NovelToon NovelToon
BERMUKA DUA

BERMUKA DUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:807.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Kehidupan sempurna bak putri kerjaan yang Inez rasakan mendadak berubah total ketika Rara menjalankan misi balas dendamnya. Rasa sakit hati kehilangan Papanya membuat Rara ingin membuat Inez merasakan apa yang Ia rasakan.

Tanpa Inez sadari, Rara selalu memakai topeng. Baik di depan dan busuk di belakang. Satu persatu kebahagiaan yang Inez miliki perlahan hilang, termasuk kesuciannya. Apa lagi yang akan Rara renggut lagi dari Inez?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Produk gagal

Andrew menyetir mobilnya dalam diam. Ia tak menanggapi obrolan yang Mbak Sisca mulai. Mbak Sisca pun merasa Andrew sedang tidak mood untuk mengobrol dengannya lalu memilih diam.

Inez yang duduk di kursi belakang mobil masih asyik dengan laptopnya. Ia terlihat serius mengerjakan pekerjaannya. Sepertinya ada laporan yang Ia harus kerjakan secepatnya.

"Nez, Pak Rio mau datang ya?" tanya Mbak Sisca pada Inez.

Mendengar nama saingannya disebut, membuat Andrew memasang telinganya untuk mendengarkan percakapan kedua gadis di dalam mobilnya tersebut.

"Iya tadi Pak Rio memberitahu di grup kok kalau Dia bakalan datang." jawab Inez tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop miliknya.

"Ada meeting dadakan ya?" tanya Mbak Sisca lagi.

"Kayaknya sih gitu Mbak kita lihat aja nanti." jawab Inez tanpa memberitahu perincian yang Ia sudah ketahui sebelumnya.

"Bahas apa ya Nez?" tanya Sisca lagi.

"Nanti aja Mbak aku belum bisa mengatakannya sekarang di sini. Nanti semuanya akan diundang kok sama Pak Rio. Termasuk... Pak Andrew juga nanti akan diundang untuk ikut menghadiri meeting kita." jawab Inez tapi tetap merahasiakan pembahasan meeting nanti.

"Saya?" tanya Andrew yang mendengar namanya disebut.

"Iya Pak." jawab Inez singkat.

"Ada masalah apa ya? Kok gak ada yang ngabarin saya?" tanya Andrew penasaran.

"Nanti aja Pak. Biar Pak Rio yang menyampaikan langsung. Ini bukan wewenang saya." jawab Inez tegas.

Andrew mengerutkan kedua alisnya. Ia tidak bertanya lagi pada Inez. Inez melanjutkan lagi pekerjaannya.

*******

"Selamat Pagi, semuanya! Maaf saya mengumpulkan Bapak dan Ibu secara dadakan sore hari ini." Rio membuka meeting setelah semua yang Ia undang hadir.

Andrew duduk diam bersebelahan dengan Jenny. Inez mengamati mantan kekasihnya tersebut. Jenny memang cantik. Jago make up dan seksi pastinya. Pakaian kerjanya terlihat elegan, menampilkan kesan sekretaris adalah wajah perusahaan. Rambutnya tertata rapi.

Sekarang Inez menatap dirinya sendiri. Kemejanya adalah kemeja lama yang masih Ia rasa layak dipakai untuk kerja. Inez lalu menatap sepatu yang Ia pakai. Terlihat lusuh dan tak ada apa-apanya dibandingkan sepatu high heels branded yang Jenny pakai.

Inez fokus kembali mendengarkan Rio. Meeting kali ini akan menshow up dirinya. Tangan Inez berkeringat dan mulai terasa dingin.

"Setelah team Audit kami melakukan pemeriksaan ke pabrik secara langsung, kami menemukan sesuatu yang menurut kami amat mencurigakan. Kami sengaja meminta Bapak Andrew untuk ikut hadir dalam meeting kali ini dengan tujuan untuk mencocokkan hasil temuan kami dengan penjelasan yang mungkin akan diberikan oleh Bapak Andrew." Rio menatap Inez dan memberikan kode pada Inez.

