Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4: Bayangan Kematian di Puncak Inti Emas
Di tengah keheningan Gudang Limbah Pil yang pengap, Ye Xuan memutar-mutar botol giok hitam di tangannya. Senyum dingin yang terukir di wajahnya perlahan memudar, digantikan oleh sorot mata yang setajam pedang.
Racun Pelebur Meridian. Benda mati ini adalah saksi bisu dari hancurnya masa depan Ye Xuan tiga hari yang lalu.
Tanpa ragu, Ye Xuan membuka sumbat botol tersebut. Bau amis dan korosif langsung menguar, membuat udara di sekitarnya mendesis. Ia menempelkan telapak tangannya di atas mulut botol.
"Ekstrak."
[Ding! Menemukan 'Racun Pelebur Meridian (Tingkat Mematikan)'. Memulai ekstraksi...]
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 100 Poin Atribut Racun!]
[Memperoleh: Kemampuan Pasif - Qi Korosif (Setiap serangan Inang kini membawa efek meleburkan meridian lawan)!]
[Memperoleh: 500 Poin Qi Murni!]
Cairan hitam kental di dalam botol itu menguap menjadi asap dan tersedot ke dalam pori-pori Ye Xuan. Alih-alih merusak tubuhnya, racun itu dijinakkan oleh Sistem dan diintegrasikan ke dalam Dantiannya. Kini, aliran Qi milik Ye Xuan tidak hanya murni dan tajam, tetapi juga memiliki warna keunguan samar yang mematikan.
"Sempurna," guman Ye Xuan.
Ia kemudian beralih ke belasan tong raksasa yang masih berisi sisa limbah pil. Dengan waktu yang semakin sempit sebelum hilangnya Diakon Ma disadari oleh sekte, Ye Xuan bergerak cepat bak badai.
Ia menempelkan tangannya ke setiap tong secara berurutan.
[Ding! Mengekstrak 1.500 Pil Pengumpul Qi (Gagal)...]
[Ding! Mengekstrak 800 Pil Penguatan Tulang (Gagal)...]
[Ding! Mengekstrak 300 Kg Abu Semesta Obat...]
[Memperoleh Total: 8.500 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh Total: 120 Poin Atribut Fisik!]
WUUUSH!
Gelombang energi yang sangat masif meledak di dalam tubuh Ye Xuan. Pakaian seragamnya berkibar keras. Otot-ototnya menegang saat batas meridiannya diterjang oleh ombak Qi yang tak berujung.
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Ketujuh!]
Ye Xuan membuka matanya perlahan. Hawa murni terpancar dari tubuhnya, menghalau bau busuk di dalam gudang. Dalam satu malam, ia tidak hanya memulihkan dirinya dari ambang kematian, tetapi langsung mencapai Pembentukan Qi Lapis Ketujuh!
Meski kultivasi Zhao Tian saat ini berada di Puncak Lapis Kesembilan dan bersiap menembus Alam Pondasi Spiritual (Foundation Establishment), Ye Xuan yakin dengan Niat Pedang Pembunuh dan tubuh Kulit Tembaga Tulang Besi miliknya, ia mampu bertarung melawannya.
"Namun, membunuhnya secara langsung terlalu murah," mata Ye Xuan menyipit.
Ia membuka kantong spasial milik Diakon Ma. Di dalamnya hanya ada 50 Batu Roh tingkat rendah, beberapa pakaian ganti, dan sebuah plakat kayu berukir naga—Tanda Pengenal Diakon Sekte Luar.
Tapi yang paling berharga dari Diakon Ma adalah ingatan yang telah Ye Xuan ekstrak sebelumnya. Diakon Ma adalah anjing pesuruh yang bertugas mengirimkan pasokan sumber daya kultivasi ke Puncak Inti Emas, tempat di mana Zhao Tian sedang melakukan retret tertutup (Cultivation Seclusion).
"Peta formasi pengamanan Puncak Inti Emas menunjukkan ada celah di jalur pasokan air spiritual saat tengah malam," batin Ye Xuan, merangkum memori yang dicurinya. "Zhao Tian sedang menggunakan Kolam Teratai Es untuk menekan panas dari Pil Yang Murni agar bisa menembus Alam Pondasi Spiritual malam ini."
Senyum iblis kembali menghiasi wajah Ye Xuan. "Zhao Tian... kau merampas Akar Spiritualku untuk fondasi kultivasimu. Bagaimana jika aku merampas seluruh esensi dari kolam sucimu tepat sebelum kau berhasil?"
