NovelToon NovelToon
AJIAN RAJAH

AJIAN RAJAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kutukan / Misteri
Popularitas:722
Nilai: 5
Nama Author: Alvian Adi Pratamaa

Bau kemenyan menyengat hidung Raka jam 12 malam pas. Bukan dari kamar bapak nya yang udah kosong 40 hari. Dari punggung nya sendiri. Pekat, anyir, kayak kemenyan di campur darah basi.

"Arghh!" Raka jatuh dari kasur, sprei putih nya ketarik. Punggung nya serasa di sayat silet panas dari tulang ekor sampe tengkuk. Keringet dingin langsung mengucur segede jagung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvian Adi Pratamaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Istana Majapahit Bawah Tanah

"Selamat datang di kuburan kerajaan mu sendiri, Raka." Suara Kala Rahu ber gema di kepala Raka. Kali ini suara nya pelan, hampir ber bisik.

"Tempat ini... adalah Istana Bawah Tanah. Tempat raja raja Majapahit dikubur ber sama 9 pusaka."

Raka tidak menjawab.

Dia ber jalan terus. Setiap langkah nya ber gema 10 kali lipat.

1000 arwah pengkhianat Majapahit mengikuti di belakang nya.

Tapi mereka tidak berani mendekat ke gerbang. Seolah ada sesuatu di dalam yang membuat mereka takut.

"Kenapa mereka ber henti?" Raka bertanya dalam hati.

"Karena di dalam sana ada Raja Sejati." Kala Rahu menjawab. "Dan kau belum layak disebut raja, bocah."

Koridor itu berujung pada sebuah pintu besar.

Pintu itu ter buat dari emas hitam, setinggi 5 meter. Di tengah nya terukir gambar se ekor macan hitam dengan 9 ekor.

"Gerbang Kala Rahu." Kala Rahu berbisik.

"Buka itu, dan kau akan bertemu dengan 6 pusaka yang tersisa. Tapi... kau juga akan bertemu dengan nya."

"Dengan siapa?" Tanya Raka.

"Dengan diri ku yang asli." Jawab Kala Rahu.

Sebelum Raka sempat berta nya, pintu itu ter buka sendiri.

CREEEEAAAKKK!!!

Hawa panas menyembur keluar. Ber beda dengan hawa dingin di luar. Ini panas seperti bara api neraka.

Di dalam ruangan itu, ada sebuah singgasana.

Singgasana itu terbuat dari tengkorak 1000 prajurit Majapahit. Dan di atas singgasana itu duduk sesosok makhluk. Tinggi 3 meter. Tubuh nya setengah manusia, setengah macan hitam.

Mata nya menyala merah seperti bara. Dan di tangan nya... ada 6 keris yang mengambang.

"AKHIRNYA..." Makhluk itu ber bicara. Suara nya bukan suara manusia. "PEWARIS DARAH SANGKALA DATANG JUGA."

Raka menegang. "Kau... Kala Rahu?"

"AKU ADALAH KALA RAHU ASLI." Ucap Kala Rahu yang asli.

Makhluk itu berdiri.

"Yang selama ini bersama mu... hanya pecahan jiwa ku. Bayangan." Ucap Kala Rahu kembali.

"Lalu kenapa kau bantu gue?" Tanya Raka kepada Kala Rahu.

Raka mengepal kan tangan. Keris Kala Naga dan Kala Emas di angkat.

"KARENA AKU BUTUH TUBUH MU, RAKA." Kala Rahu asli menyeringai.

"Tubuh mu adalah wadah sempurna untuk jiwa ku. Dengan 9 pusaka dan darah Sangkala, aku bisa bangkit sepenuh nya."

"Jadi dari awal... lu cuma mau ngambil alih gue?" Raka ter tawa serak. "Gua kira lu temen."

"TEMAN? HAHA!" Kala Rahu asli melangkah maju. "AKU ADALAH DEWA KEGELAPAN! AKU TIDAK PUNYA TEMAN! AKU HANYA PUNYA HAMBA!"

6 keris di tangan nya melayang ke udara. Setiap keris memancar kan warna berbeda: merah, biru, hijau, kuning, ungu, putih.

"LIHAT INI, RAKA!"

"INI KERIS KYAI KALA AGNI, BAYU, TIRTA, BHUMI, AKASA, DAN CAHYA!"

"DENGAN INI, AKU BISA MENGHANCUR KAN DUNIA!"

Raka tidak mundur. "Kalau gitu... datang sini!"

BUAAAKKK!!!

Pertarungan dimulai.

Kala Rahu asli mengayun kan 6 keris sekaligus.

Serangan elemen api, air, angin, tanah, udara, dan cahaya menghantam Raka dari segala arah.

Raka menghindar dengan kecepatan gila.

Tapi tetap saja, satu tebasan keris api menyambar lengan nya.

SSSZZZTT!!!

Kulit Raka ter bakar. Darah hitam mendidih.

"ARGHHH!!!"

"LEM AH!"

Kala Rahu asli menendang dada Raka.

"DENGAN KEKUATAN SEPERTI ITU, KAU MAU MELAWAN KU?"

Raka ter pental dan menghantam dinding. Tulang punggung nya retak.Tapi dia bangkit lagi.

"Gue... belum selesai!"

Raka mengangkat kedua keris nya.

"RAJAH KALA! GABUNG!"

1000 arwah di luar gerbang tiba tiba menjerit.

