NovelToon NovelToon
GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eka Sugairti

Kesialan dapat menimbulkan keajaiban??

Benarkah itu??

Kisah seorang gadis berusia 18 thn bernama Gaby Debbara Fernando, gadis yang diusir oleh ayahnya karena kesalahan yang entah apa itu. Kecelakaan yang membuatnya harus masuk rumah sakit, justru malah menimbulkan keajaiban dalam kehidupannya. Bagaimana tidak??

Kecelakaan yang dialaminya mungkin merupakan kecelakaan yang paling beruntung, sebab ia dapat bertemu dengan Ardiaz Sunjaya.

Ya...Pengusaha muda yang sukses bernama Ardiaz Sunjaya, siapa yang tidak mengenalnya. Ardiaz pria tertampan sedunia ini jatuh cinta pada seorang gadis biasa??

Begitu banyak gadis cantik dari kalangan atas, namun ia hanya jatuh cinta pada Gaby.

Penasaran dengan perjuangannya??

Langsung baca aja yak...

Jangan lupa like, vote, rate ya...

Kalo ada saran dan masukan silahkan ajukan di kolom komentar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Sugairti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 20

"Eh apakah sesuatu yang buruk?" Tanya Anny yang kini mulai panik.

"Tidak kok, tenang saja." Jawab Gaby dengan lembut.

Gaby menghabiskan sarapan paginya lalu bergegas pergi kekampusnya. Hal aneh terjadi dikampusnya, biasanya ia mendapatkan sambutan heboh dari Shany dan Qilla kini mereka berdua tak lagi datang untuk menyambut kedatangan Gaby dengan strategi menjelek-jelekan Gaby.

"Ah, bosan sekali. Mengapa mereka tidak ada, padahal aku bersemangat agar bisa berdebat lagi." Ucap Gaby mengeluh sambil menidurkan kepalanya dimeja.

"Jika mereka ada, aku selalu dihina. Jika mereka tak ada, aku meridukannya." Batin Gaby dengan memonyongkan bibirnya.

Seorang pria menghampirinya dan duduk disebelahnya, Gaby merasakan ada seseorang yang menempati kursi disebelahnya ia pun berbalik untuk melihat orang tersebut.

"Hey, siapa kau?" Tanya Gaby dengan ekspresi tak suka.

"Apakah sebuah nama penting bagimu?" Ucap pria tersebut balik bertanya.

"Memangnya aku menanyakan namamu?" Jawab Gaby menantang pria disampingnya untuk berdebat.

"Oh? Cukup pintar juga ya." Ucap pria tersebut dengan senyum dingin yang terukir diwajahnya.

Gaby memalingkan wajahnya mengarah kearah lain. Sementara pria itu semakin terpesona dengan kecantikan Gaby.

"Namaku Bryan." Ucap pria itu memperkenalkan dirinya.

"Lalu?" Tanya Gaby masih memalingkan mukanya.

Tampak raut wajah kesal terukir jelas diwajah Bryan. Ia pun menghadap Gaby dan tiba-tiba muncul dihadapan Gaby. Kemunculan Bryan yang secara tiba-tiba tak dipedulikan oleh Gaby, ia tahu bahwa Bryan akan muncul dihadapannya oleh sebab itu ia mengacuhkannya.

"Hey gadis cantik, aku sudah memperkenalkan diriku. Sekarang sebutkan namamu!" Suruh Bryan.

"Apakah itu penting?" Tanya Gaby dengan meneggakan duduknya dan menghadap kedepan.

"Cih, memutar balikkan ucapan rupanya. Belajar dari mana, hah!?" Ucap Bryan yang kembali duduk disamping Gaby.

"Dari mana aku belajar, toh itu semua adalah urusanku. Bukan urusanmu," jawab Gaby bersikap dingin.

Sejak kedatangan Bryan, Gaby memang tidak suka kepadanya ia bahkan bersikap dingin dan mengacuhkannya. Sosok Bryan yang terlalu percaya diri dan sombong itu sangat dibenci Gaby.

"Ayolah, kau ini seperti kutub utara." Ledek Bryan sambil menyenggol lengan Gaby.

"Oh? Lalu apa masalahnya?" Tanya Gaby masih dengan sikap dinginnya.

