NovelToon NovelToon
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Pernikahan Kilat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sanayaa Irany

Aku membencinya begitu aku tahu dia seorang janda! Tapi, seiring berjalannya waktu, dia mengubah kebencian itu jadi cinta yang luar biasa. Saat cinta hadir ditengah-tengah kami. Suami pertama nya yang kata nya hangus terbakar saat kecelakaan dulu, kembali dengan sehat walafiat. Yang paling membuat dada ku sakit, ternyata selama ini dia...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanayaa Irany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Keesokan harinya, ruang tunggu divisi produksi Gedung BRTV tampak ramai seperti biasa. Beberapa staf lalu lalang membawa berkas dan peralatan syuting. Namun, suasana kerja yang kondusif itu seketika terganggu oleh suara ketukan sepatu hak tinggi yang melangkah arogan melintasi koridor utama.

Gea melangkah dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya, mengenakan gaun merah mencolok dan membawa tas bermerek mahal. Wajahnya terangkat tinggi, memamerkan senyum lebar seolah-olah seluruh gedung televisi itu adalah milik pribadinya.

Statusnya sebagai calon istri Arya Bratadikara yang baru saja diumumkan di konferensi pers kemarin membuatnya merasa di atas angin.

"Selamat pagi, Mbak Gea," sapa salah satu staf pemasaran dengan sopan.

Gea menurunkan kacamata hitamnya sedikit, menatap staf itu dengan angkuh. "Pagi. Saya mau ketemu Produser Eksekutif kalian. Bu Nissa ada di ruangannya, kan?"

"Ada, Mbak. Tapi Bu Nissa sedang meninjau draf program baru di ruang rapat utama—"

"Bagus," potong Gea tanpa menunggu staf itu selesai bicara. "Saya mau minta kepastian soal kontrak program talkshow saya yang sempat dipending. Mumpung saya ada di sini, biarkan saya bicara langsung sama pimpinan kalian itu."

Tanpa mengetuk atau menunggu diizinkan, Gea menghentakkan kakinya melangkah menuju ruang rapat utama. Ia sudah membayangkan bagaimana sang Produser Eksekutif akan menyambutnya dengan ramah, mengingat dirinya adalah calon istri dari CEO pemilik saham terbesar di perusahaan ini.

Pintu kaca tebal ruang rapat itu didorong kasar oleh Gea.

"Selamat pagi, Bu Nissa! Saya rasa kita perlu bicara soal—"

Kalimat Gea terhenti di udara. Lidahnya mendadak kelu, suaranya tercekat rapat di tenggorokan.

Di ujung meja rapat berukir kayu jati, seorang wanita berhijab lembut dengan blazer hitam elegan sedang duduk tenang memegang draf dokumen. Di sekelilingnya, beberapa manajer divisi berdiri dengan sikap penuh hormat.

Saat pintu terdorong kasar, wanita itu perlahan mengangkat wajahnya.

Gendis.

Mata Gea membelalak sempurna. Tangannya yang menggenggam tas mahal seketika gemetar hebat. Wajahnya yang penuh riasan tebal perlahan memucat bagai mayat.

"K-kamu...?" bisik Gea tak percaya, suaranya bergetar hebat. "Kenapa kamu bisa duduk di kursi pimpinan itu?!"

Gendis meletakkan pulpennya di atas meja tanpa menimbulkan suara. Raut wajahnya sangat tenang, dingin, dan memancarkan aura dominasi yang begitu kuat, jauh berbeda dari sosok yang semalam dicaci maki oleh Gea di rumah Arya.

para staf di ruang rapat saling pandang, bingung melihat sikap tidak sopan dari Gea.

"Ada yang bisa saya bantu, Mbak Gea?" panggil Gendis santai. Nadanya datar, namun sanggup menekan ruangan itu menjadi begitu hening.

"M-maksud kamu apa?!" teriak Gea, melangkah maju beberapa langkah dengan wajah panik dan penuh amarah yang tertahan. "Jangan main-main ya! Saya ke sini mau ketemu Bu Nissa, Produser Eksekutif BRTV! Kenapa perempuan kampung kayak kamu yang duduk di sana?!"

Manajer Pemasaran yang berdiri di sebelah Gendis langsung mengerutkan alisnya, menatap Gea dengan raut tidak senang.

"Jaga bicaramu, Mbak Gea!" tegur Sang Manajer tegas. "Wanita di hadapanmu ini adalah Ibu Annisa, Produser Eksekutif BRTV yang memegang penuh kendali atas seluruh program di stasiun TV ini!"

DOR!

Kata-kata itu menghantam kepala Gea bagai hantaman godam yang sangat keras. Dunia Gea serasa berputar hebat.

Nissa? Bu Nissa yang membatalkan kontrak kerjanya secara sepihak kemarin... adalah Gendis?!

