NovelToon NovelToon
Cinta Tapi Menyakitkan

Cinta Tapi Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Felicialetha

Cinta Tapi Menyakitkan, adalah kisah sebuah rumah tangga Anindita Putri dan Elnino Karisma.

El menikahi Anin karena ingin melupakan istrinya yang meninggalkan dirinya begitu saja. Sementara Anin karena sudah jatuh cinta pada El, akhirnya mau dinikahi.

Saling menyakiti bermula ketika Anin tahu bahwa El sudah pernah menikah, dan belum menceraikan istri pertamanya. Pernikahan untuk El adalah sebuah cara untuk melupakan istri pertamanya, dan belum memiliki perasaan cinta pada sosok Anin yang membuat Anin sangat tersakiti.

Anin berusaha untuk bangkit sendiri, dalam sakit hatinya, tiba-tiba banyak sosok pria dengan tulus mencintai Anin dan membuat Anin merasa di cintai, tapi dalam kondisi Anin tidak bisa bercerai dengan El.

Penasarankan bagaimana akhirnya kisah cinta Anin dan El? Akankah El kembali pada istri pertamanya, atau akan tetap bertahan dengan Anin, dan mencintainya?
Yuuuk baca Novel ini sampai akhir 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Felicialetha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepahitan

El dan Anin sudah menjalani rumah tangganya kembali seperti biasa, semenjak kejadian ke Singapura waktu itu. Baru 2 minggu ini Anin dan El mesra seperti biasanya.

El dengan manjanya hari ini ia ingin dibawakan makan siang masakan istrinya ke kantor, tentu Anin sangat senang.

Di kantor El masih sibuk dengan segudang pekerjaannya, dan ada 2 meeting yang sudah menunggunya. Namun waktu makan siang sudah tiba. Anin yang sudah mempersiapkan bekalnya langsung segera berdandan rapi untuk segera ke kantor suaminya itu.

"Bu Taxi online sudah datang.." ucap Inem memberitahu pada Anin yang masih di kamar itu

"Iya Bi.." jawab Anin dengan lembut

Anin berdandan sederhana, namun tetap cantik. Elegan dengan dres selutut, rambut tergerai rapi.

Anin membawa kotak makan itu yang sudah ia siapkan di meja ruang tamu, lalu berjalan keluar menuju mobil taxi online yang sudah menunggunya.

Sesampainya di kantor, Anin melihat suasana yang ramai sekali, karyawan yang sedang berhamburan pun masih jelas terlihat karena memang sedang jam istirahat makan siang. Anin berjalan hendak masuk kedalam kantor, beberapa karyawan lain yang menyadari kehadiran Anin sedikit membungkuk memberi hormat pada istri bosnya itu.

Anin pun membalas dengan senyum manisnya.

"Permisi, apa Pak El ada di ruangannya?" tanya Anin pada resepsionis yang masih terduduk dikursinya itu

"Ada diruang meeting Bu.. Ibu silahkan menunggu diruangan Bapak, Bapak sudah berpesan" jawab resepsionis itu dengan ramahnya

Anin berjalan masuk menuju ruangan suaminya itu. Ia berjalan dengan sangat semangat, dengan kotak bekal makan siang untuk ia santap berdua dengan suaminya itu.

Saat masuk ke ruangan El, memang tidak ada siapa-siapa disana. Anin menyimpan kotak bekal makannya itu di atas meja, bersamaan dengan tas tangan yang ia bawa. Anin kembali keluar dari ruangan El, menuju toilet.

Toilet wanita itu memang sangat ramai orang, Anin menunggu Antrian untuk ke dalam.

"Ggggbbbbrrruuukkkk.." Anin terjatuh, karena tersenggol seorang anak perempuan

"Aww.." jerit Anin merasa kesakitan, karena tangannya terpentok wastafel.

"Maaf maaf Tante, saya tidak sengaja" ucap seorang gadis dengan tas gendong kuning di belakangnya

"Iya iya tidak apa-apa kok.." jawab Anin sembari menahan sakitnya

Beberapa karyawan wanita yang ada di toilet kebetulan melihat kejadian itu.

"Bu Anindita tidak apa-apa?" tanya 2 orang karyawan yang mengkhawatirkan Anin

"Tidak kok, tidak apa-apa.." ucap Anin dengan senyum ramah karena gadis kecil itu terus menatapnya merasa bersalah

Tak lama ada suara langkah kaki sedikit berlari yang mengejar gadis kecil itu.

