NovelToon NovelToon
AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Transmigrasi
Popularitas:804
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!
No copy, cerita saya!
Selamat membaca semua, semoga suka...

Sinopsis :
Maudy, Seorang Sekertaris di Perusahaan besar mendadak tewas setelah Mobilnya tertabrak oleh Mobil pengendara lain. Namun bukannya pergi ke alam baka ia malah bersinggah di tubuh Wanita lain. Ia bahkan kini harus menghadapi kesulitan lantaran ia kembali ke 2 tahun yang lalu dalam tubuh wanita itu, yang bernama Aurora. Saat ia berpikir untuk menyerah dan kembali mati ia pun bertemu dengan wanita di alam mimpinya.

"Tolong aku, Tolong rubah masa depanku yang hancur" Ucapan itu membuat Maudy ketakutan. Ia bahkan tak kenal wanita ini atau siapa dia. Ia mencoba beberapa kali percoba bunuh diri namun selalu gagal dan hingga akhirnya ia menyerah dan memilih untuk tetap bertahan sebagai Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Malam itu, hujan tiba-tiba saja turun, membasahi ibu kota Jakarta. Di rumah sakit, citra medika. Grace tengah duduk menemani suaminya, sambil menatap derai hujan yang tak kunjung berhenti di jendela ruang inap.

Wanita itu menoleh, merasakan pilu melihat suaminya yang terkapar tak berdaya. "Anne, mengapa kau selalu menghantui kami, sampai kapan kau akan terus seperti ini." Wanita itu berucap dalam hati

"Drt Drt Drt..." Pesan masuk pada ponselnya, dan dengan segera, Grace langsung mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di meja samping tempat ia duduk.

Grace membuka pesan itu, setelah melihat isi pesannya, seketika wajahnya menjadi pucat pasih.

BRUKKK!

Ponsel yang ia pegang terjatuh, dengan posisi masih menyala. Terlihat pada ponsel itu, sebuah foto dua orang yang tengah bermesraan, mereka saling peluk. Tampak seperti sangat berhati-hati, tampak seperti sebuah foto skandal.

"Anne dan Kris..." Ucapnya perlahan, ia kemudian membungkam mulutnya sendiri.

Grace seperti tak percaya akan hal ini, "Anne, begitu banyak pria di luar sana, lantas mengapa kau harus bersama Kris?"

Kriettttttt!

Aurora membuka pintu, ia menunduk merasa bersalah pada Grace.

Melihat Aurora yang datang, dengan cepat, Grace pun langsung mengambil ponselnya yang terjatuh dan langsung mematikan daya ponsel.

"Aurora, kau sudah kembali, sini sayang!" Grace menarik Aurora, menggeret kursi yang berada di pojok ruangan, lalu menyuruh Aurora untuk duduk.

Tak hanya Aurora, Jordan pun kini ikut masuk ke dalam ruangan.

Aurora menggenggam kedua tangan Grace, ia menatapnya sendu dan tanpa pikir panjang langsung memeluknya.

"Maaf atas ucapanku sebelumnya mama" Aurora tampak menyesal, Grace pun membalas pelukan itu.

"Tidak apa-apa Aurora, seharusnya, akulah yang minta maaf padamu."

Jonas kembali datang, dengan kursi rodanya, pria itu datang dengan di temani oleh perawat yang mendorong kursi rodanya. Ia lalu berhenti, dan berada tepat di samping Jordan.

"Apa kau Pak Jordan?" Tanya Jonas dan Jordan pun langsung mengangguk.

"Iya, saya Jordan." Ucapnya singkat tanpa menoleh sedikitpun ke arah lawan bicaranya.

Alex juga kini masuk ruangan, ia menghampiri Jordan dan mengetuk-ngetuk jam tangannya. Memberikan isyarat bahwa kini sudah waktunya.

Jordan yang paham akan maksud Alex, kini bermaksud pamitan kepada semua.

"Bibi, saya harus kembali, sedari tadi siang, sudah meninggalkan perusahaan. Jadi saya harus kembali lagi." Ucap Jordan berpamitan pada Grace.

"Apa, kau mau lembur lagi?" Ujar Aurora yang langsung berdiri dari kursi.

Hal yang Aurora ucapkan, sontak membuat tanda tanya besar bahkan Alex yang berdiri di samping Jonas pun langsung melongo.

"Jadi mereka sudah saling kenal sejak lama ya?" Batin Jonas.

Alex yang melongo pun juga sama dengannya, "Hah, wah, ini gila. Konspirasi apa lagi ini, pantas dekat sekali, ternyata mereka memang sedekat itu."Batin Alex.

"Lembur lagi? Apa maksudnya, kenapa ucapan yang dia lontarkan seakan terkesan ia sudah lama tahu. Pertemuan kami baru terjadi 2 kali, tapi mengapa seolah Aurora sudah tahu semuanya. Apa dia juga turut mencari tahu tentangku?" Batin Jordan.