Inez mengerti maksud Rio. Ia pun membawa laptopnya dan menghubungkan infokus di laptopnya. Mata Andrew tak lepasnya melihat kedekatan Inez dan Rio. Ia tak suka saat Rio mengucapkan terima kasih sambil tersenyum pada Inez.

"Kemarin perwakilan dari team audit memeriksa bagian destroy atau barang-barang failed. Kami menemukan kalau kerusakan yang terdapat pada barang-barang yang seharusnya di destroy kurang dari 10%, yang artinya sangat-sangat kecil sekali. Perusahaan seperti Perusahaan XZ kita ketahui amat mengutamakan kualitas produknya karena itu amat wajar kalau barang tersebut dimusnahkan." kata Rio.

"Lalu masalahnya dimana ya Pak? Bukannya gak masalah ya?" tanya Andrew.

"Memang tidak masalah, Pak. Tapi sepengetahuan staff saya, produk yang ada dalam foto ini adalah produk baru edisi summer yang belum dirilis dipasaran, betul Pak?" tanya Rio meminta konfirmasi pada Andrew.

"Iya, betul." jawab Andrew.

"Disinilah masalahnya, Pak." Rio menatap Inez lalu memanggilnya. "Nez, bisa tunjukkan pada semuanya?"

"Iya, Pak." Inez pun maju ke depan dan membuka halaman browser di laptopnya. Ia membuka salah satu situs jual beli online. Inez amat paham tentang situs tersebut. Sejujurnya, Inez memang pelanggan di situs tersebut.

Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Inez menjual koleksi tas mahal miliknya. Tas pemberian dari Andrew, tas hadiah ulang tahun dari Om nya dan tas hadiah ulang tahun dari Papanya. Semuanya Inez setorkan ke rekening Papanya untuk biaya hidup dan biaya pengobatan Papanya. Mama tidak menyadari karena uang yang Inez setorkan tertutup dengan uang penjualan rumah dan banyak traksaksi lain.

Andrew terbelalak melihat postingan di situs jual beli online tersebut. Koleksi terbaru yang belum dirilis di pasaran tapi sudah beredar di jagat online.

"Kok bisa? Bagaimana mungkin? Ini koleksi terbaru. Bagaimana mungkin bisa sampai dijual di online shop seperti ini? Kami hanya menjual di official store dan dari online shop terkemuka. Dan yang terpenting, barang itu belum kami rilis." Andrew terlihat amat marah melihat produk yang susah payah diproduksi di perusahaan sudah beredar dan dengan harga yang lumayan mahal juga meski masih dibawah harga aslinya.

"Itulah Pak hasil temuan staff audit kami." Rio menepuk punggung Inez. Membanggakan kemampuan anak buah yang Ia rekomendasikan sendiri. "Untuk selanjutnya terserah kebijakan Bapak."

"Jen, tolong siapkan tim hukum dan juga bentuk tim khusus untuk menginvestigasinya. Kita harus meeting dadakan. Panggil kepala produksi dan bagian destroy juga untuk meeting hari ini. Batalkan semua pertemuan saya hari ini. Saya mau semua hadir dalam waktu satu jam." perintah Andrew.

"Baik, Pak." Jenny lalu pergi meninggalkan ruang meeting untuk mempersiapkan apa yang Andrew perintahkan.

Andrew terlihat amat marah. Ia merasa telah dibohongi dan dicurangi oleh anak buahnya sendiri. Wajahnya memerah menahan kekesalannya. Inez merasa kasihan dengan Andrew. Ia belum lama memimpin perusahaan namun sudah kecolongan seperti itu.

