NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Keduanya menatap heran kearah Ardi yang bicara seperti itu kepada mereka.

"Besok adalah persidangan aku dan Rania jadi tolong jangan bertingkah disana ".

"Bertingkah seperti apa nak, ibu hanya ingin menggagalkan perceraian itu, ibu masih mau kamu sama Rania".

Ardi mengeram kesal, ibunya ini bikin kepalanya pusing terus.

"Ibu cari orang lain saja deh, kita biarkan saja Rania, aku tidak mau dipecat dari kantorku karena Tania dan bosku adalah sahabatnya".

Kedua wanita itu melotot karena perkataan Ardi itu, jika Ardi dipecat bagaimana mereka.

"Baiklah, ibu dan Adel tidak akan bertingkah, tapi kamu harus ikut perkataan kamu tentang wanita kaya itu, kami Tidka mau tahu".

Ardi hanya bisa mendengus pasrah karena tidak punya pilihan lain, toh tidak ada salahnya jika dia mendapatkan pendamping yang lebih baik dari Rania, itu bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk Keluarganya sendiri.

"Terserah kalian sajalah, kalian atur bagaimana bagusnya jadi nantinya jika ada masalah dengan perempuan pilihan kalian itu, kalian tidak punya hak memarahiku lagi".

"Baguslah jika begitu, kami tidak peduli lagi padanya asalkan kamu mau menuruti perkataan kami dan mencari perempuan lebih hebat dari Rania.

"Terserah saja".

Ardi meninggalkan keduanya yang kini bersorak riang karena keinginannya terpenuhi, Adel sudah merencanakan rencana yang matang untuk memastikan bosnya itu bisa menjadi iparnya nanti.

"Tenang saja Bu, kali ini wanita yang aku pilih adalah bos ku dikantor, dia adalah direktur keuangan perusahaan ku dan tentu saja gajinya sangat mentereng jadi bisa kita manfaatkan".

"Mantap nak, ibu setuju kalau seperti itu, pastikan dia bisa kita dapatkan untuk kakakmu, kamu juga bisa tenang untuk bisa bekerja disana nanti".

Mereka akhirnya tertawa pelan dan bahagia karena rencana mereka bisa terlaksana dengan mulus

Sidang perceraian Ardi dan juga Rania kembali digelar, kali ini dia tidak melakukan apapun dan pasrah apapun hasil keputusan itu, ancaman bosnya itu akhirnya terlaksana, dia takut dipecat dan kehilangan pekerjaannya, usianya sudah sangat matang untuk kembali mencari pekerjaan jadi dia membiarkannya saja.

Dia bahkan mengancam ibu dan adiknya untuk tidak bertingkah aneh-aneh pada persidangan hari ini karena Tania akan hadir disana.

Tania menggunakan otoritasnya sebagai pemilik saham mayoritas diperusahaannya dan membuat sang bos tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti perkataan istrinya.

"Dengan ini pengadilan memutuskan jika pengadilan mengabulkan gugatan perceraian dari pihak ibu Rania dengan semua bukti yang ada dan memberatkan pihak tuan Ardi".

Tok.tok

Ketukan palu seakan menghantam jantung Ardi dengan keras.

Akhirnya jalinan kasih mereka sejak jaman kuliah dan menikah itu harus putus seperti ini.

Dia hanya bisa menunduk menyesali segalanya, andai dia bisa tegas dari awal dan melarang keluarganya menindas Rania semua ini tidak akan berakhir seperti ini.

"Sialan, mobilku lenyap seketika". Kesal Adel begitu mendengar ketukan palu dan keputusan hakim itu.

Sedangkan Rania menghembuskan nafas lega, beban yang berada dipundaknya terasa lebih ringan karena keputusan yang begitu dia tunggu entah apa ayng dilakukan Tania sampai Ardi tidak mengatakan apapun dan mengiyakan perkataan hakim tadi.

"Akhirnya kamu bebas dari para benalu itu Ran, selamat yah".

Tania memeluk sahabatnya itu dengan rasa bahagia yang besar, akhirnya sahabatnya bisa berbahagia sesuai keinginannya .

"Makasih yah Tan, aku tidak tahu apa yang kamu lakukan pada Ardi hingga dia tidak mengatakan apapun dalam persidangan ini, tapi aku bersyukur karena semua ini telah selesai".

Kamu tidak perlu tahu, yang penting kamu bisa lepas dari mereka itu sudah cukup, jika mereka kembali mengganggu mu beritahu aku, akan ku buat Ardi membayarnya dengan mahal". Ucapnya dengan suara yang cukup ditinggikan.

