Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 : Menelusuri
Suara ratapan penuh ketakutan milik Kasim Gui menggema di sepanjang koridor Kediaman Pangeran Kedua. Suaranya serak, bercampur isak yang menyayat, sementara dua pengawal kekaisaran menyeret tubuh tuanya tanpa belas kasihan. Jemarinya masih berusaha mencengkeram lantai batu, meninggalkan bekas goresan tipis sebelum akhirnya benar-benar menghilang di balik lorong yang memanjang.
"Yang Mulia! Hamba tidak bersalah! Mohon ampuni hamba!"
Ratapannya perlahan menjauh hingga akhirnya lenyap ditelan keheningan.
Pintu kayu jati yang tadi sempat jebak kini kembali ditutup rapat oleh pengawal pribadi Mo Jue. Suasana di dalam ruangan berangsur sunyi, menyisakan ketegangan yang bercampur dengan rasa penasaran yang teramat sangat.
Su Yinyin mengembuskan napas panjang, membiarkan bahunya yang sempat tegang kembali rileks. Ia melirik sekilas ke arah layar sistem transparan yang masih melayang di sudut pandangnya.
[Ding!]
[Peringkat Kesukaan Mo Jue naik +5 menjadi -78!]
[Status Hubungan: Dari kebencian mutlak, kini bergeser menjadi kewaspadaan tinggi.]
[Misi Utama Aktif: Membongkar Jaringan Dalang di Istana Dalam (Progres: 1/3)]
Su Yinyin mengelap pelan keringat tipis yang menetes di pelipisnya. Lumayan, skornya naik lumayan banyak. Setidaknya sekarang aku tidak lagi berada di ambang kematian instan, batinnya bernapas lega.
Meski angka minus tujuh puluh delapan masih terdengar mengerikan, setidaknya itu lebih baik daripada sebelumnya. Jika tadi ia hanya selangkah dari hukuman mati, kini peluang bertahan hidup terasa sedikit lebih besar.
Sistem ini memang pelit. Sudah mempertaruhkan nyawa, hadiahnya hanya lima poin.
Namun, kelegaan itu tidak berlangsung lama. Sebuah bayangan tinggi besar tiba-tiba mendekat. Mo Jue melangkah pelan menghampirinya, jubah sutra hitamnya bergesek pelan di lantai marmer. Pangeran itu berhenti tepat satu langkah di hadapan Su Yinyin, menatapnya dengan tatapan menyelidik yang seolah mampu menembus isi kepala siapa pun.
"Su Yinyin," panggil Mo Jue rendah, suaranya tenang namun penuh tekanan psikologis yang kuat.
"Ya, Yang Mulia?" balas Su Yinyin berusaha memasang ekspresi senormal mungkin, meski jantungnya kembali berdegup kencang karena jarak mereka yang terlalu dekat.
Mo Jue mengangkat sebelah alisnya. "Sejak kapan seorang putri dari klan Su—yang dikenal manja, bodoh, dan hanya tahu cara bersolek di paviliun belakang—mengetahui detail rahasia tentang tinta khusus bunga teratai hitam di perbatasan utara? Bahkan para menteri senior di dewan kekaisaran pun belum tentu tahu hal itu."
Deg!
Su Yinyin mendadak kehilangan kata-kata. Otak kecilnya berputar cepat mencari alasan yang masuk akal. Sial, aku terlalu fokus membalikkan keadaan sampai lupa kalau karakter asli Su Yinyin seharusnya tidak tahu hal-hal militer seperti itu!
"Ah... itu..." Su Yinyin tertawa canggung, mencoba mengalihkan perhatian sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Waktu itu... um, aku tidak sengaja membaca gulungan tua di perpustakaan istana ketika sedang mencari buku resep kue! Ya, benar, buku resep kue kuno!"
Mo Jue menyipitkan mata. Jelas sekali pria itu tidak percaya dengan alasan yang dibuat-buat secara spontan tersebut. Sudut bibir pangeran itu tertarik membentuk senyuman sinis.
"Membaca buku resep kue di perpustakaan rahasia militer?" Mo Jue menundukkan wajahnya, mendekatkan bibirnya ke telinga Su Yinyin hingga napas hangat pria itu menggelitik kulit lehernya. "Sepertinya benturan di kepalamu tidak hanya membuatmu amnesia, Su Yinyin. Kau telah berubah menjadi seseorang yang sedikit lebih pintar."
Sebelum Su Yinyin sempat membalas ucapan bernada ancaman itu, pintu kamar kembali diketuk--kali ini dengan ritme yang jauh lebih tenang dan teratur.
"Masuk," titah Mo Jue dingin, menjauhkan tubuhnya dari Su Yinyin.
Seorang pengawal bayangan berpakaian serba hitam melangkah masuk dengan gerakan senyap, lalu berlutut satu kaki di hadapan sang pangeran.
"Lapor, Yang Mulia. Berdasarkan interogasi awal di bawah tanah, Kasim Gui mengaku bahwa rencana penanaman bukti palsu ini adalah inisiatif langsung dari Selir Ruan. Namun... ada satu hal lagi." Pengawal itu ragu-ragu sejenak sebelum melanjutkan, "Mereka bergerak atas perintah seseorang dari bayangan yang memiliki laci giok berlambang istana utama."
Mo Jue mengepalkan tangannya perlahan. Kilatan kemarahan yang pekat melintas di manik matanya yang kelam. "Istana utama... Permaisuri?"
Mendengar hal itu, Su Yinyin langsung mengerutkan kening. Di dalam alur novel aslinya, faksi Permaisuri dan Selir Ruan memang musuh bebuyutan Mo Jue, tetapi mereka biasanya tidak pernah bergerak secepat dan segamblang ini kecuali ada sesuatu yang besar sedang disembunyikan di kediaman pangeran.
[Ding!]
[Misi Sampingan Baru Terbuka: Selidiki Rahasia Kotak Giok di Paviliun Utara dalam waktu 3 hari.]
[Hadiah: Poin Keintiman +15, Peta Rahasia Istana.]
Su Yinyin menatap layar sistem yang mendadak berubah warna menjadi kuning terang. Ia tahu, permainan politik istana dimulai.
Satu langkah yang salah...
Bukan hanya misinya yang akan gagal.
Kepalanya pun bisa menjadi harga yang harus dibayar.
***
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis Noveltoon ANWi yah, terimakasih ❤️
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
kena kaisar begitu ceroboh
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭
semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
su😁😁
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