"Erina tunggu Mami.." ucapnya pada gadis kecil itu, yang ternyata adalah Elvira

Elvira tak sengaja mendengar percakapan Anin dengan kedua karyawati itu. Ia melihat Erina masih menatap dalam ke Anin, penuh penyesalan.

"Erina, sudah minta maaf sama Tantenya?" tanya Elvira karena pasti anaknya yang berbuat salah

"Maaf Tante.. Saya menyesal.." ucap Erina lalu menundukan pandangannya

"Oh sayang.. Gak apa-apa, Nak.. Tante baik-baik aja kok" jawab Anin dengan lembut sembari menyentuh pipi Erina

"Maafkan anak saya ya, Mbak.." ucap Elvira tersenyum ramah pada Anin

Anin hanya mengangguk dan melemparkan senyum termanisnya.

Toilet itu kebetulan sudah kosong, Anin dan Erina masuk bersamaan ke pintu toilet yang berbeda.

Elvira menunggu di depan pintu toilet putrinya itu, dengan memegang tas punggung anaknya itu.

"Semua karyawan sepertinya sangat hormat sama wanita itu, apa itu Istrinya El?" tanya Elvira dalam batinnya sedikit melamun didepan pintu toilet.

Tak lama Anin keluar lebih dulu dari pada Erina, membuat Elvira melihat Anin kembali.

"Permisi duluan.." ucap Anin dengan ramahnya dihadapan Elvira

"Iya.." ucap Elvira dengan sangat ramahnya

Anin kembali perpapasan dengan beberapa karyawati di pintu ruangan toilet itu.

"Permisi Bu.." ucap beberapa karyawati itu memberi hormat pada Anin

Elvira lagi-lagi melihat pemandangan itu, ia kembali berpikir bahwa benar Wanita itu adalah istri dari El.

"Permisi Mbak, yang barusan itu siapa ya namanya? Saya lupa menanyakan tadi.." ucap Elvira bertanya pada karyawati yang baru saja masuk ke dalam toilet itu

"Itu Ibu Anindita" jawabnya dengan sopan

Elvira tak berani lagi bertanya-tanya, karena ia pernah tahu dengan pernikahan El, juga nama istri dari El.

"Gimana ini, Apa aku dan Erina pulang saja dulu.. Harusnya kabari dulu El, tapi aku tidak punya kontak El.." ucap Elvira dalam batinnya semakin bingung

Tak lama, pintu toilet Erina pun terbuka. Terlihat Erina sudah kembali rapi dengan pakaiannya.

"Mami ayo sudah.." ucap Erina pada Elvira

Elvira hanya tersenyum lalu mengajak Erina untuk keluar dari toilet itu. Perasaan Elvira masih gundah, ia takut kalau El belum mengatakan apapun pada istrinya, dan akan membuat mereka jadi bertengkar.

"Erina.. Kita pulang dulu saja yuuu.." ucap Elvira dengan lembut pada Putrinya itu

"Kenapa Mi? Aku ingin segera bertemu Papi.." jawab Erina sedikit merengek

"Papi kamu masih meeting, Mami sudah sangat lelah.." ucap Elvira memberikan alasan

Erina terdiam, menghentikan langkah kakinya di koridor kantor ayahnya itu.

Erina ingin sekali bertemu dengan Ayahnya karena ia sudah merasakan rindu.

Tiba-tiba pintu sebuah ruanga terbuka.

"Cleeekkk..." pintu terbuka, langkah kaki El mantap keluar dari ruangan meeting itu

Terlihat 2 orang pria berjas hitam keluar dari dalam ruangan itu, Erina melihat jelas bahwa pria itu adalah Ayahnya yang ia tunggu-tunggu sedari tadi.

"Papiiii..." teriak Erina sembari berlari mendekat ke arah El dan berjalan bersama Reno itu

El menghentikan langkahnya, ia menoleh ke arah sumber suara itu karena merasa penasaran.

El tersenyum lebar ketika melihat Erina yang berlari menghampirinya, lalu mendaratkan pelukan pada dirinya.

"Erina.." ucap El dengan terkaget melihat putrinya ada disini.

Elvira melihat pemandangan itu hanya bisa tersenyum, wajah bahagianya tak mampu ia sembunyikan.

