NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:433
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Menikahi pewaris gila (spin off MBPB) Ini adalah spin off dari novel sebelumnya (Mengandung benih pria beristri) silakan baca novel itu dulu untuk mengerti alurnya. Menceritakan kisah Sagara davitra Fernandez, buah hati dari Citra dan David dan seorang gadis bernama Azalea kirana, disini akan banyak diceritakan bagaimana cerita setelah ending pernikahan David dan citra di novel sebelumnya, Sagara yang di cap sebagai “pewaris gila” harus di hadapkan dengan intrik dan konspirasi yang kejam demi kekuasaan di dalam keluarganya sendiri setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya yang ia anggap pengkhianat dan meninggalkan nya sendirian saat kecil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Paginya…

Cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai,perlahan menerangi kamar pengantin yang semalam dipenuhi perdebatan daripada adegan dewasa itu.

Sagara membuka matanya perlahan, ketika ia merasakan sesuatu melingkar erat di pinggangnya. Awalnya ia mengira hanya sebuah selimut yang tersangkut. Namun saat hendak menggeser tubuh, ternyata sebuah tangan yang justru semakin erat memeluknya.

Keningnya berkerut, garis wajah tampan itu tampak syok sesaat lalu ia menunduk. Dan seketika itu juga Sagara terdiam.

Tangan mungil yang ternyata melingkar di pinggangnya itu adalah milik perempuan yang tidur pulas disampingnya, Aleah.

Iyalah memang nya siapa lagi? Masa author.

Oke kembali ke laptop.

Aleah tampak sangat nyaman tertidur dengan kepala bersandar di dada Sagara dan satu kaki terselip diantara kedua kakinya. Kedua tangannya yang memeluk pinggang sang pria tampak begitu erat, seolah laki-laki itu adalah guling paling nyaman di dunia.

Sagara berkedip beberapa kali. Apa-apaan ini? Bukankah semalam perempuan itu bersikeras tidak mau tidur seranjang dengannya?

Lantas, siapa yang sekarang menempel seperti perangko ini?

Sagara berdecak, berusaha melepaskan namun justru jeratan tangan gadis itu semakin membelit nya, membuat nya sedikit sesak napas.

Lantas ia mencoba membangunkan gadis yang tidurnya sudah seperti koala itu. “Aleah.”

Tidak ada jawaban.

“Aleah, bangun.”

Perempuan itu malah menggumam tidak jelas, kemudian menyusup lebih dekat ke tubuhnya, membuat Sagara sedikit berjengit dan harus mendongak karena kini kepala gadis itu tepat di atas lehernya.

Dan ketika Aleah bergerak lagi, kerah gaun pengantin putih yang belum dilepaskan nya sejak semalam itu sedikit bergeser, menunjukkan belahan dada yang amat begitu menggoda bagi mata lelaki manapun yang melihatnya, ditambah kulit putih mulusnya itu.

Dan salsh satu lelaki itu adalah Sagara, yang langsung memalingkan wajahnya.

Gluk! Secara sadar dan naluriahnya sebagai laki-laki, Sagara menelan ludahnya kasar. Bagaimanapun dia seorang jantan kan? Dan melihat pemandangan seperti ini tentu saja menguji imannya.

Sagara kembali menelan ludah lalu menghela napas panjang untuk mengembalikan ketenangan nya. “Tenang Saga, dia hanya sedang tidur.”

Ia mencoba melepaskan tangan Aleah dari pinggangnya secara perlahan. Namun, baru saja berhasil mengangkat satu tangan, perempuan itu tiba-tiba mengerang kecil. “Jangan diambil.”

Wanita itu mengigau, membuat Sagara refleks berhenti. “Apa?”

“Gulingnya. Jangan diambil …. Gulingnya.”

Pria itu sontak menatap langit- langit kamar.

Guling?

Jadi, selama ini ia di anggap guling?

“Aleah, aku bukan guling mu. Berhenti lah mengigau dan bangun sekarang.”

“Berisik…” gumam Aleah, masih terlelap.

Sagara nyaris kehilangan kesabarannya. Perempuan ini bahkan berani menyuruhnya diam saat dirinya sendiri yang membuat masalah!

Ia kembali mencoba melepaskan pelukan Aleah, kali ini gadis itu justru mengerutkan hidung, kemudian mencengkeram kemeja miliknya semakin erat.

“Dingin…”

Sagara bergeming,

Entah harus marah atau tertawa miris, ia sendiri tidak tahu.

Dan pada akhirnya ia menyerah, lantas membiarkan Aleah untuk tidur beberapa saat lagi. Ia hanya berbaring kaku, kedua tangannya terangkat canggung, tidak tahu harus diletakkan dimana.

Pemandangan itu tentu akan sangat menggelikan jika ada orang lain yang melihatnya. Secara, seorang Sagara Davitra Fernandez,pria yang ditakuti banyak orang, kini tidak berani bergerak hanya karena seorang perempuan yang sedang tertidur sambil memeluknya.

