Kehidupan Kinta seorang single parent yang memiliki dua orang anak. Setelah sekian lama ditinggal oleh suaminya dan menghidupi anak-anaknya seorang diri. Bertemu dengan Atta laki-laki petualang yang dicintainya dengan tulus namun ternyata dirinya hanya dipermainkan.
Bahkan tanpa berdosa lelaki itu mendekati sahabat dekat Kinta sendiri. Namun sakit hati terbalaskan karena ternyata Rani sudah memiliki seorang kekasih.
Dan Kinta pun dipertemukan dengan kawan lamanya yang menjodohkannya dengan Kakak laki-lakinya. Yang mencintainya dengan tulus.
Namun apalah daya Kinta begitu lama masih belum dapat melupakan Atta sepenuhnya.
Bahkan meskipun Kinta sudah menikah dengan Yusdi pun. Masih ada sisa-sisa perasaannya terhadap laki-laki petualang itu.
Dan akhirnya Atta muncul kembali di kehidupan Kinta dan ingin mendapatkan cintanya lagi.Bagaimana Kinta mempertahankan rumah tangganya bersama laki-laki yang selama ini telah mengobati lukanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delisa Sitari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 20 : Buah Simalakama
Tak disangka setiap hari Yusdi selalu berusaha berkomunikasi dengan Kinta lewat pesan whatsappnya. Bahkan belum bertemu dengannya pun Yusdi sudah merasakan sesuatu di dalam hatinya. Selain melihat wajah manis dan kalemnya... Ditambah cerita dari Reva adiknya tentang kebaikan Kinta, Yusdi semakin mantap untuk menjadikannya pendamping hidupnya.
Tiba saat pertemuan dirinya dengan Kinta di sebuah cafe. Mereka saling memperkenalkan diri dan mengobrol tentang masa depan. Karena memang Yusdi tidak ingin berpacaran terlalu lama. Dia benar-benar sedang mencari istri secepatnya. Karena yang dia tahu niat baik harus disegerakan. Selain baik dalam hal agama, juga menghindari fitnah dan dosa.
Kinta tahu tentang hal itu. Tapi di pikirannya apakah dia bisa menjalani rumah tangga tanpa adanya cinta. Tanpa ada pengenalan terlebih dahulu. Dia tidak mau gagal untuk kedua kalinya. Sedangkan dia belum tahu sifat Yusdi yang sebenarnya. Dan satu lagi... meskipun ia sudah pasrah dan berusaha melupakan Atta, tapi di hatinya masih ada nama lelaki itu.
" Emmm... Maaf Mas sebelumnya. Apa aku boleh minta sedikit waktu.... Ya buat mengenal Mas pelan-pelan. Memang sih dalam agama berpacaran itu lebih baik setelah menikah. Tapi aku masih ada sedikit trauma. Takut gagal lagi...Apa Mas nggak keberatan ?" pinta Kinta.
" Bagaimana ya... Aku cuma ingin melaksanakan perintah agama. Tapi kalau Kinta maunya seperti itu ya tidak apa-apa sih. Karena Mas juga pernah gagal. Mantan istriku dulu ternyata punya sifat yang lain dari yang ditunjukkan sebelumnya. "jawab Yusdi mengabulkan permintaan Kinta. Karena setelah bertemu dengan wanita ini... Dia semakin jatuh cinta. Bisa dibilang... Cinta pandangan pertama.
" Tapi memangnya Mas sudah yakin mau menjadikan aku istri ? " tanya Kinta ragu. Karena menurutnya terlalu cepat Yusdi mengambil keputusan. Tapi yang pernah dia tahu... Memang banyak yang menikah tanpa pacaran berlama-lama.
Yusdi tersenyum mendengar pertanyaan Kinta. " Inshaa Allah yakin Dek... Karena aku sudah banyak mendengar cerita tentang kamu dari Reva. Bahkan Ibu yang cuma ketemu kamu beberapa kali sudah menganggap kamu wanita yang baik. Dan beliau sangat setuju kalau Mas meminangmu." jawab Yusdi menjelaskan.
Kinta merasa tersanjung mendengarnya. Sahabatnya itu terlihat sangat mengharapkan dirinya menjadi iparnya. Begitu juga orang tuanya. Haruskah dia mengecewakan mereka... Jika dia menerima permintaan itu, pasti dia akan membuat bahagia banyak orang. Menurutnya bahagia itu bisa membuat orang lain bahagia.
" Tapi aku takut Mas..." ujar Kinta terputus.
" Takut ? Takut apa ? Apa takut Mas tidak bisa membahagiakan kamu dan anak-anak kamu ? " tanya Yusdi.
" Takut aku tidak seperti yang adik dan Ibumu ceritakan. Bagaimana kalau suatu saat nanti aku ternyata tidak sebaik yang mereka tahu... " jawab Kinta dengan wajah sendunya.
Yusdi menghela nafas. Dia merasa heran dengan Kinta. Yang menilai diri kita adalah orang lain. Mungkin memang ada orang yang berpura-pura baik. Tapi Reva sudah mengenalnya lama. Dan selama itu adiknya belum pernah melihat kepura-puraannya. Lagipula apa untungnya jika Kinta berpura-pura baik di hadapan Reva. Seorang sahabat pasti sedikit banyak mengetahui sifat asli sahabatnya.