"Maaf, Pak Andrew. Bisa kita selesaikan meeting hari ini? Apa yang harus kami sampaikan sudah kami sampaikan tanpa ada yang ditutup-tutupi." Rio meminta ijin untuk membubarkan meeting hari ini. Kasihan teamnya sudah lelah bekerja seharian.

"Oh iya. Silahkan. Terima kasih atas kerja kerasnya. Kalau bukan karena kalian mungkin saat peluncuran model terbaru nanti perusahaan kami akan mendapat malu karena ternyata produknya sudah beredar duluan di pasaran, itu pun dengan barang yang tak layak edar dan dibawah standar produksi kami. Saya permisi dulu." Andrew tak langsung keluar ruangan. Ia menghampiri Rio dan meminta alamat web tempat jual beli tas tadi lalu Andrew keluar ruangan setelah mendapatkan apa yang Ia mau.

Inez menatap punggung kekar milik Andrew yang berjalan menjauh. Inez merasa kasihan dengan mantan pacarnya tersebut.

"Good job, Nez. Gak sia-sia deh gu em maksudnya saya rekrut kamu ke perusahaan kita. Hari ini kita akan makan di luar. Saya traktir. Kita bisa pergi sekarang, mungkin ruangan meeting ini mau dipakai nanti." ajak Rio.

"Yey... yess... Mantap deh makan di luar." seluruh team Audit menyambut gembira. Namun ada satu orang yang sejak tadi hanya diam saja dan memandang dengan tidak suka.

Ya, siapa lagi kalau bukan Pak Liam. Rencana yang sudah dibuat oleh Pak Liam berantakan dalam seketika, semua itu itu tak lain karena ulah Inez. Pak Liam makin tidak suka dengan keberadaan Inez.

Inez dan timnya lalu bersiap-siap untuk segera pulang. Mereka akan makan diluar. Rencananya mereka akan makan di restoran all you can it yang terletak tidak jauh dari gedung Perusahaan XZ tempat mereka bekerja saat ini. Hanya tinggal Inez yang masih tertinggal di ruangan, itupun karena Inez harus merapikan kembali laptop yang tadi digunakan ke InFocus yang dipakai saat meeting. Inez sudah selesai merapikan semua barangnya dan ia pun berjalan menuju ke arah lift.

Inez melihat Andrew sedang duduk sambil berpikir di sofa ruang tunggu. Inez kasihan melihatnya. Inez lalu ke pantry dan mengambilkan kopi dingin dari mesin minuman.

Inez berjalan menghampiri Andrew dan memberikan kopi yang Ia bawa.

"Minum dulu. Biar bisa konsentrasi lagi." kata Inez.

Andrew mengangkat kepalanya dan melihat Inez sudah berdiri di depannya sambil memberikan kopi.

"Makasih, Nez." kata Andrew lemas.

"Iya. Gue balik dulu." baru saja Inez hendak berbalik, Andrew menarik tangannya.

"Makasih banget udah nolongin gue kali ini. Kalo gak ada lo, mungkin gue akan sangat malu saat peluncuran model terbaru nanti." ucap Andrew dengan tulus.

"Enggak usah berterima kasih, itu emang udah kerjaan gue." jawab Inez.

"Jangan lupa diminum kopinya. Cari tahu siapa yang udah bocorin ke online shop siapa. Gue yakin lo punya kemampuan buat melakukannya. Gue pergi dulu, gak enak ditungguin sama yang lain." Inez melepaskan genggaman tangan Andrew lalu pergi menghampiri teman-temannya di lobby.

Rio langsung membooking tempat di restoran all you can eat untuk 7 orang. Rio amat senang hatinya karena baru bekerja selama 3 hari namun sudah berhasil menemukan kecurangan. Yang lebih membuat Rio bahagia adalah yang menemukan kecurangan tersebut adalah Inez orang yang ia rekomendasikan.