Beberapa saat kemudian,Aleah ternyata mulai menggeliat. Matanya terbuka perlahan,

Ia mengerjap, menatap sesuatu yang terasa hangat di depan wajahnya. Lalu secara refleks mengangkat kepalanya.

Tatapannya langsung bertubrukan dengan sepasang mata jelaga yang datar milik Sagara.

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Aleah kemudian menunduk, melihat tangannya sendiri yang melingkar di tangan pria itu, matanya membelalak, wajahnya berubah seketika.

“ASTAGA!!!”

Ia langsung melepaskan pelukannya dan bergeser begitu cepat,saking cepatnya melesat tubuhnya hampir terjatuh dari ranjang.

Sagara refleks menangkap pergelangan tangannya. “Hati-hati.”

Aleah membeku, jantungnya memompa cepat.

Sementara Sagara masih memegang tangannya. Jarak wajah mereka begitu dekat hingga Aleah bisa melihat jelas tatapan tajam pria itu dan wangi citrus yang menguar dari tubuh pria itu.

Wajah Aleah mendadak memanas, lalu buru-buru ia menarik tangannya.

“Kenapa kau tidak membangunkan ku?” Menatap jengkel ke arah pria itu.

Sagara menatap nya tidak percaya. “Aku sudah mencoba.”

“Lalu kenapa kau membiarkan ku memeluk mu?!”

Pertanyaan itu membuat alis Sagara terangkat.”jadi, sekarang aku yang salah?”

Aleah hendak membuka mulut lagi,tetapi tidak menemukan jawaban yang masuk akal.

Sagara melirik tangannya sendiri, lalu kembali menatapnya.”kau memeluk ku seperti orang yag takut kehilangan harta karun. Saat ku lepaskan kau malah mengomel karena kedinginan.”

Aleah membelalak. “Aku tidak mungkin melakukan itu!”

“Kalau begitu, mungkin aku yang tak sengaja memeluk mu semalam sambil memanggil mu guling.”

Aleah terdiam dengan perkataan pria itu sementara Sagara mengangkat sebelah alisnya.

“Masuk akal?”

“K- kau jangan mengarang!”

Sagara mengangkat bahunya acuh tak acuh. “Aku tidak perlu mengarang. Buktinya, lihat posisi kit tadi.”

Aleah spontan meraih bantal pembatas yang semalam mereka susun dengan susah payah, lalu memeluknya erat-erat.

“Aku pasti tidak sengaja!” elaknya. “Karena sejak kecil memang aku biasa tidur dengan memeluk guling.”

“Syukurlah kau menyadarinya.”

Sagara bangkit dari ranjang dan merapikan kemeja putihnya Namun, sebelum melangkah ke kamar mandi, ia berhenti sejenak.

“Oh, satu lagi.”

Aleah menatapnya curiga. “Apa?”

“Kalau ingin memeluk seseorang saat tidur, cari guling.”

Ia melirik bantal yang kini dipeluk Aleah.

“Jangan sampai gulingmu merasa tersaingi.”

“TUAN MUDA SAGARA!”

Tawa kecil nyaris lolos dari bibir pria itu, tetapi segera ditahannya sebelum Aleah sempat menyadarinya.

Ia berjalan menuju kamar mandi dengan wajah kembali dingin.

Sementara Aleah duduk mematung di atas ranjang, wajahnya merah padam karena malu sekaligus kesal.

Pagi-pagi sudah dipermalukan oleh suaminya sendiri.

Delapan belas bulan.

Ia harus bertahan selama delapan belas bulan bersama pria menyebalkan itu.

Dan kalau setiap pagi akan seperti ini, Aleah mulai meragukan apakah dirinya akan keluar dari pernikahan ini dengan kewarasan yang masih utuh?

Haish!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu, di sisi lain…

Tepatnya di sebuah gubuk sederhana yang jauh dari hiruk-pikuk kota, seorang perempuan paruh baya duduk termenung di dekat jendela. Meski usianya tak lagi muda, kecantikannya masih terpancar jelas dari wajahnya yang anggun.

Tatapannya terpaku pada layar ponsel usang yang layarnya sudah retak sebagian, menampilkan foto pernikahan Sagara dan seorang perempuan yang kini sah menjadi istrinya.

Jemarinya bergetar pelan saat menyentuh wajah pria dalam foto itu.

“Jadi, kau sudah menikah, Nak?” Air matanya mulai menetes satu persatu, di wajahnya sarat akan kerinduan dan rasa bersalah.

Senyum tipis terbit di bibirnya, tetapi matanya berkaca-kaca.

Tak berapa lama seorang pemuda keluar dari balik kamar yang hanya tertutupi oleh tirai tipis.

“Bunda, kenapa menangis?”

…..

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!