Dengan satu jentikan jari, tubuh Diakon Ma yang sudah menjadi abu disapu bersih oleh angin Qi. Ye Xuan berbalik dan melesat keluar dari jendela gudang bagaikan bayangan hitam.
Puncak Inti Emas, Area Sekte Dalam.
Puncak gunung ini diliputi oleh energi spiritual yang sangat padat. Di sinilah para murid elit dan Tetua Sekte tinggal. Penjagaannya sangat ketat; setiap seratus meter terdapat formasi pendeteksi penyusup, dan patroli dilakukan oleh murid-murid di atas Lapis Kedelapan.
Namun, di bawah bayang-bayang pepohonan bambu hitam di sisi tebing, sesosok siluet bergerak tanpa memicu satu pun formasi.
Dengan Teknik Langkah Bayangan tingkat sempurna dan peta formasi di kepalanya, Ye Xuan menghindari setiap jebakan mematikan seolah ia sedang berjalan-jalan di taman belakang rumahnya sendiri.
Tiba-tiba, langkah Ye Xuan terhenti.
Di depan jalur rahasia menuju Gua Teratai Es, seekor monster buas berukuran sebesar sapi terbaring tidur menghalangi jalan. Sisiknya berwarna merah menyala, dan setiap kali ia mendengkur, percikan api keluar dari hidungnya.
Singa Api Bertanduk (Monster Tingkat 2 - Setara Pembentukan Qi Lapis Kedelapan).
Ini adalah monster penjaga peliharaan Tetua Sekte. Jika Ye Xuan membunuhnya secara normal, ledakan energi atau raungan monster ini pasti akan membangunkan seluruh Puncak Inti Emas.
Ye Xuan menahan napas. Ia melangkah maju perlahan, tanpa mengeluarkan sedikit pun fluktuasi Qi. Begitu ia berada dalam jarak jangkauan lengan, mata Singa Api itu tiba-tiba terbuka—insting buasnya mendeteksi bahaya fatal!
Monster itu membuka rahangnya untuk mengaum.
Namun, tangan kanan Ye Xuan melesat lebih cepat dari kilat, langsung mencengkeram moncong monster itu dan membungkamnya secara paksa. Di saat yang sama, tangan kirinya menusuk tepat ke dahi Singa Api tersebut.
"Ekstrak!" bisik Ye Xuan tajam.
[Ding! Menemukan 'Singa Api Bertanduk (Tingkat 2)'. Memulai ekstraksi paksa!]
Mata Singa Api itu melotot penuh teror. Ia mencoba memberontak, namun kekuatan fisik Ye Xuan—yang telah diperkuat oleh puluhan mayat monster dan ratusan pil limbah—jauh melebihi kekuatan monster itu sendiri. Genggamannya bagaikan tang jepit baja.
Dalam tiga kedipan mata, cahaya api di tubuh Singa itu meredup, darahnya mendidih dan tersedot habis. Sebelum suara raungan sempat keluar dari tenggorokannya, tubuh raksasa itu menyusut, layu, dan akhirnya hancur menjadi tumpukan abu berwarna abu-abu.
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 2.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Esensi Api Binatang Buas (Dapat digunakan untuk Alkimia atau menyerang)!]
[Memperoleh: Garis Keturunan Binatang Buas - Intimidasi Roh!]
Ye Xuan mengusap telapak tangannya. Tidak ada setetes darah pun yang tumpah. Semuanya bersih, senyap, dan mutlak mematikan.
Ia mengalihkan pandangannya ke depan. Di ujung lorong batu berpendar biru, sebuah gua es memancarkan hawa dingin sekaligus energi spiritual yang melimpah. Dari dalam, terdengar suara gerutu seseorang yang sedang menahan rasa sakit akibat aliran Qi yang berlebihan.
Itu adalah suara Zhao Tian.
Ye Xuan melangkah masuk ke dalam lorong batu. Bayangannya memanjang di dinding gua, bagaikan dewa kematian yang datang untuk menagih hutang berdarah.
"Nikmatilah saat-saat terakhir kesombonganmu, Tuan Muda Zhao," bisik Ye Xuan dalam hati. "Karena sebentar lagi, kau akan tahu bagaimana rasanya jatuh dari surga ke neraka terdalam."