Sementara di sisi lain, Anin yang penasaran ingin melihat ke ruang meeting, juga berjalan mendekat ke arah ruang meeting itu. Tiba-tiba langkah kakinya terhenti ketika melihat pemandangan El dan Erina sedang berpelukan.

"Kok sudah ada di Indonesia? Gak ngabarin Papi sih.." ucap El sembari mengacak-acak rambut Erina dengan lembut

Anin tercengang mendengar ucapan El itu, hatinya tak percaya, kenapa bisa El memanggil dirinya Papi. Anin masih berdiri dan terus memperhatikan mereka, tanpa El dan siapapun menyadari itu.

"Kata Mami, Mami tidak punya kontak Papi.. Makanya kita langsung datang kemari. Papi.. Aku sangat rindu.. Bisa aku tinggal dan berlibur bersama Papi?" ucap Erina panjang lebar pada El

El terdiam ia bingung harus menjawab apa pada putri kecilnya ini. El masih memandangi dalam wajah putrinya itu.

Tiba-tiba langkah kaki mendekat, perlahan tapi terus mendekat.

"Sayang.." ucap Anin dengan suara bergetarnya

El langsung menoleh ke arah suara itu, ia menyadari bahwa itu adalah suara istrinya.

Reno, Elvira ikut terkaget ketika melihat Anin yang berjalan mendekat itu.

Mata Anin sudah membulat, wajahnya cemas, bingung tak karuan.

"Sayang.. Kamu.." ucap El dengan kakunya

"Ini siapa?" tanya Anin mencoba menahan air matanya

"I-ini...." ucap El lagi-lagi terbata-bata, lidahnya terasa sangat kelu

Reno ingin menolong El sahabatnya itu, agar tidak diposisi serba salah seperti ini. Reno berpikir untuk mencari alasanya.

"Ini.." ucap Reno namun tiba-tiba terhenti karena ada suara yang ikut berbicara

"Aku ini anak kandungnya Papi El, Tante.. Kita sudah lama tidak bertemu, makanya aku sangat rindu Papi" ucap Erina dengan polosnya

Anin terkaget mendengar jawaban polos dari gadis cantik itu. Matanya semakin membulat, seakan tak percaya dengan ucapan gadis itu.

Tapi tak bisa dipungkiri, karena memang gadis itu mengenal El, memanggil Papi dan El menyambutnya dengan hangat.

"Anak kandung kamu?" tanya Anin merasa tak percaya

Elvira dan Reno hanya bisa terdiam, mereka terlihat salah tingkah, tak mampu berbuat apa-apa di hadapan Anin.

Perlahan Elvira menarik tangan Erina untuk mendekat pada dirinya, Elvira tak ingin Erina melihat pertengkaran ini.

El masih tak bisa berkata-kata, ia menatap dalam ke arah Anin dan masih berhadap-hadapan dengan Anin.

"Ini siapa El? Jawab Aku!" ucap Anin mulai merasa emosi dengan diamnya El

"Tante tolong jangan marahin Papi.." ucap Erina sedikit berteriak dari pelukan Ibunya itu

Anin kembali terdiam, ketika mendengar seorang gadis kecil berkata seperti itu. Anin berjalan meninggalkan El yang masih mematung itu. Anin berjalan dengan sangat cepat, menuju ruangan El untuk mengambil barang-barang miliknya.

"El sorry.." ucap Elvira merasa tak enak hati pada El

El hanya memberi kode dengan telapak tangannya untuk tunggu. Reno lalu menghandle semuanya, lalu mengajak Elvira dan Erina untuk keruangannya, agar tak menjadi tontonan karyawan lainnya.

"Sayang tunggu.." ucap El mengejar langkah istrinya itu dan ikut masuk ke dalam ruangan dirinya

Anin tak menghiraukan El, perasaannya seperti ditusuk tajam, Anin merasakan sakit hati.

"Apa lagi ini semua ya tuhan..." ucap Anin pelan sembari meneteskan air matanya

El terus berlari dan menahan Anin agar tidak pergi. El memeluk erat tubuh Anin, mendekapnya penuh sesal.

"Jangan pergi sayang.." ucap El berbisik ditelinga Anin

"Siapa anak itu? Wanita itu?" tanya Anin bertubi-tubi dengan tak sabar

El terdiam, Anin berontak melepaskan pelukan suaminya itu. Membuat El tak berdaya, ia menyerah untuk tidak memaksakan Anin dalam pelukannya.

