Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POV : Om Iwan
Namaku Iwan Syahputra, usia 50 tahun memiliki 3 anak. 2 laki laki dan 1 wanita. Pernikahan nya dengan Indah Purnama adalah sebuah perjodohan bisnis, karena pernikahan ini, semua karir politik, bisnis berjalan lancar, istrinya Indah purnama seorang wanita yang bijak, indah tidak pernah mau ikut campur kehidupan pribadinya, Indah juga sangat mandiri memiliki bisnis yang sangat lancar. Karena kebaikan hatinya, Indah sering melakukan bakti sosial ke daerah daerah perkampungan. Hal itulah yang membuat hubungan rumah tangga ku berjalan harmonis sampai saat ini, belum lagi anak anak yang sangat tampan, cantik dan pintar, bisa di bilang kehidupan rumah tangga ku sempurna.
Di sela sela urusan bisnis, sangat sering rekan bisnis ku menawarkan wanita wanita malam kepadaku, ada yang berusia 20 sampai 30 an, semua wanita itu bisa di bilang sangat cantik, bohay, dan menggoda. Tapi sebisa mungkin, aku tidak tidur dengan mereka. Mereka hanya sekedar aku jadikan teman bernyanyi di karaoke, teman minum dan teman bersenang senang saja. Apakah indah tidak mengetahui itu semua?? Jawaban nya Indah tau, indah mengetahuinya, tapi dia selalu menutup matanya, seolah tidak terjadi apa apa. Bahkan aku sering cerita kepadanya setiap kegiatan malam kundengan rekan bisnis ku. Jawaban indah hanya satu asalkan aku tidak tidur dengan mereka tidak masalah.
Setelah perjalanan bisnis ku, selama hampir 2 Minggu di jakarta, aku kembali ke rumah. sebelumnya indah juga mengatakan kalau ada teman dari desanya yang menjaga putri di rumah. hidup teman nya benar benar sangat memprihatinkan, mulai di tinggal, suami, ditelantarkan adik adiknya yang sukses, dan harus membesarkan seorang anak perempuan seorang diri. Lalu indah menawarkan rumah kontrakan kami untuk di tinggali mereka. Bagiku itu tidak masalah karena kami memiliki banyak rumah kontrakan.
Waktu aku berkenalan dengan cahaya dan ibunya aku sangat terkejut, cahaya sangat mirip dengan mantan pacarku dahulu. Rambutnya, mata, bibir mereka sangat mirip. Bisa di bilang cahaya mungkin reinkarnasinya. Karena darah, mantan pacarku sudah meninggal. Awalnya biasa saja, waktu berkenalan dengan cahaya, tapi malam itu aku sungguh tidak bisa tidur, wajah cahaya terus mengelilingi kepala ku, senyumnya, cara dia berbicara. aku merasa salah akan semua ini, dia seumuran dengan anak ku, ini hanya rasa karena dia mirip dengan Sarah saja dalam hatiku.
esok pagi nya di meja makan, aku mulai mencari informasi tentang cahaya dari indah.
" Ma, teman kamu itu si Siti memang nya tidak punya keluarga lagi?? Sampai kita harus menolong mereka?" tanyaku
"dia punya 2 adek pa, ke dua duanya laki laki tapi adek adeknya di bawah ketiak istri,malah dapat istri jahat. rumah peninggalan ibu mereka yang udah reot pun di perebutkan. Padahal adeknya kehidupan nya lumayan. Siti di usir dari situ, d belikan rumah yang kecil banget pa. Kayak ukuran dapur belakang sama kamar nya Bu Iyem" jawab indah
"oohhh, jadi anaknya si Siti itu si cahaya kok bisa kuliah di US*?? Bukan nya mereka gak punya banyak uang?" tanya ku lagi.
