukaiku?" Tanya Dafa, yang terus memegang tangan mulus Aqila.

Aqila tersenyum, ia merasa malu sekaligus senang, ia melihat disekelilingnya ternyata sudah banyak orang yang menyaksikannya.

"Kapan semua orang itu berkumpul?" Batin Aqila yang baru sadar, ternyata banyak mata yang melihat dia dan juga Dafa.

"Aqila, jawab!" Pinta Dafa dengan lirih.

"Jangan sampai kamu menolakku dihadapan banyak orang, atau aku akan sangat malu sekali." Gumam Dafa dalam hatinya.

"Aqila, kamu juga harus jujur dengan perasaanmu sendiri! Ingat jangan sampai menyesal." Kata Danis pada Aqila, Aqila menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.

"Dafa, aku juga sebenarnya sudah lama menyukaimu." Aqila tersenyum malu-malu dan Dafa langsung bangun ia memeluk Aqila dengan begitu bahagia.

"Apakah itu artinya, kamu menerima perasaanku?" Tanya Dafa disela-sela pelukannya.

"Iya aku menerimamu." Jawab Aqila dengan nada agak kencang, membuat semua orang yang ada disitu mendengarnya.

Semua yang melihat Dafa dan Aqila, tersenyum bahagia mereka bertepuk tangan.

"Wahh akhirnya mereka jadian."

"Selamat ya, mudah-mudahan bahagia."

"So sweet sekali, aku jadi pingin."

Semua bahagia menyaksikan Dafa yang baru saja, menyatakan perasaannya selama ini pada Aqila.

Akhirnya hari ini Dafa memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Aqila yang selama ini ia pendam.

Setelah menyaksikan indahnya pemandangan hari ini, semua orang bubar dengan perasaan yang ikut bahagia.

Hari ini bukannya Danis yang menyatakan perasaannya, tapi malah Dafa yang menyatakan perasaannya pada Aqila yang selama ini ia pendam.

Wajah Aqila berubah menjadi merah, ia merasakan bahagia sekaligus malu karena Dafa menyatakan perasaannya dihadapan banyak orang.

"Asik jadian." Celutuk Danis sambil senyam-senyum dengan jail.

Dafa melepaskan pelukannya dari Aqila, lalu ia berjalan mendekati Danis.

"Kamu kapan? Jangan tunggu Anin di ambil tukang bubur tampan itu." Ledek Dafa sambil cengar-cengir.

Dalam hati Danis, dari dulu saja disuruh menyatakannya perasaan pada Aqila tidak mau. Senang dia girang banget seperti habis dapat lotre.

"Tunggu waktu yang tepat, dan jika tukang bubur itu berani mendekati Anin. Aku akan menghajarnya." Jawab Danis dengan suara pelan, agar Anin tidak mendengarnya.

"Oh iya, awas saja jika kamu sampai melukai hati adikku! Aku akan mencincangmu menjadi daging cincang." Kata Danis dengan sorot mata penuh ancaman.

"Aku tidak akan menyakitinya, aku akan mencintainya dan menjaganya dengan baik." Jawab Dafa dengan begitu tegas.

Anin mendekati Aqila yang masih berdiri dengan raut wajah yang masih merah, karena merasa malu-malu.

"Selamat ya Qila." Kata Anin sambil memeluk Qila.

"Terimakasih Kak Anin." Jawab Aqila disela-sela pelukannya.

.

.

Mereka kembali melanjutkan langkah kaki mereka, hari ini Dafa mengajak mereka di sebuah restauran mewah untuk merayakan hari jadian dengan Aqila.

"Ayo ikut aku, aku akan mentlaktir kalian semua." Kata Dafa dengan penuh semangat.

Danis memberhentikan langkah kakinya, karena ponselnya berbunyi.

"Sebentar, Tante Ayumi menelponku?" Danis menggeser tombol hijau yang ada di ponselnya lalu ia menaruh ponselnya tepat di telinganya.

