NovelToon NovelToon
Setelah Menikah, Aku Jadi Ratu Gosip!

Setelah Menikah, Aku Jadi Ratu Gosip!

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Live/Variety Show
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ly-Ra?

Setelah menikah dengan Silas Crane, Nara Aeris mulai merasakan kebosanan. Hidupnya hanya dipenuhi dengan berbaring, makan, dan menghabiskan uang suaminya.

Tapi ternyata itu cuman bertahan beberapa hari.

Sejak sebuah sistem informasi harian yang bernama Lyra, tiba-tiba muncul di atas kepalanya dan memberikan satu informasi setiap hari. Hidupnya tidak jadi membosankan!

Hari-hari dipenuhi gosip menyenangkan.

【 Ketua Cabang Grup Ardent diam-diam memindahkan tiga puluh miliar sebelum menandatangani surat perceraian. 】

【 Pewaris keluarga Rothwell menikahi sekretarisnya secara diam-diam. 】

Mata Nara berbinar.

"Bukankah gosip seperti ini terlalu menyenangkan?"

Karena Nara Aeris suka berbagi, ia akan selalu melakukan siaran langsung untuk berbagi kepada para penggemarnya. Tentu saja! Gosip bagus harus dibagikan.

Internet mulai macet akibat tingkah laku Nara, dan dia dijuluki Ratu Gosip.

Let's Start The Story!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly-Ra?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. The Crimson Rose

Penyusup itu menoleh sekilas. Waktunya semakin sempit. Jika terus melewati halaman depan, dia berisiko bertemu petugas yang baru tiba.

Karena itu, dia memilih jalur taman samping yang berbatasan dengan deretan pohon dan tembok pembatas properti. Lampu taman di area tersebut belum menyala, membuat sebagian jalur tertutup bayangan.

Dia berlari menyusuri area servis hingga mencapai pintu akses teknisi yang mengarah ke jalur pemeliharaan di luar properti. Setelah menarik pintu itu, dia menyelinap keluar dan menghilang dalam kegelapan.

Silas baru tiba di ujung taman beberapa saat kemudian. Dia menatap jalur di luar properti, tetapi tidak lagi melihat siapa pun.

Ada beberapa arah yang bisa dipilih penyusup itu setelah meninggalkan taman. Tanpa mengetahui ke mana dia pergi, mengejar sendirian di tengah kegelapan hanya akan membuang waktu, sementara Nara masih berada di dalam rumah.

Silas mengatupkan rahang, lalu segera berbalik.

Dia harus memastikan istrinya selamat.

Ketika Silas kembali ke lantai dua, Nara langsung berlari menghampirinya.

"Silas!"

Dia memeluk suaminya erat-erat, lalu mendongak untuk memeriksa wajahnya. Baru saat itulah Nara menyadari kemeja Silas robek dan pria itu tampak menahan sakit ketika bergerak.

"Kamu terluka?" Tangannya gemetar saat menyentuh lengan Silas. "Bagaimana dengan rusukmu? Aku melihatmu dipukul tadi!"

Silas mengusap punggungnya untuk menenangkan perempuan itu.

"Aku baik-baik saja. Hanya terkena pukulan."

"Tapi kemejamu sampai robek!"

"Itu bukan masalah besar."

Nara menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Dia lega Silas masih berdiri di hadapannya, tetapi tidak bisa mengabaikan luka yang mungkin lebih serius daripada kelihatannya.

Tak lama kemudian, polisi dan petugas keamanan memeriksa rumah serta area luar properti. Mereka mengumpulkan keterangan dari Silas, memeriksa rekaman kamera pengawas, dan mencari jalur yang digunakan penyusup untuk masuk maupun melarikan diri.

Sayangnya, rekaman kamera di taman samping tidak mencakup seluruh area. Kamera dekat pintu akses teknisi juga tidak memberikan gambaran yang cukup jelas untuk mengenali wajah penyusup.

Setelah pemeriksaan awal selesai, polisi dan petugas keamanan pergi untuk melanjutkan penyelidikan berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan.

Rumah kembali sunyi, tetapi suasananya terasa jauh berbeda dari sebelumnya.