"Oke.... hari ini kita berkumpul di sini untuk merayakan keberhasilan Inez dalam menemukan kecurangan di pabrik Perusahaan XZ. Yang Inez lakukan kali ini seperti seorang superhero. Inez bukan hanya menyelamatkan Perusahaan XZ, Ia juga menyelamatkan perusahaan kita. Kenapa? karena kalau sampai nanti Perusahaan XZ merilis produk lalu publik mengetahui kalau produk tersebut sudah beredar sebelum waktunya, dan Perusahaan XZ merugi akibat adanya kecurangan seperti itu maka bukan hanya Perusahaan XZ saja yang akan rugi, tapi perusahaan kita juga bisa dituntut dan dianggap kalau hasil audit kita tidak teliti dan diragukan kredibilitas kita nantinya. Ya... pokoknya hari ini kita makan-makan, kita rayakan keberhasilan hari ini. Ini keberhasilan kita bersama, bukan hanya milik Inez semata tapi mirip milik team kita juga, oke?" Rio memberikan sambutan sebelum memulai makan-makan mereka.

"Oke, Bos. Ayo ah kita makan. Udah laper nih." celetuk Mbak Sisca yang suka ceplas-ceplos itu.

"Oke. Serbuuuu." team Audit pun mulai menyebar mencari makanan yang mereka suka. Tinggallah Inez dan Rio berdua di meja makan.

Rio mengacungkan kedua jempolnya untuk Inez. Inez tersenyum menerima pujian walau dengan bahasa isyarat sekalipun.

"Gue mo ambil makan dulu ya. Lo juga ayo ambil. Lo kan bintangnya hari ini." ajak Rio.

Inez mengikuti Rio mengambil makanan juga. Mereka sekarang sudah tidak memperdulikan pendapat yang lain. Toh memang diantara mereka nggak ada hubungan apa-apa kan? Inez mengambil porsi makanan yang cukup untuk dirinya, tidak terlalu berlebihan dan tidak juga terlalu sedikit. Ia mengambil dessert dan makanan utamanya.

Sepanjang acara makan-makan bersama tersebut semuanya terlihat bahagia. Hanya ada dua orang yang tidak bahagia hari ini. Pak Liam, seperti yang sudah diduga dan juga Inez. Loh? kenapa Inez tidak bahagia? ini bukannya pesta untuk merayakan keberhasilan Inez dan mungkin bagi sebagian orang atau mungkin bagi timnya ini sendiri, Ines berhasil menemukan kesalahan atau kecurangan di perusahaan X Z. Namun bagi Inez justru Ia menemukan kegagalan milik Andrew.

Walaupun Endru pernah mengatakan sesuatu yang amat menyakiti hatinya, dan juga pernah mencium paksanya kemarin tapi Inez melihat kalau Andrew sangat marah dan merasa kecewa pada dirinya sendiri. Andrew merasa amat dikhianati oleh karyawannya sendiri dan Ia merasa dirinya gagal.

Andrew mungkin kejam terhadap Inez, tapi mereka pernah saling mencintai. Dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk melupakan perasaan di antara mereka. Rasa sakit hati Inez terhadap Andrew, seakan hilang, tergantikan dengan perasaan iba dan kasihan.

Sejujurnya Inez juga nggak mau melihat Andrew disakiti seperti itu. Inez tidak tenang dengan makan malam hari ini, ia memikirkan tentang meeting yang sedang Andrew lakukan.

Apa yang akan Andrew perbuat selanjutnya? Apakah ia akan memenjarakan bagian destroy? atau ternyata bukan bagian destroy yang sudah menjual ke publik? Hal ini makin membuat Inez lebih gelisah dan memikirkan kemungkinan terburuk kalau ternyata Ia salah diagnosis. Tapi kalau melihat langsung dari barang-barang dan membandingkan dengan foto-fotonya, jelas sekali itu perbuatan bagian destroy.

"Nez .... ayo dimakan! Kenapa bengong aja? makan atuh." kata Mbak Sisca menawarkan Inez makan. Ternyata sejak tadi Mbak Sisca memperhatikan kalau Inez hanya melamun saja dan asyik dengan pikirannya sendiri.

