NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

•••

Giselle terus bungkam di sepanjang perjalanan pulang, gadis yang biasanya akan mengoceh tersebut memilih sibuk dengan ponselnya.

Bukan tanpa alasan, Giselle masih enggan bicara pada Jio terlebih dirinya sekarang tengah memikirkan ucapan Ryn beberapa saat lalu.

'Apa benar aku cemburu?'

'Jika aku cemburu, maka itu berarti–‘

Giselle menggelengkan kepala berulang kali.

‘Tidak, tidak, tidak mungkin, itu tidak benar.'

Jio meliriknya dan mulai mengambil kesimpulan bahwa Giselle bukanlah gadis gila.

Tapi benar, benar, benar, gila.

Lihat saja tingkahnya jika tidak mengoceh tak jelas dia akan melakukan hal aneh.

Jio berbelok ke kanan jalan di persimpangan, melajukan mobil tersebut menuju sebuah restoran. Jam menunjukkan pukul delapan malam, ini sudah lewat waktu makan malam dan Jio yakin gadis itu pasti juga sudah lapar.

"Eh, Ini bukan jalan menuju apartemenku... kau mau membawaku ke mana? Kalau tujuannya ke hotel maka lupakan, apartemenku jauh lebih nyaman untuk–“

"Kenapa otakmu itu hanya kau gunakan untuk memikirkan hal-hal mesum seperti itu?"

"Aku tidak memikirkan hal mesum apapun, tapi itu mungkin jika diperlukan."

Jio tak menjawab.

Mereka tiba di sebuah restoran bernuansa Eropa, meskipun ramai pengunjung yang datang namun restoran tersebut memiliki suasana menenangkan dan romantis cocok untuk dijadikan tempat kencan.

Jio mengajak Giselle masuk ke dalam restoran tersebut kemudian memesan makanan serta minuman yang akan mereka santap.

"Kau melakukan ini untuk mendapat maaf dariku? Jangan harap kalau begitu."

"Memang aku ada salah apa padamu?"

"Tck... tidak peka."

Jio mengangkat bahu acuh kemudian berdiri dari duduknya.

"Aku mau ke toilet sebentar."

Giselle mendongak lalu mengangguk menyetujui.

Jio beranjak pergi setelah meninggalkan ponsel juga dompetnya di atas meja, sedetik kepergiannya ponsel tersebut berdering. Giselle meliriknya, nama Yasmeen tertera di sana.

Giselle menoleh ke belakang mencari keberadaan Jio yang sudah menghilang dari pandangan, ponsel itu berhenti berdering namun di saat berikutnya ponsel pria tersebut kembali berdering dengan nama pemanggil yang sama. Giselle tak punya pilihan selain mengangkatnya.

“Kak kau di mana? Kenapa belum pulang?"

"Kakakmu sedang bersamaku."

"Apa! Kau gadis urakan itu? Kenapa kau yang mengangkatnya, berikan pada Kakak biarkan aku bicara pada Kakakku!"

Teriakan Yasmeen membuat Giselle menjauhkan ponsel itu dari telinganya, jika tidak gendang telinganya sudah dipastikan bisa pecah.

"Dia sedang di kamar mandi, kami sedang bersiap untuk olahraga malam... Jadi diamlah dan berhenti mengganggu."

"Kau... Dasar kur–“

Giselle menutup panggilannya, tak habis pikir ternyata ada orang dengan suara yang lebih nyaring dari Karina.

•••

Yasmeen menatap tak percaya pada ponselnya.

“Sudah kuduga Kakak bersamanya, gadis itu beraninya dia menutup panggilanku dan apa yang sedang mereka lakukan? Tunggu saja sampai kau pulang Jio Pratama..."

"Ada apa Yasmeen kenapa marah-marah seperti itu?"

"Eh tidak Ibu, Yasmeen tidak marah-marah."

Joanna mengangguk, "Sudah dapat jawaban dari Kakakmu?"

"Dia sedang ada acara bersama temannya dan akan pulang sebentar lagi. Jadi Ibu tidak perlu khawatir lagipula dia juga bukan anak kecil lagi."

"Lihat siapa yang bicara... Putri kecil Ibu sudah pandai menceramahi Ibunya."

Yasmeen memeluk Joanna manja, "Yasmeen tidak bermaksud begitu Ibu."

Joanna terkekeh mengusap puncak kepala gadis di pelukannya.

“Ibu tahu. Dengar, Jio dan Yasmeen akan tetap menjadi anak kecil di mata Ibu. Jadi Ibu akan tetap mengkhawatirkan kalian dengan apapun yang kalian lakukan dan di manapun kalian berada. Mengerti?"

Yasmeen menganggukkan kepala berulang kali.

