NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Dua Raga

Satu Jiwa Dua Raga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:544
Nilai: 5
Nama Author:

Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?

episode 20

"maaf" kata itu keluar begitu saja dari mulut aiden entah mengapa rasa bersalah masuk begitu saja, mata aluna langsung membola dia langsung bangkit dari duduknya dan melihat kearah aiden dengan tatapan aneh.

"lo beneran tidak sakit kan? " ucap aluna hal itu membuat aiden menghelakan nafasnya wajar jika aluna tidak percaya padanya setelah apa yang dia perbuat kepada aluna, mungkin jika dirinya menjadi aluna pun akan menganggap itu hanya ucapan omong kosong.

Jeder...

Suara petir menggelegar dan mati lampu hingga membuat mereka berdua terkejut, aluna lompat ke atas sofa menutup diri dengan menekuk lutut dan wajahnya disembunyikan ditengah tengah lutut sambil terpejam.

Aluna saat ini seperti trenggiling yang ingin melindungi dirinya. Karena suasana menjadi gelap Aiden mengeluarkan ponselnya dan menghidupkan lampu senternya.

"Sepertinya listrik bermasalah makanya mati lampu lebih baik lo pindah ke kamar saja" ucap Aiden tanpa melihat kearah aluna.

Dia masih menyenteri ruangan yang gelap tidak ada lampu yang menyala.

Karena aluna tidak memberikan respon Aiden menyenteri aluna yang sudah menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya agar tidak dapat melihat sinar kilat.

"Lun, pindah yuk" ajak aiden, aluna mendongak.

"Gue takut turun" lirih aluna.

Jederr...

Suara petir yang sangat keras hingga aluna menyembunyikan wajahnya lagi. Aiden yang merasa iba pun secara tiba-tiba ia beranjak dan mengulurkan tangannya ke aluna, aluna menoleh.

"Ayo bareng gue" ucap Aiden tanpa pikir panjang bukannya menerima uluran tangan Aiden tapi aluna berdiri langsung melompat masuk kepelukan Aiden.

Sontak membuat Aiden terkejut bukan main, hampir saja mereka berdua jatuh untung Aiden bisa menyeimbangkan posisi dan tidak terjatuh dia hanya terhuyung sedikit saja.

"Lun, lo gila lo mau buat kita jatuh" protes Aiden.

"Maaf, gue takut jadi tanpa pikir panjang" ucap aluna menyembunyikan dirinya di bidang dada suaminya. Dengan tangan yang sedikit gemeteran.

Aiden yang melihat tangan aluna seperti itu dia tidak protes lagi Aiden menggendong aluna naik kelantai atas.

"Turun, sudah sampai di depan kamar lo? " ucap Aiden namun aluna tidak mau turun dan masih nemplok aja bersama Aiden.

"Turun lun, gue mau masuk ke kamar gue" Aiden berusaha menurunkan aluna namun tidak bisa aluna memeluknya sangat erat

"Gue takut den, gini aja deh lu temenin gue tidur, sebagai kompensasi lo potong gaji gue berapa pun asalkan lo mau tidur bersama gue, sumpah den, gue tidak berani sendiri, tolongin gue ya please" mohon aluna dengan mata berkaca-kaca.

Huft..

Aiden membuat nafasnya dengan kasar. Aiden yang merasa kasihan pun menuruti permintaan aluna untuk tidur dikamar aluna.

Aiden membawa aluna dan menurunkan aluna di tepi ranjang, aluna melihat Aiden yang ini pergi dia langsung menarik lengan Aiden.

"Mau kemana lo udah janji temenin gue" seru aluna.

"Gue mau buang air kecil bentar" ucap Aiden dan perlahan aluna melepaskan lengan Aiden dan membiarkan Aiden untuk pergi ke kamar mandi

Setelah selesai Aiden membuang hadasnya dia melihat aluna masih diatas kasus dengan terduduk menunggu diri untuk naik,

Aiden pun naik keatas kasurnya lalu merebahkan dirinya tepat disebelah aluna duduk, Aiden melihat kearah aluna.

"Kenapa tidak tidur? " tanya Aiden.

"Anu, gue... " ucap aluna ragu ragu.

"tidak nyaman sama gue? " ucap Aiden dan aluna menggeleng.

"Terus..? "Aluna menggigit bibir bawahnya sendiri. Dengan ragu-ragu dia menjawab

"Biasanya kalau sama bu siti gue peluk dia, tapi ini sama lo mana mungkin gue begitu" gumam aluna yang dapat didengar oleh Aiden.

"Kenapa tidak mau peluk sama gue?"tanya Aiden aluna diam.

" nanti kekasih lo marah, males gue, gue tidak suka jika dibilang merebut kekasih orang"gumam aluna

"Sudah gue bilang lula bukan kekasih gue"

"Alah alesan, tidak ada istilah maling ngaku, yang ada penuh nanti kantor polisi" seru aluna.

"Gue beneran aluna" kini Aiden akan berusaha berbicara lembut dengan aluna.