Nara masih menggenggam tangan Silas. Setiap kali pria itu sedikit mengernyit saat mengubah posisi tubuh, kecemasannya kembali muncul.

"Sayang, aku akan memanggil dokter keluarga untuk memeriksamu."

Silas menghela napas pelan. "Tidak perlu. Aku hanya perlu beristirahat."

"Jangan mulai lagi!" Nara langsung memotong ucapannya. "Kamu terkena pukulan di rusuk dan tadi bertarung dengan orang bersenjata. Bagaimana kalau ada cedera yang tidak kamu sadari? Aku tidak mau mengambil risiko."

"Aku tahu kondisi tubuhku sendiri."

"Kalau begitu, seharusnya kamu juga tahu bahwa orang yang baru saja bertarung dengan penyusup bersenjata perlu diperiksa dokter!"

Silas terdiam sesaat. Dia sebenarnya merasa lukanya tidak terlalu serius, tetapi melihat Nara masih pucat dan begitu mengkhawatirkannya, dia akhirnya mengalah.

"Baiklah. Panggil saja dokter."

Nara segera menghubungi dokter keluarga Crane.

Tidak lama kemudian, dokter datang bersama seorang perawat. Setelah mendengar penjelasan mengenai kejadian malam itu, dia memeriksa kondisi Silas, terutama bagian rusuknya yang terkena pukulan.

Setelah pemeriksaan selesai, dokter menjelaskan bahwa Silas mengalami memar akibat benturan. Untungnya, tidak ditemukan tanda-tanda cedera serius. Meski demikian, dia tetap harus beristirahat dan menghindari aktivitas berat untuk sementara waktu.

"Jika rasa sakitnya bertambah parah atau muncul gejala lain, segera hubungi saya," pesan dokter sebelum memberikan obat yang diperlukan.

Nara mengangguk, memastikan dirinya mengingat semua petunjuk tersebut.

Setelah dokter selesai memberikan instruksi, Silas berbaring di kamar istirahat. Nara menarik selimut hingga menutupi tubuh suaminya, lalu memastikan bantalnya berada dalam posisi nyaman.

"Kamu harus tidur. Jangan memikirkan pekerjaan dulu."

Silas meraih tangannya. "Kamu juga harus beristirahat."

"Aku akan menyusul setelah membereskan beberapa barang yang berantakan."

"Jangan terlalu lama."

Nara tersenyum kecil. "Iya. Aku hanya akan merapikan sedikit."

Silas akhirnya melepaskan tangannya. Setelah memastikan suaminya beristirahat, Nara keluar dari kamar.

Lorong lantai dua masih menyisakan beberapa barang yang bergeser akibat perkelahian. Nara memanggil robot pelayan untuk membantunya membereskan rumah.

Robot itu mulai mengumpulkan benda-benda yang berserakan, sementara Nara merapikan barang-barang kecil yang masih berada di tempatnya. Setelah lorong kembali rapi, dia beralih ke dapur.

Beberapa peralatan makan terjatuh, kursi bergeser, dan benda-benda di atas meja berantakan akibat perkelahian Silas dengan penyusup.

Nara menghela napas panjang.

"Benar-benar membuat kekacauan."

Dia meminta robot pelayan membersihkan pecahan gelas dengan hati-hati, sedangkan dirinya merapikan peralatan makan yang masih bisa digunakan.

Saat membersihkan area dekat lemari dapur, Nara melihat sebuah benda terselip di bawahnya.

"Robot, tolong ambilkan benda itu."

Robot pelayan segera mengeluarkan benda tersebut. Sebuah pisau lipat.

Nara mengenali senjata itu sebagai milik penyusup malam tadi. Namun, saat memeriksa gagangnya, matanya langsung terpaku pada ukiran mawar merah dan tulisan kecil di bawahnya.

The Crimson Rose.

Nara terdiam.

Dia mengenal nama itu. Lebih tepatnya, dia mengenal pemiliknya.

"Lyssandra Celestine Vale, apa yang sebenarnya kamu lakukan?"

Nara mengerutkan kening. Jika orang di balik penyusupan ini benar-benar sahabatnya, pasti ada alasan di balik tindakannya.