" cahaya itu anak yang pintar pa, sama kayak Siti tapi sayang nya Siti itu dulu gak tamat SD harus kerja untuk menyekolahkan adik adiknya. Jadi cahaya dapat jalur tanpa tes masuk ke US*. Karena mama kasian jadi mama nawarkan mereka tinggal di rumah kontrakan kita, kemarin waktu mama cerita papa udah setuju, gimana sih pa" ucap indah
" memangnya papa ada bilang gak setuju?? Papa kan bertanya kenapa kita harus nolong mereka" jawab ku
" jadi, cahaya dari kecil gak pernah ketemu ayahnya?" tanyaku
" kata Siti sih nggak, cahaya cuma tau ayahnya dari fotonya aja. Ayahnya udah pergi saat Siti hamil 8 bulan. Pria brengsek memang itu" ucap indah kesal
" oowh, kasian ya si cahaya. Putri aja yang kita dua ada tetapi sering kita tinggal keluar kota jadi lebih pendiam nggak mau terbuka. Apalagi cahaya ya ma? " ucapku
" iya pa, maka itu mama pun sebisa mungkin, menolong mereka pa. Walaupun diluaran sana banyak yang lebih menderita dari mereka tapi karena mereka kenalan mama, mama tau bagaimana sifat dan kepribadian Siti, mama percaya mereka makanya mama mau menolong mereka pa" ucap indah.
" yaudah deh ma, papa jalan dulu nanti papa terlambat" ucap ku
Di perjalanan aku sengaja memilih jalan memutar, melintasi arah rumah kontrakan kami yang di tempati cahaya. Ternyata cahaya juga sedang menunggu angkutan umum. Aku berhenti dan menawarkan tumpangan kepadanya.
Cahaya anak yang sopan, baik dan pintar, sewaktu berbicara dengan nya serasa nyambung semua dia tahu dia juga humoris sehingga aku sering tertawa dibuat tingkah polosnya. Karena sudah sampai di kampusnya, cahaya minta turun di depan kampus. Aku pun tidak lupa meminta no hp cahaya.
Di kantor setelah, meeting selesai aku bingung mencari alasan untuk memulai percakapan dengan cahaya. Tiba tiba ide sisa makanan muncul di kepala ku. Lalu akupun mengirim makanan ke cahaya. Padahal sama sekali tidak ada acara dan tidak ada sisa makanan di kantor.
menghubungi cahaya sekarang menjadi kegiatan sehari hari ku, bahkan akubtidak pernah menanyakan keberadaan indah. Tetapi aku sering menanyakan keberadaan cahaya. Sekarang aku tau kegiatan sehari harinya.
Hari itu cahaya sakit, aku tau kalau aku yang mengajak cahaya berobat pasti aku akan ditolaknya. Lalu aku menghubungi istriku agar menyuruh ibu nya cahaya membuat nasi kotak. Benar saja dari situ indah tau kalau cahaya sedang sakit. Indah pun menyuruh cahaya berobat ke klinik teman nya. hari itu aku mengirimin cahaya pakaian dan kalung, aku kira dia akan suka dan akan berutang Budi padaku ternyata aku salah, cahaya menolaknya. Jarang ada wanita yang menolak diberikan perhiasan, hal itu yang membuat aku semakin penasaran dengan cahaya. Aku pun menunggu cahaya sampai selesai berobat di klinik, pada saat cahaya keluar aku langsung menghampiri cahaya dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Aku membawanya ke resto steak, katanya dia belum pernah makan makanan seperti ini karena sayang duitnya. Kepolosan nya membuat ku jatuh hati padanya. Apa ini yang namanya puber ke dua?? Selama ini aku berhasil melewati segala macam godaan wanita. Tapi kenapa dengan wanita ini yang seusia dengan anak ku bisa di bilang aku lebih cocok jadi bapaknya, perasaan ini muncul.
Setelah, mengantar cahaya pulang aku pun kembali ke rumah. Ternyata indah sudah di rumah bersama putri. aku pun langsung, mengutarakan ide menjadikan cahaya guru les private putri ke indah.
