NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pagi ini lorong rumah sakit di lantai VVIP itu terasa menegang, setidaknya bagi siapapun yang berhadapan langsung dengan Dion Raharja.

Aroma obat dan antiseptik menyeruak tajam, bercampur dengan kemarahan dari pria yang mengalami rasa cemburu sangat mendalam.

Cemburu tanpa alasan yang jelas.

Dion Raharja melangkahkan kakinya di lantai rumah sakit, setiap langkah sepatunya yang berbunyi tegas di atas lantai granit.

Dion pagi ini mengenakan kemeja berwarna bone, yang di padukan dengan jas hitam, dan celana formal senada dengan warna jasnya.

Dasinya yang berwarna merah memberikan ketegasan soal statusnya sebagai pengacara terkenal.

Dion terlihat sangat dominan, pagi ini dirinya datang ke rumah sakit tak sendiri---di belakangnya ada seorang ART.

Wanita paruh baya yang bekerja untuk keluarga Raharja, namanya Bi Astrid.

Bi Astrid berusaha menenangkan majikannya yang sepertinya sangat marah, pagi ini dirinya di tugaskan oleh Dion untuk menjaga ibunya.

Untuk Raisa tak boleh keluar kamar, karena Dion sengaja mengurungnya di dalam kamar.

"Bi mulai sekarang, setiap pagi kamu jagain mama! Dan untuk malam biar Bi Lis. Raisa saya kurung dalam kamar!" titahnya dengan tegas.

"Tuan tolong lepaskan Non Raisa, kasian dia Tuan. Dan kami juga pastikan Non Raisa nggak akan ke rumah sakit lagi," pinta Bi Astrid memohon.

Jujur saja dirinya sebagai sesama wanita terlihat tak tega melihat wanita lain teraniaya.

"Kok kamu kaya nyuruh saya! Yang majikan 'kan saya!" marah Dion menatap wanita paruh baya itu.

"Tuan maksud saya---"

Namun, ucapan art itu seolah tak di pedulikan oleh Dion dan malah menyuruhnya diam.

"Kamu diam, dan turuti saja perintah saya!" potongnya dengan tegas.

"Ba-baik Tuan," patuh wanita paruh baya itu.

Jujur saja, pelayan di rumah itu nampak tak tega melihat Raisa sering kali mendapatkan perlakuan tak manusiawi dari suaminya.

Namun, mereka hanya pelayan---yang tentu tak lebih berkuasa dari Dion.

Sesampainya di depan kamar rawat VVIP, tempat Nyonya besar keluarga Raharja di rawat Dion menghentikan langkahnya mendadak.

Dion menatap sinis pada Dokter Hassan yang keluar dari ruang rawat inap Nyonya besar Raharja.

Lalu Bi Lis seorang asisten rumah tangga yang sudah semalaman bertugas menjaga sang Nyonya besar, keluar dari dalam untuk membuang sampah.

"Bi Lis," panggil Dion dingin.

Langkah pelayan itu terhenti, tubuhnya gemetar.

"I-iya, Den?" ucapnya mendekat.

Dokter Hassan bisa melihat seberapa arogannya sikap Dion.

"Mulai detik ini, tugas menjaga mama shift pagi akan di gantikan oleh Bi Astrid. Bi Astrid yang akan menggantikan menjaga Mama bukan lagi Raisa," titah Dion tanpa nada tawar-menawar.

Deg.

Mendengar itu raut wajah Bi Lis sempat terdengar bingung, begitu juga dengan Dokter Hassan.

"Tapi Tuan, Non Raisa biasanya----"

"Jangan banyak tanya lagi!" potong Dion, suaranya merendah namun penuh ancaman.

Dion menoleh pada Bi Astrid, yang mematung.

"Bi Astrid, masuk dan jagain mama. Gantiin Bi Lis sekarang. Kamu tahu tugasmu, jangan biarkan siapa pun masuk, dan laporkan langsung padaku jika ada hal sekecil apa pun yang terjadi."

