NovelToon NovelToon
Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Menjadi satu-satunya manusia tanpa kemampuan sihir di Akademi Hunter membuat Axel sempat merasa pasrah dengan nasibnya. Namun, sebuah sistem misterius tiba-tiba menyingkap kenyataan tak terduga bahwa ia adalah satu-satunya penjinak yang mampu meredam amarah para wanita terkuat di dunia saat kadar kewarasan atau sanity mereka mencapai titik kritis dan memicu mode berserk.

Sialnya, kemampuan istimewa ini justru menjadi sumber petaka baru. Para wanita berbahaya tersebut, mulai dari Paladin Suci hingga Ratu Penyihir, kini menjadi sangat obsesif dan posesif karena ingin memonopoli dirinya seorang diri. Tanpa modal kekuatan fisik yang berarti, Axel terpaksa harus memutar otak dan lihai memanipulasi emosi. Ia harus pintar membagi perhatian dengan adil agar dunia tidak hancur berantakan, sekaligus berjuang keras demi mempertahankan kebebasannya dari kepungan wanita-wanita mematikan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: MENJINAKKAN SANG RATU KEGELAPAN

Setetes darah hangat merembas pelan dari leher Axel, membasahi kerah kemeja seragam yang ia kenakan. Kuku-kuku tajam Valeria menekan tepat di atas urat nadinya. Sedikit dorongan saja, dan tamat sudah riwayat Axel.

Dalam situasi mencekam seperti ini, orang normal mungkin akan menangis tersedu-sedu, memohon ampun, atau menebar janji manis demi menyelamatkan nyawa mereka. Namun, Axel sadar betul bahwa bersikap memelas di hadapan seseorang yang tingkat kewarasannya hanya tersisa lima persen dan memendam trauma pengkhianatan akut adalah cara tercepat menuju liang lahat. Jika ia terlihat lemah atau mudah dikendalikan, paranoia Valeria justru akan menyimpulkan bahwa Axel sedang menyembunyikan niat jahat.

Maka, Axel memilih senjata andalannya: ketenangan mutlak.

Axel sama sekali tidak memalingkan wajah. Ia menatap lurus ke sepasang mata merah gelap milik Valeria. Tatapannya tidak menyiratkan ketakutan, melainkan sebuah empati yang tulus—seperti sorot mata seorang dokter yang menatap pasien yang tengah menderita kesakitan luar biasa.

"Jika kau menghabisiku sekarang, Tuan Putri Valeria," bisik Axel dengan nada datar yang tenang, suaranya mengalun pelan di dalam ruangan yang temaram itu. "Kau tak akan pernah bisa tidur nyenyak lagi seumur hidupmu. Suara-suara di kepalamu itu... yang terus menghasutmu agar tidak mempercayai siapa pun... tidak akan pernah lenyap."

Valeria tersentak sedikit. Sorot matanya menajam, sementara ujung kukunya terbenam sedikit lebih dalam ke kulit Axel. "Beraninya kau bersikap seolah mengenalku, manusia rendahan. Kau pikir kau siapa? Kau hanyalah barang curian."

"Aku memang cuma manusia biasa," Axel menghela napas pelan. "Tetapi aku adalah satu-satunya orang yang bisa memadamkan rasa sakit di kepalamu. Lepaskan ikatan di tangan kananku, akan kubuktikan."

"Memberimu celah untuk merapal sihir tersembunyi atau melempar racun? Jangan konyol," Valeria tertawa sinis, meski tawanya terdengar sumbang. Rasa curiganya terlalu tinggi untuk membiarkan tawanannya bergerak bebas.

"Kau mengikatku di atas kursi besi yang berat, di dalam ruangan yang dipenuhi sihir pelindungmu. Apa yang bisa dilakukan manusia tanpa mana sepertiku?" Axel menantang, nada suaranya kini berubah sedikit lebih tegas dan memerintah. "Atau... Sang Ratu Dunia Bawah ternyata terlalu penakut bahkan hanya untuk disentuh oleh pria lemah?"

Ejekan itu tepat sasaran. Harga diri Valeria terusik. Dengan satu jentikan jari yang meremehkan, bayangan yang melilit tangan kanan Axel seketika lenyap.

"Buktikan, Tuan Pawang. Kau punya waktu lima detik sebelum aku memisahkan kepalamu dari tubuhmu," bisik Valeria dengan nada yang mematikan.

Axel tidak membuang waktu. Tanpa ragu sedikit pun, ia mengangkat tangan kanannya yang kini bebas. Valeria sempat menegang, bersiap untuk menghindar, namun Axel sama sekali tidak menyerang. Pemuda itu justru mengarahkan telapak tangannya ke pipi Valeria yang sedingin es, lalu menangkup wajah wanita berbahaya itu dengan sangat lembut.

Valeria terbelalak. Tubuhnya mendadak kaku tak bergerak.

[Ding! Kontak fisik intim terdeteksi.]

