NovelToon NovelToon
Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiyas adalah seorang istri yang setia dan penuh cinta, namun dunianya hancur seketika saat ia mendapati suaminya, Gio, berselingkuh dengan Mia—yang tak lain adalah saudara sepupunya sendiri. Pengkhianatan berlapis ini meremukkan hatinya, memaksa Tiyas untuk menelan kepahitan dan mengumpulkan serpihan harga dirinya yang tersisa.
Di tengah badai kekecewaan tersebut, takdir mempertemukannya dengan Narendra, yang bernasib serupa sebagai suami Mia yang juga dikhianati. Berawal dari rasa sakit dan luka yang sama, Tiyas dan Narendra perlahan menemukan ruang aman untuk saling menguatkan, menumbuhkan kenyamanan, serta merajut harapan baru di atas reruntuhan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Tak berselang lama setelah panggilan dari Gio terputus, ponsel Tiyas kembali berdering. Nama Narendra muncul di layarnya.

"Halo, Narendra," sapa Tiyas.

"Tiyas, aku baru saja mendarat dan ini sedang dalam perjalanan menuju rumah makan ayam asap," suara Narendra terdengar hangat di seberang sana.

"Oke, Naren. Aku siap-siap ke sana sekarang," balas Tiyas.

Tiyas bangkit dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap.

Namun, baru saja ia melangkah beberapa tindak dari pinggir ranjang, rasa nyeri yang tajam dan mendadak tiba-tiba mencengkeram bagian bawah perutnya.

"Ugh..."

Tiyas merintih pelan, refleks memegang perutnya dan membungkuk menahan rasa sakit yang menusuk.

Wajahnya seketika memucat, pelipisnya dibasahi keringat dingin.

Tubuhnya sempat goyah, namun Tiyas menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai rasa sakit yang menderanya.

Ia mencengkeram tepi meja rias dengan erat, menatap bayangan dirinya di cermin yang tampak kelelahan akibat tekanan emosional dan perjalanan jauh beberapa hari terakhir.

"Aku harus kuat," gumam Tiyas pada dirinya sendiri dengan tatapan mata yang dipenuhi keteguhan.

Setelah rasa nyerinya sedikit mereda dan memoles tipis lipstik di bibirnya agar tak terlalu pucat, Tiyas mengambil tas tangannya.

Ia melangkah keluar kamar dan mengemudikan mobilnya menuju rumah makan ayam asap untuk menemui Narendra—satu-satunya sekutu yang kini memegang kunci penting dalam rencananya.

Perjalanan lima belas menit menembus jalanan Yogyakarta membawa Tiyas sampai di rumah makan ayam asap.

Ia memarkirkan mobilnya, mengusap keringat dingin di pelipis, lalu melangkah masuk ke dalam area restoran yang beraroma khas bumbu bakaran.

Manik matanya langsung menangkap sosok Narendra yang duduk di sudut ruangan.

Pria itu tampak gagah namun menyimpan ketegasan yang menenangkan di raut wajahnya.

"Maaf, aku terlambat," ucap Tiyas seraya menarik kursi di hadapan Narendra.

Narendra menganggukkan kepalanya pelan, menyambut Tiyas dengan senyum tipis yang penuh pemahaman.

"Tidak apa-apa, Tiyas. Aku juga baru saja sampai."

Seorang pelayan menghampiri meja mereka dan menyodorkan buku menu.

"Aku pesan nasi ayam dan teh hangat," ucap Narendra kepada pelayan. Pria itu kemudian menatap Tiyas.

"Kamu pesan apa?"

"Aku teh hangat saja," sahut Tiyas pelan.

Rasa nyeri di perutnya tadi masih menyisakan mual, membuat selera makannya hilang seketika.

Setelah pelayan berlalu membawa catatannya, suasana hening sejenak.

Narendra mengamati wajah Tiyas dengan saksama.

Paras anggun wanita di hadapannya itu tampak begitu pucat, dan bibirnya sedikit kehilangan warna meski sudah dipoles lipstik.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Narendra, suara dan tatapannya menyiratkan rasa khawatir yang tak bisa disembunyikan.

Tiyas berusaha tersenyum, mengendalikan napasnya agar tetap tenang.

"Aku baik-baik saja, Naren. Hanya sedikit lelah."

Tak ingin membuang waktu dan mengalihkan perhatian dari kondisinya, Tiyas merogoh tasnya.

Ia mengeluarkan sebuah flashdisk berisi berkas rekaman audiovisual dan dokumen digital yang dikirimkan oleh Wildan dari Lembang, lalu menggesernya di atas meja ke arah Narendra.