Melihat semua yang kini terdiam, Aurora pun mencoba tertawa kecil dan mengalihkan pembicaraan. "A ha ha ha ha, Pak Jonas kembalilah di ruanganmu, papa ku aman kok. Kau juga bisa beristirahat dengan tenang."

Mendengar ucapan Aurora, Jonas pun langsung mengangguk. "Baiklah nona, terima kasih. Semuanya, saya izin kembali ke ruangan." Perawat itu, kini membawa Jonas pergi meninggalkan ruangan.

"Rora, kami juga pergi. Bibi, kami duluan ya."

"Hati-hati Jordan, Alex, selagi terima kasih telah mengantar Aurora ke sini." Grace melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan.

"Sama-sama bibi, Aurora, sampai jumpa lagi. Aku pastikan kau akan bertemu lagi denganku." Ujar Jordan sambil berjalan mundur ke belakang.

Alex yang tahu, bahwa bosnya akan lama, kini menyeretnya keluar dengan menarik jas Jordan dari belakang.

"Ya baiklah..." Aurora melambaikan tangannya, sampai Jordan menghilang dari pandangan, seketika Aurora pun menurunkan tangannya.

Aurora menatap Grace, wanita itu tampak lemas, bibirnya sedikit pucat. Lalu Aurora menaruh telapak tangannya di jidat Grace.

"Ma, bagaimana jika kau makan dulu? Atau mau aku belikan di kantin?" Tanya Aurora dan mendapat gelengan kepala oleh ibu sambungnya.

"Tidak usah Aurora, bagaimana jika kau menjaga papamu sebentar, aku akan ke kantin sendiri."

Sontak Aurora pun mengangguk paham, itu jauh lebih baik dari pada harus ia belikan. Karena jika membeli sendiri, Grace pasti tahu, yang mana yang ingin ia beli. Karena terkadang manusia bisa plin plan.

"Ya sudah ma, boleh, o iya. Kalau aku titip mie tek tek sekalian bolehkan!?" Tanya Aurora dan pertanyaan itu sontak menimbulkan pertanyaan di benak Grace.

"Mie tek-tek?" Aurora yang sadar pun dengan cepat langsung mengalihkan pandangan.

"Sial, aku lupa sekarang aku orang kaya, tapi masa orang kaya tidak makan mie tek-tek? Padahal itu enak sekali." Batin Aurora yang menangis karena berbeda selera dengan Aurora yang asli.

"Baguslah jika sekarang dia suka makan, mungkin sekarang seleranya soal makanan bertambah." Ucap Grace dalam hati.

"Baik, mama akan belikan. Tolong jaga papa kamu ya!" Aurora pun mengangguki ucapan Grace.

Grace kini keluar dari sana, wanita itu tak lupa membawa ponselnya. Sebelum pergi ke kantin, Grace lebih dahulu pergi ke toilet.

Grace berjalan dengan cepat, seolah ia tengah di kejar oleh sesuatu.

Setelah berjalan cepat melewati koridor rumah sakit, Grace akhirnya sampai di toilet. Dengan cepat wanita itu langsung masuk ke sana.

Toilet itu kosong, hanya ada Grace di sana. Grace dengan cepat mencoba menelepon seseorang.

Panggilan itu kini terhubung pada seorang pria muda yang tengah duduk di depan layar laptop di sebuah kamar yang kecil.

Pria itu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja, dan dengan segera. Ia pun langsung mengangkat panggilan telepon itu.

"Halo Nyonya Darren, bagaimana. Foto yang kirimkan, seharusnya bayaranku tambah ya. Karena ternyata kau tak hanya mendapatkan satu informasi, melainkan dua." Ucap Pria itu dan Grace pun menanggapinya.

"Aku tak masalah kau mau uang berapa pun, tapi aku lebih tak menyangka jika menantuku akan berbuat hal seperti itu dengan sahabat pacarnya sendiri." Grace terlihat sangat marah.

"Bagaimana aku bisa tenang, putriku salah dalam memilih seorang pria, Aurora yang malang. Aku harus segera menyingkirkan Kris, bagaimana pun caranya. Kris tidak boleh berhubungan lagi dengan putriku. Kau terus ikuti dia."

Pria itu kini tertawa kecil, "Baiklah nyonya Darren. Namun ingat, tambah 20 juta untuk pengintaian."

"Ya baiklah, dan jangan lupa, kirimkan foto itu besok ke rumahku."

"Siap nyonya."

Di wastafel, jiwa itu tengah berada di sana. Jiwa itu selalu berpindah-pindah dan hanya dapat muncul dengan bantuan cermin. Namun tak ada yang mampu melihatnya kecuali Maudy yang memiliki tubuhnya.

"Ternyata dia benar-benar sangat peduli padaku. Aku yang selalu menekannya selama ini, dan ini semua Karena kau Anne." Ucap Jiwa itu yang terlihat sangat marah.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!