NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:50.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mom! Hentikan!

Mommy Viona bangkit dengan kilat murka di matanya, ia melangkah mendekati Rachel dan mencengkeram lengan putrinya dengan tenaga yang sangat kuat, kuku-kukunya yang runcing menembus kain sutra biru gelap itu.

​"Rachel! Jaga bicaramu! Minta maaf pada Julian dan keluarga Pratama sekarang juga!" perintah Mommy Viona dengan suara yang tertahan di balik gigi yang terkatup.

​"Tidak, Mom! Aku sudah melakukan apa pun yang Mommy mau selama dua tahun ini. Aku bekerja seperti robot di London, aku menghasilkan jutaan dolar untuk Mommy, aku mengorbankan setiap jam tidurku demi ambisi Mommy! Tapi hidupku... hidupku bukan untuk Mommy jual lagi," balas Rachel, ia menyentakkan lengannya hingga pegangan Mommy Viona terlepas.

"Kurang ajar!" bentak Mommy Viona dan melayangkan tangannya, berniat memberi pelajaran pada Rachel, namun Rachel menangkap pergelangan tangan Ibunya di udara.

​Rachel menatap mata Mommy Viona dengan keberanian yang tidak pernah ia miliki dua tahun lalu, "Dua tahun di London mengajariku satu hal, Mom. Bahwa aku bisa membangun kerajaanku sendiri dan aku tidak butuh Julian, aku tidak butuh restu Mommy untuk menentukan siapa yang akan mendampingiku," ucap Rachel.

​"Kau... kau akan menyesali ini, Rachel!" teriak Julian.

"Tidak, aku tidak akan menyesali ini," jawab Rachel.

"Tanpa Pratama Group, saham Trinity akan goyang! Aku bisa menghancurkanmu dalam satu malam!" ancam Julian.

​"Silakan, tapi sebelum kau melakukannya, urus dulu wanita-wanita simpananmu yang masih sering kau temui di Paris saat kau bilang sedang kunjungan bisnis. Aku punya foto-fotonya, Julian. Jadi jangan bicara soal kehormatan di depanku," ancam Rachel.

​Julian membeku, ia tidak menyangka Rachel diam-diam menyelidikinya selama ia berada di luar negeri.

"Sudah cukup! Viona! Mulai sekarang keluarga Pratama tidak ada hubungan lagi dengan keluargamu, aku akan menarik semua investasiku dan aku tidak mau bekerjasama lagi denganmu dan keluargamu," ucap Tuan Prtama lalu pergi, yang disusul oleh Nyonya Pratama dan Julian.

Setelah pintu depan berdentum keras menandakan kepergian keluarga Pratama, keheningan di ruang makan itu terasa lebih mengerikan daripada suara teriakan. Mommy Viona berdiri mematung, dadanya naik turun dengan napas yang memburu.

Kemarahan yang selama dua tahun ini ia tekan demi citra Ibu yang sempurna, kini meledak seperti gunung berapi.

​"Berani sekali kamu...," desis Mommy Viona dan menatap tajam Rachel.

​"Mom, aku hanya...," Belum sempat Rachel bersuara, Mommy Viona sudah mendekatinya dan menamparnya.

​Plak!

Tamparan keras mendarat di pipi kiri Rachel hingga wajahnya terlempar ke samping, sudut bibirnya pecah dan meninggalkan noda merah di kulitnya yang pucat. Belum sempat Rachel menyeimbangkan tubuhnya, Mommy Viona menyambar rambut sanggul Rachel dan menariknya hingga hiasan berlian itu jatuh berhantaman dengan lantai marmer.

​"Dua tahun aku bersabar! Aku memberimu kemewahan, aku memberimu takhta di London!" teriak Mommy Viona kalap dan tangan kanannya kembali melayang, menghujamkan pukulan demi pukulan ke bahu dan lengan Rachel.

​Rachel mencoba menangkis, namun emosi Mommy Viona sudah melampaui batas kewajaran. Mommy Viona mendorong Rachel hingga gadis itu tersungkur menabrak meja makan, gelas-gelas kristal jatuh berhamburan dan pecahannya menggores lengan Rachel yang terbuka.

​"Kau menghancurkan investasiku! Kau menghancurkan namaku di depan keluarga Pratama!" bentak Mommy Viona dan meraih sebuah botol wine yang masih terisi penuh, ia tampak seperti orang kesurupan yang ingin menghantamkan botol itu ke arah Rachel yang sudah bersimbah darah dan air mata di lantai.