“Iya Ibu, Yasmeen mengerti."

•••

Jio sudah kembali ke tempat semula bertepatan dengan pesanan mereka yang telah tersaji. Dan Giselle yang menampilkan senyumannya.

"Apa?"

"Tidak ada."

Jio menatap gadis itu meneliti senyum aneh yang Giselle tampilkan.

“Kau terlihat mencurigakan."

"Kau tahu? Itu dia sebabnya aku tidak pernah terlihat benar di matamu, kau selalu saja mencurigaiku."

Jio hanya mengangguk, sembari memasukan potongan daging ke dalam mulutnya.

"Cepat habiskan makananmu, jangan banyak mengoceh, setelah ini kita pulang."

"Ah... kau tak sabar menilai seberapa empuk ranjangku rupanya."

Jio menatap tajam tak habis pikir dengan gadis yang hanya terkekeh memperlihatkan deretan gigi rapinya tersebut.

"Aku bercanda Kak Jio… tapi aku heran, kenapa kau tidak tergoda padaku saat kau memiliki banyak kesempatan untuk melakukan itu? Apa kau gay?"

Ucapan Giselle membuat Jio hampir tersedak saat mengunyah makanannya.

"Aku pria normal Giselle, aku juga bukan pria baik jadi berhati-hatilah. Aku bisa menahan egoku saat ini untuk tidak menyakitimu, tapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.”

“Jadi berhentilah melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirimu sendiri."

Giselle tertegun jantungnya berdebar mendengar ucapan Jio, pria ini begitu bijaksana.

"Aku siap menerima segala konsekuensinya, asalkan itu berasal darimu."

Giselle menatap Jio yang menggelengkan kepala namun tetap fokus pada makanannya, Giselle tahu Jio mendengar ucapannya.

Jemari Giselle bergerak meraih tangan Jio pelan hal itu membuat Jio menatapnya.

"Terima kasih, baru kali ini aku merasa seorang pria benar-benar menghargaiku." Ucapnya sungguh-sungguh.

Jio terdiam beberapa saat setelahnya, tangannya perlahan balik menggenggam jemari Giselle mengusapnya perlahan menyalurkan rasa hangat yang terasa menjalar ke ulu hati masing-masing. 

Jio sadar akan apa yang dilakukannya, sadar jika dirinya terbawa suasana, namun dia hanya membiarkan rasa itu untuk saat ini.

Dengan tangan saling menggenggam, mata saling berpandangan, senyum yang kian melebar dan detak jantung tidak beraturan. Mereka hanya ingin merasakan momen ini untuk sesaat sebelum kembali pada kenyataan.

'Apa aku telah kalah?'

•••

Giselle menahan lengan Jio kala pria itu hendak keluar dari mobil untuk mengantarnya menuju unit milik gadis tersebut.

"Kau tak perlu mengantarku kali ini, kau bisa langsung pulang dan beristirahat."

Giselle beranjak keluar, memutari mobil dan mengetuk jendela samping di bagian kemudi yang Jio tempati. Mengisyaratkan Jio untuk menurunkan kaca mobil itu agar Giselle dapat melihatnya.

"Kau tahu? Aku belum pernah mengatakan ini pada orang lain sebelumnya, hanya kau…”

“Terima kasih." Ujarnya sumringah.

Jio mengangguk kemudian melajukan mobilnya meninggalkan gadis yang masih berdiri di tempat seraya melambaikan tangan.

•••

Jio memasuki rumah dengan lesu, hari ini begitu melelahkan baik untuk fisik maupun pikirannya. Jio butuh istirahat sekarang.

Hendak menaiki tangga menuju kamarnya dapat Jio lihat, Yasmeen sudah setia berdiri di depan pintu kamar milik Jio seraya bersendekap dada menatap tajam padanya.

Jio tahu dia harus menunda rencananya untuk segera istirahat, saatnya interogasi.

"Kau dari rumah gadis urakan itu?"

Jio segera menarik lengan Yasmeen masuk ke dalam kamarnya, bisa panjang urusannya jika ayah dan ibunya mendengar percakapan mereka.

"Kau benar-benar mencintai gadis itu?"

"Yasmeen aku lelah, kita bicarakan itu besok ya."

"Jadi benar kau habis tidur dengannya? Pantas saja kau terlihat kelelahan."

Jio membulatkan mata, "Apa yang kau bicarakan?!"

"Kakak! Aku meneleponmu tadi dan yang mengangkatnya adalah gadis itu, kau tahu apa yang dia katakan? Kalian sedang bersiap untuk olahraga malam!”

“Apalagi maksudnya jika bukan menjurus pada hal itu? Astaga Jio pratama… bagaimana kau bisa melakukan hal seperti itu hah?!"