Dia sengaja meninggikan suaranya agar Ardi dan keluarganya mendengar apa yang dia katakan, dia yakin Ardi sudah memperingatkan keluarganya untuk tidak bertingkah karena tahu siapa dirinya.

"Kurang ajar, jika bukan karena dia istri dari bos Ardi, akan kuhajar wanita sialan itu, dirinya pikir dia siapa sampai berkata seenaknya tentang putraku". Sungut Ningsih dalam hati

Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena ancaman anaknya itu, dia tidak mau Ardi kehilangan pekerjaannya, bagaimana dengan jatah bulanan dan kuliah Adel jika Ardi tidak bekerja.

Ardi berjalan meninggalkan keluarganya dan menghampiri Rania, pernikahannya dengan Rania didasari saling mencintai dan hancur karena keluarganya sendiri, dia ingin meminta maaf atas kesalahannya dimasa lalu pada perempuan yang telah banyak membantunya itu.

"Ran, maafkan aku yah atas segala sesuatu yang kamu alami selama menikah denganku, aku harap kamu tidak membenciku dan mau memaafkan aku". Ucapnya pelan dengan mata berkaca-kaca dan penuh penyesalan.

"Tidak apa toh semuanya sudah berakhir, tidak perlu lagi kita bertemu setelah ini dan tolong pastikan keluargamu tidak datang membawa keributan dirumah sakit tempatku bekerja".

Dia tidak menjawab apapun perkataan Ardi, dia hanya mengingatkan agar Ardi menjaga kelakuan keluarganya yang membuatnya selalu sakit kepala dan malu.

"Maafkan keluargaku atas sikapnya kepadamu selama ini, aku akan kembali menegur mereka jika mereka bertindak seperti itu lagi".

Ardi menunduk pelan, wajahnya memerah karena sadar jika ternyata ibu dan adiknya bertingkah sangat keterlaluan dan disana ada bosnya dan juga Tania mendampingi Rania hari ini.

"Ayo Tan, kita pergi dari sini , tenang saja saya sudah memaafkan kamu, asal pastikan mereka tidak mengusik hidupku lagi ". Tunjuknya pada adik dan ibu Ardi itu.

Dia menggandeng tangan Tania untuk pergi dari sana meninggalkan Ardi yang mematung menyaksikan sikapnya yang keterlaluan itu, biarkan saja toh mereka selama ini memperlakukan sama seperti itu.

Sang bos hanya menepuk pundak Ardi memberi semangat.

"Jika kamu menikah kembali nanti, pastikan keluargamu tidak ikut campur dalam pernikahanmu karena kamu menikah 100 kali pun jika keluargamu selalu ikut campur maka itu tidak akan pernah bertahan, jadikan ini pelajaran berharga untukmu".

Dia pergi meninggalkan Ardi yang menunduk merenungi perkataan bosnya barusan sedangkan Adel dan sang ibu langsung menghampiri Ardi dan menepuk tangannya dengan keras.

"Kenapa kamu diam saja mendengar mereka menghina keluargamu ha!!". Bentak sang ibu Dnegan kesal.

"Benar tuh kak, sekalipun mereka orang kaya, mereka tidak berhak menghina kita seperti itu". Sungut Adel dengan tidak terima.

Ardi hanya menghela nafas lelah, dia berjalan meninggalkan keduanya tanpa peduli teriakan dan omelannya, baginya lepas dari keluarganya untuk menjernihkan otaknya sekarang jauh lebih baik dibandingkan mendengar mereka.

"Ardi, mau kemana kamu?". Teriak sang ibu Dnegan kesal.

Ningsih menghentakkan kakinya dengan kesal dan penuh emosi karena anak sulungnya itu tidak menghiraukan mereka.

"Ya sudah lah Bu, kita pulang saja, mungkin kak Ardi sedang ada urusan jadi dia meninggalkan kita seperti itu".

1
Zaza Sajaah
lanjut
Heny
Rania gercap aqu pada mu rania
Heny
Ayo rania lawan mrk jng takut sm benalu
irena
harus dikasih kapok itu Valeria...
Linda yani
waww
Thewie
ya ampun.. manusia gak punya malu dan otak🤣🤣
irena
bagus si adel menikah terus dapat mertua yg sangat kejam melebihi ibunya dan punyanipar melebihi si adel yg suka mengompori... biar si adel tau rasa dan ibunya melihat adel diperlakukan seperti itu
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Rania lepas juga dari suami dan keluarganya yg benalu , semoga Rania dapat pengganti yg lbh baik lagi .
Heni Setiyaningsih
dasar orang tua gak bener /Scream/
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!