NovelToon NovelToon
The CEO'S Speed Limit

The CEO'S Speed Limit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Raelyn Elamora, mahasiswi cerdas yang keras kepala dan doyan balapan liar, mendadak lemas saat sang papa menjodohkannya demi melunasi utang. Calon suaminya adalah Alvarez Arran Danadiaksa CEO muda super dingin dan cekatan yang menguasai bisnis sekota. Raelyn bersumpah tidak akan tunduk pada si "balok es," sementara Alvarez punya seribu cara pintar untuk menjinakkan istri liarnya. Apakah si kepala batu bisa meluluhkan hati si raja es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

Tak lama kemudian, Dokter Gunawan tiba di rumah. Dengan cekatan, dokter pribadi keluarga Danadiaksa itu mengobati luka bakar ringan di kaki Raelyn. Setelah memberikan salep khusus dan membalut luka potong di jarinya, dokter paruh baya itu merapikan peralatannya.

"Luka bakarnya tidak terlalu parah, tapi kulitnya sensitif. Saya sarankan Non Raelyn istirahat total dulu supaya lukanya cepat sembuh. Dan ingat, untuk beberapa hari ini lukanya tidak boleh terkena air dulu ya," pesan dokter itu sebelum berpamitan.

Alvarez mengangguk paham dan mengantar dokter sampai ke depan pintu. Begitu kembali ke dalam rumah, pria itu melepaskan kemeja kerjanya, menyisakan kaos hitam polos.

Dia melangkah mantap menuju dapur. Jiwa kompetitifnya terusik. Jika Raelyn terluka hanya karena ingin makan pasta, maka dia sendiri yang akan membuatkannya.

Dengan presisi seorang arsitek, Alvarez membaca resep pasta dari internet, mengukur takaran bahan, dan mengontrol api kompor dengan sangat hati-hati.

Tiga puluh menit kemudian, Alvarez berjalan masuk ke dalam kamar Raelyn membawa nampan berisi sepiring pasta saus krim yang aromanya sangat menggugah selera.

Melihat tangan kanan Raelyn yang dibalut hansaplas, Alvarez mendudukkan diri di tepi ranjang. Dia mengambil garpu, menggulung pasta tersebut, lalu menyodorkannya ke depan mulut Raelyn.

"Gue bisa sendiri," ucap Raelyn ketus, gengsinya kembali meroket.

"Bisa nurut gak? Tangan kamu masih merah kayak gitu," balas Alvarez, suaranya terdengar datar namun tidak bisa dibantah.

"Cuma merah, gak sakit!" bantah Raelyn ngeyel.

Alvarez menghela napas panjang, menatap mata istrinya lekat-lekat. "Udah, diam. Tinggal mangap apa susahnya sih?"

Raelyn semakin kesal. Bibirnya mengerucut sebal. Namun, karena perutnya sudah berdemo dan aroma pasta buatan Alvarez benar-benar menggoda, akhirnya dia menyerah.

Raelyn membuka mulutnya dengan terpaksa. Nyam. Detik berikutnya, mata Raelyn membelalak. Pasta buatan kulkas berjalan ini ternyata jauh lebih enak daripada restoran bintang lima.

Akhirnya, proses makan siang itu berjalan dengan Raelyn yang terus disuapi hingga piring bersih tanpa sisa.

...----------------...

Sore harinya, matahari mulai meredup digantikan semburat jingga. Alvarez yang sejak siang bekerja menggunakan laptop di sofa kamar Raelyn tiba-tiba menutup tugasnya. Dia berdiri dan menghampiri ranjang.

"Kamu mau mandi gak?" tanya Alvarez tiba-tiba.

Raelyn mendongak dari ponselnya. "Enggak. Kata dokter kan gak boleh kena air."

"Yaudah, ganti baju aja kalau gitu. Baju kamu sudah seharian dipakai," ucap Alvarez.

Dan sebelum Raelyn sempat merespons, Alvarez tiba-tiba menyusupkan kedua tangannya ke bawah tubuh Raelyn, mengangkat gadis itu dalam satu gerakan cepat.

"Eh! Ngapain lo?!" teriak Raelyn panik, refleks mengalungkan tangan kirinya ke leher Alvarez.

"Kamu mau ganti baju di sini?" tanya Alvarez tenang sambil melangkah lebar menuju kamar mandi.

"Ya... gue bisa jalan sendiri kok!" jawab Raelyn gugup, wajahnya mendadak terasa panas karena jarak dada mereka yang begitu intim.

Alvarez tidak mempedulikan protes itu. Dia membawa Raelyn masuk ke dalam kamar mandi mewah yang bernuansa marmer, lalu mendudukkannya dengan perlahan di pinggir bathtub.

"Aku ambil baju gantimu dulu," ucap Alvarez, sedikit gugup yang langka.

"Hmm," gumam Raelyn, memalingkan wajah.

Alvarez kembali ke kamar Raelyn, membuka lemari pakaian yang besar. Setelah memilih sepotong kaos longgar dan celana pendek yang nyaman, tangan Alvarez mendadak berhenti di depan satu rak khusus. Rak yang berisi deretan bra dan celana dalam milik Raelyn dengan berbagai warna.

Deg!

Jantung Alvarez tiba-tiba berdegan hebat. Seluruh aliran darahnya seolah berpacu cepat. Seumur hidupnya, mengurus bisnis triliunan rupiah tidak pernah membuat tangannya segemetar ini. Alvarez belum pernah menyentuh barang-barang sensitif milik wanita.

Dengan memasang wajah sekaku tripleks dan mata yang dipejamkan rapat-rapat, Alvarez mengulurkan tangannya secara acak. Dia mengambil asal daleman tersebut, lalu buru-buru menutup rak dan kembali ke kamar mandi.

Alvarez menyerahkan tumpukan baju itu kepada Raelyn dengan pandangan lurus ke dinding atas.

"Mau dibantu gak?" ucap Alvarez, mencoba terdengar formal walaupun sebenarnya telinganya sudah memerah karena malu.

Raelyn merebut pakaian itu dengan cepat. Begitu melihat apa yang ada di tumpukan paling bawah, mata Raelyn hampir melompat keluar.

"Gue bisa sendiri! Dasar mesum! Keluar lo!" tolak Raelyn histeris.

Alvarez langsung berbalik dan keluar, namun seulas senyum geli dan gemas terukir di bibirnya begitu pintu kamar mandi tertutup. Di dalam kamar mandi, Raelyn menatap dalaman yang diambil Alvarez dengan jantung yang berdegup tidak karuan.

Dia sampai ngambil daleman gue?! Sialan, muka gue mau ditaruh mana! batin Raelyn frustrasi.

Lima menit berlalu dalam keheningan.

"Udah belum?" teriak Alvarez dari luar pintu.

"Bentar!" sahut Raelyn.

"Lama banget ganti baju doang," gerutu Alvarez.

"Sabar dong! Tinggal aja kalau gak sabar!" ucap Raelyn kesal, kesulitan memakai celana karena satu kakinya tidak boleh menekuk sembarangan.

Beberapa menit kemudian, pintu terbuka sedikit.

"Udah!" teriak Raelyn.

Alvarez masuk kembali dan melihat Raelyn sudah rapi dengan baju gantinya. Tanpa banyak bicara, pria itu kembali menggendong Raelyn dengan protektif, membawanya kembali ke atas tempat tidur dan menyelimutinya dengan nyaman.

bersambung......

1
Muchammad Shobris
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!