NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Mimpi Rania

''Nenen, Aku mau nenen sama kamu.'' suara bocah kecil membuat Rania menjadi kaget.

''Pergi.'' Rania berteriak keras dan berusaha untuk bangkit berdiri.

''Aku mau nenen, aku mau nenen.'' bocah kecil itu berjalan mendekati ke arah tubuh Rania.

''Tolooooong, siapa pun tolong aku di dalam kamar ini.'' Rania menjerit karena ternyata dia tidak bisa bangkit berdiri.

Entah Apa yang sedang mengikat tubuh dia saat ini namun yang jelas Rania memang tidak bisa bergerak walau hanya sedikit saja, jadi dia hanya bisa terpaku ketika melihat tubuh kecil itu perlahan mendekati dirinya dengan tangan mengambang di udara siap untuk menyentuh payudara dia yang ada di dalam baju.

Rania kebingungan karena rasanya Tadi dia masih ada di sekitar rumah milik Rina dan bersama dengan mbok Inem juga, namun kenapa sekarang mendadak dia ada di kamar yang sama sekali tidak pernah dia kenal dengan Tubuh terasa kaku sehingga untuk bergerak dan melawan sama sekali tidak bisa.

Tap.

''Aaaaaahhhh!'' Rania berteriak sekencang mungkin ketika tangan itu sudah menyentuh tepat pada bagian payudara.

''Kamu jadi ibu aku saja.'' bocah kecil itu menatap Rania dengan tatapan gembira.

''Tidak, jangan sentuh aku dengan tangan iblis itu!'' Rania terus aja berontak sekencang mungkin.

''Aku mau punya ibu karena ibu aku sudah meninggal dunia.'' ujar bocah kecil itu lagi.

Keringat dingin mengucur deras di tubuh gadis itu karena dia tidak mau bilang sampai tuyul ini menyusu kepada dirinya dan sudah pasti nanti Rania akan mengalami nasib seperti Rina, mungkin benar apa yang dikatakan oleh beberapa orang dan juga internet itu bahwa tuyul tersebut pasti akan mendatangi orang yang paling dekat dari pemilik pertama.

Rania sudah sangat pasti menjadi sasaran utama karena sebelumnya Dia tinggal bersama dengan Rina juga di dalam rumah itu sehingga dapat di pastikan dia telah memakan banyak uang, Jadi kemungkinan besar tuyul itu memang mendatangi Rania untuk meminta air susu, meski saat ini Rania masih gadis namun tetap saja dia harus berusaha sekuat mungkin untuk menghindar.

''Lepaskan aku, toloooooong!'' Rania Kian histeris ketika mulut tuyul itu sudah semakin mendekat.

''Nenen... aku suka nenen.'' tuyul itu begitu girang dan dia seperti mendapat makanan lezat.

''Tolooooong, Aku tidak mau melakukan ini.'' Rania semakin kencang menjerit karena dia sungguh merasa ngeri.

''Rania!'' Mbok Inem mengguncang tubuh gadis itu.

''Hahhhh.'' Rania membuka mata dengan jantung berdebar kencang.

''Kamu kenapa?'' Mbok Inem menatap gadis berwajah pucat pasi karena ketakutan dengan mimpi buruk yang dia alami.

''Aku mimpi buruk yang sangat mengerikan, Mbok.'' ujar Rania dengan perasaan takut tidak karuan.

Mbok Inem menarik nafas panjang karena bingung juga, entah apa yang terjadi sehingga gadis ini mendadak saja harus mendapat mimpi buruk yang sangat luar biasa. bahkan sekarang dia harus gemetar kencang, mungkin saja ada sesuatu yang sudah tertarik dan itu sudah membuat Mbok Inem juga merasa ngeri.

"Aku sungguh takut kalau nanti akan datang lagi tuyul itu." lirih Rania.

"Kita akan minta bantuan secepatnya." putus Mbok Inem.

"Tapi aku tidak tau harus bagaimana? pada siapa juga aku harus minta tolong!" isak Rania.

"Purnama, dia pasti bisa kok membantu kita!" Mbok Inem berkata dengan sangat yakin.

"Tolong temani aku menemui dia, Mbok." Rani juga mulai yakin.

"Iya." Mbok Inem mengangguk dan wajah dia memang sudah pucat.

Rania masih belum sadar kalau pada bagian dada nya ada bekas biru seperti kena gigit, Mbok Inem langsung minta tolong begitu karena dia sudah merasa ngeri, takut ada sesuatu yang lebih mengerikan lagi akan menimpa gadis ini sehingga Mbok Inem memutuskan untuk segera mendatangi rumah Purnama saja agar segera mendapat bantuan.

Sebab rasanya bukan hanya mimpi buruk saja tapi ini sudah berubah menjadi nyata, Untung setelah kejadian Mereka melihat tuyul yang ada di dalam rumah Ilham, Mbok Inem untuk mengajak Rania untuk tinggal di rumah dia saja agar mereka bisa saling menjaga satu sama lain.

...****************...