Belum sempat Bryan menjawa bel terakhir berbunyi dan kelas pun berakhir. Gaby segera membereskan tasnya dan pergi meninggalkan kelasnya, Bryan menatap kepergian Gaby dengan senyum takjub dibibirnya.

Baru pertama kali ia melihat seorang gadis yang bersikap dingin padanya bahkan sampai berani mengacuhkannya.

Gaby sampai dihalaman kampusnya, namun kedatangan sebuah mobil yang tak ia kenal mengejutkan Gaby hingga ia memundurkan langkahnya.

2 orang pria keluar dari mobil dan mendekat kearah Gaby, salah seorang dari pria tersebut memegang tangan Gaby dan membekam mulut Gaby. Pria satunya membukakan pintu mobil agar ketiganya dapat masuk.

Mereka membawa Gaby pergi kesuatu tempat. Gaby tak sempat berteriak meminta bantuan karena pria yang memegangnya dengan cepat membekam mulutnya. Gaby memeberontak ingin melepaskan diri namun cengkrama pria itu sangat kuat hingga akhirnya Gaby menggigit tangan pria tersebut yang membekam mulutnya.

"Aaarggghh... gigimu tajam juga ya," ucap pria tersebut menahan rasa sakit.

"Lepaskan aku!!" Ucap Gaby, dengan sekuat tenaga ia mencoba melepaskan diri. Namun usaha yang ia lakukan berakhir sia-sia.

Sampai akhirnya teman pria yang memegang Gaby membiusnya agar Gaby tertidur dan tidak berisik. Pria tersebut mencampurkan obat tidur kesebuah sapu tangan lalu membekamnya kemulut Gaby.

"Mataku berat, tapi aku tak boleh tertidur." Batin Gaby.

Gaby menggigit bibirnya sendiri agar tidak tertidur. Ia juga mencoba cara lain agar usahanya tidak sia-sia.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai disebuah gang kecil. Dipojok gang tampak sebuah gubuk kecil yang kumuh tak terawat. Seperti sebuah gudang rahasia yang tak berpenghuni dan jarang digunakan.

Kedua pria tersebut menarik Gaby dan membawanya masuk kedalam gubuk kecil itu. Mereka mengikat Gaby dengan kuat agar Gaby tak melarikan diri.

Sementara itu...

"Gadis itu cepat sekali menghilangnya." Ucap Bryan dengan nafas yang terengah-engah.

Dihalaman kampus juga tampak Rony yang sedang menunggu Gaby keluar dari kelasnya. 1 jam ia menunggu hingga kampus Gaby sepi, namun ia tak dapat melihat kedatangan Gaby kearahnya.

Rony panik kemudian menelpon Ardiaz untuk memberi laporan bahwa Gaby tak kunjung datang menemuinya.

Ardiaz tengah fokus bekerja hingga sebuah panggilan telpon mengganggu kerjanya. Ia sempat kesal namun setelah melihat siapa yang menelpon Ardiaz bergegas menjawabnya.

"Ada apa?" Tanya Ardiaz sambil memutar kursinya dan memandang kearah luar jendela.

"Tuan nona Gaby tidak ada!!" Jawab Rony dengan panik.

"APAAA!!" Teriak Ardiaz terkejut, lantas ia berdiri dan memakai jasnya.

"Apa yang terjadi?" Tanya Ardiaz kini dengan lebih tenang.

"Saya sudah menunggu nona hampir 1 jam, tapi nona tak kunjung datang menemui saya. Saya berpikir bahwa nona telah diculik." Jawab Rony sembari melirik kekanan dan kekiri mencari keberadaan Gaby.

"Baiklah, kau pulang saja." Ucap Ardiaz mengakhiri pembicaraan.

Sesaat setelah Ardiaz memutus sambungan telpon, Kangjian datang dan sempat mendengar obrolan Ardiaz dengan Rony.

"Tuan, benarkah nona Gaby diculik?" Tanya Kangjian penuh kekhawatiran.

"Sepertinya begitu, aku akan mencoba melacaknya." Jawab Ardiaz dengan sambil membuka laptopnya dan menidentifikasi lokasi keberadaan Gaby.

