Sebuah Kerajaan di Dunia Fantasia melakukan pemanggilan 10 Pahlawan dari dunia lain untuk membantu Kerajaan itu menghadapi serangan Raja Iblis.
Upacara pemanggilan Pahlawan berjalan dengan lancar. Tapi karena energi yang berlebih saat upacara pemanggilan, tanpa sengaja ada seseorang dari dunia lain yang ikut terseret pergi ke dunia Fantasia.
Rein Alexander, seorang murid SMA yang tengah menikmati sensasi penggelontoran kotoran dari dalam perutnya, tiba-tiba dia tersedot masuk sebuah lubang sihir, dan sialnya dia terlempar tepat di tengah-tengah sebuah sungai.
“Bang**t, apa sebenarnya yang terjadi?.”
****
[Mau tahu kelanjutannya? silahkan di baca....]
[Update setiap hari, kecuali hari Minggu. Satu hari minimal satu BAB, tapi bisa dua atau sekaligus tiga BAB, tergantung kesibukan]
[Jangan lupa dukung Author dengan memberikan :]
[✓Like]
[✓Komen]
[✓Rate [5]]
[Vote [Seikhlasnya]]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMUNCULAN RAS IBLIS
Sebeluk membaca, jangan lupa selalu dukung Author dengan cara :]
[✓ Like]
[✓ Komen]
[✓ Rate [5] dan....]
[✓ Vote [seikhlasnya]]
[Silahkan sampaikan kritik jika ada yang kurang baik dari cerita ini 😊😊🙏🙏....]
[Selamat membaca....]
*****
“Sebuah cincin!.” ucap Rein yang baru membuka benda terbungkus kain pemberian orang misterius yang baru menemuinya.
“Lumayan indah, tapi siapa sebenarnya orang yang memberikan cincin ini padaku?.” ucap Rein sambil melihat kearah cincin yang ada di tangannya.
[Tuan, cincin di tangan Tuan fungsinya mirip dengan inventori, yaitu berguna untuk menyimpan barang, dan lagi aku merasa ada banyak barang berharga di dalam cincin itu]
“Fifi, apa kamu bisa menganalisa lebih jauh cincin ini?.”
[Tentu, tunggu sebentar....]
Fifi sesaat terdiam sebelum akhirnya kembali berucap.
[Cincin di tangan Tuan bernama cincin Semesta, sebuah cincin yang seharusnya tidak ada di dunia ini. Cincin Semesta dapat di gunakan untuk menyimpan berbagai barang atau benda tak bernyawa]
[Cincin Semesta sepertinya sudah memiliki ikatan dengan Tuan, artinya hanya Tuan yang bisa menggunakan cincin itu]
“Kata mu cincin ini tak seharusnya ada di dunia yang saat ini aku tempati, tapi kenapa cincin ini bisa ada di dunia ini?.”
[Aku tidak memiliki data soal asal cincin itu. Kemungkinan Dewa Agung lah yang menutupi informasi penting soal cincin Semesta yang saat ini ada di tangan Tuan]
Mendengar jawaban Fifi, Rein semakin penasaran dengan cincin yang kini ada di tangannya, namun dia masih punya urusan yang lebih penting daripada mengurusi cincin yang ada di tangannya.
Melihat hari yang mulai gelap, tentu Rein memiliki sebuah urusan penting yang harus segera dia selesaikan. Urusan penting Rein tak lain adalah menjemput Ellie dan mencari penginapan untuk mereka bermalam.
*****
Istana Kekaisaran Nazelda.
Puluhan ribu pasukan yang mengawal Pahlawan Kekaisaran Nazelda baru saja kembali ke Istana Kekaisaran.
Empat orang Pahlawan yang baru sebulan di panggil oleh Kekaisaran Nazelda, juga berada di antara puluhan ribu pasukan yang kini menatap sendu ke arah Istana Kekaisaran Nazelda yang sudah rata dengan tanah.
Selain mengawal para pahlawan, puluhan ribu pasukan juga mengawal seorang Putri, yang tak lain adalah Putri ketiga Lord Dominic.
“Paman, apa sebenarnya yang terjadi, kenapa Istana bisa hancur?.” tanya Tiyo, satu dari empat Pahlawan yang terpanggil dari dunia lain.
Sosok yang di panggil paman adalah satu-satunya Jenderal yang memimpin pasukan pengawal.
“Tuan Tiyo, aku sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.”
“Bahkan Yang Mulia Kaisar harus meninggal dengan keadaan begitu keji.” gumam Tiyo.
Puluhan ribu prajurit yang bergabung dalam pasukan pengawalan mulai mengumpulkan seluruh jasad prajurit yang berserakan dimana-mana.
Jasar Lord Dominic beserta keluarganya juga telah di kumpulkan di tempat khusus, yang berbeda dengan tempat di kumpulkan nya jenasah para prajurit.
“Apa mungkin pihak Kekaisaran telah menyinggung orang yang salah?.” tanya Tiyo sekali lagi.
“Di Southern Continent, tak ada kekuatan besar yang berani berurusan dengan pihak Kekaisaran, kecuali Kekaisaran Ras Iblis. Tapi mereka tak akan sembarangan menyerang Kekaisaran, karens kekuatan kedua Kekaisaran cukup berimbang.”