​"Mom! Hentikan!" Rachel berteriak parau dan mencoba merangkak mundur di antara pecahan kaca.

​Tepat saat Mommy Viona mengangkat botol itu tinggi-tinggi, sebuah tangan dengan cepat mencengkeram pergelangan tangannya dengan sangat kuat.

​"Cukup, Viona!" teriak Paul.

​Paul yang selama ini lebih banyak diam dan berada di balik bayang-bayang bisnis Istrinya, kini berdiri dengan wajah tegang lalu menyentakkan tangan Mommy Viona hingga botol itu terlepas dan jatuh pecah di lantai.

​"Lepaskan aku, Paul! Anak ini tidak tahu diuntung! Dia harus diberi pelajaran!" teriak Mommy Viona meronta-ronta, matanya merah padam penuh kegilaan.

​"Pelajaran bukan dengan membunuhnya!" bentak Paul.

Paul menarik tubuh Mommy Viona menjauh, ia memeluknya dengan paksa dari belakang untuk menahan amukan Istrinya yang masih berusaha menendang ke arah Rachel.

"Lihat dia! Dia putrimu, bukan musuhmu! Masuk ke kamar sekarang, Viona! Tenangkan dirimu!" ucap Paul.

Mommy ​Viona menangis histeris dalam dekapan Paul, umpatan demi umpatan masih keluar dari mulutnya hingga suaranya menghilang di balik lorong menuju kamar utama.

​Rachel terduduk lemas di tengah kekacauan ruang makan, dress biru gelapnya yang indah kini robek di beberapa bagian, bahunya membiru dan kakinya berdarah terkena serpihan kristal, ia menunduk dan menatap tetesan darahnya sendiri yang jatuh di atas lantai marmer yang dingin.

​Rasa sakit di tubuhnya tidak seberapa dibandingkan rasa sesak di dadanya, ia kembali ke rumah ini dengan harapan adanya perubahan, namun yang ia temukan hanyalah monster yang sama dengan topeng yang lebih cantik.

Rachel merangkak bangun dengan sisa tenaga yang ia miliki dan mengabaikan perih di telapak kakinya yang tertancap serpihan kecil kristal, ia melewati Paul yang baru saja keluar kamar dan menatapnya dengan pandangan nanar, campuran antara kasihan dan ketidakberdayaan. Bagi Rachel, Paul tetaplah kaki tangan Mommy Viona.

​Begitu sampai di dalam kamarnya, Rachel segera mengunci pintu dengan tangan gemetar. Ia menyandarkan punggungnya di pintu lalu perlahan merosot jatuh ke lantai, isak tangis yang sejak tadi ia tahan akhirnya pecah dan memenuhi ruangan luas yang mendadak terasa seperti sel isolasi.

​"Sakit," bisiknya sambil memeluk lututnya sendiri.

​Rachel menatap gaun biru yang kini hancur, Rachel menyeret tubuhnya menuju kamar mandi. Di bawah lampu yang terang, ia menatap pantulan dirinya di cermin besar. Pipi kirinya bengkak kemerahan, sudut bibirnya sedikit membiru dan ada goresan panjang di lengannya yang terus mengeluarkan darah segar.

​Dengan pelan, Rachel mulai melepaskan perhiasan berlian yang terasa seperti beban ribuan ton. Anting, kalung dan gelang itu ia lempar begitu saja ke dalam wastafel, tidak peduli benda-benda itu bernilai miliaran, kemudian menyalakan shower dengan air dingin.

​Dinginnya air menyentuh luka Rachel, membuatnya meringis, namun ia membiarkan air itu membilas d*r*h dan memori mengerikan di ruang makan tadi. Ia ingin menghapus aroma parfum lili, aroma wine dan semua sisa-sisa kemewahan yang terasa seperti racun.

​Setelah hampir satu jam di bawah guyuran air, Rachel keluar dengan mengenakan jubah mandi putih yang tebal. Ia duduk di tepi ranjang, mengambil kotak P3K dari laci meja riasnya. Dengan telaten, ia membersihkan luka di lengan dan kakinya. Setiap kali rasa perih menyerang, ia menggigit bibirnya keras-keras dan mencoba menelan rasa sakit itu sendirian.

.

.

.

Bersambung.....