"Kenapa diam? Dia istri kamu bukan?" tanya Anin dalam tangisnya

Tak lama terdengar suara pintu terbuka. Anin mencoba menyeka air matanya. Seolah tak terjadi apapun, ia menguatkan hatinya.

"Maaf.." ucap Elvira, yang ternyata masuk ke dalam

"Maaf saya kesini mau menjelaskan semuanya. Kamu tenang dulu ya, beri saya kesempatan.." ucap Elvira dengan langsung, karena takut Anin pergi

Anin terdiam tak menjawab apapun, jelas terlihat diwajahnya, semua kekecewaan, dan amarah menumpuk disana.

El sudah terlihat lebih pasrah.

"Kenalkan nama aku Elvira, anak yang tadi namanya Erina. Dia anak aku dengan El, tapi pernikahan kami sudah lama usai, kamu tidak perlu takut. Aku datang kemari untuk memberikan berkas ini, untuk mengurus perceraian kami.." ucap Elvira panjang lebar sembari menyerahkan satu berkas dalam amlop coklat

"Jadi kamu pernah menikah dengan orang lain?" tanya Anin terlihat lebih tenang dan menghadap pada El, tanpa memperdulikan Elvira

"Iya Anin, aku sudah pernah menikah dengan Elvira. Pernikahan kami hanya 4 bulan, Elvira meninggalkan ku. Kami belum sempat bercerai" ucap El dengan bibir yang bergetar

Anin tak kuasa menahan air matanya, lagi-lagi cairan bening itu mengalir deras dipipi Anin.

1
ega
el itu lelaki plin plan goblok ga punya perasaan, egoiss
Herta Siahaan
gimana kabarnya Erina y
Herta Siahaan
duh malang nasibmu nak ... sepertinya hidup mu nak ... g bisa terbayangkan
Herta Siahaan
pelihara dan terima Erina yg tak berdosa.... pasti doa anak teraniaya seperti dia penolong gian
Herta Siahaan
yah sakit sih perbuatan Elvira tapi Erina hanya korban Anin. coba bayangkan kalau itu terjadi padamu. diah kehilangan maminya terus ayahnya jahat lagi
Herta Siahaan
paling Antoni mau menjadikan Elvira budak seksnya.... dasar laki-laki tak punya hati
Herta Siahaan
kasian Erina thor anak yg hanya korban ibunya dan Antonio yg bejad pasti tak sayang anaknya
Herta Siahaan
haduh rusak pertahanan Anin .. pasti Elvira terbahak 😆😆😆
Herta Siahaan
duduh Elvira... dasar ya.... buat anak tak jelas bapak nya ... kasian Erina Korba ibu yg gitu ...
Herta Siahaan
kan feeling g salah... kasian Erina thor. tuh maknya manusia biadab
Herta Siahaan
wah kayaknya Erina harus ikut Anin dan Ek deh kayaknya Elvira ada niat jahat ma Erina... kasian dia dimanfaatkan ma maknya
Herta Siahaan
ada apa sih dgn mu Elvira.... katanya iklaa dan ini ingin rujuk ada yg g beres nih ma Elvira bang El ..
Herta Siahaan
jangan jadi perusak rumah tangga orang yg kamu cintai Ris....
Herta Siahaan
Rais tanggung jawab kamu yg mulai buat Anin memberontak jd sebagai teman yg menyanginya kembali kan Anin
Herta Siahaan
jujur nin kasihan orang tuamu... jgn jd korban keegoisan mu
Herta Siahaan
tuh kan Anin makin runyam masalah mu. kamu sich ... yg ini belum selesai dah ditambah.
Herta Siahaan
anin dan Rais salah seharusnya mereka jujur diasaat situasi anin begini makin Buat anin tertuduh yg selingkuh
Herta Siahaan
El yg ganteng selidiki donk. masa masih jg oon ya. Elvira mendadak hadir dan membiarkan Anin tersiksa dan malah menuduh anin tanpa merasah bersalah hnya dgn melihat aja
Herta Siahaan
hadehhh selalu begitu ya.. hamil tanpa diketahui suami dan akhirnya sianak tanpa ayah. anak jg yg jadi korban
Herta Siahaan
buka mata kalian wahai orang tua. gimana kalau anakmu dipoligami mau.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!