Mereka semua masuk ke dalam tubuh Raka.

Tubuh Raka membesar. Otot nya menegang.

Di punggung nya, bayangan Macan Hitam dengan 9 ekor muncul.

"INI... KALA RAJA SEJATI!"

Kala Rahu asli mundur setengah langkah.

"TIDAK MUNGKIN! KAU BELUM SIAP!" Kata Kala Rahu.

"GUE GAK BUTUH SIAP!" Raka berteriak. "GUE CUMA BUTUH LU MATI!"

Raka menyerang. Kecepatan nya kali ini melebihi mata manusia.

Dalam 1 detik dia sudah menebas 3 keris di tangan Kala Rahu asli.

SRRRAAAKKK!!! SRRRAAAKKK!!! SRRRAAAKKK!!!

Keris Agni, Tirta, dan Bhumi jatuh ke tanah.

"TIDAK!" Kala Rahu asli berteriak.

"KAU TIDAK BISA MENGAMBILNYA!"

"TERLAMBAT!"

Raka mencengkeram 3 keris itu dengan tangan kiri nya.

"SEKARANG GUE PUNYA 6 PUSAKA!"

Kala Rahu asli menjadi liar. Dia berubah sepenuh nya menjadi Macan Hitam raksasa.

Ukuran tubuh nya 10 meter. Cakar nya bisa merobek batu seperti kertas.

ROAAARRR!!!

"MATI KAU, RAKA!" Ucap Kala Rahu kepada Raka.

Macan itu menerkam.

Raka tidak menghindar. Dia menancap kan Keris Kala Naga, Kala Emas, Agni, Tirta, dan Bhumi ke tanah.

"RAJAH KALA... SEGEL!"

Rantai hitam keluar dari 5 keris sekaligus.

Mereka melilit tubuh Macan Hitam itu dan menarik nya ke tanah.

"TIDAK! LEPASKAN AKU!" Kala Rahu asli berontak.

"DIAM!"

Raka mengangkat Keris Kala Bayu dan Kala Akasa.

"INI AKHIRnNYA, ROH IBLIS!"

JLEBBB!!! JLEBBB!!!

Dua keris menembus jantung Macan Hitam.

ROAAARRR!!!

Jeritan terakhir Kala Rahu asli mengguncang seluruh Istana Bawah Tanah. Tubuh nya meledak menjadi cahaya hitam.

Dari dalam cahaya itu, jatuh 3 keris terakhir.

Keris Kyai Kala Akasa. Keris Kyai Kala Cahya.

Keris Kyai Kala Bayu.

"9 PUSAKA... LENGKAP."

Raka jatuh berlutut. Tubuh nya gemetar. Darah hitam mengucur dari seluruh pori pori nya.

"SELESAI..." Raka berbisik. "Gue menang..."

Tapi sebelum dia bisa ter senyum, suara gendang itu berhenti.

Hening total.

Lalu, dari dalam kegelapan, terdengar suara baru. Suara perempuan.

"SELAMAT, KALA RAJA."

Raka menoleh. Di depan singgasana, muncul sesosok wanita. Rambut nya panjang sampai ke lantai. Mata nya ter tutup kain hitam. Dan di tangan nya... ada mahkota emas.

"SIAPA LU?" Raka ber tanya dengan nada waspada.

Wanita itu tersenyum.

"AKU ADALAH RATU MAJAPAHIT TERAKHIR."

"NAMA AKU... DEWI KALA SUNDARI."

"AKU SUDAH MENUNGGU MU 200 TAHUN, RAKA."

"UNTUK MENYERAHA KAN INI PADA MU."

Mahkota emas itu melayang ke arah Raka.

"MAHKOTA KALA RAJA."

Mahkota emas itu melayang pelan di udara, berputar dengan cahaya redup yang memantul di dinding batu Istana Bawah Tanah. Cahaya itu tidak hangat. Justru membuat udara di sekitarnya terasa lebih dingin, lebih berat, seperti ada ribuan mata yang menatap dari kegelapan.

Di bawah mahkota itu, Dewi Kala Sundari berdiri tegak. Tubuhnya tidak bergerak sedikit pun, tapi kain hitam yang menutup matanya berkibar pelan tanpa angin. Suaranya keluar pelan, tapi bergema di seluruh ruangan, masuk langsung ke kepala Raka.

"Ambil, Kala Raja."

"Dengan mahkota ini, kau akan menjadi penguasa penuh 9 pusaka. Tidak ada yang bisa melawamu lagi. Tidak ada yang bisa menghentikanmu. Dunia atas, dunia bawah, semuanya akan tunduk di bawah kakimu."

Raka berdiri 3 meter di depannya. Kedua tangannya menggenggam 9 keris yang baru saja dia kumpulkan. Telapak tangannya basah oleh darah hitamnya sendiri. Kakinya gemetar. Bukan karena takut pada Dewi itu. Tapi karena dia tahu, setiap kekuatan sebesar ini pasti ada harganya. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Apalagi kekuatan kutukan yang sudah membunuh seluruh keluarganya.

"Apa harganya?"

Suara Raka serak. Tenggorokannya kering seperti sudah 3 hari tidak minum. Dia tidak mau asal mengambil. Dia sudah cukup ditipu oleh Kala Rahu, oleh Andi Sangkala, oleh semua orang yang bilang dia adalah pewaris.

*[BERSAMBUNG KE BAB 29: "MAHKOTA KALA RAJA"]*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!