NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bayangan

setelah dirasa cukup dengan perburuannya Olivia pulang kembali ke tempat kosnya, masih ada waktu untuk dia beristirahat.

tanpa menganti baju, Olivia merebahkan tubuhnya di atas kasur memejamkan mata ingin beristirahat, baru kali ini Olivia merasakan lelah yang tidak seperti biasanya, Olivia berfikir karena kemarin seharian melakukan perjalanan dan pulang tengah malam, jadi wajar jika badannya sakit semua

baru saja Olivia memejamkan matanya, tubuhnya seakan ada yang membangunkan. Olivia melihat kearah dinding kamarnya yang remang, mendapat sinar matahari dari luar, Olivia memandang ke dinding, dengan mata terbelalak melihat bayangan seorang perempuan tengah menyisir rambutnya. Olivia seakan mimpi, mencoba mengucek matanya dan memastikan itu bukan mimpi. bayangan itu masih ada, Olivia membuka gorden kamarnya, mungkin bayangan orang dari arah luar. tapi tak dia dapati orang disana. ketika Olivia melihat lagi dinding bayangan itu sudah hilang

Olivia keluar dari kamar, bayangan siapa yang terpantul kedalam kamarnya

"ndak ada siapa-siapa" gerutunya sambil masuk kembali

Olivia kembali merebahkan tubuhnya, Sambil melihat jam dinding. menunjukkan pukul 16.30 Olivia bergegas membersihkan tubuhnya mengenakan outfit yang baru dia beli.

Olivia tidak pernah gagal memilih outfit untuk dirinya, setiap yang dia kenakan pasti bagus.

Ujang sudah menunggu Olivia di depan gang. tak berapa lama Olivia datang mengenakan jaket hoodie berwarna abu-abu

"hay vi... " sapa ujang

"hay mas... "

Ujang memberikan helm untuk di kenakan Olivia

"tenang, helmnya ndak mau kok" ujar ujang, melihat rambut Olivia di tutup hoodie miliknya

"takut kena angin aja mas, males kalo harus nyatok lagi" ujar Olivia sambil naik ke atas motor ujang

"sudah siap vi"

"siap mas"

"pegangan" ujang menarik tangan Olivia untuk berpegangan ke pinggangnya

Olivia menarik tangannya berpegangan jaket milik ujang

Menyusuri jalanan yang tengah padat oleh orang pulang kerja, di tambah dengan hawa panas kota itu menambah hiruk pikuk kota yang tak pernah tidur itu

Motor ujang terparkir dengan sempurna di depan cafe senja. Olivia mencari mobil milik dimas, tapi tak dia dapati, Olivia pikir dimas belum datang

Dengan langkah santai Olivia bergabung bersama home band.

"kamu bareng ujang vi?" tanya Widi

"iya mas..."

"cie... mulai pendekatan nih... " canda kakok di balas senyuman ujang dari arah belakang Olivia

"apa sih" Olivia tersenyum

"vi... kamu bawakan satu lagu dulu, jam segini cafe belum terlalu rame" ujar kakok, yang berperan sebagai leader di sana

"oke mas siap"

Olivia baru merasakan badannya tak secapek tadi

"mas dimas belum datang ya?" tanya Olivia

"itu siapa kalau bukan mas dimas vi" tunjuk Widi ke arah dimas yang tengah Membrefing anak buahnya

"lho di depan ndak ada mobilnya" ujar Olivia sambil melihat kearah tempat parkir

"bawa motor mungkin. yuk siap-siap yuk" ajar Widi

Olivia melepaskan hoodie yang dikenakan

Suit suitt... "cantik sekali kamu viii..." ujar dino Melihat baju seksi milik Olivia tapi masih sopan itu.

"bagus ndak din?"

"perfect o... " ucap dino

"norak?"

"ndak sama sekali... bagus... cantik.." puji dino

Olivia naik keatas pangung menyanyikan lagu milik mitha talahatu "satu kesempatan"

lagu melankolis cocok di lantunkan dengan suasana sore hari kota surabaya yang bersiap mendekap kota itu dengan keheningan malam

...𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩, 𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘱𝘢...

...𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘰 𝘵𝘢𝘳𝘶𝘩, 𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘐𝘮𝘢𝘯𝘢...

...𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘨, 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪...

...𝘴𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘯𝘨 𝘱𝘶 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘭𝘢𝘪...

...𝘣𝘦𝘵𝘢 𝘴𝘶 𝘱𝘢𝘭𝘦𝘯𝘨 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢, 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘳 𝘢𝘭𝘦...

...𝘣𝘦𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘳 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘱𝘢𝘳 𝘢𝘭𝘦...

...𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘨, 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘬𝘪𝘴𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪...

semua mata pengunjung cafe senja tertuju pada Olivia, anggota home band juga sepakat dengan suara Olivia yang cocok untuk jenis lagu seperti itu. lagu pertama Olivia mampu menghipnotis pengunjung disana. Olivia duduk dengan santai di atas pangung, membawakan lagu itu dengan hati.

dari kejauhan dimas memandang penampilan Olivia, dimas merasa beruntung mendapatkan Olivia di cafenya.

satu lagu di bawakan, Olivia turun dan stagenya menghampiri kakok yang menunggu di bawah.

"vi... kita bawakan lagu apa aja hari ini?" tanya kakok

"aku pingin yang slow mas, pernah bawakan lagu korea?" tanya Olivia

"Korea? coba yang mana" tanya kakok.

Olivia dan kakok mendiskusikan lagu apa saja yang akan dia bawakan.

"mbk via.. di panggil pak dimas" salah satu karyawan cafe menghampiri Olivia

"oke mas.. itu aja ya. nantikan ada Mely, ndak sama to pilihan lagunya" ujar Olivia sambil meninggalkan kakok

"mas dimas manggil aku?" Olivia menghampiri dimas yang duduk di salah satu meja cafe itu

"duduk vi"

Olivia duduk di samping dimas

"kemarin mbk widuri nelpon aku, dia tanya kelanjutannya bagaimana? aku jawab kamu bersedia vi"

"trus mas?" tanya Olivia antusias

"mungkin nanti mbk widuri datang, sekalian bawa berkas yang perlu kamu tanda tangani"

"terikat lagi mas?"

"namanya juga kerja vi... harus ada perjanjian yang benar"

"lalu bagaimana dengan jadwal disini mas?"

"nanti kita bicarakan lagi. tapi vi..." dimas tak melanjutkan kata-katanya

"tapi apa mas?"

"aku takut kamu diluar sana"

"tenang mas, kan ada mbak widuri"

"aku yang jaga kamu ya, sambil memantau jadwal kamu juga"

"mas dimas atur ya, aku masih ingin tetep kerja disini. disini aku merasa nyaman mas"

"tapi pembagian loyaltynya bagaimana?" canda dimas

"30% untuk cafe ini setiap aku perfome di luar mas. walaupun aku ndak perfome disini, cafe ini tetap mendapatkan bagian. bagaimana?"

"kamu yakin?"

"yakin mas... sangat yakin. kalau ndak dari cafe ini, aku belum tentu ketemu dengan mbk widuri mas, disini aku nyaman, aku merasa berada di tengah keluarga" ujar Olivia

"bijaksana sekali kamu fi... aku do'akan kamu dapat banyak job. jadi penyanyi terkenal" ucap dimas antusias

"goo internasional mas" ucap Olivia tambah girang

"kejauhan cita-cita mu vi"

"lha kan ada peribahasa.. kejarlah cinta-cintamu setinggi langit"

"jangan tingi-tingi dulu nanti kalau nyangsang kayak layangan gimana?"

"ya putus donk talinya"

"semoga kamu dapat banyak job"

"aamiin... "

"senang ya di bonceng ujang?"

"lha mas dimas kok tau?"

"taulah... aku dibelakang kamu lho.. mesra sekali... berpegangan. peluk erat"

"mana ada mas. aku pegang bajunya, ndak peluk"

"pertama pegang baju, Lama-lama peluk kan?" goda dimas

"apa sih mas"

"cieee... kayaknya mau jadian nih"

"apa sih mas... sudah mau kerja lagi"

Olivia bangkit dari duduknya dan meninggalkan dimas di tempatnya

"seandainya kamu tau vi, kalau aku suka sama kamu" dimas berbicara pelan sambil melihat Olivia kembali berbaur dengan anggota home band.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!