"Tuan memasang alat pelacak pada nona Gaby?" Tanya Kangjian penasaran.

"Bodoh, mana mungkin aku memasang alat itu pada tubuhnya!!" Bentak Ardiaz kesal dengan pertanyaan Kangjian.

"Lagipula kapan aku menyentuh tubuhnya," lanjutnya masih berfokus pada laptop didepannya.

"Memangnya saya tadi bertanya kalau tuan memasang alat itu pada tubuh nona?" Ledek Kangjian, entah kenapa hobby-nya adalah meledek Ardiaz ketika sedang panik.

"Berisik kau!!" Bentak Ardiaz.

Ardiaz bangkit berdiri dan memakai jasnya kemudian pergi dari ruangannya menuju tempat Gaby berada.

"Panggil pasukan!!" Suruh Ardiaz sambil berjalan dengan mengancingkan kancing lengan jasnya.

"Baik tuan!!" Ucap Kangjian semangat.

"Tikus kecil berani sekali membawa sepoting keju milikku!!" Batin Ardiaz dengan senyum dinginnya yang kejam.

"Hey lepaskan akuu!!" Teriak Gaby tak berhenti.

"Ck, kenapa kau tdak tertidur?" Tanya pria yang sedang mengikatnya dengan kesal.

"Aku tidak ingin tidur!!" Jawab Gaby tegas.

"Lepaskan aku, bodoh." Lanjut Gaby yang terus meronta-ronta.

"Diam gadis kecil!!" Bentak pria yang berada disampingnya.

"Hey, jangan panggil aku gadis kecil. Tubuhku memang pendek, tapi usiaku sudah masuk dewasa. Dengar itu bodoohh!!" Jawab Gaby dengan berteriak sambil meronta.

"Aaarggh... cerewet sekali kau!!" Ucap kedua pria yang memegangnya ketika sedang berada di mobil.

Pria tersebut berhasil mengikat Gaby dengan kuat.

"Ah, efek obat tidurnya belum hilang juga." Batin Gaby kesal.

Gaby menggigit kembali bibirnya hingga mengeluarkan sebercak darah segar.

"Akhirnya kau diam!!" Ucap pria berbadan tinggi.

"Aku ini serba salah ya. Aku berisik kalian marah, aku diam kalian yang cerewet. Menyebalkan tauuu!!" Gaby melawan pria yang menculiknya dengan ucapan yang ia lontarkan.

1
Ratna Fika Ajah
Thor, kok yo masalah trus yo yo.
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Alifah Azzahra💙💙
Mampir yah Thor 🥰
Nur Syamsi
waduh mna body guar tuan Rogad
Nur Syamsi
author bikin Ardiaz sembuh belum merasakan kebahagiaan bersama isterinya
Nur Syamsi
kapang Gabynya bahagia author terlalu banyak orang yg jahat padanya.....bahagiain Thor Gabynya
Nur Syamsi
ulat bulu Tdk punya malu, dsar
Nur Syamsi
haa sesak baca ketiga persahabatan kepala klan....
Nur Syamsi
author jgn pisahin Ardiaz ma Gaby, biarkan mrk bahagia bersama adik angkatnya yg menolong dr tabrak lari ...🙏🙏
Nur Syamsi
akhirnya....luluh jg Gabynya....
Nur Syamsi
Nikah betulan saja author Tdk usah nikah kontrak, masalah kakeknya Gaby nti Ardiaznya yg tanggung jawab....
Nur Syamsi
tidak adek tidak kakak sama" liciknya makanya jangan buat tantangan dan meremehkan orang Shani,
Nur Syamsi
Roger membuat Kanjian menahan kencingnya 🤣🤣🤣
Nur Syamsi
dasar Tio iblis ...
Nur Syamsi
siapa pria misterius it
Nur Syamsi
Ardias terjatuh Krn ngantuk at lelah Krn penyakitnya
Nur Syamsi
hati hati Gaby mrk turunan mafia
Nur Syamsi
kenapa Ardiaz Tdk merekomendasikan Gaby ntuk kerja di perusahaannya saja ya
Nur Syamsi
penyakit dan Surat dg pengirim misterius,
Nur Syamsi
Brian Brian ternyata sama liciknya ma si adik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!