Kedua ART itu saling pandang sejenak, lalu Bi Astrid masuk.

"Siap, Tuan," jawab Bi Astrid cepat, segera menyelinap masuk ke dalam kamar sebelum kemarahan majikannya meluap lebih jauh.

"Dan kamu, Bi Lis Mang Marsudi udah nunggu di bawah! Pulang sekarang," pintanya.

"Ba-baik Tuan," patuhnya.

Setelah dua artnya berbalik---Bi Astrid masuk ruang rawat inap dan Bi Lis turun ke bawah.

Dokter Hassan segera menanyakan soal Raisa, karena takut Dion melakukan suatu hal mengerikan pada wanita malang itu.

Dion kemudian berbalik, berniat melabrak orang yang selama ini menjadi duri dalam pikirannya.

Dokter Hassan mengenakan kemeja biru tua yang di tutupi Jas putih dokter, pagi ini sedang melakukan kunjungan rutin.

"Kaget bukan istri saya yang datang?" tanya Dion, sebuah senyum sinis yang tipis menghiasi bibirnya.

"Dimana Bu Raisa? Saya mau memberikan----"

"Bukan urusan kamu! Raisa itu istri saya!" potong Dion dengan nada ketus.

Kedua pria itu saling berhadapan di depan pintu rawat inap, Dion mengangkat tangan kanannya menunjuk ke arah wajah Dokter Hassan dengan jari telunjuknya.

Sementara wajahnya mengeras dengan tatapan permusuhan.

"Pagi ini kamu masuk ruangan mama saya, mau nunggu istri saya ya?" tanya Dion memajukan tubuhnya seolah memaksa Hassan mundur sedikit.

Hassan menghela napas panjang, mencoba sabar hanya demi menjaga profesionalitasnya meski matanya menunjukkan kilat ingin membalas.

"Saya di sini untuk merawat pasien, Pak Dion. Siapa pun yang datang mendampingi bukan urusan saya selama pasien mendapatkan dukungan emosional yang tepat."

"Jangan berlagak naif, Dokter!" geram Dion

Suara sedikit meninggi hingga beberapa perawat melirik keduanya.

"Saya tahu apa yang kamu coba lakukan! Kamu memanfaatkan kondisi ibu saya untuk mendekati istri saya!" ucapnya dengan menunjuk menggunakan jari telunjuknya.

"Berhenti mencoba menghubungi istri saya! Jangan pernah berani mengirim pesan atau meneleponnya lagi!" lanjutnya.

Lalu Dion merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah kartu nama dan menaruhnya ke tangan Dokter Hassan.

"Ini Nomor saya, mulai sekarang perkembangan dan kondisi mama saya langsung hubungi saya secara langsung! Saya anak kandungnya!" ucapnya dengan tegas.

"Kondisi mama saya adalah tanggung jawab saya! jadi kalo mau hubungin dengan alasan medis, hubungin saya, bukan malah hubungin menantunya!" lanjutnya dengan amarah.

Hasaan menatap kartu nama di tangannya, lalu menatap Dion dengan tenang.

"Bu Raisa adalah orang yang paling mengerti detail kondisi harian Nyonya Raharja, Pak Dion. Secara medis, beliau adalah sumber informasi yang paling akurat selama ini," jelas sang Dokter dengan nada tenang.

"Informasi itu sekarang bisa saya dapatkan dari Bi Astrid," balas Dion tajam.

"Dan untuk istri saya, karena saya pengacara terkenal dan istri saya sibuk menemani saya. Dan jika kamu berani mengambil hak saya, saya tak segan menggunakan cara kasar!" kata Dion dengan menekan.

Tanpa menunggu balasan Dion langsung berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Hassan yang masih berdiri di depan ruang rawat VVIP itu.