"Ini bukti-bukti terbaru dari Wildan. Rekaman mereka di vila Lembang, lengkap dengan pengakuan Gio yang sengaja ingin memeras asetku sebelum menggugat cerai," tutur Tiyas dengan nada dingin dan lugas.

Narendra meraih flashdisk tersebut, lalu membuka gawai pintarnya untuk memeriksa isi berkas di dalamnya.

Saat mendengarkan rekaman suara serta melihat transkrip percakapan licik antara Gio dan Mia yang begitu merendahkan Tiyas, rahang Narendra mengeras.

Narendra menggelengkan kepalanya penuh amarah dan ketakjuban atas betapa rendahnya moral kedua orang tersebut.

"Manusia tidak tahu diri," gumam Narendra dengan suara berat tertekan. Ia menatap Tiyas lurus-lurus.

"Mereka bukan cuma berselingkuh, Tiyas. Ini sudah masuk ke ranah tindak pidana penipuan dan penggelapan aset yang terencana."

Tak berselang lama, pelayan datang menghidangkan pesanan mereka—piring berisi nasi dengan ayam asap beraroma menggoda untuk Narendra, serta dua cangkir teh hangat.

Narendra yang baru saja menyelesaikan perjalanan jauh dari Bali makan dengan lahap, sementara Tiyas mencoba menikmati teh hangatnya secara perlahan.

Namun, begitu cairan hangat itu membasahi kerongkongannya, gelombang rasa sakit yang teramat sangat kembali mencengkeram perut bagian bawahnya.

Rasa mual dan perih menusuk hingga ke punggung.

Tiyas memejamkan mata sejenak, mengepalkan jemarinya di bawah meja hingga buku-buku jarinya memutih.

Ia mengatur napasnya sedemikian rupa, berpura-pura kuat di hadapan Narendra agar pria di depannya itu tidak cemas dan tetap fokus pada rencana mereka.

"Setelah ini kamu langsung pulang ke rumah?" tanya Tiyas menahan suara agar tidak terdengar bergetar.

Narendra menyapu bibirnya dengan tisu lalu menggelengkan kepalanya.

"Tidak. Aku menginap di hotel malam ini. Mia tidak tahu sama sekali soal kepulanganku dari Bali."

"Bagus," puji Tiyas tipis, mencoba mengalihkan rasa sakitnya pada pembicaraan strategi.

"Biarkan Mia dan Gio merasa di atas angin beberapa hari ini. Gio pikir dia berhasil memeras lima puluh juta dari aku kemarin, ditambah sepuluh juta yang baru saja aku transfer tadi sore."

Narendra menghentikan sendoknya, menatap Tiyas dengan alis bertaut.

"Kamu mentransfernya lagi?" tanya Narendra.

"Iya, Naren. Tapi, itu umpan, Naren," jawab Tiyas tegas.

Tatapan matanya yang tadi meredup akibat rasa sakit seketika menyala penuh ketajaman.

"Semakin banyak transaksi tak wajar yang dia

minta dengan alasan bisnis palsu, semakin kuat bukti penggelapan dana dan niat buruknya di pengadilan nanti. Rekaman Wildan dari Lembang sudah mengunci motif kejahatan mereka. Sekarang, kita tinggal menunggu Gio pulang lima hari lagi untuk menjatuhkan vonisnya."

Narendra menatap Tiyas dengan rasa kagum yang mendalam.

Di balik kondisinya yang tampak sangat lelah dan pucat, wanita di hadapannya ini memiliki pemikiran yang begitu dingin dan terstruktur.

"Aku sudah menyiapkan tim kuasa hukum terbaik untuk kita berdua, Tiyas. Begitu Gio menginjakkan kaki di rumah, semua jeratan hukum—mulai dari gugatan cerai, tuntutan pengembalian aset, hingga pasal pidana penggelapan—akan langsung berjalan serentak," tegas Narendra.

Namun, tepat saat Narendra menyelesaikan kalimatnya, wajah Tiyas kian memucat bagai kertas.

Keringat dingin menetes membasahi pelipisnya, dan Tiyas secara refleks mencengkeram tepi meja dengan sangat kuat.

"Narendra, aku ke kamar mandi dulu," pamit Tiyas pelan dengan suara yang hampir berupa bisikan.

Tiyas memaksakan diri bangkit dari kursinya. Namun, baru satu langkah ia berpijak, kesadarannya menguap seketika.

Pandangannya menggelap total, dan tubuh lemahnya ambruk begitu saja ke lantai restoran.