''Wah rumah kamu kok besar banget seperti ini ya.'' Delisa menatap rumah Ilham yang sangat mewah sekali.

''Aku merintis dari bawah dan alhamdulillah bisa memiliki rumah sebesar ini.'' Ilham Berkata sambil duduk di sebelah Delisa.

''Berarti kamu bisa Kapan saja dong mengajak aku menikah.'' Delisa berkata dengan penuh nada manja.

''Oh masalah itu tentu saja bukan urusan besar, bahkan hari ini juga aku bisa menikahi kamu.'' ujar Ilham sambil mencubit dagu Delisa.

''Ih kamu mah.'' Delisa yang Mendengar hal itu tentu saja menjadi girang dan memeluk Ilham.

''Kan daripada kita cuma pacaran saja dan itu nanti akan membawa masalah, maka lebih baik kita secepatnya menikah.'' Ilham menciumi rambut berwarna blonde itu.

''Jadi kamu udah yakin banget nih mau nikah sama aku?'' Delisa mendongak menatap Wajah pria yang dia cintai.

Ilham tidak menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut kekasih dia, justru pria ini tergoda dan menyambar cepat bibir berwarna merah basah itu sehingga ciuman pun berlangsung dengan begitu penuh birahi, padahal Rina baru saja meninggal dunia namun Ilham Sudah berani membawa wanita masuk ke dalam rumah ini dan mereka melakukan adegan yang sama sekali tidak pantas.

''Mas Ilham.'' tegur sebuah suara dari ambang pintu sehingga membuat mereka berdua menjadi kaget.

''Eh Ran!'' Ilham segera melepaskan pelukan di tubuh Delisa.

''Ham, siapa dia?'' Mbok Inem juga nampak tidak suka karena menurut dia ini sama sekali tidak pantas.

''Kak Rina baru meninggal, Mas! bahkan kuburan dia saat ini belum kering, bunga yang ditabur juga masih menimbulkan aroma.'' Rania berkata dan tidak sanggup menahan tangis.

Ini bukan rasa cemburu karena Ilham telah bersama dengan wanita lain, tapi karena Rania merasa tidak terima saat mengetahui bahwa Ilham akan bersama dengan gadis itu dan akan menata hidup, padahal istri dia memang baru saja meninggal dan tanah di kuburan belum kering sama sekali.

''Eh terserah dia dong dan kamu tidak ada hak untuk mengatur kami.'' Delisa ikut berdiri mendekati mereka berdua.

''Diam!'' Rania berteriak keras di depan wajah Delisa.

''Ran jangan ribut di luar, tidak enak bila dilihat oleh orang.'' Ilham menarik tangan adik ipar dia agar masuk ke dalam rumah.

''Jangan sentuh aku, kau pria biadab yang tidak memiliki hati nurani.'' tunjuk Rania dengan hati yang begitu hancur.

''Heh kau ini cemburu ya!'' Delisa malah mendorong Rania yang sedang marah kepada Ilham.

''Jangan sentuh keponakan ku!'' Mbok Inem yang marah kepada Delisa karena tidak terima Rania didorong seperti itu.

Senyum sinis keluar dari bibir Delisa karena dia tahu dan merasa curiga bahwa mungkin saja Rania ini merasa bahwa Ilham tidak boleh menikahi orang lain, Delisa beranggapan karena Ilham orang kaya sehingga Rania memutuskan untuk menikahi Ilham saja agar harta itu tidak pergi kemana-mana.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya, Terima kasih karena sudah membaca cerita Saya dari dulu hingga sampai saat ini.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
ya ampun Pur ..bocil kau ajak bicara tentang birahi segala 🤣...semoga aja ya Rania selamat bisa di bantu purnama sampai tuntas
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eli Rahma
hai..itu ketuamu loh..😆😆
neni nuraeni
brrti disini Zidan juga sudah metong ya kak,, dan purnama sudah kmbli pulih sperti sedia kala makanya dia trjun lagi,,,
Raffaza Direzky87
biarkan aja gak usah di bantu
Ass Yfa
setidaknya Rania..nggk dikejar tuyul itu lagi kalo Delisa mau nikah sama Ilham
Ayuk Witanto
ah moga saja purnama mau membantu...
Ayuk Witanto
biarlah si Delisa jadi ibu susunya si tuyul
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
Linda itu apa yang tinggal di rumah kosong
Ayuk Witanto
apa itu rina
Ayuk Witanto
Alhamdulillah
Ela Jutek
emang perlu di tabok si Pur sekali kali
Iis Dawina
kan yg di judul sebelumnya Zidan meninggal makan jamur beracun
vania larasati
lanjut kak
ismi
ini gimana rina kok main setuju saja adiknya disusu tuyul,,
Yeyet Rohaeti
siang thor, di sini Zidan udah meninggal ya thor?
Tri Lestari
yang di untungkan si Ilham ini
putri wahyu
siang jg Bess..
Ani_Sudrajat
Kok gak punya lawan thor emang Zidan kemana??
MiilaaManurung: Racun yang tertinggal
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!