"Bohong, bahkan bohongnya sampai nembus ke muka gue" seru aluna Aiden terkekeh. Melihat wajah cemberut aluna.

"Beneran, jika begini terus kapan tidurnya, hari sudah tengah malam! " ucap Aiden aluna terdiam, aluna bergeser mendekat kearah Aiden sedikit demi sedikit, Aiden yang tidak sabaran langsung menarik aluna yang membuat aluna terjatuh didalam pelukannya Aiden, aluna melotot

Ada apa dengan Aiden yang tiba-tiba berubah sikap, padahal tadi Aiden menunjukkan taringnya kepada aluna dan ini kenapa tiba-tiba menjadi baik. Apakah jiwa Aiden tertukar seperti dirinya?

"Lo masih Aiden kan? " tanya aluna melihat Aiden yang sudah memejamkan matanya sambil memeluk aluna.

"Menurut lo gue siapa! Hantu? " ucap Aiden. Aluna terdiam lalu tanpa harus berpikir panjang aluna menenggelamkan wajahnya di bidang dada Aiden.

Jujur saja entah mengapa Aiden merasa nyaman jika seperti ini bersama aluna, baru kali ini Aiden merasa ketenangan dalam dirinya padahal mereka hanya berpelukan saja, apa lagi Aiden dapat merasakan nafas aluna yang teratur itu.

Ada rasa yang mungkin tidak bisa di aljabarkan, hanya satu kata yang cocok untuk nya yaitu nyaman, hingga tidak terasa dirinya pun ikut terlelap bersama aluna menuju ke alam mimpi bersama aluna.

Pagi, pukul 08:00 aluna terbangun dari tidurnya, aluna merentang tangannya, merasa nyenyak dengan tidurnya, entahlah mungkin bisa dibilang ini adalah tidur yang paling nyenyak semenjak dia menjadi aluna.

Aluna beranjak dari tidurnya dan mulai membersihkan diri. Aluna sedikit berdandan untuk menyambut pagi hari yang cerah, setelah penampilannya perfect aluna mengambil tasnya dan langsung turun kebawah.

Sampai disana dia tidak melihat Aiden wajar saja, pasti Aiden sudah pergi duluan ke kantor, tepatnya waktu aluna baru bangun tidur.

Aluna melihat ada siti dibawah langsung menghampirinya.

"Pagi bu siti? " sapa aluna mendarat bolongnya di bangku.

"Pagi nyonya anda ingin makan apa biar saya buatkan?" ucap siti.

"Sepertinya aluna tidak ingin makan yang berat berat aluna pilih roti panggang saja sama segelas susu" ucap aluna. Dan diangguki oleh siti lalu berjalan membuat apa yang diminta oleh nyonyanya tersebut.

"Maaf ya nyonya saya tidak bisa menemani anda tidur semalam hujannya terlalu lebat untuk menerobos masuk kemari? " sesal siti aluna tersenyum.

"Tidak apa apa bu saya tahu kok" ucap aluna.

"Sepertinya hari ini ada hal baru, nyonya hari ini lebih berseri seri" sahut siti melihat wajah bahagia nyonyanya itu

"Iya dong, ibu tahu tidak baru kali ini aluna tertidur nyenyak, seperti baru pertama kali mendapat nikmat surga dunia" seru aluna sambil tersenyum hal itu membuat siti terkekeh melihat sikap nyonyanya itu.

"Tapi nyonya bagaimana anda bisa tertidur nyenyak? " tanya siti aluna menoleh.

"Hehe.. Itu rahasia langit" seru aluna sbil tersenyum memakan makanannya.

Tidak hanya Aluna saja yang semangat dipagi hari tapi Aiden juga, entahlah padahal mereka hanya tidur layaknya pasangan suami istri hal itu membuat keduanya sama sama merasa senang apalagi Aiden sejak kedatangannya ke kantor dia merasa vit dan moodnya juga baik,

Seolah olah energinya sangat full hari ini, ternyata tidur berdua itu mendapatkan perubahan bagi kedua pasutri ini ternyata tidak buruk juga tidak bersama. Lucas yang melihat ekspresi Aiden tidak biasa itu mendekat. Bahkan lucas mendekatkan wajahnya. Yang membuat Aiden mengerutkan keningnya.

"Seperti ada perubahan baru ini yang tidak gue ketahui"seru lucas menatap selidik aiden

"Apa? "

"Entahlah, pagi ini kayak mood lo bagus, udah jadian lo sama lalu" sahut lucas senyum Aiden langsung luntur lantaran lucas memanggil lula sama seperti aluna yaitu lalu.

"Oh, ternyata bukan" lucas langsung menjauhkan wajahnya.

"Lalu? " beo Aiden. Dan parahnya lucas mengangguk.

"Bener, gue tahu dari aluna, jadi gue juga ikut ikutan, nah lo mau tahu bahkan aluna memberikan nama untuk sopir lo itu namanya masem, terus penjaga lo itu Wafer, awalnya dia ingin memberikan nama air tapi gue kasih saran Walter dan Wafer itu tidak beda jauh jadi pakai Wafer saja" wah parah lucas malah menyebut merek, dan bahkan lucas menampilkan senyuman jika dia berbicara ada alunanya yang membuat Aiden geram.