Dia mengenal Lyssandra dengan cukup baik untuk tahu bahwa perempuan itu bukan orang yang bertindak sembarangan. Bahkan ketika melakukan sesuatu yang sulit dipahami orang lain, Lyssandra selalu memiliki pertimbangannya sendiri.

Lantas, mengapa sahabatnya sampai menyusup ke rumahnya dan bertarung dengan Silas?

Nara menatap pisau lipat itu sekali lagi. Dia tidak bisa menyangkal bahwa ukiran tersebut merupakan petunjuk yang kuat, tetapi dia juga tidak ingin terburu-buru menuduh Lyssandra tanpa mendengar penjelasannya.

Setelah berpikir sejenak, Nara memutuskan untuk menyimpan pisau lipat itu sendiri. Dia tidak akan menyerahkannya kepada polisi sebelum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Bagaimanapun, dia ingin mendengar penjelasan Lyssandra secara langsung.

Lagipula, dia tidak pernah menceritakan hubungan pribadinya dengan Lyssandra kepada siapapun. Ini adalah rahasia pribadinya.

Setelah menyimpan pisau lipat itu di tempat yang aman, Nara melanjutkan pekerjaannya hingga dapur kembali rapi.

Ketika selesai, Nara kembali ke kamar istirahat.

Silas masih berbaring dengan mata terpejam. Napasnya teratur, meskipun sesekali dahinya berkerut ketika mengubah posisi tubuh.

Nara duduk di sisi ranjang dan memperhatikan wajah suaminya. Melihatnya dalam keadaan seperti itu membuat dadanya kembali terasa sesak.

Malam ini seharusnya menjadi malam biasa bagi mereka. Namun, seseorang telah menerobos masuk ke rumah mereka dan membuat Silas terluka.

Dan sekarang, Nara menemukan sesuatu yang menghubungkan penyusup itu dengan seseorang dari masa lalunya.

Dia menunduk, menggenggam tangan Silas dengan lembut.

"Semoga kamu punya alasan yang masuk akal, Lyssandra."

...----------------...

1
Sribundanya Gifran
lanjut bnyak bnyak thorrrrr💪💪💪💪💪
Ly-Ra?: oke, tapi gak janji 🏃🏼‍♀️💨
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Ly-Ra?: Siap, terimakasih sudah mantengin hehe
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Nurlaila Hidayah
tak kira mau diambil itu uang'a🤔
Ly-Ra?: uangnya memang diambil sayang~
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
novel yg menghibur, semoga up tiap hari sampai tamat ya kak
tetap sehat dan semangat Thor
Ly-Ra?: 😍 Terimakasih sudah doain Lyra, kamu juga sehat² ya
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
waaaah jangan sampai yah thor persahabatan mereka brantakan gra2 misi, klo bisa dibalik nanti thor
Ly-Ra?: 🤭 Kenapa gak boleh berantakan, bagus tau~
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
jeaaaah dmna2 polisi pasti dtg klo udh beres🤦🤭
Nurlaila Hidayah: iya ka, skrg mah kya'a ngikutin polisi indo🤣🤣🤣
total 2 replies
Nurlaila Hidayah
lanjut thor
Ly-Ra?: pasti 💪
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
tmben lama amat thor up'a🤔
Nurlaila Hidayah: oke siap, maacih /Kiss/
total 2 replies
Nurlaila Hidayah
mntap, itu baru 3 yg dsbutin nama marga yg sdah mlai menolak blom yg lain'aa yg ga dsbutin, mampus kau ethan laga'a kau bilg cinta vivian. bilg aja kau emg kata keranjang ga tau diri sx kau udh dbntu Mlah menggigit😡😡😡
Nurlaila Hidayah
Waaah habis kau klrga hale gra2 1org smua kna dmpak'a, lnjut lgi thor
Nurlaila Hidayah
mau nabung smpai end eh ga bsa krna pnasaran klnjutan'a sperti apa jdi weee dibuka dah bab slnjut'a🤭
Ly-Ra?: Hahaha, gapapa 🤭 author jadi senang kalau ada yg baca
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
lanjut thor dtggu smpe end soalnya ga enak klo spotong2 baca'a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!