Menurut Reva kekurangan Kinta adalah kurangnya kepercayaan diri, sering ceroboh, dan sedikit keras jika sudah pada pendiriannya. Namun itu tidak mengubah keinginan Yusdi untuk memperistrinya.
" Kamu tidak perlu khawatir Dek. Inshaa Allah aku yakin kamu wanita yang baik. Bukankah yang bisa menilai kita adalah orang lain... " bujuk Yusdi. Bagaimanapun caranya dia harus bisa meyakinkan Kinta.
" Alhamdulillah kalau Mas juga menilai saya orang yang baik. " sahut Kinta. Dia tersenyum dan menatap Yusdi mencoba melihat kejujuran di matanya. Ternyata Yusdi tengah menatapnya dengan dalam tanpa berkedip. Kinta jadi salah tingkah dan akhirnya merasa malu dan menundukkan kepalanya.
Tanpa terasa hari sudah menjelang larut malam. Mereka memutuskan untuk segera pulang. Dengan mengendarai motor masing-masing Yusdi mengantar Kinta dengan mengikutinya dari belakang. Dan Kinta memintanya untuk tidak mengantar sampai rumahnya dulu. Belum saatnya keluarganya tahu. Dia akan menceritakannya setelah dirinya siap.
Detik-detik menjelang kepergian Atta.... Hati Kinta menjadi semakin resah. Sudah sangat kuat dia berusaha menepis bayangannya bersama Atta. Tapi tetap tak mau lenyap begitu saja. Masih selalu menempel di ingatannya.
Haruskah dengan keadaan seperti ini ia menerima pinangan Yusdi.... Apakah ini tidak terasa egois ? Tidak... Ini adalah salah satunya jalan agar terhindar dari ingatan kenangan itu. Jika Yusdi adalah pria yang baik... Bukan tidak mungkin dia akan bisa membuat dirinya jatuh cinta sedikit demi sedikit.
" Terima kasih ya Dek untuk waktunya... Sudah bersedia ketemu sama Mas. Selamat malam... Selamat istirahat..." Yusdi mengirim pesannya pada Kinta yang hendak memejamkan matanya.
" Sama-sama Mas. Selamat istirahat juga..." balas Kinta.
" Assalamualaikum... " ucap Yusdi.
" Wa alaikumsalam. " balas Kinta di akhir percakapan.
Agak sulit untuk Kinta terlelap dalam tidurnya. Sebentar lagi dia tidak akan bertemu dengan Atta lagi. Untuk selamanya... Atau sementara waktu saja. Atta pun tidak menghubunginya sama sekali. Apa memang hari itu adalah hari terakhir melihat pria itu...Apakah dia tidak akan berpamitan padanya sekali lagi, di waktu dia akan benar-benar pergi dari kota ini...
Ah.... Sungguh Kinta tidak terlalu berharap akan dianggap sepenting itu. Karena ia hanya sekedar teman mesranya saja. Yang diingat dan diinginkan di saat sedang membutuhkannya saja. Angan-angan yang terlalu tinggi.
Tapi tidakkah dia pernah menganggapnya spesial dan mengucapkan kata cintanya. Hei Kinta... Bukankah kamu sudah tahu itu hanyalah triknya saja untuk mendapatkanmu... Sebegitu bodohkah dia....Sudah jelas-jelas di depan matamu dia melirik wanita lain dan berusaha mendapatkannya dengan meminta bantuanmu... Tanpa peduli apa yang kaurasakan... Sakit yang kauderita.... Sedangkan kau harus menyimpannya sendiri.
Dan sekarang.... Sudah hadir seseorang yang dengan mudahnya jatuh hati padamu. Yakin akan hadirmu yang menurutnya bisa membahagiakannya. Dengan mudah ingin menjadikanmu pendamping hidupnya yang sah. Dia akan melindungimu dari kejamnya dunia. Merawat dan bertanggung jawab akan dirimu dan anak-anakmu.
Apakah kau masih ragu dengan sosoknya... Sedangkan mana mungkin sahabatmu sendiri akan menjerumuskanmu di lubang yang sama. Sahabatmu ingin kehidupanmu lebih baik dari yang sebelumnya. Dia berusaha menarikmu ke dalam hidupnya dan keluarganya. Agar dirimu lebih banyak yang melindungi.
Kinta berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Agar segera sembuh dari sakitnya. Dan menerima cinta dan kehidupan yang baru.
Harus ! Harus bisa ! Hush ! Hush ! Pergi... Pergi kau dari pikiranku ! Pergi dari hidupku ! Aku sudah tidak mencintaimu.... Aku membencimu.... ucap Kinta dalam hati. Sambil mengebas-ngebaskan kedua tangannya seolah mengusir seekor lebah yang berusaha menghinggapi wajahnya.
Segera direbahkan tubuhnya di atas ranjang dan membaca doa untuk tidur dan beberapa surat pendek agar hatinya lebih tenang. Perlahan akhirnya ia terlelap dengan bekas sesuatu yang tak sengaja menetes di sudut matanya.
mampir juga ya ke CSku
Like ku udah melayang tuh
Ditunggu feedback nya ya 😁
salam "ANGKASA: Salam penghuni bumi"
baca juga cerita ku Choice Of Love ❤
sebenarnya sy berharap kinta menemukan jodoh lain selain yusdi yg menurutku tdk tegas dan sering salah langkah..tp bukan berarti kembali dg atta
-AKU BUKAN LESBIAN.