“Bangaimana dengan Kerajaan Bradford, bukannya akhir-akhir ini Kerajaan itu tak ingin tunduk dengan pihak Kekaisaran?.”
“Kekuatan Kerajaan Bradford akhir-akhir ini memang menjadi pembicara, apa lagi setelah mereka berhasil menguasai Kerajaan Herford. Tapi menurutku, mereka belum mampu melakukan hal sekeji ini pada pihak Kekaisaran.”
“Apanya yang tidak mampu, apapun jika dilakukan dengan dasar kecurangan, pastinya mereka mampu melakukan apapun, termasuk bertindak sekeji ini pada Kekaisaran Nazelda.” ucap James, seorang Pahlawan sama halnya dengan Tiyo.
“Saudaraku, kamu benar, pasti Kerajaan kecil itu berbuat curang, atau mungkin saja mereka bekerjasama dengan Iblis.” imbuh Tiyo.
Gorgeous, sosok yang sedari tadi di panggil Paman, sepertinya dia mulai terpengaruh oleh ucapan dua pemuda di sampingnya.
“Peningkatan kekuatan Kerajaan Bradford memang sangat tidak wajar. Dengan satu fakta itu saja, aku yakin jika mereka ada hubungan dengan Ras Iblis. Bagaimanapun juga selama ini hanya Ras Iblis lah yang bisa mengembangkan kekuatan dengan begitu cepat.” ungkap Gorgeous.
“Dasar orang-orang hina, beraninya bekerjasama dengan Iblis.” ucap Tiyo dengan begitu emosional.
“Tenanglah saudaraku, kita pasti akan menghancurkan Kerajaan Bradford. Tapi sekarang lebih baik kita temani Sang Putri, lihatlah dia begitu sedih melihat seluruh keluarganya di bantai dengan begitu keji.” ungkap James.
*****
Penginapan Kota Belfort.
Rein yang tak bisa tidur, dia memilih keluar dari penginapan yang dia sewa dan bergerak dengan cepat menuju hutan yang ada di utara Kota Belfort.
Ellie tak mengikuti Rein, karena saat ini dia sedang membantu tugas Sally.
Perjalanan Rein menuju hutan yang ada di utara Kota Belfort berjalan sangat lancar dan cepat, meskipun Rein tak menggunakan Skill teleportasi nya.
Sampai di kedalaman hutan, Rein sedikit merasa aneh dengan keadaan hutan.
Semskin dalam Rein masuk kedalam hutan, dia semskin bisa merasakan aura aneh yang muncul di hutan.
Aura yang Rein rasakan bukan berasal dari para Binatang Buas atau pun para Monster.
“Sebuah aura yang penuh dengan nafsu membunuh.” gumam Rein sambil terus bergerak mencari sumber aura yang dia rasakan.
“Fifi, apa kamu tau aura makhluk apa yang saat ini aku rasakan?.” tanya Rein pada Fifi.
[Ini aura Ras Iblis, dan mereka berada lurus di depan Tuan. Pergi kearah depan sejauh satu kilometer, maka Tuan akan menemukan mereka]
“Jadi mereka memutuskan untuk muncul. Aku sungguh tak sabar untuk melihat mereka.”
Rein pun menambah kecepatannya, tak lupa dia menghilang hawa keberadaannya supaya keberadaan tak di ketahui oleh siapapun.
Sampai di tempat yang dia tuju, Rein dapat melihat 10 makhluk berwujud layaknya seorang manusia, mereka sedang melakukan perburuan.
Makhluk-makhluk itu adalah Ras Iblis, dan yang membedakan mereka dengan manusia adalah warna kulit dan warna mata mereka.
Ras Iblis memiliki warna kulit putih pucat serta bola mata berwarna hitam legam. Khusus untuk Iblis kasta tinggi atau Bangsawan, biasanya mereka memiliki bola mata berwarna merah terang.
“Mereka melakukan perburuan di malam hari saat monster-monster itu memiliki kekuatan dua kali lipat dari pada saat siang hari, dan lagi mereka juga mengumpulkan inti monster.”
“Sepertinya mereka lebih dulu menemukan metode yang baru aku perkenalkan ke Kerajaan Bradford.” ucap Rein yang bersembunyi di atas rimbunya daun pepohonan.
Rein terus mengikuti perburuan 10 makhluk yang berasal dari Ras Iblis.
Dari cara bertarung Ras Iblis, Rein menyimpulkan jika mereka telah terlatih, bahkan Rein sangat mengagumi kerjasama antara mereka.
“Sekawanan semut bisa membunuh seekor gajah jika mereka bekerja sama. Begitu juga dengan mereka, dengan kerjasama yang begitu rapi, mereka berhasil mengalahkan monster-monster yang kekuatannya jauh di atas mereka.” gumam Rein penuh kekaguman.
Puas mengikuti pergerakan Ras Iblis, Rein memutuskan kembali ke Kota Belfort.
Sebenarnya bisa saja Rein membunuh semua Iblis yang dia lihat. Tapi tujuan Rein bukan lah membunuh Iblis rendahan, melainkan dia hanya akan membunuh pemimpinnya.
Bukan sok naif, tapi Rein memang belum menemukan alasan yang tepat untuk memusnahkan seluruh Ras Iblis sampai ke akar-akarnya.
*****
[Bersambung....]
dengan jentikan jari musuh mokat, dengan lambayan tangan auto rata.