"Lo, sudah sedekat itu sama istri gue bahkan kelakuan kalian kompak? " geram Aiden hal itu menyadarkan lucas kalau dia salah bicara, lucas terdiam tanpa berbicara apa apa langsung pergi dari ruangan Aiden sambil berlari kecil.

"Lucas" teriak Aiden yang menggelegar.

Kembali ke aluna, aluna yang baru sampai kantor berjalan senang banyak sekali yang menyapa aluna, baik itu pria maupun wanita, dan aluna hanya menampilkan senyumnya sebagai sapaan. Aluna pun masuk kedalam lift

"Gue tidak nyangka ya, ternyata aluna cantik juga"

"Bener, gue kira jelek karena dia tidak pernah menunjukkan wajahnya dia selalu menundukkan kepalanya yang bahkan kita tidak dapat melihat batang hidung karena rambutnya digerai menutupi wajahnya".

" iya iya gue kira juga hantu"

"Ha.. Ha.. "

"Jika lihat dia seperti ini gue, pun mau jadi kekasihnya"

"Eh tidak bisa begitu, mari kita bersaing mendapatkan bidadari yang turun dari surga itu"

"Hei kalian. Kenapa merebut kan milik orang lain"

"Tidak masalah, asalkan aluna mau gue juga mau jadi simpanannya"

"Bahkan, klien penting semalam saja memperebutkan aluna, masa kita tidak"

"Gila lo"

Begitu lah para karyawan Aiden berbicara dan mereka tidak menyadari jika Aiden ada disana sedang menguping, entah mengapa Aiden menjadi kesal karena banyak yang memperebutkan istrinya karena penampilan aluna sudah berbeda, bahkan mereka juga tahu jika aluna sudah bersuami tapi mereka tidak peduli asalkan aluna mau maka mereka pun bersedia menjadi simpanan aluna. Aiden berjalan mendekati para karyawannya.

"Saya disini mempekerjakan kalian bukan untuk tempat bergosip, kembali ke tempat masing-masing" bentak Aiden yang membuat para karyawan kocar-kacir saat melihat kemarahan Aiden.

Mood Aiden yang tadi bagus mendadak moodnya berantakan lantaran tidak hanya lucas saja tapi banyak orang yang memuji istrinya. Sudahlah mood Aiden tidak bagus lula datang ke kantor menghampiri Aiden.

"Sayangg... "Teriak lula berlari kecil memeluk Aiden. Aiden yang merasa risih langsung menghempaskan tangannya dengan kasar.

Sayang.. Kamu kenapa sih, kok jadi begini sama aku, aku kangen sama kamu. Aku telponin juga dari semalam kamu tidak angkat angkat" manja lula Aiden memutar bola mata malasnya dia benar-benar tidak mau berhadapan dulu dengan tingkah lula.

"Lula, bisa tidak lo itu tidak gangguin gue, gue sibuk, gue bukan orang yang yang kerjanya santai, bukan orang yang punya waktu kapan saja, kalau lo bosan jalan sana tidak usah gangguin gue" ucap Aiden dengan nanda sedikit agak ngegas. Entahlah bertemu dengan lula mood Aiden semakin berantakan.

"Tapi aku tidak punya uang, aku juga mau beli perhiasan, baju branded tas juga bagaimana aku mau jalan jalan" seru lula sedikit merajuk ini akibatnya karena Aiden memanjakan lula hingga tidak tahu diri, Aiden memijat pelipisnya.

"Makanya kerja, gue bukan mesin ATM lo" bentak Aiden yang membuat lula syok berat Aiden berbicara seperti itu.

Aiden yang tidak memikirkan ekspresi lula pergi meninggalkan lula.

"Sayang.. " sadar Aiden ingin pergi lula menarik lengan Aiden. Aiden langsung menghempaskan tangannya.dan memanggil security untuk membawa lula.

Aiden tidak perduli dengan teriakan lula yang ingin minta dilepas dia lanjut berjalan kembali. Saat Aiden berbalik ternyata lucas berdiri disana sambil tersenyum seringai, lucas menghampiri Aiden.

"wah ternyata bapak Aiden sudah sadar ya"seringai lucas, Aiden tidak menanggapinya dan berlalu begitu saja.

" ini berita bagus, harus beri tahu aluna ini"seru lucas naik kembali keatas.

1
falea sezi
lanjut q ksih hadiah bkin Aiden bucin thor
falea sezi
thor Aiden ma jalannya uda pernah tidur bareng belom🤭 klo uda bikin cerai ya kali dpet bekas Aluna perawan. loh dpet perjaka bekas kayak Aiden g rela q. tuh🤣
falea sezi
Aluna lemah g jijik apa dia bekas lula😒
falea sezi
insomnia g bs tidur bukan ngajak orang tidur bareng bego
falea sezi
oon MC nya tlfon tiago minta dia urus cerai oon😒
falea sezi
moga cerai ya kali dpet suami bekas jalang🤣🤣 menjijikan sekali😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!