[Aura Penenang Jiwa tingkat menengah aktif.]

[Menganalisis anomali mental target... Menetralkan racun psikologis trauma pengkhianatan.]

Seketika itu juga, dunia Valeria seolah berhenti berputar.

Selama belasan tahun, kepala Valeria selalu bising oleh bisikan-bisikan beracun. Ingatan tentang orang tuanya yang dibantai oleh pengawal kepercayaan mereka sendiri, serta memori tentang sekutu-sekutu yang menusuknya dari belakang, terus menghantui. Suara-suara itu membuat dadanya selalu terasa sesak, memaksanya bertransformasi menjadi monster haus darah agar tidak diinjak-injak oleh siapa pun.

Namun detik ini, saat kehangatan telapak tangan Axel menyentuh kulit pipinya, semua suara gaduh itu lenyap. Hening. Damai. Rasa sakit di kepalanya yang terus berdenyut seolah tersapu oleh gelombang air hangat yang menyejukkan.

[Sanity Valeria Crowley: 5% -> 15% -> 28% -> 40%]

[Status Mental: Stabil. Niat Membunuh (Terhadap Host) menurun hingga 0%.]

Kuku hitam Valeria yang semula mengancam leher Axel perlahan memendek, kembali menjadi kuku lentik yang cantik. Pedang bayangan yang melayang di penjuru ruangan pun luruh menjadi debu.

Tungkai Valeria mendadak lemas. Ia jatuh bersimpuh tepat di antara kedua kaki Axel yang masih terikat di kursi. Sang Ratu Dunia Bawah, gembong kriminal paling ditakuti seantero kekaisaran, kini justru menundukkan kepala dan menyandarkan pipinya ke telapak tangan Axel. Ia memejamkan mata dengan ekspresi penuh kelegaan, seolah baru saja menemukan oase di tengah gurun.

"Hangat..." bisik Valeria dengan suara parau. Air mata secara mengejutkan luruh dari sudut matanya yang biasanya hanya memancarkan kekejaman. "Kepalaku... tidak sakit lagi. Siapa kau sebenarnya...?"

"Aku hanya staf kebersihan akademi yang kebetulan diculik," jawab Axel pelan. Ibu jarinya secara refleks mengusap air mata di pipi Valeria. Dengan tingkat EQ yang ia miliki, Axel tahu persis bahwa saat benteng pertahanan seorang wanita tangguh runtuh, satu sentuhan lembut bisa mengikat mereka selamanya.

Valeria membuka matanya perlahan. Tatapan merah gelapnya yang tadi dipenuhi hasrat membunuh, kini berubah drastis. Ada kehausan jenis baru di sana—kehausan akan kepemilikan mutlak.

[Pemberitahuan Sistem: Target telah menetapkan Host sebagai 'Satu-Satunya Kebenaran'. Ketergantungan psikologis tingkat ekstrem terbentuk.]

Dengan gerakan cepat, Valeria menjentikkan jarinya lagi. Seluruh bayangan yang mengikat tubuh Axel lenyap tak bersisa. Namun, sebelum Axel sempat berdiri, Valeria sudah melingkarkan kedua lengannya di pinggang pemuda itu, menenggelamkan wajahnya di dada Axel.

"Mulai hari ini, kau adalah rajaku," bisik Valeria dengan nada obsesif yang membuat bulu kuduk Axel kembali berdiri. "Tidak ada seorang pun yang boleh menyentuhmu. Aku akan menyembunyikanmu di brankas terdalam istana bayanganku. Tidak akan ada yang bisa menemukanmu."

Axel menghela napas pasrah sambil menatap langit-langit ruangan yang suram itu. Masalah utamanya bukan lagi soal apakah orang lain akan menemukannya atau tidak.

"Kau mungkin harus mempertimbangkan kembali rencana itu, Valeria," ucap Axel datar.

"Kenapa? Kau takut pada si anjing kekaisaran dan penyihir gila itu? Di duniaku, mereka tidak punya kuasa apa pun!"

"Bukan begitu," Axel melirik ke arah panel sistemnya yang sejak tadi berkedip-kedip memberikan peringatan bahaya dari luar. "Aku takut karena saat ini, mereka berdua pasti sedang membumihanguskan kotamu."

Benar saja. Tepat setelah Axel menyelesaikan kalimatnya, seluruh markas bawah tanah itu bergetar hebat seolah dihantam gempa bumi berkekuatan tinggi. Suara ledakan demi ledakan terdengar samar dari arah permukaan, diiringi teriakan panik dari para anak buah Valeria.

Di atas sana, sang Ksatria Suci dan sang Penyihir Agung telah tiba. Mereka datang bukan untuk bernegosiasi, melainkan untuk meratakan seluruh dunia bawah demi mengambil kembali jangkar kewarasan mereka.

1
Pria Misterius
Harem😋 aku suka ini
Orimura Ichika
up yg banyak thor👍
Orimura Ichika: di tungguin 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!