*

*

*

*

1
sunaryati jarum
Lanjut
sunaryati jarum
Karma telah berjalan itulah jika mengkaji amanah orang tua,baru jadi istri beberapa hari langsung menguasai kamu, bukankah kamu setiap hari juga berbuat maksiat, bahkan ketika masih jadi suami Raisa,cuma tempatnya di klub, hotel,dan apart Raisa
Dokkan Battle
cuih
Dokkan Battle
maksiat palak kau
Ma Em
Puuaas , itu pilihanmu Dion wanita yg kamu cinta tapi emang dasar pelacur walaupun sdh diangkat dari lumpur yg hina tetap saja TDK berubah .
Putri Sabina: Emang modenya begitu kak🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Namanya psk ya begitu, diminta seperti Raisa ya tidak bisa instan.Mungkin tidak bisa.Itu pilihan kamu ,tujuan kamu membuat Raisa menderita dan hancur,namun malah sebaliknya Raisa jadi bersinar sedangkan hidupmu seperti sampah karena rumah kamu dijadikan pesta barang haram istrimu
Putri Sabina: Bukan PSK kak tapi LC.
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat usahamu telah berjalan sesuai harapan kamu Raisa, bahkan sudah balik modal diakali lipat.Jika pesanan banyak sebaiknya cari pekerja jait dan ngepak paket yang dipesan online
Putri Sabina: rejeki orang terzalimi🤭 tinggal tunggu karma Dion dan Chelsea
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
bini model lont3 dipelihara👻👻🤣🤣
Putri Sabina: Pilihan hidupnya dia🤣🤣🤣LC lagian di cinta yang endingnya luka🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rumah jadi tempat maksiat , penghuninya bisa sial.Kebiasaan di klub malam di bawa ke rumah, jadi jauh dari berkah.
Putri Sabina: ini baru awal🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Ternyata bayi Raisa menyiksa ayahnya yang telah kejam pada mamanya.Sedangkan mamanya nyaman membawanya dan dapat bekerja,sungguh adil Authoor.
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Putri Sabina: Ini baru awal karma Dion, dan nanti akan lebih kejam lagi, tunggu karmanya😄
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , sebetulnya kamu itu cinta namun tertutup kebencian kamu.Bulan madu? Sebelum jadi istri setiap sudah ngangkang dan berbagi peluh ,Masih bulan madu.🤣🤣🤣
Putri Sabina: Malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
awas jadinya obsesi.. kau MANUSIA LAKNATULLAH
Putri Sabina: malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
buang aja itu bayi nanti si dion malah ngejar ngejar lagi
Putri Sabina: tunggu karmanya kak, nanti ada kok karmanya😄
total 5 replies
Jamayah Tambi
Macam Ragat wanita Syri yg dinikahi arwah menteri besar di negeri ku.Alih2 bila suaminya meninggal habis harta ditukar atas namanya.
sunaryati jarum
Berani melanggar wasiat dari ibumu Dion, kesialan hidup yang akan kau dapat.Alhamdulillah kandungan Raisa sehat.Somoga kesehatan dan kemurahan rezeki yang berlimpah untukmu Raisa.
Putri Sabina: biarin aja nanti kena karma instan
total 1 replies
Jamayah Tambi
Pakai la yg sopan Raisa.Seluar pendek.Tak ada ke seluar panjang.
Jamayah Tambi
Ambik la pembantu.Bayar hari ke.Ni kerja semua nak buat sendiri
Jamayah Tambi
Rumah sebesar itu duduk sorang Raisa.Kau cari bibik buat teman.
Jamayah Tambi
Kenapa wartawan tak serbu Dion yg ada simpanan semasa sidang tu.Hancurkan reputasi Dion sebagai pengacara kondang.Natizen pasti penci pada pelakor seperti Chelssa.Dah la LC sama mcm pelacur.
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.
Putri Sabina: iya kak di Malaysia mungkin lebih condong ke hukum syariat, kalo Indonesia kan lebih bebas ada 6 agama. Jadi beda peraturan, meski di Malaysia ada agama lain tahu kok mayoritas islam😄
total 1 replies
Jamayah Tambi
Semoga Dion kena HIV kerana main dgn pelacur
Putri Sabina: bukan cuman HIV tapi karmanya lebih pedih tunggu aja yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!