" Ma, menurut mama, kita kan jarang di rumah gimana kalau kita Carikan guru les private ke rumah ini untuk putri. Selain putri bisa ada teman nya, putri juga bisa belajar." ucapku
" kita tanya putri ya pa" ucap indah kemudian memanggil putri
" iya mam" ucap putri
" sayang, kata papa kamu butuh guru les private gak untuk malam? " tanya indah
" mama, dari pagi putri udah belajar, les, kursus. Masak malam juga harus belajar sih" ucap putri sambil ngambek.
" bukan gitu sayang, mama sama papa kan sering keluar kota maksud papa itu kalau kamu Dari habis magrib ada kawan nya, sekalian nemenin kamu belajar kan enak kamu gak kesepian." ucapku
" oke.. Tapi syarat nya satu guru itu harus kak cahaya" ucap putri
Yeeess.. Berhasil, batinku dalam hati
" oke, kalau itu mau putri. Menurut mama gimana?" tanya ku pura pura meminta pendapat istriku.
" mama sih gak keberatan, kalau putri nyaman dengan cahaya" ujar indah.
"Yaudah papa mau mandi dulu, gerah banget" ujar ku ke istriku dan putri. Aku pun berjalan ke kamar meninggal kan mereka berdua yang sedang mengobrol.
Aku besok harus menyampaikan kabar gembira ini ke cahaya, dia pasti senang batinku dalam hati.
Keesokan harinya, pagi pagi aku sudah di sekitar rumah cahaya, aku ingin menyampaikan kabar gembira ini kepadanya, tapi cahaya sedang bersama teman nya. Aku pun mengurungkan niatku, lebih baik nanti aku hubungi saja cahaya biar aku jemput setelah pulang kuliah.
kenapa chat, telepon ku tidak ada yang di balas oleh cahaya? Pikirku atau ada apa apa dengan cahaya? Pekerjaan ku jadi tidak ku hiraukan. Aku batalkan semua janji temu dengan klien hari ini. Aku mau cepat keluar kantor dan menuju kampus cahaya.
Pukul 03 sore aku sudah melajukan mobilku ke kampus cahaya, begitu aku sampai dinparkiran aku lihat cahaya naik sepeda motor bersama laki laki. entahlah kenapa dada ini terasa terbakar, aku cemburu, bisikku dalam hati. Apa aku benar menyukainya?? Tanyaku lagi ke hati kecilku. Tetapi ada rasa tidak senang melihat cahaya dan pria itu di atas sepeda motornya. Aku pun mulai mengikuti mereka. Ternyata mereka berhenti di rumah sakit swasta disini. siapa yang sakit, pikir ku.
Ku telepon cahaya kembali, ku chat tapi tidak ada balasan dan jawaban darinya. Aku mulai emosi, marah melihat sikap cahaya, marah kepada laki laki itu dan marah karena keadaan ku, karena aku bukan lagi pria muda tapi aku adalah pria paruh baya yang memiliki istri dan anak.
Pukul 6 sore cahaya dan pemuda itu keluar bersama kedua teman cahaya, aku ikuti mereka kembali ternyata teman cahaya berbeda arah dengan mereka. Hendak pergi kemana kamu cahaya pikir ku dalam hati. Ternyata sepeda motor pemuda itu berhenti di sebuah cafe kekinian. Mereka duduk di sana. Aku hanya menunggu di dalam mobil. Melihat, sampai kapan mereka disana lalu akan kemana lagi mereka.
Ternyata, setelah selesai dari cafe cahaya di pulangkan ke rumahnya. aku pun merasa lega. kunjungan lewati rumah cahaya lalu aku menuju ke rumahku.
Sesampainya di rumah hand phone ku berbunyi. Ternyata dari cahaya.
" maaf om, hp cahaya di dalam tas karena panggilan nya tidak berbunyi cahaya gak tau kalau om nelepon. Ada apa ya om??" tanya nya
Ada rasa lega di dalam hatiku, setelah cahaya membalas pesan ku.