"Hallo tan." Sapa Danis.

"Danis, apa Dafa bersamamu? Dia tidak pulang dari semalam, dan papanya sangat bawel menanyakannya terus." Tanya Ayumi dengan begitu bawel.

"Tidak mamaku, tidak Mamanya Dafa dan Mamanya Alya, mereka semua begitu bawel." Batin Danis dalam hatinya.

"Danis, kenapa kamu tidak menjawab?" Tanya Ayumi lagi.

"Iya tan, Dafa bersamaku dia menginap dirumahku." Jawab Danis.

"Baiklah nak, kalau begitu tante lega dengarnya." Kata Ayumi.

"Iya tante." Jawab Danis.

Ayumi mematikan saluran teleponnya, lalu ia menghampiri suaminya yang sudah berdiri dengan tegak dari tadi.

"Sudahlah, Dafa itu bersama Danis. Berhentilah menghawatirkannya." Ayumi menatap lembut mata suaminya.

.

.

Kembali pada Dafa dan Danis.

Dafa melajukan mobilnya menuju kesebuah restauran mewah untuk merayakan hari jadiannya dengan Aqila.

Sesampainya disebuah restauran mewah, Anin sungguh dibuat terkejut lagi oleh mereka.

"Danis, beruntung punya teman-teman anak orang kaya dan mereka sangat baik padanya. Tapi aku masih tetap kekeh dengan pesan mama, aku tidak boleh tertarik pada orang kaya." Batin Anin dalam hatinya.

"Kakak Anin, kamu kenapa?" Tanya Aqila.

BERSAMBUNG 🙏

Terimakasih para pembaca setia 😊

1
Elis Mulyawati
pertama baca bingung
Borahe 🍉🧡
namanya beda satu huruf doang dgn bapaknya 😁
Borahe 🍉🧡
Hy salam kenal smuanya sy pembaca bru dilapak ini. smoga bagus yah ceritanya
ok
Arief Juniardi
klo udah smbuh ,buang aja tu bini nya si Riska itu ,saat nya bersm anakmu anin mungkin dikit mnbus salah mu Levin,
eni chenny
karyanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Wrin Budayani
author ..aku gal terima, kenapa danis kalah calep dari rifki dan dafa ? harusnya dia yg paling cakep ...😭😭 dan koreksi ..maaf ..bukan mitting tapi meeting.
Marlida Yusuf
trims
ajang
sempit banget dunia ini ya Thor
Aprilia Herawati
ngapel tukang bubur tiap hariii😂😂😂😂😂😂
Reva Novianti Pasaribu
Thor emang suara anak bayi yg baru lahir suaranya eya.....eya......
bukannya suara bayi oek.....oek...oek
Reva Novianti Pasaribu
salut banget sama Selly dia rela di madu
Reva Novianti Pasaribu
makanya kalo jadi wanita jangan murahan
dasar fani
Reva Novianti Pasaribu
hahahhah ternyata tiga detik masih berlaku😂😂
Reva Novianti Pasaribu
tapi sayang nya Danis sama Anin sebentar lagi akan menikah 😂😂
kasian si rifki
Dewa Putu Subagia
di sini Danis sangat salah !!! knp meladeni ngobrol ? buka peluang utk Fani mendekat, kalau emang merasa sdh menikah seharusnya Danis menjaga jarak dan tidak membuka peluang Fani mendekatinya.😡😡😡
Dewa Putu Subagia
Anin pasti mil hamil
Asim Bae
thor gimana si ini kn judulna hutang
Maisy Asty: Baca Perjodohan Karena Hutang 1 dulu kak, nanti akan paham kak 🙏
total 1 replies
Sri Sudarmini
yang denis ini anaknya risa apa suaminya risa sih....
kok sama denisnya namanya...
Andika Alvi alvi
Tarek sis mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!