Menghela nafas, harusnya Jio sadar jika sisi Giselle yang ia temui beberapa saat lalu tetaplah Giselle si gadis pembuat onar.

"Kau mempercayai ucapannya? Dengar, dia tidak bersungguh-sungguh mengatakan hal itu. Kau percaya pada Kakakmu ini bukan?"

"Entahlah.”

Yasmeen meninggalkan Jio yang mengusap wajah frustasi. 

•••

Giselle yang sudah memasuki unitnya, berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah selesai gadis Uchiyama tersebut membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

Mengambil ponsel yang berada dalam tasnya kemudian mengirimkan pesan pada seseorang.

•••

Yasmeen berjalan memasuki kamarnya, berdecak beberapa kali sebelum ponselnya berdenting menandakan ada pesan masuk.

Yasmeen mengecek ponselnya, benar ada beberapa pesan masuk namun yang membuatnya tertarik adalah pesan dari nomor tak dikenal.

[“Hai Yasmeen eini Giselle. Mari bertemu saat kau ada waktu, itupun jika kau ingin mendengar kisah selengkapnya dan ingat jangan mengatakan ini pada Jio. Ini rahasia kita, mengerti Adik Ipar?']

"Aish... Adik Ipar dia bilang?"

[“Baiklah. Dan jangan panggil aku Adik Ipar dasar gadis gila!'{

•••

Giselle tersenyum setelah mendapat balasan dari Yasmeen, ditambah dengan panggilan masuk dari Jio membuat senyum Giselle semakin merekah.

Giselle yakin Jio akan marah-marah padanya.

"Apa yang kau katakan pada Adikku?"

"Tidak ad–“

"Aku menyesal telah bersikap baik padamu."

"Aku memang ingin melihat seberapa jahat dirimu Jio."

"Maka lihatlah dari sisiku."

•••

Semalam Giselle merenung akan apa yang telah ia lakukan dan hari ini Giselle berencana menemui Jio untuk meminta maaf atas perbuatannya.

Giselle sudah mencarinya ke rooftop tempat biasa mereka bersama. Pria itu tidak ada di sana.

Giselle mencari Jio di kelasnya, namun hanya Yoshi yang ia temukan.

"Entahlah aku sama sekali belum bertemu dengannya hari ini, biasanya kalian pergi ke rooftop bersama bukan."

"Dia tidak ada di sana Yoshi."

"Sudah coba menghubunginya?"

Giselle mengangguk, "Ponselnya tidak aktif."

"Aneh sekali kenapa Jio tiba-tiba menghilang? Seingatku dia tidak ada jadwal latihan hari ini, aku akan tanyakan pada Kak Bagas. Nanti aku akan menghubungimu jika ada kabar."

"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu."

Giselle kembali berjalan menuju rooftop, ia menyesal seharusnya dia tidak bertindak seperti itu. Niatnya hanya bercanda tapi sepertinya humornya sudah melewati batas.

Giselle menatap sekeliling, tempat itu tetap seperti biasa tapi rasanya ada yang berbeda.

"Kau mencariku?"

Giselle berbalik memandang orang di belakang tubuhnya.

"Apa kau marah padaku?”

“Jio maafkan aku, aku tidak bermaksud mengatakan hal seperti itu pada Adikmu. Aku sungguh menyesal, aku benar-benar minta maaf–“

Jio tak mendengarkan, pria tersebut hanya berjalan cepat menghampiri Giselle dan segera meraih tengkuk gadis itu untuk kemudian menyatukan bibir keduanya. Sedikit melumatnya.

Giselle amat terkejut ketika Jio melakukan hal itu karena selama ini Jio tak pernah terpancing bahkan saat Giselle menggodanya.

Giselle hanya memandang mata Jio yang tengah menatapnya disela ciumannya, gadis itu bahkan tak sanggup untuk sekedar membalas ciuman pria tersebut.

Jio menarik diri perlahan. Menatap Giselle sembari mengusap sisi wajahnya, "Kau sudah melihat sebagian kecil kejahatan dalam diriku."

Jio tetap memandang Giselle walau sebenarnya dia tak mampu untuk melakukannya sebab netra gadis itu tampak berkaca-kaca membuatnya merasa bersalah.

Giselle sendiri masih terlampau kaget, entah berapa kali Jio berhasil membuat darahnya berdesir, perutnya terasa digelitik juga degup jantungnya yang menjadi lebih cepat.

Sebelumnya Giselle selalu menyangkal perasaannya, namun kali ini dia tidak bisa menyangkal lagi, bahwa dirinya sudah jatuh.

"Maafkan aku..."

•••Vienbluu (annavienbluu)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!