BRAK!

"Tiyas!!"

Teriakan histeris Narendra memecah suasana rumah makan.

Pria yang baru saja menyelesaikan makan malamnya itu refleks melompat dari kursi, melupakan segalanya saat melihat tubuh Tiyas tergeletak tak berdaya.

Para pelayan dan tamu restoran di sekitar mereka seketika tersentak kaget dan panik.

Narendra langsung berlutut, merengkuh dan membopong tubuh Tiyas ke dalam pelukannya. Kulit wanita itu terasa teramat dingin dan pucat pasi.

"Mas! Tolong bukakan pintu mobil ini!" seru Narendra tegas kepada salah satu pelayan terdekat seraya melemparkan kunci mobil milik Tiyas yang ada di meja.

Pelayan itu dengan sigap berlari mendahului, membukakan pintu baris kedua mobil Tiyas.

Dengan cekatan dan hati-hati, Narendra yang sedang membopong tubuh Tiyas dan merebahkan tubuh wanita itu di kursi penumpang.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Narendra mengambil alih kemudi.

Ia menancap gas dalam-dalam, membelah kepadatan lalu lintas malam kota Yogyakarta menuju rumah sakit terdekat.

Matanya sesekali melirik cemas ke kaca spion tengah, menatap Tiyas yang masih tak sadarkan diri.

"Bertahan, Tiyas. Tolong bertahan," gumam Narendra penuh kepanikan yang membakar dadanya, memutus segala ketenangan yang biasanya ia miliki.

1
Noey Aprilia
srius end kk...
tp mksh crtanya...d tnggu crtamu yg lain y....smnggtt....😘😘😘
Noey Aprilia: Sama2....😁😁😁
total 2 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, happy end 😄🙏
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Noey Aprilia
Kjdian yg bkln trs d ingt s'umr hdp y naren.....🤣🤣🤣...
Ariany Sudjana
congrats yah Narendra dan Tyas, welcome to the world the new baby boy
Ariany Sudjana
harusnya Tyas jangan banyak makan es krim waktu hamil, ya jelas bayinya besar
Noey Aprilia
Antara tegang sm pgn ktwa guling2...
yg mau lhirn msih bengong,tp suaminya udh ngibrit dluan....
jd,spa yg mau lhirn sbnrnya????🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Sneng bgt krna msing2 udh brdmai dgn msa lalu..
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Tyas, Narendra, Ferdy dan Mia sudah membaik
Noey Aprilia
Nah loohhh....
ondel2 kna mntal....ngaku2 jd pcr rhsia sm istri sah....🙄🙄🙄
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan, ngaku-ngaku pacar rahasia Narendra... kamu ini hanya cari masalah, dan harus dibunuh
Noey Aprilia
D omelin sih ga pa2....tp kthuan pke cd yg ada belalainya.....🙈🙈🙈
Noey Aprilia
Tnggu kjutan slnjutnya y naren....
enth istrimu ngidam apa lg besok dn strusnya...🤣🤣🤣....
mnimal,mia bnrn tobat....spa tau mreka bnrn jth cnta krna trbiasa....
Noey Aprilia
spiderman n belalai gjah woooyyyy....🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
masak orang hamil kok ngidam makan sate? bukannya orang hamil harus menghindari makan sate, dan aneka macam menu yang dibakar? karena tingkat kematangan meragukan
Noey Aprilia
Mnimal ada yg lbih parah dr km y naren....kl mukanya yg d ttup,brsa jd maling....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Udh d blangin msti siap2 plus stik sbar yg bnyak......nmanya ngidam tu ga cma mslh mkanan,tp jg yg lain...
tuh buktinya....k kntor pke sarung....🤣🤣🤣....
mngkn nnti d sruh pke baju sm celana pink smua.....
Noey Aprilia
Brhrap aja smga tyas ga ngidam aneh2,atw mlah mual liat muka suaminya.....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Waahhh....
slmt y buat klian brdua....akhrnya stlh skian lma,bntr lg bkln nmbah anggota kluarga yg baru....
naren stok sbr yg bnyak,krna ibu hmil pst bnyak maunya...siap2 jg kl ngidam....😁😁😁
Ariany Sudjana
Tyas hamil ini
Noey Aprilia
Mngkn dgn brjlnnya wktu,bs bkin mreka yg awalnya cnggung jd trbiasa...mlupakn sseorng yg d cntai emng ga mdah,tp hdp hrs ttp brjlan kn???apa lg ada bayi yg btuh ksih syng orngtuanya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!