1
Dewi Yanti
kenapa rachel g manfaatin wkt masih sama mama nya ya, kumpulin uang cash yg banyak udh th sifat mamah nya gt pst bakal bekuin semua kartu nya. g pintar nih
Dewi Susanti
cerita bagus,menarik
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
betul segala perbuatan ada konsekuensi nya. setidaknya ada efek jera untuk ibumu yg selalu menyombonhkan kekuasaan nya dan kekayaan nya. saat terjatuh dr puncak kesuksesan nya, sakitnya tidak bisa tertolong lagi
dome🌬️🌀🌀🌀
keserakahan membawa petaka, kau tanam keburukan karmalah yg kau dapatkan.
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh kalau kata aku mah viona ini sudah rada stress. mungkin hidupnya selalu dituntut untuk sempurna dan selalu dikelilingi orng2 picik dan munafik serta haus akan kekuasaan dan harta. makanya hati dan fikiran nya selalu tentang kekuasaan dan gemilangnya harta😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
uugghhhh.... laki laki, suami dan calon ayah sejati nih bosss😁😁
bangga banget dah bagi ayah2 petarung yg berjuang demi kehidyanak dan istri demi masa depan😁😁😁
💪💪😄semangat para ayah, papa, bapak, Abi, papi, Daddy. kalian hebat😁
dome🌬️🌀🌀🌀
horeeeeee baby junior Daniel akhirnya launching 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
😭😭😭😭 pengorbanan seorang suami loh ini. demi memberikan kehidupan yg layak bagi istri nya😭😭. sebegitu cinta nya Daniel sama Rachel. seribu satu bisa punya suami spek Daniel
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan bilang emaknya Rachel bikin ulah demi kebebasan Rachel dan keamanan Rachel. asli sih kalau ternyata benar. emang definisi emak emak laknat sumpah. kalau bener ada hubungan dengan emaknya Rachel yaa. kalau ga ya syukur
dome🌬️🌀🌀🌀
dasaarrrr,,, babon Tia ga punya malu dan ga punya harga diri. sudah membuang darah dagingnya sendiri dan mengusir nya, sekarang datang karna iming2 harta. lantas memaksa kehendak tanpa tau malu. dasar gila harta. anda ini asli konglomerat atau atau orkay abal2 setengah jadi sih. sebegitu nya silau sama harta.
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhh,,, ga tau maluuuu...😤😤😤 sudah mengusir, membuang dan tak menganggap anak. tiba2 datang mengaku sebagai ibu, mengklaim segala apa yg pernah diberikan. memangnya Rachel memaksa dan meminta itu semua padamu
dome🌬️🌀🌀🌀
mereka yg romantis aku yg baleran😄😄😄😄
mereka yg manis manis, aku yg cengar cengir 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ada pawang ini boss😄😄😄
ga akan bisa galak galak si boss sama ibu boss🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
baru ini baca novel yg ga tersentuh dengan bau2 kekayaan, ga ada istilah anak yg hilang ternyata keturunan dr orng terkaya. atau orng kaya yg nyamar. atau tiba2 punya harta warisan dr mending orng tuanya 🤣🤣. asli sederhana banget kehidupan 😁😁
top laahhh pokoknya
mangaattt thorrr💪💪💪😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya penantian selama 2th tak sia sia yaa Daniel 😁😁😁
sekarang Rachel sudah menjadi milikmu seutuhnya 😁😁😁
semangat membuat Daniel junior🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah ada adegan plus plus nya🤣🤣🤣
aku kok berharap yaaakkk🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah yg dilakukan emak durhakanya Rachel. biar lah dia hidup sengsara kesepian dan terus mengejar kekayaan yg tak berkesudahan hanya karna alasan bahagia diatas tumpukan uang da harta
dome🌬️🌀🌀🌀
kapan memulainya Rachel tau tau sudah selesai saja🤣🤣🤣
maksudnya kapan mereka menjalin hubungan tapi tiba2 Rachel bilang sudah selesai.
heheheheee.. Rachel berarti menganggap mereka dahulu punya suatu hubungan dong😄😄😄

eeaaaaaaa... kalau Danil skak mati kayak gitu Rachel mau ngomong apa🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
" apa yg kau lakukan disini Rachel "?
Rachel: "main petak umpet, kenapa mau ikutan"! 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, ini cerita diluar ekspektasi ku. biasanya tokoh utama aslinya konglomerat yg sedang terbuang diantar berantah karena hukuman atau apapun itu.dan sang cwe bisa meniti karirnya yg memang pada dasarnya memiliki kemampuan bisnis. tapi ga sesuai 🤣🤣🤣 kembali ketempat kumuh lagi 🤣🤣..
tapi tetap semangat laahh yaa Rachel kehidupan sejatimu baru dimulai😁😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!