Ingatan Gea langsung melayang pada ucapan Gendis semalam di rumah Arya 'Pastikan dia tahu cara menjaga mulutnya di depan orang yang memegang nasib kariernya di dunia televisi.'

Lutut Gea mendadak terasa lemas. Rasa malu, syok, dan gengsi bercampur menjadi satu, membakar dadanya hingga sesak. Orang yang selama ini ia injak-injak, orang yang ia sebut 'pengangguran sok sibuk', ternyata adalah pemegang takdir kariernya di stasiun TV ini.

Gendis bersedekap dada, memiringkan kepalanya sedikit menatap Gea yang berdiri mematung bagai patung bernapas.

"Bagaimana, Mbak Gea? Ada masalah dengan identitas saya?" tanya Gendis pelan, mengutarakan kalimat yang begitu menohok.

Gea mengepalkan tangannya rapat-rapat, mencoba memoles sisa-sisa keberaniannya. "K-kalau kamu Bu Nissa... berarti kamu sengaja kan? Kamu sengaja batalkan kontrak talkshow aku karena cemburu hubungan aku dan Arya?!"

Gendis terkekeh pelan,

Gendis meraih draf evaluasi kinerja Gea dari atas meja, lalu melemparkannya pelan ke hadapan Gea.

"Jangan terlalu percaya diri, Mbak Gea, tidak ada hubungannya antara urusan pribadi dengan pekerjaan." balas Gendis tenang dan lugas. "Kontrak Anda dibatalkan murni karena rating Anda yang terus merosot dan citra Anda yang buruk di mata publik akibat skandal. Di stasiun TV ini, kami menjual kualitas dan profesionalisme, bukan sekadar modal sensasi atau belas kasihan karena Anda calon istri seorang CEO."

Skakmat.

Seluruh staf di ruangan itu menatap Gea dengan tatapan kasihan bercampur sinis. Gea merasa seperti ditelanjangi di depan umum. Harga dirinya hancur berkeping-keping di dasar lantai.

"Kamu... kamu sengaja mau bales dendam kan?!" pekik Gea dengan mata memerah menahan tangis malu.

"Jika Anda tidak puas dengan keputusan profesional saya, pintu ruangan Pak Arya ada di lantai atas," potong Gendis dingin tanpa beban sedikit pun. "Silakan mengadu pada calon suami Anda. Tapi perlu Anda ingat... di divisi produksi ini, wewenang penuh ada di tangan saya. Bukan Pak Arya."

Gendis kembali mengambil pulpennya, menunduk menatap dokumen di mejanya tanpa sudi melirik Gea lagi.

"Pak Budi," panggil Gendis pada sekuriti yang berdiri di dekat pintu. "Tolong antar Mbak Gea keluar. Kita sedang rapat internal."

"Baik, Bu Nissa," sahut sekuriti itu sigap. "Mari, Mbak Gea."

Gea menggigit bibirnya rapat-rapat, menahan kebas di seluruh wajahnya. Tanpa sanggup membalas sepatah kata pun, ia berbalik dan berlari cepat meninggalkan ruang rapat dengan napas memburu dan air mata malu yang akhirnya menetes.

Dari balik kaca ruang kerja lantai atas, Arya yang baru saja berdiri menatap ke arah koridor secara tak sengaja melihat Gea berlari keluar sambil menangis.

Arya mengerutkan alisnya bingung, sama sekali belum menyadari bahwa bom pertama dari istrinya baru saja meledak di lantai bawah.

Gea berlari menuju ruangannya, Arya masih memperhatikannya dari jauh. Begitu dia sampai..

"Arya, jadi Bu produser eksekutif di perusahaan mu itu Gendis!"

Bersambung...

1
Nar Sih
semoga gk berhasil niat jht mu gea🤣
Nar Sih
terkejutt kan kmu gea ,org yg kmu hina dgn sombong nya kmu ternyata dia lah yg berkuasa atas nasib mu
Nar Sih
wah...👍gendis kta,,mu buat arya
Nar Sih
nah lo arya kesindir ngk kmu dgn kta,,gendis
Nar Sih
sebaiknya kmu pergi aja gendis,dan bnr kta alex
Nar Sih
bnr yg dikatakan ibu mu arya kmu pasti nyeseell
Nar Sih
smoga sgra terungkap kasus kecelakaan alm suami mu ya gendis
Nar Sih
gendis sakit parah ,semoga sgra sembuh
Nar Sih
wah...kta,,gendis mantap bikin arya gk bisa ngomong
Nar Sih
kini kmu nyesell arya🤣
Nar Sih
seperti nya gendhis sedang sakit ya kak ,moga ngk parah
Nar Sih
semagat gendhis💪
Nar Sih
maaf kak bru bisa lanjut bca ,sibuk dunia nyata🙏
Nar Sih
lanjutt kak
Nar Sih
hadir kak ,udah lama menghilang kakak hadir lgi karya terbaru nya👍
Sanayaa Irany: hihihi iya kak, doain lancar lancar nulis yang ini ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!