"Iya, Mbak. Aku makan kok." jawab Inez.

"Yaudah sekarang makan, nanti keburu malem! Kelamaan gue tinggal loh" kata Rio menyuruh Inez tanpa basa-basi dan dengan bahasa yang seenaknya sendiri.

"Iya.... iya.... Saya makan kok sekarang." Inez lalu mengambil sushi miliknya dan mulai memakannya.

"Nah gitu dong. Masa sih bintang kita malam ini malah bengong-bengong aja." puji Rio.

Pak Liam memperhatikan Inez dan Rio dengan seksama. Jelas sekali kedekatan diantara mereka. Ia harus lebih berhati-hati lagi mulai sekarang.

Inez merasa ada hawa dingin di dekatnya. Inez mengangkat wajahnya dan melihat Pak Liam yang menatapnya dengan pandangan menyelidik. Pak Liam bahkan tidak membuang pandangannya, malah makin menatap Inez tanpa takut.

"Nez, lo mau ambil makanan lagi gak?" tanya Rio tiba-tiba.

"Emm..... mau." jawab Inez, padahal makanan di mejanya masih ada.

"Ayo bareng. Gue juga mau ambil." Rio langsung menarik tangan Inez menuju meja buffet.

"Yo, lo gak liat apa? Pak Liam ngeliatin gue sama lo aja." kata Inez dengan suara berbisik.

"Iya gue tau. Makanya gue ngajak lo kesini. Udah lo pura-pura gak tau aja. Kita main cantik. Gue tahu kalau Dia udah sadar kedekatan kita selama ini. Biarin aja. Biar Dia mikir kalau mau berbuat curang ada mata-mata gue yang bakal ngawasin Dia." jawab Rio tegas.

1
Ran Aulia
ceritanya bagus banget, sudah pasti ada momen terharu lah ya bikin mewek

terima kasih ya kak 😍😍😍😍
Evayanti Sagala
Luar biasa
dream
baik
Susivira Wati97
hampir semua karyanya aq baca thot suka alur cerita ringan
L2h
Kecewa
Mari Anah
akhir y selesai jg,makasih ya thor udh buat novel yg superrrr keren🤗🤗sukses trs bwt karya2 y ya thor😍😍🤩🤩
Mari Anah
emang ya si rara itu hati y busuk bgt,secara g langsung dy yg udh bikin papah willy meninggal
Mari Anah
nah loh kaget kan rio🙄
Mari Anah
gara2 salah faham inez jdi elffil deh sma rio,udh balikan lgi ajah sma andrew nez,hati rio msh ska goyah😁lanjut thor
Mari Anah
si rara murahn bgt ya🙄
Mari Anah
owh ternyata ky gtu toh cerita y,lanjut thor
Mari Anah
duuuuuhhh kpn sih rio cerita sbnr y k inez,ko aku yg jdi geregetan sndri ya🙄🙄🙄
Mari Anah
ada typo thor😁tante vio kli bkn tante video🤣
Mari Anah
idiiiiihh si rara g berubah2 ya msh ajah itu hati y julid,,klo aku mah ogah punya temen ky gtu,tmn bgt mending d tenggelam kan ajah🙄
Mari Anah
ky y inez lbh cocok sma rio deh,klo andrew trllu sempit cara pemikiran y
Mari Anah
Luar biasa
Mari Anah
cocok lah visual rara,ky judes2 julid gtu muka y
Mari Anah
aku hadir thor,ko aku tkt ya kl inez mau ngenalin k andrew,g tkt apa kl andrew hati y pindah haluan🤔
Yosfi Sofianti
Luar biasa
Lusiana_Oct13
udah rara di jodohin sama mantan nya inez aja sama2 bermulut pedas 😂😂 klo aku suka inez sama rio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!